SANG PAMOMONG episode 96

Chapter 96

Sosok iru semakin jelas terlihat…dan…
Yaik…huek….
Pemandangan yang terhampar di hadapanku membuatku merasa mual….sangat mual…

Makhluk itu sepintas mirip kunti, sosok wanita dengan rambut panjang dan bergaun putih panjang… Yang membedakannya adalah bahwa dia penuh dengan borok dengan belatung yang meletik kesana kemari, dan nanah yang keluar dari luka borok di sekujur tubuhnya.
Bau busuk yang memualkan memenuhi ruangan itu. Aku menahan rasa mualku sebisa mungkin…huek…

Kutingkatkan mode perisai di sekitarku, agar bau busuk itu bisa sedikit berkurang. Bayangin aja, gimana bisa bertempur kalau perut mual mulu… Khan jadi ga bisa konsen yak?
Kok ya ada, makhluk kayak gitu…

“Hihihihi…..!” makhluk itu tertawa merdu.
“Berisik… Suara jelek kok ketawa…!” bentak Zulaikha.
“Hihi…emang fals suara ketawanya..!” celetuk Menik.
Duh…ngapain juga mereka ngurusin suara ketawa makhluk itu?
Ga tahu apa kalo perutku memberontak…seolah ada yang mendesak untuk keluar?

Tiba-tiba Zulaikha meraih tangan kiriku, dan terasa ada aliran energi lembut masuk ke telapak tanganku.

“Gunakan untuk menutup hidungmu…!” kata Zulaikha.
Aku menurut saja, dan…amboi…ada bau harum semerbak di tangan kiriku. Mengalahkan bau busuk itu..membuat gejolak perutku berkurang banyak.
Aku mulai berani menghadapi makhluk itu.

“Siapa yang menyuruhmu menyakiti orang ini?” tanyaku pada makhluk itu.
‘Hihihi…kau tak perlu tahu. Aku tak akan membocorkannya…hihihi..!”
“Hmm..jadi kau ingin dilenyapkan…?” Zulaikha nimbrung.
“Cih…sehebat apa sih kemampuan anak kemarin sore…hihihi?”
“Hajar saja mbakyu… Eneg aku lihat bentuknya!” kata Menik memprovokasi.
“Sebentar..kita mesti dapat info dulu…!” cegahku.
“Halah…hajar saja dulu, entar juga ngaku!” kata Zulaikha sambil melesat menerjang makhluk itu.

Aku cuma geleng-geleng kepala melihatnya. Dasar jin susah diatur…

“Hihi…nanti aku kasih tahu mbakyu kalo mas Aji bilang bahwa mbakyu susah diatur…!” Menik menggodaku.
Waduh..bisa bahaya kalo Menik lapor kakaknya.

CPROOTTT…

Zulaikha melancarkan pukulan jarak jauh dan tepat mengenai makhluk itu. Tapi akibatnya, cairan busuk yang ada di tubuh makhluk itu nyiprat kemana-mana. Untung aku siaga, sehingga aku segera menghindar…hahaha.
Ga kebayang kalau sampai terkena cairan itu, bisa ga mau makan selama beberapa hari nih…!”

“Mie ayam mas Aji…!”
“Mana…mana…?” tanyaku sambil celingukan.
Ternyata Menik yang menggodaku…dasar tengil.
“Haha…katanya ga mau makan… Ditawarin mie ayam langsung nyahut…haha!”

Pertempuran Zulaikha dan makhluk itu berlangsung seru. Tapi Zulaikha sekarang tidak mengeluarkan pukulan jarak jauhnya, takut cairan busuk itu menyebar ke mana-mana.

‘Desak ke sini mbakyu, entar aku bantu menangkapnya…!”
“Baik Dek.. Siap2 ya…!” jawab Zulaikha.

Kini Zulaikha mengeluarkan pedangnya dan mengayunkan serta menusukkan pedang itu pada makhluk itu.
Makhluk itu tampak kerepotan dalam menghindar, tak berani menangkis serangan pedang itu.
Maka, makhluk itu hanya bisa mundur dan mundur. Dengan lincahnya, Zulaikha menggiring makhluk itu ke arah kami.
Menik tampak bersiap, tangannya menyala dengan warna putih kehijauan.
Aku mundur dulu…takut kalau kena cairan dari makhluk itu..hehe.
Saat jarak makhluk itu dengan Menik tinggal 1 meter, Menik dengan cepat menamparkan kedua telapak tangannya ke depan.
Dari tangannya, melesat lajur cahaya seperti tali yang kemudian membentur makhluk itu, lalu melingkari tubuhnya hingga tubuh makhluk iru seperti terikat oleh tali tambang yang bercahaya.
Sisa tali itu ditarik oleh Menik hingga makhluk menjijikkan itu tertarik dan membentur tembok.
Makhluk itu jatuh terlentang dan tak bisa berbuat apa-apa, kecuali marah-marah dan mengumpat Zulaikha dan Menik.

“Diam…. Atau pedang ini akan memusnahkanmu?” damprat Zulaikha
“Baik…baik..aku diam…!” makhluk itu menjawab.
“Nah sekarang siapa tuanmu, dan atas permintaan siapa kamu menyakiti orang itu?”
“Em..apakah jika aku mengatakan siapa orangnya, kau akan membebaskanku?”
“Itu tergantung jawabanmu, jujur atau tidak…!”
“Baiklah aku akan jujur, tapl setelah itu bebaskan aku, dan aku akan pergi jauh darl sini, daripada aku dihancurkan tuanku.” kata makhluk itu.
Lalu muncul dua nama yang katanya adalah tuan dan orang yang membayar tuannya.
Menik segera hilang melesat pergi entah kemana.
Lima belas menit kemudian Menik muncul dan mengangguk pada mbakyunya.

“Baiklah…sudah dicek kebenarannya. Dan ternyata jawabanmu memang jujur, jadi kulepaskan dirimu. ” kata Zulaikha.

Lah…kapan mereka memeriksa kebenaran pernyataan makhluk itu? Apa kepergian menik adalah untuk memeriksanya? Memangnya dia tahu alamat dua nama itu?
Ah…entahlah…

Zulaikha lalu melepaskan makhluk itu. Setelah mengucapkan terima kasih, makhluk itu menghilang begitu saja.
Aku menghampiri mahasiswa yang saklt itu. Memerlksa kondisinya…ternyata sudah bersih darl aura gelap. Tampaknya dia masih tertldur lelap.
Aku keluar dari ruangan ltu dan disambut oleh Desi dan Renita.

“Gimana mas?” tanya Desi.
“Insya Allah dia sudah sembuh kok.”
“Ah…syukurlah. Siapa ya kira-kira yang ngirimin dia guna-guna?” tanya Desi.
“Entahlah…aku juga ga tahu. Semoga ga ada kejadian seperti ini lagi!” kataku.
“Amin..!”sahut Desi dan Renita bersamaan.

Zulaikha mendekat padaku dan membisikkan 2 nama.
Aku berpikir sejenak, lalu kuputuskan untuk mengambil 1 nama untuk kutanyakan.pada Desi.

“Kamu kenal dengan yang namanya (…tuuttt… Sensor)?”
“Emm…kalau tidak salah, dia adalah pemuda di desa ini. Emm..iya benar… Eh, ada apa kamu nanyain dia?”
“Pengin tahu aja, tadi Alvin ngigau nyebut nama dia. Emang dia punya hubungan erat sama Alvin?” aku sedikit berbohong.
“Em..dari cerita yang kudengar sih, calon istrinya (…tuuttt..) naksir sama Alvln, tapi Alvin ga meresponnya. Tahu bahwa calon istrinya suka deketin Alvin, dia marah-marah sama Alvin dan sejak itu dia selalu bentrok dengan Alvin!”
“Oh gitu.. Masalah cewe ya?”
“Eh…jangan-jangan dia yang ngirim guna-guna itu ke Alvin ya?” celetuk Renita.
“Ah…jangan suudzon gitu lah…!” kataku menutupi.

Ga terasa sudah jam 4 saja. Para peserta KKN yang lain sudah datang.
Aku menghampiri koordinator KKN, dan bicara dengannya. Aku berpesan supaya permasalahan Alvin dengan pemuda setempat itu diselesaikan dengan baik-baik. Supaya tidak ada kejadian yang tidak diinginkan.
Pukul stengah 5, aku dan Renita pulang ke kostan.
Rencana kangen-kangenan ma Desi jadi gagal…
Nasib…nasib….

Pukul 10 malam kami sampai di kost kembali, karena kami tadi mampir untuk sholat maghrib dan makan sekalian.
Untunglah, Renita ga macem-macem lagi..hehe.
Semoga dia bisa menemukan cowo yang jauh lebih baik dari aku.
Saatnya rehat….
Ups..lups belum sholat ‘Isya…

Usai sholat malah ngantuknya ilang nih…waduh..
Terpaksa buat kopi dan ngerokok di teras.
Rupanya memang belum noleh tidur nih..
Baru aja satu hisapan rokok, udah ada gangguan. Saat kulihat langit, banyak titik cahaya merah melesat ke arahku.
Apa lagi coba? Fyuh…ga ada berhentinya masalah yang datang.
Zulaikha dan Menik sudah siaga dan segera membuat pagar ghaib untuk perlindungan.
Titik2 cahaya itu mendekat dengan sangat cepat dan begitu membentur perisai ghaib…

BLAARRRR…JDUARRRR..PRETEK…PRETEK…DHUARRR…

Asli mirip kembang api tahun baru gan. Kejadian itu cuma sebentar dan selesai…

Lanjut ngupi aja deh…
Baru satu sruputan kopi..eh..datang lagi petasan kembang api.
Karena kesal acara ngupi terganggu…yaudah…aku bangkit dan memanggil kyai cemeng.
Tombak pendek itu segera ada di tanganku.
Aku kibaskan dan membentur puluhan cahaya merah yang mengarah padaku.

“Kembalilah…..!” bentakku.

Bagai dihantam badai, cahaya merah itu kembali semua ke arah asalnya.
Biar deh kena yang punya. Biar dia ngerasain gimana rasanya kena senjatanya sendiri…

Fyuh…lanjutkan…
Ngupi lagi…menunggu serangan berikut. Tapi sampai tengah malam ditunggu ga ada serangan lagi..
Yaudah…tidur aja.. Hoahmmm…


cerbung.net

SANG PAMOMONG

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2021 Native Language: Indonesia
Dalam kepercayaan Jawa, bayi yang baru lahir, didampingi oleh sosok PAMOMONG. MOMONG dalam khasanah bahasa Jawa, artinya Mengasuh. Nah..sosok Pamomong itu bisa juga disebut sebagai PENGASUH. Sosok Pamomong adalah sosok.ghaib yang hanya bisa dilihat oleh sang jabang bayi. Kadang kita melihat bayi yang ketawa-ketawa sendiri, sambil matanya melihat ke atas. Dipercaya, bahwa saat itu, sang bayi sedang diajak bercanda atau bermain oleh Pengasuhnya. Dari kepercayaan tersebut, cerita ini terlahir. Sebuah kisah fiksi yang akan menceritakan tentang seseorang yang sampai masa dewasa bisa melihat dan berkomunikasi dengan Sang Pamomong. Semoga bisa menghibur para reader semua.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset