SANG PAMOMONG episode 41

Chapter 41

Aku kasak kusuk dengan Zulaikha tentang cara membuat Kevin kapok. Biar ga ganggu aku lagi…
Zulaikha mengusulkan sesuatu yang bikin aku ketawa…
Aku iyain aja deh…. Yang penting si Kevin kapok, tapi ga mencelakakan dia.
Cukup dibuat kapok aja.

Selang seminggu kemudian, si Kevin ngajak ketemuan di salah satu warung kopi. Jiah…kenapa ga di kafe sih? Kan lumayan, bisa tahu dalemannya kafe tuh kayak apa…!
Akupun menemuinya di warkop tersebut. Setelah memesan 2 gelas kopi susu, kami duduk berhadapan.

“Ji…gue mau minta maaf ke elo, kalo selama ini gue dah banyak salah sama lo!”
“Bentar…bentar… Ini ada apa sih, kok tiba-tiba minta maaf gini?”
“Gue udah kapok Ji… Gue ga mau ganggu lo lagi. Maafin gue ya Ji?”
“Ya udahlah .. Yang lewat biar lewat. Gue cuman mau ngingetin, kalo mau dapat cewe, caranya mesti gentle. Jangan main dukun!”
“Iya Ji, gue ngaku salah… Tapi tolong Ji, tarik lagi demit yang lo kirim buat ganggu gue. Udah gue panggilin banyak orang pintar, tapi pada nyerah. Ga bisa ngatasin!”
“Lah…gue ga pernah ngirim demit deh.”
“Ah…masak sih? Demit itu bilang kalo yang ngirim elo, buat gangguin gue…!”
“Yah .elo, segala omongan demit lo percaya… Ntar jatuhnya syirik lho!”

Kevin cuman bengong. Mungkin mikir dia…

“Tapi tolongin gue lah…buat ngusir demit itu!” pintanya.
“Ntar deh, gue coba. Semoga bisa….!”

Wah..kayaknya sukses nih, bikin si Kevin kapok. Semoga dia ga ngulangin lagi perbuatannya itu. Apalagi main dukun.
Orang baru niat ke dukun aja, sholatnya ga diterima selama 40 hari, apalagi main dukun.

Sepulang dari warkop, aku panggil Zulaikha.

“Kamu apakan si Kevin sampai dia kapok gitu?”
“Hihi…aku bawain jin yang serem-serem buat gangguin dia!”
“Wah…terus gimana waktu dia ngundang dukun2 itu?”
“Halah…dukun palsu semua itu. Kemampuan cuman segitu udah ngaku jadi dukun ampuh. Ternyata manusia itu bodoh ya? Mau aja ditipu sama orang yang ngakunya dukun. Bisa ini bisa itu…kenyataannya…zonk!”

Jin satu ini tahu juga istilah Zonk…
Dapat belajar dari mana tuh?

“Oh..gitu ceritanya? Sempat bemtrok dengan dukun2 iti ga?”
“Sempat juga. Kebetulan ada yang ilmunya lumayan.”

Zulaikha bercerita tentang dukun yang dibilangnya kemampuannya lumayan itu.
Karena sudah jenuh digangguin makhluk ghaib yang serem-serem.
Semacam poci, kunti, suster ngepot, wewe, dsb…Kevin mulai berburu orang pintar.
Dari satu orang pintar ke orang pintar lain…gagal semua.
Akhirnya, Kevin mendapat kabar ada orang pintar yang sakti di suatu daerah yang agak terpencil.
Dengan mengendarai mobil, disupiri oleh temannya, Kevin menuju daerah tersebut.
Wajahnya udah kucel banget, karena beberapa hari ini kurang tidur.
Zulaikha dan kawan-kawan demitnya, tentu saja mengikuti terus di dalam mobil.
Setelah perjalanan yang lumayan melelahkan…bahkan sangat melelahkan bagi Kevin, karena saat hendak tidur di mobilpun, dia selalu diganggu.
Sampailah mereka di sebuah hutan jati di atas perbukitan.
Menurut informasi yang didapatnya, orang pintar itu tinggal di dalam hutan jati tersebut.
Karena mobil ga bisa masuk, terpaksa Kevin dan temannya berjalan kaki menembus hutan jati itu.
Setengah jam berjalan, melalui jalan setapak yang masih berupa tanah, sampailah mereka pada sebuah rumah papan.
Mungkin inilah tempat tinggal otang pintar itu.
Teman Kevin mengetuk pintu berkali-kali. Tapi belum juga ada jawaban dari si empunya rumah.
Mereka hampir putus asa.
Saat mereka hendak kembali ke arah darimana mereka datang, pintu rumah otu terbuka dan muncullah seorang lelaki tua berjenggot putih panjang.
Dia menggunakan baju serba hitam dan ikat kepala hitam juga.

“Mau apa kalian ke sini?”
“Maaf mengganggu mbah, kami mau minta tolong. Teman saya ini sudah beberapa hari diganggu oleh makhluk halus Mbah!” kata teman Kevin.
“Hmm…aku sudah melihatnya. Paling tidak, ada 6 makhluk halus yang mengganggunya.”
“Iya Mbah… Tolonglah saya Mbah. Saya sudah ga tahan lagi diganggu terus Mbah!” sambung Kevin.
“Hmm..baiklah. Masuklah ke dalam dulu. Biar aku siapkan uba rampenya!”

Mereka bertiga masuk ke dalam rumah.
Zulaikha dan the gank, ikutan masuk. Ga ada takut-takutnya mereka, main masuk rumah dukun.
Dukun itu masuk ke sebuah kamar, dan keluar lagi dengan sebilah keris dan bunga tujuh rupa.
Dukun itu mulai menyalakan dupa, dan membakar kemenyan. Aroma yang sangat menusuk, segera menyebar ke seantero ruang tamu itu.
Sambil berkomat-kamit, dukun itu mengasapi keris yang ada di tangannya.
Kemudian, dia mulai menyerang kawan-kawan Zulaikha dengan kerisnya. Dia hanya mengarahkan keeis itu ke arah teman-teman Zulaikha.
Yang diincarnya pertama adalah si kunti. Selarik sinar terlihat memancar dari keria itu menuju kunti. Untunglah, teman-teman Zulaikha cukup berilmu, sehingga bisa mengindari serangan itu.
Si kunti melesat cepat dan menghindar, tapi terus dikejar oleh selarik cahaya yang muncul dari keris itu.
Cuss…cahaya itu menembus baju kunti yang berkibar karena gerakan menghindarnya.
Tercium bau kain terbakar…
Si kunti, melihat bajunya berlubang, menjadi marah….
Dengan teriakan melengking, dia melesat ke arah dukun itu.
Malangnya, sang dukun audah bersiap… Blarr…sinar dari keris itu menghajar tubuh si kunti.
Kunti iru menjerit panjang dan tubuhnya berubah menjadi asap dan menghilang.
Melihat kunti musnah, suster ngesot, wewe, poci dan temannya marah. Serentak mereka meluruk ke arah dukun itu sambil melontarkan pukulan jarak jauh. Dukun itu agak kerepotan menghadapi keroyokan mereka.
Sambil menangkis serangan dari poci dkk, dukun itu komat-kamit.
Zaappp…..muncul dua makhluk tinggi besar dan berbulu di samping dukun itu. Mereka segera membantu dukun itu melawan serbuan poci dkk.
Tak lama, poci dkk sudah terdesak.
Zulaikha yang melihat kejadian itu tidak tinggal diam.
Segera dia turun gelanggang, membantu poci dkk.
Sejalur sinar pukulan berwarna keperakan melesat dari tangan Zulaikha.
BLARR….satu makhluk yang membantu dukun itu terhempas ke belakang. Makhluk itu berusaha bangun, tapi tak mampu.
Sang Dukun terkejut melihat kejadian itu.
Segera kerisnya diarahkan ke arah Zulaikha… Sinar yang keluar dari keris, melesat ke arah Zulaikha.
Zulaikha memukulkan dua tangannya, dan dua larik sinar keperakan membentur sinar dari keris itu.
DHUARRR….dua kekuatan beradu dan membuat ledakan yang amat keras. Pondok itu sampai bergoyang karena efek benturan itu.
Kevin dan temannya sampai ketakutan. Mungkin dikira ada gempa.
Mereka cuma bengong melihat dukun yang tampak bersilat sendirian dan mengacungkan keris kesana kemari.

Akibat benturan tadi, dukun itu terjajar mundur sampai 3 langkah.
Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Zulaikha menyusulinya dengan sebuah pukulan mengarah dada sang dukun.
Dengan kaget, dukun itu mencoba menangkis dengan kerisnya.
Tapi terlambat…pukulan itu jauh lebih cepat dan tepat mengenai dadanya.
Sang Dukun terhempas dan membentur dinding papan. Lalu jatuh terduduk….dan muntah darah.

“Ampun.. Ampun.. Aku mengaku kalah….!”
Zulaikha tak jadi melontarkan pukulan susulan.

“Baik, aku ampuni dirimu. Suruh piaraanmu itu pergi!” kata Zulaikha.
“Baik-baik….!”
Dukun itu komat-kamit lagi, dan lenyaplah dua makhluk tinggi besar dan berbulu itu.
“Bilang ke dia, supaya minta maaf pada orang yang sudah dikeroyoknya dan dikiriminya santet!” kata Zulaikha sambil menunjuk Kevin.
“Iya nyi… Akan saya sampaikan!”

Zulaikha mengangguk, lalu mengajak poci dkk pergi dari situ.
Kembali ke mobil, menunggu Kevin dan kawannya.

“Jadi begitulah ceritanya!” Zulaikha menutup ceritanya.
“Wah..hebat juga dukun itu…!” sahutku.
“Yah…lumayan lah….!”

Busyet, cuma dibilang lumayan sama Zulaikha.
Aku jadi heran, seberapa tingginya ilmu Zulaikha. Dukun yang menurutku ampuh itu, cuma dibilang Lumayan sama dia.


cerbung.net

SANG PAMOMONG

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2021 Native Language: Indonesia
Dalam kepercayaan Jawa, bayi yang baru lahir, didampingi oleh sosok PAMOMONG. MOMONG dalam khasanah bahasa Jawa, artinya Mengasuh. Nah..sosok Pamomong itu bisa juga disebut sebagai PENGASUH. Sosok Pamomong adalah sosok.ghaib yang hanya bisa dilihat oleh sang jabang bayi. Kadang kita melihat bayi yang ketawa-ketawa sendiri, sambil matanya melihat ke atas. Dipercaya, bahwa saat itu, sang bayi sedang diajak bercanda atau bermain oleh Pengasuhnya. Dari kepercayaan tersebut, cerita ini terlahir. Sebuah kisah fiksi yang akan menceritakan tentang seseorang yang sampai masa dewasa bisa melihat dan berkomunikasi dengan Sang Pamomong. Semoga bisa menghibur para reader semua.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset