Pulang episode 7

Chapter 7 : Bantuan

“heh…kowe ngamen nang kene (heh kamu ngamen disini?) “ tanyanya
Orang itu sudah duduk disebelah ku saat ini. Matanya tajam mengawasi ku, seolah mencari tahu apa yang aku kerjakan ditempat ini. Aku yang kaget saat itu. Langsung duduk dan membenarkan posisi barang bawaan ku.

“mboten mas, kulo namung liwat badhe madosi rencang kulo (gak mas, saya Cuma lewat, mau nyari teman saya”jawab ku sambil meletakan gitar yang ku bawa.

“konco mu sopo? Wengi wengi kok nggolek’I konco (teman mu siapa? Malam malam kok nyariin teman”tanya nya menyelidik.
Ku ceritakan semua kejadian yang ku alami, mulai dari muter muter nyari malioboro sampai pertengkaran iwan dan cuplis. Dia tampak manggut manggut mendengarkan dengan serius.

“oalah dadi kowe iki minggat, anyar kowe nang kene? (oalah jadi kamu kabur dari rumah, kamu anak baru disini?)” tanya nya setelah mendengarkan cerita ku.

“mboten minggat mas, kulo ditundung sangking omah. Nembe wau enjing. Nuwun sewu mas, stasiun jogja niku pundhi nggih? (bukan kabur mas, saya diusir dari rumah. Baru tadi pagi. Maaf mas, stasiun jogja itu dimana yah?”jawab ku sembari bertanya.

“wes ra usah moro stasiun bahaya, kowe cah anyar nang kene. Yah mene stasiun isi ne bajingan tok. Rencana mu arep turu nang ndi? (sudah gak usah ke stasiun bahaya, kamu anak baru disini. Jam segini stasiun isi nya kriminal semua. Rencana mu mau tidur dimana?” kali ini dia melarang ku

“dereng retos mas badhe turu pundhi, lah rencang kulo pripun? (belum tahu mas tidur mana, terus teman saya gimana)” aku saat itu cukup mengkhawatirkan keadaan iwan.

“yen gelem turu nang nggon ku dhisik. Sesuk tak terke nang konco ku, de’e dodol dandang nang bering harjo, jare butuh pegawe. Konco mu kae ra sah mbok pikir, ncen cah kono kae senengane koyo ngono. Yen mabuk do padu dewe dewe, sesuk lak apikan maneh, wes apal aku kelakuane cah kono kae (kalau mau tidur tempat saya. Besok saya antar ke tempat teman ku, dia jualan alat masak di bering harjo, katanya butuh pegawai. Teman mu gak usah dipikirin, anak situ emang kayak gitu. Kalau mabuk berantem sendiri sendiri. Besok juga baikan lagi. Saya udah hapal tingkah laku anak situ”katanya sambil menawari ku bantuan.

Yah bantuan yang sangat luar biasa bagi ku. Tempat berteduh sekaligus pekerjaan. Setidaknya, aku bisa tidur dengan nyaman malam ini dan besok kalau aku sudah kerja, aku bisa ngomong sama calon bos ku kalau aku bisa tidur di toko. Tawaran yang sangat menggiurkan itu membuat ku sangat bingung. Lalu, bagaimana dengan iwan? aku tadi disuruh kipli untuk mencegahnya balik jakarta, lagipula iwan sangat baik pada ku, apa lebih baik ku tolak saja tawaran lelaki didepan ku ini?

“piye? Aku arep bali iki, dodolan wes kukudan (gimana? Aku mau pulang nih, jualan ku udah tutup)” kali ini dia memotong lamunan ku.

“kulo pekiwuh kalih rencang kulo mas “saya gak enak sama teman saya mas)” jawab ku

“wes ra sah di pikir, rusak kowe kumpul cah cah kae (udah gak usah dipikirin, rusak kamu kumpul anak anak itu)” kembali dia menasehati ku.

Kembali aku berfikir. Seandainya aku menlanjutkan misi ku mencari iwan, aku pun belum tahu stasiun jogja itu dimana. Aku bisa nyasar lagi, lagipula ini sudah sangat larut, bagaimana kalau nanti aku ketemu preman stasiun? Gitar ku diminta lalu, bagaimana aku cari makan selanjutnya? Toh kalau aku selamat sampai kapan aku terus terusan ngamen? Kalau aku ikut orang yang baru ku kenal ini setidaknya dia sudah menjanjikan pekerjaan untuk ku. Aku akan lebih terhormat daripada harus mengamen.

“nggih mas (iya mas)” jawab ku lirih

“nggih opo ne? (iya apa nya?)”tanya nya

“kulo sareng njenengan (aku ikut mas nya aja)” jawab ku ragu

“yo ayo…aku tak njikuk dagangan ku (ya ayo…aku ngambil dagangan ku dulu)”katanya

Tidak jauh dari tempat ku mengobrol, ada kardus yang didalamnya berisi aneka rokok dan minuman ringan. Oh jadi dia pedagang asongan. Setelah dia mengambil dagangannya kami pun bergegas jalan menuju tempat tinggalnya.
Dia tinggal di kost kostan dua lantai. Kamarnya ada di lantai dua. Kamar berukuran 3×3 dengan lantai kayu dan dinding dari triplek. Sebuah kasur lantai, almari plastik menghiasi ruangan itu. Sebuah meja kecil tepat berada disebelah pintu, diatas meja itu ku lihat ada TV 14’ dan dvd player. sebelahnya ada kipas angin dan dispenser. Tampak sederhana memang, tapi kamar ini sangat rapi, aroma pengharum ruangan tercium begitu kami masuk. Terlalu rapi untuk kamar cowok.
(bagian ini langsung saya translete aja yah)

“yah begini tempat tinggal saya, semoga kamu gak keberatan tidur disini malam ini” katanya

“ah ini lebih dari cukup mas, daripada saya tidur di emperan toko. Saya malah gak enak sudah merepotkan mas”jawab ku

“udah gak usah dipikir, kamu gak ke kamar mandi dulu? Cuci kaki atau mandi sekalian, kamu udah bau banget”kata nya

“oh maaf mas, saya seharian bingung mau mandi dimana” jawab ku

“kamar mandi ada di pojokan sana, ini sabunnya. Kamu udah bawa handuk?” tanyanya sambil menunjukan letak kamar mandi.

“bawa mas, saya ambil dalam tas”jawab ku sambil mengambil sabun dari nya.

Skip saya gak akan menceritakan kegiatan saya lagi mandi

Setelah saya mandi, saya pun balik ke kamarnya. Ternyata disana sudah ada dua gelas the hangat. Dia tersenyum saat melihat ku masuk. Senyum yang aneh menurut ku. Aku balas tersenyum dan membuang jauh jauh pikiran negatif. Setidaknya orang ini yang mau menolong ku.

“kamu suka nonton, eh iya nama kamu siapa?”tanya nya

“akbar bang, nonton apa mas?”tanya ku sambil duduk disebelahnya.

“saya punya film bagus bagus nih, ini tadi juga mau beli. Temenin yah, belum ngantuk kan? Oh iya Aku sony”katanya sambil menjabat tangan ku.

Tanpa persetujuan ku dia sudah menyalakan tv dan memasukan kaset kedalam dvd player. Entah, film apa aku juga gak tahu. Setelah selesai memasang film, dia berdiri dan mematikan lampu.

“aku matiin lampunya yah, jadi nontonnya asik kayak di bioskop. Kamu nontonya sambil tiduran aja gak papa, biar kalau ngantuk langsung tidur. Oh iya the nya minum dulu baru tidur”kata nya

“iya mas, nanti saya minum”jawab ku

Kali ini aku merebahkan diri ku ke kasur yang langsung menghadap televisi. Tubuh ku sangat penat setelah seharian ku forsir, aku sama sekali tidak tertarik dengan film yang dia putar.

“eh geseran dikit dong”katanya sambil mengoyang goyang tubuh ku.

“oh iya mas” jawab ku. Kasur lantai ini memang tidak begitu luas, jadi kami tidur berhimpit himpitan.

Rasa kantuk mulai menyerang ku, perlahan lahan mulai ku tutup mata ku. Tapi tiba tiba ku rasakan ada sesuatu yang dingin di belakang tengkuk ku. Aku seketika aku membuka mata dan kulihat tangan sony sudah memeluk ku, kakinya sudah melingkar di kedua kaki ku.

“mas mas ini apa mas, jangan mas” kata ku panik.

“udah kamu nikmatin aja, malam ini aja. Kamu gak aku masukin kok, aku aja yang kamu masukin.”katanya, kali ini dia semakin ganas menciumi leher ku.

“mas jangan mas…sadar mas, kita sama sama cowok” kata ku sambil berusaha menghindari ciuman nya.

“kamu gak usah munafik, nikmatin aja”katanya, kali ini tangan nya lebih agresif.

Entah keberanian dari mana saat itu, mungkin ini sifat dasar manusia untuk melindungi diri saat tertekan. Ku angakat tangan ku dan ku sikut hidung nya sekuat tenaga. Ku lihat hidungnya mengeluarkan darah dan tangannya secara refleks menutupi wajahnya. Tidak ku sia siakan kesempatan itu. Ku ambil tas ransel dan gitar ku. Dia hampir memegangi pergelangan kaki ku. Tapi reflek ku tendang kepalanya sebelum berhasil. Dia jatuh terjungkal ke belakang dan aku berlari menuju pintu meninggalkan kamar sialan itu. Ku dengar dia berteriak teriak memaki ku.

“anjing…tai…anak gak tahu di untung, udah ditolongin malah nyelakain orang!!!” umpatnya

Sebelum teriakannya membangunkan penghuni kost lain aku berlari dan berlari sekuat yang ku bisa. Aku harus cepat meninggalkan tempat ini atau aku bisa digebuki penghuni kost lain nya.


cerbung.net

Pulang

Score 0.0
Status: Hiatus Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
Moment yang tidak ingin ku ingat kembali...moment dimana emosiku masih labil...moment dimana ego kesetiakawanan lebih tinggi dari apapun hingga rela mengubur masa depanku.Semua kehidupan yang aku jalanin akan kutumpahkan dalam tulisan ini.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset