Petualang Masa Lalu episode 37

Chapter 37

Usai bertemu dengan Damar, perasaanku agak lega.
Aku segera kembali ke goa dan merebahkan diri di ranjang batu.
Zulaikha dan Menik sedang asik ngobrol. Mereka ga memperdulikan aku yang masuk ke goa dan langsung rebahan.
Ah…biarin aja, yang penting perasaanku lega sekarang. Sebuah masalah sudah teratasi.

Benarkah sudah teratasi….???
Menurutku iya… Dan semoga memang sudah tak ada masalah lagi.

Tak terasa aku tertidur…
Dalam tidurku, aku bermimpi dikejar-kejar hantu yang sangat mengerikan…
Aku berlari menghindari kejaran hantu itu. Dalam mimpiku itu, aku seolah tak punya kemampuan apapun.
Aku ketakutan setengah mati, berlari kesana kemari, namun selalu bisa dikejar hantu itu.
Aku mencoba bersembunyi, namun hantu itu selalu menemukan tempat persembunyianku.
Keringat sudah mengucur deras di tubuhku. Hingg bajuku basah kuyup…

Saat hantu itu semakin dekat, aku mencoba menjauh dengan berlari secepat mungkin, namun kakiku tersandung sebuah benda entah batu atau apa, dan aku jatuh terjerembab.
Hantu itu tertawa mengikik dengan keras, membuatku makin ketakutan.
Hantu itu semakin mendekat padaku, dan aku hanya bisa melotot memandang sosoknya yang sangat seram.
Aku mencoba memejamkan mataku, akan tetapi, mataku menolak untuk terpejam.
Aku ingin menutup mataku dengan kedua tanganku, namun kedua tanganku lemas. Aku tak mampu mennggerakkannya.
Aku benar-benar tak mampu berbuat apapun, selain melotot memandangi hantu itu.
Semakin dekat, hantu itu menyeringai dan terus menghampiriku.
Perlahan, hantu itu berubah menjadi sosok Wening yang langsing dan cantik, tapi senyumnya begitu mengerikan di mataku.
Entah darimana, ada sepucuk pedang di tangannya…
Dan pedang itu diayunkan menebas kepalaku…..
AAAHHHH….
GLEGAARRRR…..

Aku terbangun oleh suara petir yang menggelegar.
Badanku basah kuyup oleh keringat.
Nafasku terengah-engah, dan tubuhku gemetar.

Saat sadar bahwa semua itu hanya mimpi, aku menghela nafas lega.
Eh…tunggu dulu. Suara petir bersahut-sahutan di luar sana. Suara angin beetiup kencang dan deru air hujan yang tercurahkan dari langit membuatku heran.
Tadi bukannya langit sangat bersih? Bintang dan bulan terlihat jelas. Tapi kok sekarang ada hujan badai begini ya?
Apa ini cuaca ekstrim?

Biarlah…toh aku merasa hangat dan aman di dalam goa ini.
Mending tidur lagi saja.
Tapi, saat teringat mimpi tadi, aku jadl susah tidur.
Akhirnya aku hanya berbaring di ranjang batu itu dan pikiranku mengembara kemana-mana.
Mataki sulit untuk.kupejamkan lagi.

Barulah, menjelang pagi aku.baru bisa tertidur.
Aku terbangun oleh bau ikan bakar yang menyusup ke dalam hidungku.
Aku bangkit menuju luar goa dan melihat Zulaikha membakar ikan yang besar.
Aku melihat sekelillng goa… Kering, tak ada bekas hujan semalam.
Bagaimana mungkin? Padahal semalam.kudengar hujan sangat lebat.

“Hei..malah melamun. Cepat cuci muka dan sarapan!” kata Zulaikha.
Aku segera ngacir ke sumber air untuk membasuh mukaku dan membasahi rambutku.
Setelah bersih, aku kembali ke dalam goa dan.Zulaikha sudah menungguku sambil duduk di kursi batu menghadapi ikan bakar di atas meja batu.

“Nih sarapan dulu. Sampai siang gini bangunnya. Ga sholat subuh lagi!” kata Zulaikha.
‘Iya, semalam mimpi buruk, trus ga bisa tidur. Jadi kesiangan deh…!”
“Ya udah, makan dulu aja!”
“Menik mana?” tanyaku sambil.menyuap ikan bakar tersebut.
“Pergi dari tadi… Ga tahu kemana!” jawab Zulaikha.
“Kamu ga khawatir dia kenapa kenapa pergi sendirian?”
“Ga usah khawatir. Jika ada yang ingln berbuat jahat sama.dia, yang perlu dikhawatirkan malah penjahatnya!” kata Zulaikha sambil tersenyum.
“Lho, kok bisa?” tanyaku heran.
“Ya iyalah… Menik itu akalnya banyak, bakalan habis penjahat dikerjain sama dia…hahaha!”
“Betul juga ..hahaha. Malah kaslhan penjahatnya!” kataku sambil membayangkan penjahat itu dikerjai Menik.

“Ikha….!” panggilku.
“Hmmm….!”
“Ikha….!”
“Iya ada apa?”
“Maaf ya, kemarin dulu aku sudah lancang menciummu. Aku kebawa suasana, dan juga itu salahmu sendiri sih. .!” kataku.
“Kok jadi salahku…?”
“Iya, salah sendiri kamu cantik… Aku khan jadi ga tahan…!” kataku sambil nyengir.
“Gombal….!” jawab Zulaikha. Mukanya terlihat kemerahan.

“Tapi kamu tahu khan, walaupun misalnya kita saling suka kita tak mungkin saling memlliki?”
“Aku sadar kok. Asal aku bisa selalu bersamamu aku sudah senang sekali!” katanya.
“Namun seandainya kau punya calon dari alammu, kau bisa saja menikah dengannya dan tak usah pikirkan aku!” kataku.
“Iya… Tapi sementara ini, aku masih ingin bersamamu. Menjagamu dan berada dekat denganmu!”
“Tapi kau tahu, aku punya pacar Desi, apa kau tak cemburu?”
“Sedikit. Tapi aku sadar posisiku kok.” jawabnya sambil tersenyum.

Ah…lega sudah. Satu persatu persoalan terurai.
Semoga tak ada ganjalan lagi di hati.
Masalah hubungan pria dan wanita memang ruwet dan bikin pusing.

“Cie..cie…yang sudah baikan…. Cium…cium…!” teriak Menik yang tiba-tiba nongol di dekat kami.

Kupikir-pikir, Menik ini provokator juga dah…

“Dari mana kamu Nyil?” tanyaku.
“Mas Aji yang baik….!” sahutnya dengan sok manis.
“Iya Kunyil yang manis…. Ada apa?” jawabku sok imut juga.
“Tolong deh mas, jangan panggil.aku kunyil ya…ya…???” katanya dengan pandangan memohon.

“Kenapa? Panggilan.bagus lho itu… Reader aja banyak yang suka!”
“Jelek… Masak Menik kok jadi kunyil. Ga ada bagusnya…!” katanya sambil cemberut.
“Iya deh…. Aku ga akan manggil Kunyil lagi. Kecuali kalo.khilaf….hahaha!” kataku.
“Janji lho ya…?”
‘Iya…iya… Tadi dari mana saja kamu Nyil eh…Menik?”
“Muter2 aja di sekitar sini. Mas khawatir ya? Takut aku nyasar…?” katanya.
“Alhamdulillah kalo kamu nyasar… Biar ga ngebully aku lagi!”
“Ih ..mas Aji jahat banget sama aku deh. Awas aja nanti.kalo minta bantuanku, ga akan aku tolong!” ancamnya.

“Hehe..maaf deh Menik. Aku khan cuma bercanda. Tapi kalo kejadian kamu.nyasar beneran.ya ga papa!”
“Mas Ajiiiii……!!!!!!”

Hahaha….akhirnya saudara saudara, bisa balas dendam juga sama Menik

Zulaikha tersenyum melihatku dan.Menik yang sedang bertengkar.
Menik dengan bibirnya yang manyun melipat tangan di dada dan melengos ketika kami bertemu pandang.

“Hahaha…emang enak dikerjain?” kataku padanya.
“Awas saja… Bakal aku.balas sepuluh kali.lipat…!” kata Menik dengan geram.

“Eh…kamu tahu.ga Nlk?”
“Apa…?”
“Sudah lama aku nunggu kesempatan kayak.gini, biar bisa bales ngerjain kamu…hahaha!”

Menik membanting-banting kakinya dan ksmudian ngeloyor pergi keluar.goa.

“Dih…marah dia…!” teriakku saat dia hampir keluar.goa.

Menik membalikkan wajahnya dan berkata…

“Huh…sebenarnya aku mau ngasih info soal Melati dan Menur. Tapi.ga jadi.” katanya.

Aku kaget mendengarnya….
Jelas aku pengin tahu keadaan Melati dan Menur.
Aku mencoba mengejar dan memanggil-manggil Menik.
Tapi aku tak berhasil menemukannya di luar goa. Entah kemana perginya dia…


cerbung.net

Petualang Masa Lalu

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2021 Native Language: Indonesia
Hai...namaku Bayu Satriaji, biasa dipanggil Aji. Tadinya aku adalah mahaslsww Teknik Sipil di sebuah Universitas Swasta di kota XX. Aku mempunyai kemampuan super...eh...bukan ding.. Kemampuan supranatural, sebut saja begitu. Aku berasal dari kota YY, yang berjarak sekitar 4 jam perjalanan menggunakan motor. Di kota XX, aku tinggal di kost dan punya pacar satu kost bernama Desi.Merupakan seri kedua lanjutan dari cerita Sang Pamomong

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset