SANG PAMOMONG episode 98

Chapter 98 : The Final

Sungguh mati aku jadi penasaran..dukun ini modelnya seperti apa.
So, dengan dibantu duo cantik, aku mencoba mendekat dan menerobos tembok rumahnya.

BRUAKKHH….

Belum juga sampai tembok rumahnya, kami dah nabrak sesuatu. Zulaikha meraba-raba..

“Hmm….ada pagar ghaibnya rupanya.”
“Kok ga kelihatan…??” tanyaku.
“Ga ada warnanya.. Transparan..! Tunggu saja, sebentar lagi yang punya bakal keluar, karena dia tahu kalau pagarnya ada yang nabrak!”
“Walaupun dia keluar, kalo masih ada pagar ghaibnya, kita khan ga bisa ngapa-ngapain?” kataku.
“Kami emang ga bisa…tapi kamu bisa..!” kata Zulaikha.
“Aku? Kok bisa aku?”
“Karena kamu manusia. Pagar ghaib ini hanya untuk menghalangi makhluk ghaib saja, bukan menghalangi manusia!”
“Oh…gitu. Tapi ada juga yang untuk menghalangi manusia yang brrniat buruk khan?”
“Ada juga, tapi yang ini khusus makhluk ghaib. Nah..itu dia datang.. Cepat kau hampiri dia!”

Aku melihat ke depan… Alamak.. Ternyata yang keluar seorang perempuan berumur sekitar 30-an lebih dikit. Dengan wajah cantik, berbalut t-shirt ketat, dan celana panjang berbahan jeans, siapa yang bakal mengira kalau dia seorang dukun?

Aku melangkah melalui pintu depan dengan perlahan. Siapa tahu ada pagar ghaib buat manusia… Khan tengsin kalo nabrak di depan nyonya cantik itu.

Ternyata ga ada halangan apapun. Tapi untuk berjaga-jaga, tetap aku alirkan tenaga dalam ke seluruh tubuh. Energi batin aku tekan serendah mungkin, biar ga ketahuan.

“Permisi…apakah ini benar tempat praktek supranatural?” tanyaku.
“Apa tujuan anda kemari?”tanya balik wanita itu.
“Aku ingin membalas seseorang yang sudah membuat adik temanku tersiksa!”
“Jadi kamu mau membalas dendam? Silahkan daftat dulu di resepsionis!”
“Buat apa… Aku dah ketemu sama anda… Kenapa ga langsung aja?”
“Maksudmu…?”
“Andalah yang sudah membuat adik temanku menderita sakit berkepanjangan, dengan mengirimkan puluhan jin untuk merusak tubuhnya!”
“Hei…jangan asal nuduh.kalo.ga ada bukti!” katanya dengan berang.
Mukanya merah padam menahan marah, tapi kok malah makin cantik ya….

“Siapa bilang ga ada buktl? Makhluk suruhanmu sudah kubantaj dan sebagian kubiarkan lolos untuk mengetahui siapa penyuruhnya. Dan mereka lari ke sini… Jadi apa lagi alasanmu?”
“Hei…belum tentu mereka itu suruhanku…!”
“Lalu suruhan siapa? Sudahlah..ngaku saja. Dan satu hal, kali ini baru kuperingatkan saja. Sekali lagi kamu mencelakai adik temanku, akan kuhancurkan blsnls hltammu ini!’ ancamku.
” Hahaha…anak kemarin sore berani menantangku? Rasakan ini…..!” katanya sambil memukulku.

Segera kutangkis pukulannya, dan dia nampak sedikit meringis kesakitan. Ternyata tanganku lebih keras….hehe
Wanita itu tak mau mengaku kalah, tendsngannya bertubi-tubi mengancamku.
Aku melompat mundur untuk menghindari tendangannya. Wow…rupanya dia ahli beladiri.juga.
Seru nih, berhadapan dengan ahli.beladiri… Ga asal mukul dan nendang.
Mula-mula aku masih ragu untuk membalas serangannya, tapi makin lama serangannya makin merepotkan.
Apa boleh buat, dengan terpaksa aku berkelahi dengan seorang wanita.
Perkelahian seru terjadi.juga, jurus demi jurus berlalu. Saling serang, menghindar dan menangkis.
Tapi, sedikit demi sedikit aku bisa mendesaknya. Aku harus segera mengalahkannya. Apalagi saat itu ada beberapa pasiennya menonton pertarungan kami.
Aku mencecarnya dengan serangan-serangan cepat secepat yang aku bisa. Lama-lama dia tersudut juga.
Pada suatu kesempatan, aku berhasil menelikung tangannya dan mengalungkan tangan yang lain di lehernya.

“Aku cuma mau memperingatkan… Kalau kau masih mencelakai orang lain, aku akan menghancurkanmu. Cari uang jangan dengan mencelakai orang lain.” ancamku padanya.
“Baik..baik… Aku janji ga akan mencelakai orang lagi…!”
“Kupegang janjimu. Jika adik temanku sampai terkena gangguan lagi, kuanggap itu adalah tanggung jawabmu!’
” Siapa nama adik temanmu?”
“Aku ga tahu… Coba tanya pada makhluk suruhanmu yang kembali ke sini!”
“Baik… Maafkan aku… Aku ga akan mengganggu adik temanmu lagi!”
“Baiklah… Tepati janjimu atau kau akan hancur ..!” kataku melepaskan dia dan berjalan keluar dari rumah iru.
Para pasiennya bingung menatapku… Aku dengan santai berjalan.keluar rumah itu
Begitu sampai di luar pagar ghaib, Zulaikha dan Menik menangkap tanganku dan WUZZ…kami pergi dari rumah itu.
Kami kembali ke kamar adiknya Rendi. Tapi saat tahu di kamar ada keluarganya Rendi yang kebingungan, aku memutuskan transit di kamar mandi.
Dari kamar mandi, barulah aku menuju kamar adiknya Rendi.

Begitu melihatku, Rendi langsung menarikku masuk kamar.
Wah…jangan2 Rendi ada kelainan nih…maksa aku masuk kamar…

“Woi…dari mana aja lo?”
Waduh…dah pake lo gue aja nih anak…
“Dari kamar mandi. Emang napa?”
“Khan di kamar ini ada kamar mandi?”
“Takut dikira macem2!” jawabku sambil nyengir.
“Apa yang lo lakuin ama adik gue?”
“Ga gue apa-apain tuh.. Emangnya ada apa? Ada yang kurang gitu dari adik lo? Idungnya ilang gitu?”
“Kampret…bukan itu. Lo lihat tuh…adik gue tadi bangun tidur trus minta makan. Dikasih bubur makannya lahap banget. Lo ngapain aja di kamar mandi sampai 1 jam?”
“Hehe…ga biasa di kloset duduk…ketiduran gue….!” kataku berbohong.
“Wooo…dasar udik.”

“Udah…kalian kok malah bertengkar sih. Ganggu adik yang lagi makan tuh..!” kata mamanya Rendi.

“Terima kasih banyak ya nak Aji… Berkat nak Aji, anak saya bisa sembuh gitu!”
“Ah…saya ga ngapa-ngapain kok tante. Itu semua karena Allah SWT.”
“Iya…tante tahu, tapi perantaranya kamu. Trus apa yang mesti kami lakukan selanjutnya?”
“Perbanyak sedekah tante, karena sedekah bisa menjauhkan kita dari bala…!”

Setelah basa-basi sejenak, dan makan bersama, aku pamit pulang ke kost.
Mbak Dinda ngajakin aku mampir ke kostnya, tapi aku ga mau.
Yang ada di otakku sekarang cuma pulang ke kost, sholat, trus tidur siang….


cerbung.net

SANG PAMOMONG

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2021 Native Language: Indonesia
Dalam kepercayaan Jawa, bayi yang baru lahir, didampingi oleh sosok PAMOMONG. MOMONG dalam khasanah bahasa Jawa, artinya Mengasuh. Nah..sosok Pamomong itu bisa juga disebut sebagai PENGASUH. Sosok Pamomong adalah sosok.ghaib yang hanya bisa dilihat oleh sang jabang bayi. Kadang kita melihat bayi yang ketawa-ketawa sendiri, sambil matanya melihat ke atas. Dipercaya, bahwa saat itu, sang bayi sedang diajak bercanda atau bermain oleh Pengasuhnya. Dari kepercayaan tersebut, cerita ini terlahir. Sebuah kisah fiksi yang akan menceritakan tentang seseorang yang sampai masa dewasa bisa melihat dan berkomunikasi dengan Sang Pamomong. Semoga bisa menghibur para reader semua.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset