Rumah Dinas episode 8

BAGIAN 8 - GAMBAR YANG MENYERAMKAN

“Tadi itu.. siapa yang mengetuk..?”

Bulu kudukku berdiri, badanku pun bergetar tetapi aku berusaha untuk tetap tenang agar mamaku tidak curiga padaku mengapa aku sangat ketakutan begini. Sembari itu aku terus melahap makanan yang telah terhidang ini dengan perlahan, aku berpikir “Masa iya ada hantu siang-siang begini?” tak lama setelah itu aku pun mencoba untuk menanyakan kembali kepada diriku dan mengingat-ingat apa yang pernah tlah terjadi, “Kalau bukan hantu pasti bang ewo, hanya dua pilihan itu sih..” gumamku. “Tapi, kalau itu memang bang ewo kenapa dia kesini lagi? apa belum kapok ya kena marah papa waktu itu?” pikirku lagi. Masih ada kemungkinan bahwa bang ewo lah yang mengetuk pintu itu guna untuk menakut-nakutiku, karena selama ini bang ewo itu memang terkenal suka menjahiliku. Tapi aku pun tidak ingin terlalu menuduh bang ewo lah pelakunya sebelum aku benar-benar melihatnya dengan mataku sendiri. “Besok, aku harus sekolah dan menanyakan hal ini kepada khalil.” pungkasku dalam hati.

Siang pun berlalu, dan malam ini merupakan malam jum’at yang mana sebagian orang mempercayai bahwa hantu-hantu banyak yang keluar pada malam ini. Namun, tidak dengan hantu dirumah ini. Setelah sekian lama hantu-hantu ini menakut-nakutiku dengan suara-suara yang mereka buat pada malam-malam biasanya, hantu itu selalu tidak menampakkan dirinya ketika malam jum’at telah datang. “Apa mereka ini benar-benar hantu ya? tapi kok rasanya berbeda dengan hantu-hantu yang dibicarakan kebanyakan orang?”. Tapi, aku sungguh beruntung karena aku tahu mereka tidak akan muncul pada malam ini, setidaknya aku bisa tidur terlelap dengan tenang. Walau begitu, aku tetap masih penasaran dengan ketukan tadi siang itu, dan halhasil itu membuatku menjadi kepikiran hingga larut malam. Besoknya, aku pun memutuskan untuk pergi sekolah, walau orangtuaku masih menyuruhku untuk beristirahat dirumah, tetapi rasa penasaranku lebih besar daripada egoku untuk tetap mengambil libur.

Sesampainya di sekolah, aku pun langsung berjalan menuju ke kelas dengan cepatnya sembari melihat ke arah kanan dan ke kiri, “mana khalil? belum datang ya kayaknya..” tanyaku dalam hati. Melihat khalil yang ternyata belum datang, aku pun mengambil posisi dudukku sembari menunggu kedatangan khalil tersebut. Menit demi menit pun berlalu sampai bel sekolah pun berbunyi yang pertanda bahwa mata pelajaran pertama akan segera dimulai. “Lah, gak biasanya khalil terlambat seperti ini..” risauku. Lalu aku pun berbisik ke anak kelas yang ada disampingku, “eh no, tumben khalil telat ya?” tanyaku. “Telat? gak lah val, dia kan udah beberapa hari ini gak hadir..” aku pun terkejut mendengar pernyataan dari anak kelasku itu. “Waktu kamu gak sekolah, dia juga udah gak sekolah hari itu val..” tambahnya lagi. “Kira-kira kenapa ya si khalil gak sekolah?” tanyaku guna memastikan bahwa khalil baik-baik saja. “Guru sih bilang sakitnya kambuh lagi..”

Seperti yang telah aku ceritakan sebelumnya, bahwa kondisi khalil itu memang dari dulu tidaklah sehat, ketahanan tubuhnya lebih rendah daripada kebanyakan orang pada umumnya. Aku pun cukup sedih mendengarnya sehingga aku pun melupakan kepentinganku itu sejenak dan berusaha untuk mendoakan yang terbaik untuknya. “Semoga cepat sembuh lil..” ucapku dalam hati. Aku sempat berpikir, apakah sakitnya itu ada hubungannya dengan hantu-hantu yang pernah bertemu dengannya ya? karena seperti apa yang telah dia ucapkan sebelumnya, “..kalau kamu menceritakan kejadian hantu kepada orang lain, hantu itu pasti akan mendatangimu dan bisa-bisa mencelakaimu serta orang-orang yang mendengarkannya..” sekilas aku pun terdiam akan pikiranku itu. Entah kapan semua ini akan berakhir, semua teror-teror ini, pikiran-pikiranku yang sudah mulai kacau ini, karena hantu-hantu itu membuat psikis-ku menjadi kacau pada saat itu. Apa yang aku alami pasti sedikit-sedikit akan aku kaitkan dengan hal-hal yang berbau mistis.

Hari pun sudah menunjukkan pukul empat sore dan bel sekolah pun telah berbunyi yang menandakan bahwa sudah waktunya untuk pulang kerumah. Tapi sayangnya hari ini aku tidak bisa pulang cepat karena kebetulan hari ini adalah jadwal piketku. “Le, aku ijin gak piket ya hari ini? kakiku masih sakit..” ucapku dengan harapan aku bisa pulang cepat dengan alasan itu. “Yah, gak bisa gitu lah.. ke sekolah aja udah bisa, masa’ piket gak bisa? mending gak usah ke sekolah tadi val.. Lagian yang piket juga kita berdua.” ucapnya, sungguh perkataan yang menusuk. Aku yang sudah agak badmood itu terpaksa menjalankan tugas piket itu. Bangku demi bangku aku susun dengan rapi, dan satu per satu isi dalam meja aku keluarkan agar si Le itu bisa menyapunya dengan bersih. “Ketauan kali anak-anak disini piketnya gak bener, masa sisa-sisa sampah dari minggu kemarin masih aja numpuk.” kesalku sembari melihat tumpukan sampah yang ada di bawah mejaku minggu lalu masih ada disana. Disaat aku sedang mengeluarkan isi yang ada dibawah meja itu, terlihat pada meja khalil ada sebuah coretan yang membuatku penasaran untuk membukanya.

Pasalnya kertas itu dilipat dengan rapi dan diatasnya terdapat tulisan, “Bagi yang mengerti tolong dibuka..” awalnya aku kira itu hanyalah sebuah surat cinta yang ditunjukkannya untuk gadis yang dia sukai dikelas, tapi ternyata bukan. Terdapat coretan dan juga gambar-gambar aneh yang dia buat dikertas itu, sungguh pada saat itu aku tidak mengerti gambar apa yang dia buat pada saat itu. Terlihat seperti teka-teki dan juga sepertinya surat itu ditunjukkan bagi seseorang yang mengerti akan hal itu dengan harapan bisa memecahkannya. Jujur, aku sama sekali tidak mengerti apa yang digambar oleh khalil itu, mungkin surat itu tidak ditunjukkan bukan lah untukku, melainkan untuk orang lain, gumamku pada saat itu. “Kalau itu untuk orang lain sepertinya juga tidak mungkin. Kertas ini dibuat pasti dari sebelum dia sakit, dan itu sudah dari beberapa hari yang lalu. Tapi sampai sekarang belum ada yang menyentuh apalagi membaca surat ini selain diriku. Karena kalau sudah ada yang menyentuh surat ini pasti akan dibawanya pulang..” analisisku pada saat itu. Lagipula, gambar itu cukup menyeramkan untuk dia berikan kepada orang lain.


cerbung.net

Rumah Dinas

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2020 Native Language: Indonesia
Waktu ku kecil dulu aku tinggal di rumah dinas oomku , rumah nya sangat besar , mungkin ga bisa disebut "rumah biasa" karena di dalamnya terdapat makhluk lain yang bersemayam didalam rumah itu.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset