Putri Allonia episode 4

Mendengar suara Raja

Ulang Tahun Allonia dirayakan di Kastil bersama Peri Palaca ini Ulang Tahunnya yang ke-7 Putri Allonia diberi nasehat oleh peri Palaca agar selalu hati-hati pada penyihir Krewek dan Kurisa akan selalu menemani Putri Allonia bersama Akar Langit. Nampak kereta kencana Sang Raja Atas Angin mendekat menuju Kastil disambut petir dan badai yang membuat raja Ricardo dan Ratu Alexa berhati-hati . Putri Allonia meminta kepada Dewa untuk menghentikan badainya karena Ia akan mengadakan perjalanan jauh ke Negeri Atas Angin dan badaipun berhenti.

Peri Palaca : ” Pakailah tongkat saktiku dan gunakan untuk kebaikan, Kurisa….Akar Langit Jaga Putri selalu ”

Alar Langit dan Kurisa menyatakan kesiapannya, dan akan selalu menjaga Putri Allonia.

Raja Ricardo dan Ratu Alexa memberikan salam pada Peri Palaca.

Raja Ricardo   : ” Apakah masih ada yang lain yang harus kutunggu selain Putriku…? ”

Peri Palaca       : ” Tidak ada Raja Atas Angin segeralah kembali…” Putri Allonia menaiki Akar Langit dan Kurisa bertengger di lengannya lalu Akar Langitpun melesat terbang meninggalkan Kastil diikuti Raja dan Ratu Kerajaan Atas Angin dan Peri Palaca segera masuk Kastil untuk bersemedi.

Alexa                  : ” Putriku yang cantik…ibu ingin sekali memelukmu…pelanlah sedikit anakku ” Putri Allonia mendengar rintihan hati Ratu dan memperlambat Akar Langit, Ratu Alexa heran karena Putri mengetahui maksudnya dan jalannya mengiringi ibundanya. Raja Ricardo heran saja melihat Putrinya memperlambat Akar Langit.

Memasuki gerbang Kerajaan Atas Angin  rakyat sudah berkumpul hendak menyaksikan Putri Allonia yang menaiki Akar Langit yang sudah terlihat sayapnya mengepak diudara dan mulai turun  dari ketinggiannya. Putri Allonia yang cantik jelita  memakai mahkota kebesarannya disambut hangat rakyatnya memberikan senyuman dan berjalan menuntun Akar Langit serta menyalami rakyatnya dengan penuh kasih. Kereta Kencana mulai menuju Istana dan memasukinya , pasukan yang mengiringi putri mengikutinya dari belakang. Diantara kerumunan rakyatnya Putri Allonia melihat penyihir Krewek yang memandang Putri Allonia dengan penuh kemarahan meskipun penyihir Krewek telah merubah wujudnya menjadi seekor tikus yang menjijikkan Putri tetap melihatnya dan tangan Putri merentang ke kanan dan ke kiri yang mengisaratkan perlindungan untuk rakyatnya agar tak terjadi kejahatan yang dilakukan penyihir Krewek.

Putri memasuki Kerajaan dan duduk disamping ratu, Kurisa mengatakan kalau penyihir Krewek mencoba memasuki istana tetapi dia tak berhasil karena Putri Allonia telah memberikan rajah maut untuk  keamanan kerajaannya dengan mengayunkan tongkat sakti pemberian Peri Palaca,

Penyihir Krewek   : ” Kurang ajar sekali putri kecil itu telah memberikan pengaman dan membuat tubuhku menggigil …akan kubalas kamu..”

Kebencian penyihir Krewek memuncak karena melihat Akar Langit yang berubah mengecil memasuki kamar Putri Allonia, sedangkan Kurisa selalu mengawasi kamar Putri Allonia dan tetap bertengger di lengannya. ” Putri kecil itu menyulitkan gerakku “, guman Krewek. Krewek yang berubah menjadi seekor tikus merasa kesulitan memasuki istana dan ia berlari karena Akar Langit hendak menginjaknya, sementara Kurisa selalu mengawasi Putri Allonia yang sedang belajar menyisir rambutnya yang selalu tergerai dan ratu menatanya dengan rapi hingga menambah kecantikannya.

Ratu menemani Allonia sampai tertidur dan dalam tidurnya Ia bermimpi dengan penyihir Krewek yang hendak menculik Kurisa untung Akar Langit datang menolong dan Krewek terbang dengan sapunya sambil terkekeh. Karena selalu bermimpi tentang Krewek Allonia berdoa meminta Peri Palaca hadir, dan Putri Allonia disuruh berhati-hati karena Krewek berhati jahat siapa saja tak mempan melawan sihirnya.

Peri Palaca  : ” Waaah kamu semakin cantik saja Allonia…tentu Ratu bangga padamu…” Allonia tersenyum .Karena Sang Raja mengetuk pintu maka Peri Palaca menghilang.

Raja              : ” Putriku…apakah engkau telah bisa mendengar suara…? ” Anehnya putri bisa mendengar kata-kata raja tapi mulutnya masih terkunci dan putripun tersenyum pada sang raja sambil memegang tangan beliau. Sang raja amat senang karena putri sudah bisa mendengar dan belum bisa mengucapkan kata…raja memanggil ratu dan menceritakannya. Putri Allonia dipeluk hedua orang tuanya.

Kurisa mendekati Putri Allonia dan mengajak ke taman karena disana ada bunga dengan warna biru keungunan seperti milik Krewek, putri meminta ratu mengantar ke taman untuk melihatnya. Ratu menuntun putrinya bersama raja dan melihat apa yang dikerjakan putrinya. Olala Sang Putri memetiknya dan membawa ke dalam kamarnya, lalu meminta raja memanggil tabib istana yang bernama Kamerul untuk segera menghadap putri.

Kamerul melakukan yang diterintahkan Putri Allonia tapi Kamerul khawatir karena bunga itu amat berbahaya bila salah membuat ramuannya..akhirnya sang Putri yang meramunya, Raja amat marah melihat Kamerul tak mau mengerjakan tapi putri Allonia melarang memarahinya dan disuruh menulisnya saja cara membuat ramuan tersebut.

 


Putri Allonia

Putri Allonia

Score 8
Status: Ongoing Tipe: Author: Artist: Dirilis: 2022 Native Language: Indonesian
Putri Allonia sejak kecil penuh penderitaan karena harus menerima kutukan dari ayahnya yang seorang raja . Dengan bantuan peri Palaca akhirnya bisa menyelesaikan penderitaannya juga menghadapi peperangan di kerajaannya Atas Angin yang diserang raja dari kerajaan Belaga. Atas bantuan Dewa , Putri Allonia berhasil merebut kerajaannya . Sampai akhirnya putri Allonia menjadi seorang Ratu melanjutkan titah ayahandanya.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset