SANG PAMOMONG episode 82

Chapter 82
Ini sudah bukan main-main lagi…
Ini menyangkut nyawa seseorang, yang dikorbankan untuk ditukar dengan harta kekayaan. Sebuah perbuatan tanpa nurani.
Setiap mengingat hal itu, aku merasa geram sendiri… Kok ada yang tega menjual nyawa orang lain demi harta…

Waktu yang masih 2 minggu, aku manfaatkan sebaik-balknya.
Aku berusaha meningkatkan kemampuanku semaksimal mungkin. Meskipun tak meningkat drastls, minimal meningkat sedikit darl yang lalu.

Tapi ga cuma kemampuan saja yang harus dipersiapkan. Strategi juga perlu. Beberapa kali aku mengumpulkan Zulaikha, Saloka, Nyi Anjar dan Ki Sardulo seto untuk berembug tentang masalah ini.
Intinya, mereka semua siap mendukungku…
Mendengar kesanggupan mereka, aku menjadi lebih yakin dan percaya diri.
Tapi, aku ga mau kecolongan. Harus ada yang mengawasi Firda sampai malam Selasa Kliwon yang akan datang. Dan tugas itu jatuh pada ki Sardulo Seto. Karena yang lain punya tanggung jawab masing-masing.
Ki Sardulo Seto menyanggupi untuk mengawassi dan menjaga Firda.
Aku bisa bernafas lega sekarang…

Di kampus aku sering berjumpa.dengan Firda. Dan aku selalu memperhatikan wajahnya. Semakin hari, kabut yang menyelimuti wajahnya semakin tebal saja.
Dan perangai Firda juga banyak berubah.
Dia menjadi lebih pendiam dan lebih banyak menyendiri.

Dan perubahan itu juga dirasakan oleh ortu Firda.
Pernah, saat aku bermain ke rumah Firda, aku ditanya oleh ibunya secara 4 mata. Saat itu Firda lagi mengunci diri di kamarnya.
Ga biasanya tuh anak betah ngerem di kamar…

“Nak Aji… Emang lagi marahan dengan Firda ya?”
“Ah…enggak tante… Kita ga lagi marahan kok.”
“Ah ..masa sih? Soalnya beberapa hari ini, Firda selalu termenung saja. Ditanya ga mau jawab. Suka berdiam diri di kamar. Tante pikir kalian sedang bertengkar…!”
“Beneran tante, kita ga ada masalah kok. Emang akhir-akhir ini Firda kayak berubah gitu tante. Ga cuma sama saya, tapi juga sama semua teman kampus, tante.” kataku menerangkan.
“Wah…ada apa dengan Firda ya? Tante jadi takut kalo Firda sampai kenapa-napa!”

Pada saat itu, munculah papanya Firda dan ikut bergabung bersama kami.

“Seru amat ngobrolnya… Ngobrolin apa sih?” tanya beliau.
“Ini lho Pah, lagi ngomongin Firda. Mama lihat kok Firda berubah akhir-akhir ini. Kata Nak Aji, mereka ga lagi bertengkar. Firda kenapa ya Pah?”
“Wah…papa juga ga tahu mah. Nah, Ji, kalo pendapatmu, apa yang terjadi dengan Firda?”
“Emm…sebenarnya saya tahu yang terjadi dengan Firda Om, Tante. … Tapi saya ga enak ngonongnya!”
“Coba kamu katakan, ga usah ragu-ragu. Sekalipun kamu, maaf lho ya… Sekalipun kamu menghamili Firda misalnya.. Kami siap mendengarnya..!”
“Ih…papa ngomong apaan sih…?” kata istrinya.
“Khan cuma misalnya Mah… Kalau cewek, kemungkinan terburuk khab cuma itu Mah!” kata papanya Firda.
Sebut saja Om Bagas ya? Mamanya sebut saja tante Fitri…hehe.

“Bukan itu kok Om… Saya hanya teman dari Firdq Om, dan saya sangat menghargai Firda, jadi saya ga mungkin melakukan hal buruk pada Firda.”
“Hahaha…jangan tersinggung nak Aji… Itu cuma peeumpamaan kok. Jadi ada apa dengan Firda sebenarnya?”
“Ah…saya ga tersinggung kok Om. Begini Om, Tante…ini bukan permasalahan biasa. Ini berkaitan dengan dunia ghaib, dan ini menyangkut nyawa Firda!”
“Apa….. ??? Kamu ga bercanda khan nak Aji?” seru tante Fitri.
“Wah…saya ga berani bercanda Tante. Masak urusan nyawa dibuat candaan?” kataku.
“Hmm…dunia ghaib dan nyawa katamu? Hmm…ada apa sebenarnya nak Aji?”
“Begini Om, Tante, ada seseorang yang mencari kekayaan dengan cara pesugihan, telah mengincar Firda untuk dijadikan tumbal…!”
“Appaaa???? Ah….anakku Firda mau dijadikan tumbal… Siapa orangnya yang tega berbuat seperti itu?” kata tante Fitri sambil menangis.
“Benarkah apa yang kau katakan nak Aji?”
“Benar Om… Dan saya ga berani main-main soal ini. Saya mendapat info ini dari sahabat ghaib saya. Dan saya melihat di wajah Firda, ada kabut yang menutupinya, yang kian hari kian tambah tebal.”
“Hmm..berani betul orang yang mengincar anakku untuk dijadikan tumbal…! Siapa dia nak Aji…!”
“Saya memang punya kecurigaan Om, tapi belum berani sayq utarakan, karena buktinya belum ada!”
“Oke ..ga papa. Trus apa yang bisa kami lakukan untuk mencegah hal tersebut terjadi dan untuk menyelamatkan Firda?”
“Emm…begini Om, saya sudah punya sedikit rencana untuk menyelamatkan Firda, tapi masalah hasilnya saya tidak tahu… Karena saya mesti menghadapi jin pesugihan yang pastinya berilmu sangat tinggi!”
“Bagus, lebih baik berusaha. Masalah hasil kita pasrahkan pada Allah SWT. Lalu, kami sebagai orang tuanya Firda, yang tentunya berkepentingan langsung, apa yang harus kami lakukan?”
“Saya punya pemikiran begini Om. Semua yang terjadi adalah kehendak Allah, dan kita hanya bisa meminta tolong pada-NYA. Maka, jika Om punya kenalan Kyai atau Ustadz, bisa diundang kemari untuk membantu dengan doa, Om!” kataku.
“Siap kalau itu.. Kapan rencana ini akan kita laksanakan?”
“Malam Selasa Kliwon Om.. Dari sahabat ghaib, saya mendapat infiomasi bahwa kemungkinan besar jiwa Firda akan dijemput pada saat itu!”

Om Bagas tampak termenung sejenak.

“Itu khan kemungkinan…belum pasti. Bagaimana jika sebelum tanggal itu, si penjemput tumbal sudah datang?”
“Sudah saya antisipasi kok Om. Saya sudah meminta kawan ghaib saya buat selalu mengawasi Firda. Dan nanti, rumah ini akan saya buatkan pagar ghaib Om..!”

Aku memanggil Ki Sardulo Seto dan memintanya untuk mewujudkan dirinya.
Maka di depan kami bertiga, muncullah seekor harimau putih sebesar kerbau.
Om Bagas sampai terloncat ke belakang dan tante Fitri menjerit kaget.
Ki Sardulo Seto lalu mendekam di sampingku.

“Itu..itu apa nak Aji?” tanya Om Bagas gagap.
“Ini kawan ghaib yang saya minta melindungi Firda Om…! Terima kasih Ki… Ki Sardulo boleh pergi sekarang!” kataku.
Perlahan sosok harimau putih itu menghilang.
Om dan Tante sudah lebih tenang.

“Besar banget ih…sereemm…!” kata Tante Fitri.
‘Iya mah… Gedhe banget. Papa sampai gemetar tadi…!”
“Maaf Om, Tante, kalo bikin kaget…!”
“Ga papa nak Aji… Terima kasih sudah mau ikut repot masalah Firda.”
“Sudah kewajiban saya sebagai teman Om?”
“Baiklah…aku akan mengundang kyai Makshum dan murid-muridnya untuk membantu berdoa di sini pada malam Selasa Kliwon nanti!”

Aku mengangguk dan menyetujuinya. Bagaimanapun, segala sesuatu itu tergantung pada Sang Pencipta, dan dalam setiap langkah kita, tak boleh lupa mohon bantuan-NYA.

cerbung.net

SANG PAMOMONG

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2021 Native Language: Indonesia
Dalam kepercayaan Jawa, bayi yang baru lahir, didampingi oleh sosok PAMOMONG. MOMONG dalam khasanah bahasa Jawa, artinya Mengasuh. Nah..sosok Pamomong itu bisa juga disebut sebagai PENGASUH. Sosok Pamomong adalah sosok.ghaib yang hanya bisa dilihat oleh sang jabang bayi. Kadang kita melihat bayi yang ketawa-ketawa sendiri, sambil matanya melihat ke atas. Dipercaya, bahwa saat itu, sang bayi sedang diajak bercanda atau bermain oleh Pengasuhnya. Dari kepercayaan tersebut, cerita ini terlahir. Sebuah kisah fiksi yang akan menceritakan tentang seseorang yang sampai masa dewasa bisa melihat dan berkomunikasi dengan Sang Pamomong. Semoga bisa menghibur para reader semua.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset