Petualangan Trio Dukun episode 8

Chapter 8 : Behind story of the Castle of Doom

Sepulang dari istana demit itu, kondisi ane,beni dan Christin benar-benar kelelahan. Ane dan beni bahkan sampai ketiduran di angkot.

” Ben, uing mah lapar… Kamu lapar teu ? ” tanya ane sesudah turun angkot.
” lapar pisan… Tapi tong pecel lele wae lah.. Bosen..” jawab beni

Akhirnya di putus kan kita makan sate kambing di dekat rumah beni.
Sementara nunggu kita ngobrol soal kasus tadi.

” jin di tempat tadi itu rata-rata jin tua, mereka sebenernya menghabiskan banyak energi untuk mengerakan barang kayak tadi. Tapi karena jumlah nya yang ratusan jadi seakan akan mereka bisa melakukan itu terus terusan.”
Sang komandan bercerita soal pengelihatan nya

” Iya tapi gak kira kira… Banyak banget tuh barang yang di lempar lempar ” jawab beni.

Tiba2 HP Christin bunyi….
” dokter indra… ” ujar Christin..
Dokter indra menghubungi Christin untuk minta maaf karena gak bisa mengantar ke TKP tadi. Dan dokter indra minta besok malem trio dukun untuk ketemu di sebuah hotel yang cukup besar di Bandung.

” kasus lagi dok ,?” tanya Christin.
” ngga.. Tapi client kalian tadi pingin ketemu lagi besok, katanya kalian buru buru banget tadi pergi nya..”jawab dokter indra.
Kita semua denger percakapan ini karena di loudspeaker.
” kita nya lapaaar dookkk..” jawab ane dan beni barengan.
” ya udah di lanjut makan nya…”

Dokter indra sekarang seperti team marketing untuk kami, mayoritas client yang kami layani adalah hasil rekomendasi dokter indra.

…………….
Skip besok malam nya kami bertemu di hotel yang sudah di tentukan, tentu saja di antar Honda jazz hitam nya dokter indra.

Di lobby Renita si cewe bahenol itu sudah menunggu. Tak lama kami pun terlibat dalam pembicaraan yang seru. Renita adalah putri kedua pemilik hotel dan istana yang kemarin kami bersihkan.

Renita kemudian menyodorkan sebuah amplop, cukup tebal..
Dalam pikiran ane, ini isi nya lebih dari biasanya… Kecuali kalau isinya pecahan 2000an

” mbak Nita… Ini sebetulnya gak perlu….” ujar beni sambil mendorong amplop di meja itu ke arah Renita.

” betul mbak.. Sejak awal niatan kita cuma mengamalkan ilmu dan bertualang aja. Seru seruan…. ” timpal ane..

” nggak apa-apa… Ini cuma tanda terima kasih… Dokter indra udah pernah cerita tentang kalian, dan harus kalian tau sudah banyak paranormal yang keluarga kita datangkan ke tempat kemarin tapi semuanya nyerah, malah ada yang mematok mahar yang besar tapi pulang dengan muntah muntah… ” Tutur Renita.

Trio dukun malah jadi cengo..bengong dan cengengesan gak jelas… Yah beginilah kita.. Tiga orang yang hobi cengar cengir ini malah yang berhasil menundukkan istana hantu itu. Mungkin karena kita nggak berharap imbalan apa apa, murni karena kita menyukai tantangan dan petualangan.

Renita pun cerita bahwa papih nya membeli istana itu dengan murah dari pemilik lama nya. Tapi rumah besar itu sangat tidak bersahabat..
Keuntungan yang diharapkan malah menjadi bumerang untuk keluarga Renita.

Christin pun membeberkan hasil pembicaraan dengan raja jin kemarin pada Renita, bahwa dulu rumah itu sering di pakai untuk mesum, dan pada saat pembangunan nya tidak ijin atau tidak bikin sesajen.

Renita mengangguk pertanda sedang menyimak cerita Christin, sedangkan ane dan beni mengangguk menyimak belahan dada Renita yang turun naik.
ngakak kalo inget ini.

Tiba2 Christin berbisik :
” jaga sikap depan client oy… Kalo sampe burung lu ngacung depan client …gue tebas sekalian ”

Mendengar itu ane bukan diam malah tertawa terbahak-bahak. Semua orang heran….
” maaf… Ada jin lucu lewat..” ujar ane cengengesan sambil membetulkan posisi duduk.

Beni dan Christin mengusap wajah.. Ya ampun… Mereka pikir bener2 malu maluin nih anak…

Malam itu kita di traktir Renita makan di restoran mahal, dan ane yang katro ini begitu excited plus malu-maluin… Maklum biasa makan pecel lele eh di suguhkan bistik sapi.

Pulang nya dokter indra tetap menyodorkan amplop dari Renita. Dan ketika di buka …

” anjissss… 4 jutaaa… ” ujar Christin.
” wogh… Gak kebanyakan tuh..” tanya beni.
” udah gak apa itu rejeki kalian..” ujar dokter indra.
” kalo boleh saya sarankan kalian beli handphone lah… Kasian kalo HP nya Christin terus yang kalian pake.. Lagi pula Renita tadi minta kontak kalian semua.

Dan besok nya ane punya HP pertama ane Motorola v flip..


cerbung.net

Petualangan Trio Dukun

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2016 Native Language: Indonesia
Nama ane Jeje dan ane berteman dengan Beni sejak umur 9 tahun. Ane dan Beni teman segereja karena kami berdua adalah pemeluk agama KristenTapi sejak usia remaja kami berdua punya hobi yang sama yaitu mempelajari ilmu beladiri. Hobi ini sangat aneh karena jarang sekali pemeluk agama Kristen tertarik untuk belajar beladiri...hingga dimana akhirnya kami memutuskan untuk mendedikasikan diri kami untuk mempelajari "pengetahuan" dalam hidup.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset