SANG PAMOMONG episode 9

Chapter 9

Sore esok harinya, aku dichat Firda, bahwa dia akan menjemputku selepas maghrib.
Buat revisi tugas KBG katanya. Besok dia mesti asistensi lagi dengan membawa hasil perbaikan gambarnya.
Akupun mengiyakan permintaannya. Apalagi emang waktuku lagi agak senggang. Revisi gambarku cuman sedikit, dan aku sudah memggambar bagian berikutnya.
Usai sholat maghrib, aku bersiap.untuk dijemput Firda. Jaket jangan lupa… Naik motor malam-malam, bisa kedinginan kalo ga pakai jaket.
Jam 6 lewat sedikit, Firda datang dengan motor maticnya.

“Wah…udah siap aja.’ katanya melihatku yang sudah ready.
” Yah…kan udah janjian.”
“Sip lah…ayo kita berangkat…!”
“Firda, aku yang di depan boleh? Ga enak dilihat orang kalau cowo dibonceng cewe!”
“Hahaha…boleh boleh boleh… Silahkan…!”
Firda menggeser duduknya, pindah ke belakang. Aku naik ke motor, dan memacunya dengan kecepatan sedang. Sekitar 60 km/jam.
Cuma butuh waktu 15 menit buat sampai di rumah Firda.
Aku disambut ayah ibu Firda dan kakaknya. Aku diperkenalkan sebagai teman kampusnya, dan akan mengerjakan tugas bersama.
Ayah ibu dan kakak Firda baik banget orangnya. Mereka sangat ramah dan welcome dengan kedatanganku.
Kakaknya yang sudah pernah kulihat, juga ramah dan masih ingat denganku. Ya iyalah…baru juga sehari yang lalu ketemu, masa ga inget…emoticon-Hammer2.

“Kita ngerjain tugasnya di kamarku aja ya? Soalnya meja gambarnya ada di kamarku!”
“Awas…jangan macem-macem di kamar berdua!” kata kakak Firda yang baru kutahu bernama Ines.
“Halah…kak Ines suka gitu. Entar aku buka lebar-lebar pintunya!” jawab Firda sewot.
“Duh…sewot. Jangan sewot adik manis, mbak cuman bercanda!”
“Ga lucu…!” sahut Firda sambil menyeretku ke kamar.
Ortu Firda cuman senyum-senyum melihat anaknya bertengkar. Udah biasa mungkin…

“Pak..Bu, mohon maaf, saya mengerjakan tugas dulu bersama.Firda!”
“Silahkan nak… Tapi jangan macem-macem ya?” kata ayah Firda sambil tersenyum.
“Ih…bapak apaan sih.” sahut Firda manyun.
Ines ketawa ketiwi melihat Firda digodain ayahnya.
Mukaku memerah mendengar kata-kata ayahnya Firda.

“Enggak Pak, saya ga akan macem-macem!”
“Udah…ayo. Jangan diladenin, nanti kamu dikerjain sama bapak dan mbak Ines!’ kata Firda.

Firda mengajakku masuk ke kamarnya. Kamar yang luas dan wangi sebagaiman umumnya kamar cewe.
Cuman berantakan…. Kertas gambar berserakan di mana-mana.

” Duh…kamar cewe kok berantakan!”
“Udah..jangan ngejek. Tahu sendiri aku pusing ngerjain tugas KBG, ini malah ngejek!”
“Haha…jangan marah!” kataku menirukan Upin ipin.
“Ga marah kok… Aku ganti baju dulu ya?”
“Apa?? Aku keluar dulu kalau gitu!”
“Ga usah…!”
“Ga enak lah… Masa aku liatin kamu ganti baju?”
“Aku ganti bajunya di kamar mandi…bukan di sini.. Entar kesenengen kamu lah, kalo ganti baju si sini!”
“Hehe…aku pikir…!”

Firda menuju kamar mandi untuk ganti baju. Menunggu Firda ganti baju, aku membereskan kertas gambar yang berserakan di kamar itu dan menumpukknya jadi satu.

Lama juga Firda ganti.bajunya.. Sudah 15 menit belum nongol lagi. Apa mungkin ganti bajunya di Hong kong?

“Wah…kok udah rapi kamarku?” Makasih ya… Ini diminum sama dimakan!” Firda tiba-tiba masuk kamar sambil membawa minuman dan makanan kecil.
Aku bengong…
Bukan karena minuman dan makanan kecilnya, tapi karena melihat Firda hanya memakai celana pendek dan kaos putih ketat.
Pahanya terlihat putih mulus, dan kaosnya yang ketat, mencetak sesuatu yang membusung di dadanya.
Sebagai pria normal, jelas jadi bengong lah…

“Jiah…malah bengong dia. Woi…Aji..ini diminum!”
“Eh…iya iya…!”
“Bengong aja, kenapa sih?”
“Ah… Ga papa.. Ga papa! Kita mulai aja yuk, keburu malam entar!”
“Ayok…!”

Di meja gambar, sudah tersedia sehelai kertas gambar. Aku menempelkan gambar rencana bentuk rumah tampak atas, depan dan samping.
Aku mengamati gambar potongan melintang.
Banyak yang bingung menggambar potongan melintang atau membujur. Untung aku agak paham.
Kulihat juga rencana pondasi dan pembagian ruangan.
Mulai mwnggambar…sambil menjelaskan pada Firda tentang caranya menggambar potongan rumah.
Potongan yang dimaksud adalah, penggambaran, jika sebuah rumah dipotong tepat di tengah, kira-kira seperti apa penampakannya.
Aku terus menggambar sambil menerangkan kepada Firda.
Saat aku menoleh hendak memandang Firda, aku tersentak kaget… Busyet, Firda berdiri agak membungkuk di sebelahku. Waktu aku menoleh tadi, hampir aku mencium dadanya..
Degh…jantungku berdetak cepat.
Pemandangan menarik di depan hidungku. Aku segera mengalihkan pandangan kembali ke meja gambar, sebelum Firda menyadarinya…
Aku mencoba fokus…tapi bayangan sesuatu itu agak mengganggu konsentrasiku.
Akhirnya aku berdiri, dan menyuruh Firda meneruskan gambar tadi.
Dan alhamdulillah, Firda sudah lebih paham sekarang.

“Ternyata begini ya? Ga susah banget sih kalau udah paham?” katanya.
“Emang… Ga ada yang susah, asal itu sudah dipahami!”
“Yah…akhirnya satu gambar selesai…!”
“Waktunya nganter aku pulang…!” kataku.
“Ga…itu minumnya diminum dulu, sama camilannya dimakan, baru boleh pulang!”

Terpaksa aku mengalah dan minum serta makan camilan itu.
Setelah selesai, aku lihat sudah pukul 10 malam.
Ga terasa udah larut juga.
Ga tega rasanya nyuruh Firda nganterin aku pulang ke kost. Tapi aku harus pulang.
Gimana baiknya ya?


cerbung.net

SANG PAMOMONG

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2021 Native Language: Indonesia
Dalam kepercayaan Jawa, bayi yang baru lahir, didampingi oleh sosok PAMOMONG. MOMONG dalam khasanah bahasa Jawa, artinya Mengasuh. Nah..sosok Pamomong itu bisa juga disebut sebagai PENGASUH. Sosok Pamomong adalah sosok.ghaib yang hanya bisa dilihat oleh sang jabang bayi. Kadang kita melihat bayi yang ketawa-ketawa sendiri, sambil matanya melihat ke atas. Dipercaya, bahwa saat itu, sang bayi sedang diajak bercanda atau bermain oleh Pengasuhnya. Dari kepercayaan tersebut, cerita ini terlahir. Sebuah kisah fiksi yang akan menceritakan tentang seseorang yang sampai masa dewasa bisa melihat dan berkomunikasi dengan Sang Pamomong. Semoga bisa menghibur para reader semua.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset