Pulang episode 10

Chapter 10 : Flashback 2

Aku, sinyo dan nanda berhasil masuk universitas itu. Aku masuk fakultas psikologi tanpa tes tertulis sedangkan sinyo dan nanda masuk fakultas pendidikan melalui jalur tes. Mereka tampak sangat bahagia dengan hasil itu, mereka sampai berkhayal kalau besok lulus dan jadi guru mereka akan mengajar di SMA kami dulu. Aku hanya diam mendengar khayalan mereka saat itu.

Setelah urusan dengan kampus baru selesai, kami tidak memutuskan untung pulang, kami muter muter dulu cari kost kostan. Singkat cerita setelah muter muter seharian kami mendapatkan sebuah rumah yang di kontrakan. Lumayan luas, ada tiga kamar, kamar mandi, dapur, ruang tamu dan ruang televisi. Aku memilih kamar tengah sebelah ruang televisi. Setelah bayar dp dan beres urusan tempat tinggal, kami balik ke kampung halaman.

Skip…

Singkat cerita hari itu pertama kali kami ospek. Sinyo dan nanda sudah siap dengan perlengkapan badut mereka, sedangkan aku…tidak sama sekali. Perlengkapan yang ku penuhi hanya kemeja putih lengan panjang, jas almamater, celana kain hitam beserta ikat pinggang hitam dan sepatu hitam, selebihnya…aku gak bawa. Disaat itu saya paham resiko nya dan siap menerima semuanya.
Saat itu saya sudah di kampus, kami maba di kumpulkan di hall utama fakultas kami. Aku tampak mencolok, karena hanya saya yang tidak memakai topi kerucut, kalung dari snack yang dirangkai sedemikian rupa dan beberapa aksesoris aneh lainnya. Sudah pasti, aku dipanggil ke depan untuk jadi bulan bulanan para senior.

“kamu kenapa gak bawa perlengkapan” bentak senior ke arah ku

“males kak”jawab ku

“baru jadi maba aja udah sok sok an kamu, kamu nantang senior heh”kali ini senior dua ikut mengintimidasi ku.

“sangat goblok kalau saya nantangin senior, saya anak baru disini dan bakal habis di keroyok kalau nantangin senior”jawab ku

“terus apa maksud kamu gak bawa atribut sama sekali”senior dua menggertak ku dengan nada tinggi

“saya masuk sini bayar kak, pakai duit dan itu gak sedikit. Tujuan saya kesini belajar biar bisa jadi sarjana bukan badut. Kalo kampus ini ngajarin mahasiswanya jadi badut, anterin saya ke bagian administrasi sekarang, balikin duit saya dan saya berhenti kuliah disini”jawab ku tegas. Aku berani ngomong gitu karena aku punya backup pak dhe bejo yang jadi dekan salah satu fakultas di kampus ini.

“anak kecil sok sok an”kalian senior lain bertubuh gempal dan rambut gondrong menarik kerah baju ku. Aku diseret sampai masuk ruang BEM yang jadi sekretariat panitia ospek. Beberapa senior lain sempat menenangkan dan menghalau nya, tapi sepertinya dia sudah sangat emosi dengan tingkah ku. Akhirnya, dia tidak menggubris omongan senior lain.

“apa tadi maksud mu ngomong gitu di hall”tanya dia pada ku

“saya Cuma gak suka di perlakukan kayak badut kak”jawab ku agak takut

“kalau kamu gak suka, kita duel sekarang. Kamu coba jatuhin martabat senior di depan maba kan. Ayo jagoan, kalo kamu gak suka ayo lawan saya”bentaknya sambil mendorong ku…

“saya gak bakal berani lawan kakak, saya disini anak baru dari luar kota pula, saya pasti kalah lawan kakak”jawab ku benar benar takut

“banci…Cuma besar omong doang…asli mu mana heh, aku juga anak rantau disini, kita sama sama ditempat netral. Ayo tunjukin kalo gak terima”dia terus memprovokasi ku

“dari Kab.******** kak, saya gak mau berantem sama kakak”jawab ku

“anjing…anjing…anjing… kab.************ daerah mana?”dia tampak kaget melihat asal ku

“kec.xxx desa yyy”jawab ku

“woh….kamu kenal pak jainudin?”tanya nya menelisik

“saya putra sulung”jawab ku jujur. Dia bengong sesaat mendengar jawaban ku.

“anjing…ini ajaib…sumpah ajaib….aku gandos murid bapak mu dulu waktu sd, sekarang bapak mu ngajar dimana?” dia seperti terheran heran mendengar aku anak pak jainudin dan aku lebih heran lagi. Yah dulu sebelum masuk dinas bapak ngajar SD di kecamatan sebelah, jadi aku kurang begitu kenal dengan murid murid bapak dulu. Tapi, aku benar benar bersyukur dengan keadaan itu, setidaknya aku tidak jadi di hajar.

“sekarang bapak gak ngajar mas, dia masuk ke kantor dinas”jawab ku.

“sukses bapak mu sekarang, ya udah kamu disini aja gak usah balik ikut ospek. Besok kamu berangkat pakai baju bebas, gak usah ikut ospek langsung ke sini aja. Tapi, sediain sajen buat anak anak ya…”katanya nyengir licik

“sajen nya apa kak?”tanya ku polos

“biasa…rokok sebungkus kalau bisa sama air kedamaian”jawabnya

“saya kasih mentahnya aja mas, ntar belanja sendiri.soalnya saya gak tahu yang jualan air kedamaian disini. Eh tapi aku ikut lah mas kalo minum”jawab ku

“sip…semua bisa diatur, oke saya balik dulu ngurusin anak anak”kata gandos

“bentar mas…buat sajen hari ini, tapi nanti aku ikut loh ya”kata ku sambil menyerahkan uang

“canggih nih anak pak jaenudin”kata nya sambil tertawa terbahak bahak.

Akhirnya ospek yang menyebalkan ku lewati dengan bahagia. Tiap hari diajak gandos dkk mampir ke base camp dan pesta disana. Gandos pun menjadi teman ku dan sekaligus guru yang akan membimbing ku masuk ke dunia hitam.


cerbung.net

Pulang

Score 0.0
Status: Hiatus Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
Moment yang tidak ingin ku ingat kembali...moment dimana emosiku masih labil...moment dimana ego kesetiakawanan lebih tinggi dari apapun hingga rela mengubur masa depanku.Semua kehidupan yang aku jalanin akan kutumpahkan dalam tulisan ini.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset