SANG PAMOMONG episode 4

Chapter 4

Ospek sudah selesai. Dilanjutkan dengan makrab.
Makrab diadakan di lereng Gunung Lawu.
Ga ada yang istimewa dari acara makrab, kecuali banyaknya yang jadian.
Antara senior dan maba, atau maba dengan maba.
Aku?
Masih setia dengan status jomblo akut yang kupunyai….
Mungkin ga ada cewe yang suka sama aku ya?
Padahal, aku kan ganteng enggak, jelek juga iya….
Tapi untunglah, aku punya teman seperti Dino, Firda dan Sinta.
Jadi ga kesepian saat makrab berlangsung.
Aku lihat sih, kayaknya Dino tertarik sama Firda.
Kalau Sinta susah ditebak…orangnya pemalu.
Firda sendiri, kayaknya naksir aku….. Fitnah itu mah….jangan dipercaya. Cuma khayalan jomblo yang ngenes.
Firda tampaknya maaih biasa aja sih, masih belum kelihatan pergerakannya….susah sitebak juga.
Apa memang makhluk yang bernama cewe itu susah ditebak ya?

Atau aku yang kurang bergaul dengan cewe?
Nah…ada gosip juga nih… Katanya aku pedekate dengan mbak Dinda.
Wuah…gosip ngawur. Mentang-mentang aku sering ngobrol.dengan mbak Dinda, dikiranya lg pedekate.

“Aji, katanya kamu lagi pedekate dengan mbak Dinda ya?” tanya Sinta saat kami kebetulan lagi berduaan.
“Ah…siapa yang bilang?”
“Banyak kok yang bilang…?”
“Ngawur itu. Mbak Dinda itu kakal sepupuku, anak dari pakdheku!” kataku menjelaskan.
“Oh…begitu. Aku kira kamu lagi pedekate!”
“Ya enggak lah… Kita dah lama banget ga ketemu, karena ortunya dinas di luar pulau. Aku juga ga nyangka kalau mbak Dinda kuliah di sini juga.’
” Wah, senang ya ada saudara di sini?”
“Iya lah… Bisa buat teman ngobrol.atau curhat? Eh…kalau kamu dari mana asalnya Sin?”
“Aku dari Jawa Barat!”
‘Wah…jauh juga ya?”
“Ga juga… Kan banyak juga yang dari luar pulau!”
“Iya juga. Kamu kost di mana?”
“Di deket kampus kok. Kapan-kapan mampir lah kalau sempat?”
“Ga dimarahin yang punya kost kalau ada cowo yang main.ke kost?”
“Enggak, asal ga lewat jam 9 malam.”
“Woi…asik amat ngobrol di sini, ga ajak-ajak lagi. Dicariin muter-muter, ternyata mojok di sini!” Dino tiba-tiba muncul di samping kami.
“Siapa.yang mojok sih?” sanggahku.
“Lha ini, cuma berduaan…!”
“Ga sengaja, tadi aku nyariin kamu ga ketemu. Malah ketemu Sinta. Ya udah, ngobrol daripada BT.”
“Tadi lagi ada urusan darurat… BAB….!”
“Woo…sontoloyo, makanya dicariin ga ketemu!”
“Emm…Firda dimana Din?” tanya Sinta.
“Tadi aku lihat lagi ngumpul di depan sana!”
“Oh… Makasih, aku nyari Firda dulu ya?” pamit Sinta.
Sinta segera pergi meninggalkan aku dan Dino.

“Wah…kayaknya Sinta ada hati sama.kamu Ji!”
“Halah, sok tahu ah…!”
“Beneran deh… Aku ngerasa, dia naksir sama kamu!”
“Sotoy ah.. Lagian, apa yang bisa buat Sinta suka sama aku? Ganteng enggak, ga punya motor, ga punya apa-apa!”
“Wih..cinta ga memandang itu semua bro…!”
“Trus mandang apa dong?”
“Isi dompet….hahaha!”
“Semprul….!”

Asiknya berteman sama Dino.ya gini ini, suka banget bercanda. Bikin aku selalu gembira jika bersamanya.
Apakah aku jatuh cinta pada Dino?
Ih…amit amit jabang bayi…. Emangnya eike cowo apaan…???

Usai makrab, kami libur dua hari.
Setelahnya, dimulailah kuliah perdana.
Asli deg deg-an guys. Baru pertama kuliah nih. Aku sering dengar, katanya ada dosen killer di kampus.
Wah…semoga aku ga diajar sama dosen ini…
Serem kan kalau ketemu dosen killer.
Karena masih maba, kami mengambil mata kuliah wajib. Jadi ya, sering ketemu dengan Firda yang satu jurusan denganku. Kadang bahkan sekelas. Yah..sementara cuman Firda yang aku kenal.
Aku agak kurang bisa bergaul dengan orang yang belum.aku kenal.

Tapi suatu ketika ada seorang cewe manis yang menyapaku.
Wah….kejutan ini.
Ternyata ada sebabnya dia menyapaku…karena dia melihat Saloka di sampingku.
Wah…indigo rupanya dia…

“Hai…jin pendampingmu cantik!” katanya.
“Eh…kamu bisa lihat dia?”
“Iya, aku punya kemampuan melihat makhluk ghaib!”
“Wah…sama kita. Tapi kok aku ga bisa lihat pendampingmu?”
“Aku ga punya pendamping kok. Oh iya…kenalin, namaku Azizah! Panggil saja zizah!”
“Aku Aji…panggil aja Aji!”
“Kamu jurusan Sipil?”
“Iya…! Kalau kamu?”
“Aku jurusan Informatika.”
“Lah…kok nyasar sampai kemari?”
“Penasaran sama kamu dan jin pendampingmu!”
“Oh…ga ada kuliah po?”
“Ada, sejam lagi!’
“Oh…kalau gitu aku tinggal dulu ya, aku ada kuliah sekarang..!”
“Oke…selamat belajar!”

Ah…lumayan, dapat 1 kenalan lagi.
Kemajuan….hehe


cerbung.net

SANG PAMOMONG

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2021 Native Language: Indonesia
Dalam kepercayaan Jawa, bayi yang baru lahir, didampingi oleh sosok PAMOMONG. MOMONG dalam khasanah bahasa Jawa, artinya Mengasuh. Nah..sosok Pamomong itu bisa juga disebut sebagai PENGASUH. Sosok Pamomong adalah sosok.ghaib yang hanya bisa dilihat oleh sang jabang bayi. Kadang kita melihat bayi yang ketawa-ketawa sendiri, sambil matanya melihat ke atas. Dipercaya, bahwa saat itu, sang bayi sedang diajak bercanda atau bermain oleh Pengasuhnya. Dari kepercayaan tersebut, cerita ini terlahir. Sebuah kisah fiksi yang akan menceritakan tentang seseorang yang sampai masa dewasa bisa melihat dan berkomunikasi dengan Sang Pamomong. Semoga bisa menghibur para reader semua.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset