SANG PAMOMONG episode 63

Chapter 63

Esoknya, kami bertiga, berangkat ke kampusku buat ambil formulir pendaftaran.
Sekarang pendaftaran dan pemerlmaan memakai model baru…ga tahu apa namanya…
Jadi begitu calon mahasiswa datang buat ambil formulir, sekalian diisi di situ. Dan langsung test menggunakan komputer.
Yang muncul pertama adalah soal latihan….buat pemanasan katanya.
Dan begitu selesai dikerjakan, langsung terlihat nilainya.
Setelah soal latihan, baru muncul soal yang sebenarnya.
Nah, inilah yang menentukan apakah dia diterima atau tidak.
Wih…ga perlu nunggu lama buat test tertulis dan menunggu pengumuman.
Dulu aku mesti bolak-balik ke kota ini untuk daftar, test…dan masih deg-degan menunggu hasil test.
Sekarang…ga sampai sehari dah selesai dan langsung bisa tahu diterima atau tidak…

Renita dengan yakin mengerjakan sial-soal di komputer. Sesekali tersenyum, sesekali dahinya berkerut. Kadang mengetuk-ngetuk kepalanya dengan jari.
Saat sudah selesai, nilainya ternyata 8 koma sekian. Dan langsung dinyatakan diterima.
Enak banget ya?
Setelah diterima, langsung dari TU keluar biaya yang harus dibayar beserta tenggang waktunya.
Juga apa saja syarat administrasi yang harus dilengkapi.

Jam 11 kita udah sampai di kostan lagi.
Renita seneng banget bisa diterima di kampusku, padahal cuma kampus swasta…

“Ga nyoba SNMPTN Ren?” tanyaku.
“Ga ah mas… Udah mantep di kampus mas aja. Lagian, pengin deket Teh Desi….!”
“Duh..bilang aja kalo.kamu emang mau manja-manja sama teteh…!” sahut kakaknya.
“Hehe…teteh emang paling tahu aku….!” kata Reni sambil nyengir.
“Tuh Mas… Anak bontot emang manjanya ga ketulungan deh…!”
“Sabar lah Des… Nanti juga dia bakalan lebih dewasa kok!” kataku.
“Wah…besar kepala si Reni dibela sama Mas Aji….!”
“Hehehe…. Mas Aji emang D’best deh…!” sahut Renita.

Aku cuma garuk-garuk kepala yang ga gatal…

“Trus, ini khan udah diterima nih… Rencananya gimana?”
“Gini mas… Reni bakal ngelengkapin administrasinya sekalian bayar uang kuliah untuk semester 1. Kalo udah selesai semua, kita bakal balik ke rumah lagi. Khan liburnya maaih sebulan lebih!” sahut Desi.
“Oke deh, selama di sini, aku temenin deh…!”
“Jangan buru-buru pulang Teh… Aku pengin jalan-jalan ke tempat wisata juga lah. Mumpung belum mulai kuliah!” rengek Renita.
“Duh…gimana ya dek? Entar deh, kita lihat situasinya ya?” kata Desi.

Skip ke malam harinya…
Pukul 2 dinihari, aku terbangun karena pengin pipis. Ah…sekalian sholat tahajud…
Selesai sholat dan dzikir, kurasakan aura Nyi Among di dalam kamarku.

“Assalamu’alaikum nak…!”
“Wa’alaikum salam Bu! Ibu sehat khan? Kok jarang nemuin Aji?”
“Alhamdulillah Ibu sehat nak… Ibu selalu di sampingmu kok Nak, cuman memang Ibu ga menampakkan diri. Kamu sudah dewasa… Sudah tahu mana yang baik dan yang buruk. Ibu sekarang tinggal mengawasimu. Tapi kalau kamu butuh Ibu, kamu bisa kok ketemu Ibu sewaktu-waktu!”
“Oh…begitu Bu? Kadang aku pengin curhat juga sesekali Bu!”
“Kamu tinggal panggil nama ibu, dan ibu akan datang!”
“Siap Bu… Eh..ibu pasti mau menyampaikan sesuatu ya Bu?”

Nyi Among tersenyum sambil.mengelus rambutku.

“Kamu tahu aja sih… Ibu cuma ingin kamu agak menjaga jarak dengan Renita.”
“Kenapa Bu?”
“Dari pandangan mata dan gelagatnya, Ibu merasa bahwa dia mempunyai ketertarikan padamu. Semoga saja ibu salah… Tapi, ga ada jeleknya, kamu jangan terlalu rapat dengannya. Jangan sampai rasa sukanya padamu tumbuh subur dan mengganggu hubunganmu dengan kakaknya. Usahakan, jangan pernah menyakiti hati wanita ya Nak?’
“Insya Allah Bu…. Aku akan ingat baik-baik pesan ibu. Tapi ada yang mau kutanyakan Bu…. Kenapa para wanita selalu mengatakan wajahku tampak.bersih dan bersinar Bu? Padahal.aku ga pernah perawatan wajah!”
“Itu karena hasil ibadah, meditasi, dan juga energi ibu yang sudah menyatu di tubuhmu, sehingga wajahmu tampak makin bersinar!”
“Trus ada pengaruhnya buat lawan jenis atau tidak Bu?”
“Ya tentunya wajahmu akan semakin menarik buat lawan jenismu… Tinggal.kamu mesti bersikap bijaksana saja. Jangan memberi harapan pada lawan jenismu…!”

Aku manggut-manggut…. Wah, kesempatan jadi playboy nih…

Wah, berat juga nih… Ternyata, ada efek samping dari meningkatnya kemampuanku ini.

“Selain wajahmu semakin bercahaya, juga wibawamu akan bertambah. Dan ingat selalu.hal ini Nak, bahwa semakin tinggi ilmu seseorang, maka semakin berat godaannya dan semakin berat pula tanggung jawabnya!”
“Iya Bu… Semoga aku bisa memanfaatkan anugerah ilmu ini demi kebaikan…!”
“Amin… Selama kamu tidak meninggalkan kewajibanmu pada Allah SWT, dan selalu bersandar hanya pada-NYA…kamu pasti akan terhindar dari segala yang tidak baik..! Tapi itu juga tergantung pada kemampuanmu menahan diri, dan menjaga emosi!”
“Baik Bu… Terima kasih atas nasehatnya?”
“Itu saja yang ingin Ibu sampaikan. Ibu pamit dulu… Assalamu:alaikum…”
“Wa’alaikum salam….!”

Sepeninggal Nyi Among, aku malah kepikiran tentang ucapan Nyi Among yang mengatakan bahwa Renita punya rasa sama aku.
Sebagai lelaki dengan naluri poligami, sebenarnya ini adalah sebuah kesempatan emas untuk belajar poligami….

Weits…ngomong apaan sih?
Aku mesti bisa membatasi pergaulanku dengan Renita. Tapi apakah mungkin? Secara, kami satu kost, satu kampus, dan hampir tiap.hari bertemu.
Apalagi dengan sifatnya yang manja…

Susah…susah….

Ga terasa subuh sudah tiba. Aku segera sholat dan dzikir sebentar.
Bikin kopi dan menikmati kopi di kamar sambil.ngudud.
Males mau ke teras… Ngantuk soalnya…hehe.
Zulaikha tiba-tiba memelukku dari belakang. Wah…tonjolan itu menekan punggungku..dan sialnya, ada yang bangun jauh di bawah sana… Huasyeemm…pagi-pagi dah dipeluk jin cantik begini…
Bikin tegang aja deh….

“Ngapain sih kamu?”
“Hehe…pengin meluk aja kok…!”
“Aneh-aneh aja… Jangan bangunin macan yang lagi tidur lho?”
“Emang ada yang bangun ya?” katanya. Dan dengan kurang ajarnya Zulaikha meremas pusaka andalanku dengan seenaknya.

“Huahaha….beneran ada yang bangun nih…..!”

Malah ngakak dia….

“Udah ah…lepasin pelukannya… !”
“Iya…iya…. ?” katanya sambil melepas pelukannya dan dengan seenaknya menghilang dari pandangan.
Dasar…ga tanggung jawab…

cerbung.net

SANG PAMOMONG

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2021 Native Language: Indonesia
Dalam kepercayaan Jawa, bayi yang baru lahir, didampingi oleh sosok PAMOMONG. MOMONG dalam khasanah bahasa Jawa, artinya Mengasuh. Nah..sosok Pamomong itu bisa juga disebut sebagai PENGASUH. Sosok Pamomong adalah sosok.ghaib yang hanya bisa dilihat oleh sang jabang bayi. Kadang kita melihat bayi yang ketawa-ketawa sendiri, sambil matanya melihat ke atas. Dipercaya, bahwa saat itu, sang bayi sedang diajak bercanda atau bermain oleh Pengasuhnya. Dari kepercayaan tersebut, cerita ini terlahir. Sebuah kisah fiksi yang akan menceritakan tentang seseorang yang sampai masa dewasa bisa melihat dan berkomunikasi dengan Sang Pamomong. Semoga bisa menghibur para reader semua.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset