Petualangan Ricky si Lalat episode 3

Larva dan pupa

Vanda terbang kesana kemari tanpa istirahat  Ricky dan Ricko kebingungan melihatnya.

Ricky      : ” Kamu kenapa Vanda..? ”

Vanda     : ” Aku bingung mencari tempat untuk bertelur…..! Aku ingin telurku menetas tanpa gangguan manusia ..! ”

Ricky      : ” Di selokan itu ada bangkai tikus kamu akan aman sambil makan dan memelihara anak-anakmu yang masih berupa  larva …ayo aku tunjukkan tempatnya ”

Vanda     : ” Loh inikan tempat kita bermain bersama Ricko kemarin dibersihkan tapi sudah jadi rumah idaman lagi, aku segera bertelur Ricky tolong jagain aku jangan sampai si cacing garong menculik telurku…..!? ”

Racky      : ” Iya Vanda disini aman kok …aku kalau kelaparan singgah di sini , lagi pula teduh…”

Vanda mengeluarkan telurnya  yang berwarna putih amat lembek dan banyak sekali bentuknya seperti beras amat kecil sekali tahu-tahu sudah menyelimuti bangkai tikus itu. Vanda menasa segar lagi dan terbang lagi dan bertelur lagi….Ricko menghampiri Vanda dan bertemu dengan Ricky yang mengusir cacing garong dan cacing itu berlari lebih dalam lagi karena dibantu Ricko. Vanda sudah selesai mengeluarkan telur-telurnya dan ia menungguinya sambil makan bangkai tikus tersebut.

Malam  hari Vanda mendengar suara -suara telur yang menetas, mereka telah keluar dari telurnya dan menjadi larva yang ujudnya berupa belatung dan mereka lucu sekali menari-nari , melenggak-lenggok bak penari tapi belatung itu rakus sekali dalam makan ada yang melompat-lompat bahkan lompatannya amat jauh dan ditangkap cacing garong lalu memakannya berebut bersama teman cacing lainnya. Vanda berteriak-teriak tetapi mereka terlalu suka karena baru jadi larva dan akibatnya celaka oleh cacing garong yang melilit-lilit dengan ganasnya menyerbu mereka dan larva melepaskan diri dari serbuan cacing dengan melompat-lompat pula

Ricky tak bisa menolongnya karena jumlahnya amat banyak sekali ,  Rickopun pasrah karena cacing garong berjumlah banyak mereka pada bergabung membentuk bola jumlah cacing sama dengan jumlah larva . Vanda bersedih karena jumlah larva jadi sedikit dan persediaan makanannya berlebih maka larva yang ada terus menerus memakan apa yang ada sampai membentuk kulit yang baru dan bisa bertahan hidup. Kini larva itu berganti warna ada yang kuning, merah dan abu-abu sampai ke warna hitam , Vanda meninggalkan mereka dan terbang menjauh dari cacing-cacing tersebut .

Ricko      : ” Wah…capek aku menghalau cacing garong itu…tubuhku hampir ikut terlilit untung kau tolong aku Ricky…terima kasih ya…”

Ricky      : ” Iya sama-sama, ternyata ada dua bangkai yang satu milik cacing dan satunya milik Vanda , waah ganas sekali anak cacing tersebut mana induknya tak ada saja ganas sekali apa lagi ada induknya ”

Vanda    : ” Aku sudah lega mereka sudah berganti kulit dan harus terus banyak makan  agar berganti kulit lagi dan bertambah kuat, mari kita tinggalkan biar mereka bisa bertahan diri “.

Ricky      : ” Ayook Vanda dan Ricko kita keluar dari rumah mereka dan menikmati matahari pagi tentunya  sambil menikmati makanan baru yang lebih cuss..”.

Tiga sahabat itu terbang menuju toko sepatu damana sepatu kulit baunya amat merangsang di pasar itu karena mereka hendak memberikan makan pada larva-larvanya dengan makanan lain dan Vandapun menyetujui kemauan Ricky.

Vanda     : ” Baunya enak sekali Ricky pasti larva-larva akan menyukainya ”

Ricko       : ” Benar Ricky, kita segera turun mengikuti seseorang yang hendak membelinya ”

Ricky masih bertengger di atas pintu etalase mencari saat yang tepat, ternyata tempat itu adalah tempat reparasi sepatu dan tentunya ada yang berbahan kulit.

Ricky mengambil sedikit bahan kulit yang sudah dipotong-potong dan membawanya ke Vanda.

Ricky    : ” Ini berikan pada larvamu pasti mereka suka ”

Vanda   : ” Terima kasih Ricky aku ingin memakannya juga, tapi sedikit saja sudah kenyang semoga  membantu sebelum menjadi pupa ”

Mereka bertiga kembali ke selokan  dan mereka melihat larva itu menjadi hitam kecoklatan dan Vanda menjatuhkan kulit sepatu kedalam selokan dan larva itu pada menyerbu bersamaan.

Larva-larva berlanjut menjadi pupa/ kepompong mereka sudah tak makan  dan warnanya coklat kehitaman , lagi pula cacing-cacingpun tak sanggup melilitnya dan pergi meninggalkan mereka sambil membawa kulit yang sudah menjadi melar dan membesar. Cacing tersebut berebutan tatkala induknya menengoknya. Ricky terbang meninggalkan selokan karena cacing tersebut bisa berubah keinginan dan bisa menyerang. Vanda ikut terbang bersama Rocky mengikuti Ricky yang bertengger di daun lompong.

Ricky   : ” Vanda kini mereka sudah menjadi kepompong dan sebentar lagi anggota tubuhnya terbentuk”.

Vanda   : ” Iya Ricky  , lihat mereka membentuk sayap yang masih tipis dan belum kuat”.

Ricky     : ” Iya,  cepat terbang ke atas yang tinggi Vanda dan Rocky induk cacing menyerang ”

Ternyata induk cacing merasa terganggu dengan hadirnya tiga lalat itu dan bermaksud memakannya. Untung Ricky sudah waspada dengan tabiat cacing tersebut

Cacing garong berniat memakan pupa-pupa tersebut tapi pupa tersebut amat mengeras derta besar dan berat membawanya , akhirnya cacing garong meninggalkannya. Ricky diatas selokan mengawasinya dan meninggalkan pupa-pupa tersebut dengan tenang.


cerbung.net

Petualangan Ricky si Lalat

Score 9
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2022 Native Language: Indonesian
Cerita ini menceritakan tentang persahabatan lalat Ricky yang saling bantu mendapatkan makanan dan menghadapi bahaya di sekitar bahkan mengganggu keamanan manusia yang berawal dari makanan. Ricky yang cerdik dan banyak akalnya dia memberikan kenyamanan buat sesama yang terkadang menimbulkan bencana.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset