SANG PAMOMONG episode 89

Chapter 89 : Ulah Menik...

Oke, kita abaikan Menik yang imut dan tengilnya minta ampun.
Sekarang, dia ikut aku kemana aja. Kecuali ke kamar mandi tentunya….
Sering banget dia ngusilin aku. Subuh misalnya…hidungku dipencet sampai ga bisa nafas… Terpaksa jadi bangun deh…
Waktu kupelototin, dia malah nyengir aja.
Pernah sekali waktu, CD aku diumpetin semua…
Bingung lah waktu mau mandi…nyari cd ga ketemu…
Bener-bener ni bocah…
Dan anehnya, aku ga bisa marah sama dia. Kesel iya…tapi waktu mau marah, liat wajahnya yang polos itu, jadi ga tega.
Malah jadi keingetan Anin waktu seumuran dia…

Nyerah deh….
Tapi uniknya, dia juga manja banget sama aku. Ngelendot aja bawaannya…haha.
Jadi serasa punya adik kecil lagi…
Dan kalau dimarahin ma kakaknya yang galak, Menik pasti ngadu ke aku.
Dan akhirnya aku perang mulut ma Zulaikha… Eits…bukan perang mulut yang mulutnya diadu itu…tapi bertengkar.
Dan si Menik malah ketawa-ketawa lihat kita bertengkar…

Eh…abaikan saja… Kok malah jadi ceritain si Menik sih?
Salfok ini mah…ahahaha…

Nah, suatu hari, Dino dan kawan-kawannya berencana mau main jaelangkung. Aku diajak juga, tapi aku tolak.
Dah aku peringatkan tapi mereka tetep keukeuh pengin main jaelangkung itu. Ya udah…terserah mereka. Resiko tanggung sendiri…

Heran dah… Jaman dah maju gini kok masih mainan kek gitu…
Maunya apa mereka tuh…??
Aku cuma geleng-geleng kepala melihat kelakuan mereka.

Beberapa hari kemudian, saat lewat tengah malam…ada panggilan masuk.di hpku.
Aku diemin aja… Lagian nelpon kok jam segitu. Lagi enak-enak tidur kok ditelpon.
Tapi panggilan itu terus berulang…
Berisik banget… Dengan malas kuangkat telpon tanpa melihat siapa yang nelpon.

“Halo, assalamu’alaikum…!” jawabku malas sambil merem.
“Wa:alaikum salam… Ji, lo mesti kesini segera. Darurat…!”
“Lah…ini siapa?”
“Ini Dino… Cepetan lo kemari…!”
“Besok aja deh…masih ngantuk…hoahmm….!”
“Ji, cepetan kemari… Temen-temenku kesurupan..,!”
“Kok bisa….?”
“Gara-gara main jaelangkung… Cepetan kemari….!”

Mataku langsung terbuka lebar. Temen-temennya kesurupan gara-gsra main jaelangkung? Biarin aja deh… Biar tahu rasa. Lagian juga udah diingetin…ga percaya…!!!

‘Woi Ji…. Lo cepetan kemari ya?”
“Iya deh….!”

Huft…akhirnya ga tega juga. Aku segera cuci muka biar ga ngantuk, dan mengeluarkan motor. Motor aku tuntun sampai keluar kost dan kuhidupksn.
Wsktu mau naik ke motor, aku tersentak kaget…
Ada gadis kecil nangkring di jok motor…

“Astaghfirullah Menik…bikin kaget aja. Ngapain kamu di situ?”
“Pengin ikut mas Aji…!”
“Nanti dimarahin kakakmu lho…!”
“Mbakyu sedang pulang kok… Lagian nanti Mas Aji juga butuh bantuanku lho…!”
“Udah…kamu di kost aja…!” bujukku.
“Ga mau… Ntar aku nangis lho…!”
“Kalau nangis emang ada yang denger?”
“Mau coba…?” tantangnya.

Aku pikir-pikir kalo.Menik beneran nangis dan didengar orang, bisa berabe nih…
Mending biar ikut ajalah…

“Udah ga usah.. Kamu boleh ikut tapi jangan nakal ya?”
“Hore… Mas Aji memang baik, aku janji ga bakalan nakal.kok…!”

Yah…dengan amat terpaksa aku ajak aja si tengil satu itu… Berharap ga berulah di kostnya Dino.
Aku sampai di kost Dino jam 1 dini hari. Kost yang seharusnya sepi, sekarang tampak sangat ramai.
Banyak orang berkumpul di tempat itu buat menonton kejadian kesurupan itu.
Aku mencoba menyibak orang-orang yang sedang berkerumun di depan sebuah kamar.
Sedikit bersusah payah, akhirnya aku bisa melihat isi kamar yang sudah berantakan tersebut.

Tampak 3 orang kesurupan sedang dipegangi oleh orang-orang. Sementara ada seseorang yang dengan suara gemetar membaca ayat-ayat suci untuk mengusir jin yang merasuki 3 orang itu.
Namun tampaknya kurang berhasil, karena dia sendiri ketakutan.
Menghadapi makhluk halus, kita jangan takut… Harus berani dan yakin…tidak ragu-ragu.
Begitu kata seorang praktisi supranatural…

Dino yang melihatku segera menghampiriku.

“Lama banget sih lo…. Tuh kasian yang kerasukan…!”
“Lah…salah sendiri, udah gue peringatin masih aja kalian main gituan…!”
“Iya..iya..gue salah… Tolongin temen2 gue lah…!”
“Iya deh….!”

Dengan membaca basmallah, aku menghampiri orang-orang yang kesurupan itu….
Saat kudekati, ketiga orang itu berteriak keras dan melemparkan orang-orang yang memegangnya.
Segera saja orang-orang yang tadi memegang mereka, tumpang tindih ga karuan.
Orang yang kesurupan itu mendelik memandangku dan mengepungku…
Sepertinya mereka marah padaku.
Tapi….tunggu dulu…. Tatapan mereka yang tampak kosong itu kok bukan mengarah padaku??
Kuikuti arah tatapan mereka….waduh… Ternyata Menik di sampingku menggoda mereka dengan meleletkan lidahnya dan menggoyangkan pinggulnya…

Buat masalah aja anak satu ini…
Dengan komunikasi batin, aku tegur dia…

“Ngapain kamu Dek? Malah godain mereka… Ntar kamu diapa-apain sama mereka…?”
“Coba aja kalo berani… Aku hajar mereka…!”
“Walah…anak kecil mau menghajar mereka.. Bisa bonyok entar kamu…!”
“Eh…jangan lihat badannya… Yang penting ilmunya…!”

Sambil ngobrol masih aja jin tengil satu ini godain jin yang merasuki teman-temannya Dino.

Jin-jin itu tampaknya mulai marah… Mereka menggeram-geram…lalu beranjak menuju Menik…
Aku diam saja… Biarlah mereka menyerang Menik, biar jadi pelajaran berharga buat jin kecil itu.
Nanti kalau terdesak, baru deh aku tolong…
Kelihatan jahat ya? Bukan bermaksud jahat, tapi biar si Menik ga terlalu jumawa.

Dari kacamata manusia awam, tampaklah teman-teman Dino yang kesurupan itu seperti menyerang tempat kosong.
Melihat hal itu, orang-orang yang menonton pada mundur…takut salah sasaran.
Aku ikut mundur melihat pertarungan itu.
Melihat Menik dikeroyok 3…
Tapi Menik ga tampak gugup.. Dengan lincah dia berkelebat kesana kemari sambil sesekali menampar kepala yang kesurupan.
Setiap kali kena tamparan Menik, kepala yang kesurupan diam di tempat, tapi kepala jin yang merasuki tampak terlempar ke samping…
Seolah yang kerasukan seperti punya dua kepala…
Melihat itu, Menik ketawa ketiwi… Dan makin sering dia menampar orang yang kesurupan itu.

Jin yang merasuki itu semakin marah, mungkin malu juga dipermainkan anak kecil…
Maka mulailah mereka mengeluarkan pukulan-pukulan jarak jauh untuk memukul Menik.
Menik ga mau kalah… Tubuhnya berpendar warna ungu…menyelinuti seluruh tubuhnya.
Sementara tangannya berpendar warna ungu kemerahan.
Gerakannya masih gesit… Dia berloncatan kesana kemari..
Kadang dia berdiri di tengah-tengah arena, dan serentak ketiga orang yang kesurupan itu melontarkan pukulan. Saat angin pukulan sudah mendekati tubuhnya, dengan cepat Menik melompat ke atas, sehingga pukulan dari jin yang merasuki itu, malah mengenai teman mereka sendiri.
Akibatnya, orang-orang yang kesurupan itu bergelimpangan sendiri.
Orang yang menonton tertawa.. Yang mereka lihat adalah, tiga orang yang kesurupan itu saling pukul sendiri…

Menik tak kalah girangnya… Dia terbahak-bahak melihat kejadian itu.
Saat itulah tiga pukulan datang dan tepat mengenai tubuhnya. Aku baru akan meloncat menahan pukulan itu, tapi sudah terlambat.
Dengan khawatir…aku melihat ke arah Menik.
Ternyata dia tidak apa-apa… Tapi wajahnya memerah dan matanya melotot. Tampaknya dia marah…
Menik berteriak…suaranya cumiakkan telinga.
Mendadak, Menik ada 3… Lah….yang asli mana ya?
Ketiga Menik itu melesat ke arah 3 orang yang kesurupan.
Tak dihiraukan pukulan yang datang mengenai tubuhnya.
Tangan kanan 3 Menik itu mengarah ke kepala orang yang kesurupan…menarik keluar jin yang merasuki dan memberikan sebuah pukulan dahsyat hingga ketiga jin itu terbakar hangus…
Lalu 2 Menik menghilang, tinggal 1 Menik yang menepuk-nepuk bajunya….

‘Huh…bikin repot aja ..!” katanya sambil manyun.
Aku cuma melongo melihatnya..
Ga nyangka, si Tengil satu ini punya kemampuan yang hebat…

Teman-teman Dino yang kesurupan menggelosoh di lantai.
Orang-orang segera merawat mereka.
Aku mengalirkan sedikit energi pada mereka dan sekalian membersihkan aura gelap.yang tersisa.

Setelah mereka sadar, aku kembali mengingatkan mereka supaya tidak bermain jaelangkung lagi. Dan nampaknya mereka sudah kapok…

Waktu sudah hampir subuh… Aku pamit pulang pada Dino dan teman-temannya.
Mereka berterima kasih padaku…padahal aku ga ngapa-ngapain….

Akupun pulang dengan Menik duduk di jok belakang motorku.
Sepanjang jalan, dia ngoceh aja tentang kejadian tadi… Memamerkan kemampuannya dengan bangga…


cerbung.net

SANG PAMOMONG

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2021 Native Language: Indonesia
Dalam kepercayaan Jawa, bayi yang baru lahir, didampingi oleh sosok PAMOMONG. MOMONG dalam khasanah bahasa Jawa, artinya Mengasuh. Nah..sosok Pamomong itu bisa juga disebut sebagai PENGASUH. Sosok Pamomong adalah sosok.ghaib yang hanya bisa dilihat oleh sang jabang bayi. Kadang kita melihat bayi yang ketawa-ketawa sendiri, sambil matanya melihat ke atas. Dipercaya, bahwa saat itu, sang bayi sedang diajak bercanda atau bermain oleh Pengasuhnya. Dari kepercayaan tersebut, cerita ini terlahir. Sebuah kisah fiksi yang akan menceritakan tentang seseorang yang sampai masa dewasa bisa melihat dan berkomunikasi dengan Sang Pamomong. Semoga bisa menghibur para reader semua.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset