Pulang episode 3

Chapter 3 : Pilihan Berat

Rencana awal ku, datang ke Jogja, nyari kerja apapun itu lalu nyari kost murah. tapi, apa mungkin dengan uang yang tersisa semua itu akan berjalan? apa hari ini saya langsung bisa dapat kerja? kalau misal gak dapet, terus gimana? saya mau tidur dimana?
pertanyaan pertanyaan itu terus terngiang di kepala ku. berbagai macam kekhawatiran pun muncul. ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di jogja. saya tidak punya siapapun di kota ini. tapi, menyerah untuk saat ini bukan pilihan terbaik. semuanya baru saja dimulai. babak baru dalam kehidupan ku akan dimulai.

beberapa kali kenek bis kota menawari ku tapi, aku menolak. masalahnya, aku sendiri tak tahu mau kemana. akhirnya ku putuskan dan berjalan keluar dari terminal tanpa arah. beberapa kali aku menanyakan pekerjaan di toko toko yang ku lewati, berkali kali pula penolakan ku dapatkan. sampai saat aku duduk dibawah pohon pinggir jalan untuk sekedar istirahat karena kaki ku sudah capek jalan sangat jauh. saat itu ku lihat penunjuk arah jalan “Malioboro”, yah aku harus kesana, karena katanya tempat itu ramai dan banyak pedagang. mungkin, aku bisa dapat kerja disana.

aku kembali berjalan dan terus berjalan menyusuri jalanan jogjakarta mencari keberadaan malioboro. ada satu moment yang sangat saya ingat saat itu, saya mulai haus dan sangat lapar dan tak jauh dari tempat saya duduk, saya melihat ada angkringan, di depan angkringan itu ada toko alat musik. saat itu pikiran saya berkecamuk. bisa saja saya beli sebuah gitar dengan uang yang saya pegang saat jni dan mencoba menyambung hidup dengan mengamen sampai saya dapat kerja atau saya pergi ke angkringan dan makan disana sampai kenyang, tapi ada resiko uang saya berkurang dan tidak bisa beli gitar.

cukup lama saya menimbang dua pilihan itu, sampai saya ambil kesimpulan, kalau saya makan sekarang dan tidak segera dapat kerja uang ini lama lama habis dan saya tidak berpenghasilan. tapi, kalau saya beli gitar, mungkin ini bukan pekerjaan yang saya inginkan tapi, setidaknya saya tetap punya penghasilan dari mengamen sampai saya dapat kerja.
ku langkahkan kaki ku ke toko gitar, ku lihat label harga yang tertulis di kertas kecil di kepala gitar itu. akhirnya ku ambil gitar dengan harga paling murah, 110 ribu. masih ada sisa dan saya bisa makan.


cerbung.net

Pulang

Score 0.0
Status: Hiatus Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
Moment yang tidak ingin ku ingat kembali...moment dimana emosiku masih labil...moment dimana ego kesetiakawanan lebih tinggi dari apapun hingga rela mengubur masa depanku.Semua kehidupan yang aku jalanin akan kutumpahkan dalam tulisan ini.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset