Petualangan Ricky si Lalat episode 7

Mengantar Undangan Tar-Tar

Arkon telah resmi menjadi pelatih anak buah Sancha masuk grup timur,

Richo   : ” Kamu akan melatih pasukan muda…jadi kamu juga mempelajari gerakan awal dan Sancha akan membantumu gerakannya…bagaimana Sancha?  ”

Sancha   : ” Siaaaap komandan ”

Richo      : “Baiklah Sancha dan Arkon selamat berlatih”

Arkon dan Sancha dengan lantang menyatakan kesiapannya di depan prajuritnya.Richo kembali ke rumah Ricky untuk membahas vestival alat perang bulan depan. Rencana Ricky akan mengundang tetangga barunya Pikat Tabanus dan pengirim undangannya adalah Arkon dan prajuritnya sebanyak 4 anggota yang cekatan dan patuh juga ahli terbang, surat undangan sedang ditulis Vanda dan akan segera ditanda tangani Tar-Tar serta distempel grup barat dan timur. Tar-Tar meminta Ricky untuk mendidik grup barat berperang agar siap siaga setiap saat. Ricky akan segera memerintahkan Arkon melatihnya sepulang dari Pikat Tabanus.

Arkon bersiap dengan empat prajurit menuju daerah Pikat Tabanus. Bau harum sudah tercium berarti hampir sampai tapi tiba-tiba berbau aneh, Arkon menyuruh prajuridnya siap siaga.Arkon melihat lalat tabanus diculik kecoak buntung, lalat tabanus meronta Arkon tak tega lalat tabanus diseret dan prajuritnya mengeluarkan jurus tahi low , sepontan kecoak buntung pingsan lalu lalat tabalus dibawa terbang tinggi agar tak dikejar kecoak buntung yang berbadan besar. Akhirnya mereka sampai di daerahnya Pikat Tabanus.Lurik melihat Arkon membawa prajuritya yang ikut pingsan terkena serangan tahi low dan membawanya kedalam untuk dibersihkan .

Lurik  : ” Namanya Bola Tabalus dia diancam dibunuh oleh Kecoak Buntung, syukur bisa terselamatkan, terima kasih Arkon.Dalam rangka apa kau kesini…?”

Arkon : ” Ini saya ditugaskan wakil ketua menyampaikan undangan”

Lurik   : ” Pasti undangan ke vestival alat perang, yang sudah dinanti-nanti ketua..ayok kuajak meghadap pak ketua!! ” Arkon mengikuti Lurik bersama prajuritnya menghadap ketua Pikat Tabanus. Lurik memberi hormat Arkon bersama prajurit ikut memberi hormat.

” Selamat datang saudaraku saya Benang Tabanus ketua Pikat Tabanus berterima kasih pada kalian telah menyelamatkan Bola Tabanus dari cengkeraman Kecowak Buntung sebagai penghormatan mari kita menikmati tarian panen bunga sambil bersantap malam”. Alangkah senangnya rombongan Arkon mendapat sambutan yang meriah,tapi Arkon meminta maaf karena ingin istirahat karena esok akan pulang melewati jalan yang lebih aman

Lurik   : ” Bolehkah kita menemani untuk menemukan jalan yang aman ketua”

Benangh tabanus : ” Silahkan Lurik bawalah dua prajurit menyertai keberangkatanmu” . Lurikpun ikut istirahat menemani Arkon sambil mengobrol.

Lurik   : ” Kalian akan lewat mana….? ”

Arkon  : “Aku berangkat pagi-pagi mencadangkan kekuatan untuk melawan kecoak buntung bila menyerang dan melewati daerah matahari yang aman karena ini pesan Sancha”.

Lurik   : ” Apa itu tak terlalu jauh Arkon?”

Arkon  : ” Yang penting kita aman ”

Lurik    : ” Baiklah besok kita coba ke arah sana ”

Pagi-pagi mereka berangkat setelah sarapan agar badannya kuat perjalanan jauh, melewati wewangian bunga amat menyenangkan disitulah mereka istirahat sebentar untuk menuju daerah matahari, ternyata disitulah tinggal kumbang madu dan Arkon sempat berkenalan dengan kawanan kumbang tapi kawanan kumbang ada yang bersahabat dengan kecowak buntung jadi tak perlu lama-lama disini. Arkon pamitan dan akan terbang tinggi menghindari daerah kecowak buntung, Lurik meminta maaf tak bisa mengantar lebih jauh lagi dan mengucapkan selamat jalan pada Arkon dan kawan-kawan.

Arkon dan prajuridnya terbang membubung tinggi dari jangkauan kecowak buntung yang jahat karena ia pendendam dan suka menyiksa. Bau masakan sudah tercium dari lalat rumahan.

Arkon      : ” Ayo turun kita hampir sampai, tapa tiba-tiba kecowak buntung menghadang dan tertawa,

Kecowak : Hai lalat rumahan kau telah mengambil musuhku pikat tabanus sekarang gantinya kamu?!! ”

Arkon diam-diam menyuruh prajuritnya yang masih kuat terbang tinggi untuk melapor pada Richo.

Richo amat marah dan mengepung kecowak buntung yang berbadan besar. Dia membawa cambuk saktinya pemberian Ricky , Laksana halilintar cambuk itu membawa amarah, menyambar anak buah kecowak buntung lari kalang kabut.

Kecowak buntung   : ” Ampun…ampun Richo…aku menyerah…”

Richo                          : ” Betul kamu tak akan mengganggu lagi urusan kami dan tabanus….!?”

Kecowak buntung   : ” Iya kami tak akan mengganggumu dan warga lalat lagi…sekarang kami mau pulang…izinkan kami pergi ”

Richo membiarkan kecowak buntung lari berhamburan takut kena sengatan cambuk Richo dan Kecowak buntungpun membiarkan warga lalat terbang hilir mudik dan hanya sengatan matahari yang mengalahkan semua bangsa lalat

 


cerbung.net

Petualangan Ricky si Lalat

Score 9
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2022 Native Language: Indonesian
Cerita ini menceritakan tentang persahabatan lalat Ricky yang saling bantu mendapatkan makanan dan menghadapi bahaya di sekitar bahkan mengganggu keamanan manusia yang berawal dari makanan. Ricky yang cerdik dan banyak akalnya dia memberikan kenyamanan buat sesama yang terkadang menimbulkan bencana.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset