Selamat Tinggal Narkoba episode 1

Taufik nafasnya tersengal-sengal lari mengitari lapangan olah raga bersama ke enam temannya,  ini adalah hukuman dari sekolah karena mereka terlambat masuk sekolah sampai berjam-jam ternyata meeka sengaja nongkrong ditepi jembatan sambil merokok, dan Taufik yang ngebossi rokok serta yang mengajak mbolos sekolah.Taufik murid yang pintar sebenarnya tapi mengapa tiba-tiba berubah dratis kelakuannya. Anak pak Kasmuni yang bekerja di Pertamina  Semarang sepertinya mengalami perubahan sejak berkenalan dengan Zaenal berandalan kota Jember yang dulunya pesantren yang gagal dan tak mau balik lagi dan mondar-mandir di Salatiga ngekos sana ngekos sini dia bekerja sebagai pengedar narkoba mempengaruhi pemuda yang berduit dan mengajaknya bergabung berhura-hura.

Pak Kasmuni gak tahan dengan perlakuan Taufik maka dia menyuruh anak pertamanya Armand yang menjadi Polisi dan ditempatkan di Surabaya  untuk membantu mengawasi adiknya  yang masih rawan itu. Sekolahnya terpaksa pindah di Surabaya disana malah semakin menggila kelakuan Taufik karena istri Taufik sering kehilangan uang. Armand sangat prihatin dengan perilaku adiknya dan betul-betul mengawasinya dengan mencari teman-teman Taufik yang berandalan itu ketika ngumpul di sebuah rumah kosong membagi-bagikan pil penikmat karena segera digerebek  Armand bingung dia terpaksa menelepon Taufik dan menyuruhnya pulang karena ibu di Semarang sakit dan memaksakan Taufik untuk segera berangkat bersama Armand di Semarang dan Taufik menurut perintah  kakaknya. Dia segera keluar mengendarai motornya pulang menuju rumah Armand, dan penggerebekan itu bisa berjalan lancar. Armand membawa Taufik pulang ke Semarang lagi setelah naik kelas III, dan meminta adiknya Sanjaya yang bekerja di PLN mengasuh Taufik sampai lulus SMA dan Sanjaya menyanggupinya tapi meminta kumpul di rumah bapak dulu . Setelah sampai di Semarang semua keluarga ngumpul termasuk adik perempuan Sanjaya yang bekerja sebagai Pramugari di Sriwijaya Air, adik Taufik yang bernama Ratna sudah lulus SMP dan tahun ini akan mendaftar SMA.

” Kak Taufik, mbok sing rajin gituloh kalau sekolah, jangan suka mbolos…kasihan ibuk mikirin kak Taufik terus.” begitu  kata Ratna yang ingin menjadi santriwati di Madura. Taufik melotot ke Ratna tak bersuara tapi begitu menakutkan mata kakaknya itu yang membuat Ratna menangis disamping ibunya. Tekat Ratna sudah bulat Ia minta tolong kak Armand untuk mondok di pesantren Rukhul Quran di Madura Barat Nyalabu Laok  kecamatan Pamekasan ingin membahagiakan ayah dan ibunya. Armand segera menyambungkan telepon ke Ponpes tersebut serta mengurusi administrasi pondokan tersebut. Ratna diterima persyaratannya sudah dikirim lewat email dan harus segera berangkat paling lambat minggu depan. Sekolah Taufik pindah di SMU Institute Indonesia. Pak Karsilan lega karena anaknya sudah mendapak sekolah semua. Taufik ikut kakaknya Sanjaya dia lebih menurut dari pada ikut Armand, mungkin karena Armand amat keras mendidiknya sehingga Taufik malah semakin nakal. Tapi Taufik termasuk murid yang cerdas dan tak pernah tinggal kelas meskipun mbolos tapi ia bisa mengejar pelajarannya. Karena pergaulan Taufik yang salah dan selalu mendapatkan teman yang nakal karena obat-obatan dan narkoba, tapi kini dia lebih pintar melakukan transaksi agar aman karena sudah mempelajari dari Armand di Surabaya.

Ratna sudah sampai di Ponpes Rukhul Quran dia sekamar dengan Suharni panggilannya Nanik  asal Jember. Nanik sudah Yatim, ia ditinggal bapaknya sewaktu masih di dalam kandungan ibunya umur tujuh bulan. Dia tak pernah melihat wajah ayahnya, karena ibunya sudah membuang foto dan identitasnya agar anaknya tidak selalu mencari bapaknya. Sebenarnya Nanik amat sedih dengan keadaannya begitu merindukan figur ayah bila Nanik bertanya pada ibunya..selalu menjawab ” Ibu gak mau ingat-ingat lagi bapak kamu , lebih baik kamu mendoakan saja bapakmu agar bisa masuk surga dan bertemu dengan kita lagi. Makanya kamu ibu sekolahkan di pesantren agar kamu lebih tenang .” Diam-diam Armand mengawasi adiknya Ratna dan tahu siapa Nanik teman sekamarnya. Dia khawatir kalau pergaulannya akan berubah seperti Zaenal temannya Taufik yang steess karena mencoba-coba ilmu yang dipelajari tanpa petunjuk kyainya.

Ratna senang bersahabat dengan Nanik mempelajari ilmu agama memang kesukaan mereka berdua, menghafalkan ayat-ayat suci saling mengkoreksi membersihkan kamar bergantian. mengisi air di kolah untuk wudzu tak pernah rewel dan dijalani bersama, mendiskusikan ayat=ayat yang paling disukai mereka sehingga ilmu agamanya semakin kuat. Sebaliknya Taufik kakaknya kalau dapat jatah keuangan dari orang tuanya untuk membayar SPP dan membeli buku ditunda-tunda bahkan mbolos masuk sekolah selama seminggu… dan tidur selama tiga hari sungguh kebiasaan yang membuat orang tua merasa tidak ada barokahnya..sedih sekali..” Taufik…, kamu tinggal selangkah lagi lulus…jagalah sekolahmu…jangan mbolos lagi nak….” ibu menasihati Taufik ” Bu , aku akan mengikuti latihan balap motor aku kalau lulus belikan motor ya….” Ibunya senang sekali anaknya mau meninggalkan narkoba dan meminta sepeda motor untuk latihan ngebut. Walaupun sebenarnya ibunya juga tak suka dengan kegiatan barunya tapi lebih terarah dan terpantau prestasinya.

Ratna naik kelas II dan Taufik lulus sekolahnya, Taufik belum mau kuliah dia asik ngebut terus- terusan dengan orang-orang yang sama dan diam-diam memakai narkoba lagi..dia mulai menjual isi rumah ibunya dari tape recorder , radio casete, VCD , dijualnya bahkan motor adiknya dijual juga padahal Ratna mau pulang liburan kenaikan kelas bersama Nanik di Semarang karena bu Arufah ibunya Nanik pergi ke Samarinda dia tak mau sendirian di pondok pesantren ketika ditawari Ratna untuk liburan ke Semarang Nanik menyambutnya dengan senang. Ratna dan Nanik berangkat dari Pamekasan ke Surabaya dulu ke rumah mas Armand baru dari Surabaya naik bus malam jam 22.00 sampai di Semarang jam 06.00 dan naik taxi menuju rumah di jalan Ariloka daerah Krobokan. Pak Karsilan menyambut anaknya dengan bangga karena Ratna Anjani anak pesantren Madura yang dikenal kuat dengan ilmu Agamanya.

Ratna menanyakan sepeda motornya, tapi ibunya bilang motornya rusak dan akan dibelikan ibu lagi nunggu Ratna sampai rumah ” biar yang pilih kamu , mau motor matic atau motor pakai kopling ” begitu kata ibu menutupi keburukan kakaknya. ” Buk pakai yang matic saja biar gak capek ” begitu pinta Ratna dan ibu menyetujuinya. Bapak menelepon agen motor dan segera datang ke rumah sambil bawa motor baru Ratna. ” Ingat motor itu belum ada STNKnya belum bisa dipakai jauh-jauh hanya seputaran sini saja ” Ratna menuruti perkataan ibunya. Ratna dan Nanik naik motor menuju Kali Banjirkanal dan melihat-lihat orang yang lalu lalang sambil makan bakso kesukaan Ratna. “Coba kalau aku punya pacar  pasti akan aku ajak disini melihat penyeberangan disungai ini sambil makan bakso ataupun mie ayam …..heemmm pasti dag..dig…dug….hatiku..” kata Ratna dalam hati dan disahut Nanik, ” Siapa yang mau punya pacar galak kayak kamu…ha..ha…ha… ”

” EEE…. itu si Joni..dari Malang melirikku terus kalau aku lagi ke kantor kepala sekolah ” tangkis Ratna

” Eleee…Joni tu malas lihat muka pak Kamdani yang penuh nyamuk …ya mending lihat kamu yang ayu gitu…jangan ke GR an  ah….?!”

” Biaaaaaar…dari pada sepi mending ada pemikiran meskipun ke GR an” bantah Ratna

” Iya deh ngalah…” Nanik tertawa…. Nanik minta pulang ke rumah perasaannya ada yang mencari Ratna dan merekapun lekas balik ke rumah, ternyata bener kakaknya Taufik sudah menunggu di teras bersama ibu.

” Tu…anak pesantren itu pasti terasa kalau ditungguin ” kata ibu

” Hallo kak Taufik selamat ya atas kelulusannya ” sapa Ratna  ” Motornya baru nih yeee…”

” Ah ..kamu..itu..yang baru motor kamu….motorku ini inden lama dan baru aku ambil seminggu yang lalu”

” Eh kak kenalin ini Nanik teman se kamar Ratna di ponpes.” Taufik menyodorkan tangannya dan menyebut namanya” Taufik”

” Nanik ” ada rasa getar dihati Nanik ketika memegang tangannya Taufik, dag ..dig…dug..dada Nanik sehingga salah tingkah dan duduk disamping Ratna.

” Kok diam…ayo dong ngobrol…” Ratna menyenggol lengan Nanik tapi Nanik hanya tersenyum saja.

Mulai hari itu ada perubahan di muka Taufik, lebih sering dirumah dan suka bersih-bersih moto sendiri biasanya motor ia cucikan ini malah motornya Ratna ikut dibersihkan juga, ibu mengawasi Taufik dan mengamati Nanik. Seminggu ibu dan bapak dibuat nyaman dengan perilaku Taufik namun sayang…siang itu Zainal datang dan membangkitkan kekonyolan lagi, Taufik kabur lagi setelah minta uang ibunya empat juta, seminggu sudah Taufik tak pulang, air mata ibu meleleh membasahi pipi..sedangkan bapak sudah pasrah

Liburan Ratna hampir habis ia segera membereskan diri dan akan pulang besok, Ratna sms pada kakaknya Taufik tapi belum dibalas, sampai waktunya pulangpun Taufik belum nembalasnya, dengan perasaan sedih Ratna pulang meninggalkan ibunya yang berlinangan air mata, taxi sudah menunggu Ratna dan Nanik naik bus malam  menuju Surabaya dan langsung ke Pamekasan sebelumnya telepon kakaknya Armand kalau tidak bisa mampir karena waktunya mepet,

Tiga tahun sudah Ratna mondok di ponpes Rukhul Quran dia bisa lulus memuaskan bersama Ratna sahabatnya. ” Rencana kerja dimana kamu Rat..?” tanya Nanik

” Aku ingin menemani ibu dulu di rumah , kamu sendiri..?”

” Seperti kataku dulu aku akan ikut bibik bekerja di sablonnya di Semarang, tapi aku menemani ibu di Jember dulu.”

” Nanik..selamat jalan ya …kabari aku kalau kamu ada di Semarang”

” IsyaAllah Ratna kamu jangan lupa padaku ya…Asalamu Allaikum”

” WaAllaikum salam ” mereka pisah di Surabaya, Nanik arah Jember dan Ratna arah Semarang . Nanik ingin sekali memeluk ibunya dan ingin membantu ibu, menyenangkan ibu,mengucapkan terima kasih untuk semua usaha ibu menyekolahkan di pesantren.

Tiga bulan sudah Nanik bekerja di sablon bibinya di Semarang dan dia menelepon Ratna sahabatnya kalau dia sudah bekerja di sablon bibinya. Ratna meminta kakaknya Taufik untuk mengantar ke pabrik sablon di Genuk dengan bersungut-sungut Taufik mengantarkan dengan motor matic Ratna. Rumah bibiknya Nanik memang dibuat usaha sablon jadi setiap hari Nanik di rumah, ketika Ratna sampai Nanik langsung memeluk sahabatnya,”  Ratna kamu dengan siapa…?”

” Sama kak Taufik, itu dia orangnya ” Taufik kaget melihat Nanik yang semakin cantik, perasaan dadanya mulai berdebar dan ia mengangguk pada lulusan Rukhul Quran yang anggun itu . Nanik mempersilakan mereka masuk.

” Kamu masih kerja ya…?” tanya Ratna

” Enggak apa, ada yang bantu aku kok…bagaimana kabar bapak ibu..?”

” Bapak ibu sehat dan menitip salam buat kamu”

” Waaahh…enak ya kerja di sablon …pingin ikut kerja nih…?!” Taufik menyatakan keinginannya

” Ingin ikut kerja apa ingin dekat sama Nanik…?” tanya Ratna

” Kalau bisa dua-duanya…” jawab Taufik yang membuat Nanik malu dan tersipu. Taufik itu ganteng bersih dan sopan sayang dia pecandu narkoba sehingga badanya tidak segar, Nanik menyayangkan keadaan Taufik meskipun hatinya tak bisa berbohong Nanik jatuh cinta pada Taufik. Kalau telpon Ratna selalu menitip salam dari kak Taufik dan kadang di telpon Taufik hanya menanyakan kesibukannya. Tak tahan lama-lama Taufik mendatangi rumah bibiknya Narti, karena kangen..dan ingin Nanik jadi pendamping hidupnya.  Nanik menerima lamaran Taufik tapi dengan syarat Nanik masih diizinkan untuk bekerja. Ratna senang sekali karena Nanik menerima lamaran itu tapi Nanik punya persyaratan yang kedua, meminta  Taufik mengganti nomor hapenya yang baru pilihan Nanik dan tak boleh menggantinya lagi dengan nomor lama artinya nomor lama Nanik buang dan dipatahin Taufik menurut. Sementara Nanik tinggal bersama mertuanya di Ariloka dan Taufik mengantar kerja setiap hari.

Taufik belum mau bekerja dan keuangan masih ditopang ibunya setiap bulannya, Taufik marah kalau ibu dan bapaknya tidak mau memberikan uang padanya dan menjual apa yang ada di rumah Ariloka seadanya. Nanik bingung menjaga kelakuan suaminya karena dia sering memukul kalau tidak cocok dengan pemikirannya, ” Mas..sudahlah…sadarlah dirimu ..jangan seperti ini terus..aku takut kamu ada apa=apa..” dan dijawab dengan lemparan gelas serta piring berterbangan. Nanik menangis kepangkuan ibunya…” Ibu maafkan Nanik,  mas Taufik itu harus dijauhkan dari teman-temannya agar pergaulannya tidak sesat” Ibu Karsilan memahaminya dan ibu memikirkan rumah untuk Taufik. Nanik menginginkan sementara kita kontrak dulu bu…nanti kalau mas Taufik sudah agak berubah akan Nanik kabari.

Nanik mencari kontrakan yang betul-betul sepi dari dari lingkungan dan ia berangkat  kerja tetap diantar Taufik, tapi paling tidak pagi-pagi dia harus mandi dan aktivitas, agar selalu segar tidak loyo tubuh Taufik.

Berjalan selama enam bulan tubuh Taufik mulai segar dia tinggal di gedawang, teman-temannya tak ada yang datang dan membuat nyaman Taufik dan Nanik. Bapak Ibu Taufik kasihan melihat Nanik tinggal didaerah yang sepi meskipun dia bisa mengatasi kehidupannya tapi betapa kasihan tinggal dalam kesunyian. Diam diam bapak Ibunya mencarikan rumah tinggal untuk Taufik dan mendapat peumahan di sekitar Ungaran kota atas,  meskipun terpencil tapi lingkungan itu aman dan rumah itu adalah warisan dari ayahnya karena semua sudah dibelikan rumah sendiri -sendiri , Ibu dan Ayah tetap tinggal di Ariloka, dan karena sebentar lagi ayahnya pensiun dari Pertamina Ratna akan bersama ayah ibu dan menjaganya. Dengan pindahnya Taufik di Ungaran maka Nanik berhenti bekerja , di rumah yang baru Taufik mulai bekerja dan mau bergaul dengan tetangga rasa segar dibadan membuat Taufik tidak menginginkan narkoba lagi. Taufik hidup tenang dengan istri yang sholekah dan membuka warung belanjaan serta kelontong untuk perbaikan hidupnya. Nanik mengandung anak pertamanya, suka cita Taufik mennyambut putra pertamanya dan mengambil ibu Nanik bu Arufah di Jember untuk tinggal  bersamanya. Kini Nanik dan Taufik sudah memiliki tiga orang anak cantik dan cakap mereka mengikuti arahan Nanik sebagai ibu yang sholekah dan bapak yang bisa diajak kebaikan sebagai Imam yang sholeh.

Selesai.

cerbung.net

Selamat Tinggal Narkoba

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Taufik nafasnya tersengal-sengal lari mengitari lapangan olah raga bersama ke enam temannya,  ini adalah hukuman dari sekolah karena mereka terlambat masuk sekolah sampai berjam-jam ternyata meeka sengaja nongkrong ditepi jembatan sambil merokok, dan Taufik yang ngebossi rokok serta yang mengajak mbolos sekolah.Taufik murid yang pintar sebenarnya tapi mengapa tiba-tiba berubah dratis kelakuannya. Anak pak Kasmuni yang bekerja di Pertamina  Semarang sepertinya mengalami perubahan sejak berkenalan dengan Zaenal berandalan kota Jember yang dulunya pesantren yang gagal dan tak mau balik lagi dan mondar-mandir di Salatiga ngekos sana ngekos sini dia bekerja sebagai pengedar narkoba mempengaruhi pemuda yang berduit dan mengajaknya bergabung berhura-hura.Pak Kasmuni gak tahan dengan perlakuan Taufik maka dia menyuruh anak pertamanya Armand yang menjadi Polisi dan ditempatkan di Surabaya  untuk membantu mengawasi adiknya  yang masih rawan itu. Sekolahnya terpaksa pindah di Surabaya disana malah semakin menggila kelakuan Taufik karena istri Taufik sering kehilangan uang

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset