cerbung.net
Score 0.0
Bookmark

Derita Kehidupan

Baca semua chapter Derita Kehidupan, Light Novel Derita Kehidupan Bahasa indonesia, LN Derita Kehidupan, Derita Kehidupan Online, baca Derita Kehidupan di Cerbung.net.
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2019 Native Language: Indonesia Diposting oleh: Dinda Bestari Diposting pada: Diupdate: Dilihat: Dilihat ?
Baca chapter lengkap Derita Kehidupan di Cerbung.net. Kamu juga bisa baca Derita Kehidupan secara gratis tanpa daftar, Kami selalu yang tercepat update Derita Kehidupan.

Sinopsis Derita Kehidupan

Mudhakir menghela napas panjang, merebahkan bahu di bangku panjangnya istrinya Yuni membuatkan kopi, ” Ingin aku membantu kamu mas…boleh gak..?” ” Apa kamu siap jalan pulang balik sampai rumah dik..? ” Akan aku coba …boleh ya…?” Mudhakir mengangguk dan Yuni mulai membawa plastik zak besar mencari apa yang bisa laku dijual, pagi itu Yuni melihat tempat hajatan nikahan dia kesana dan mengambil botol plastik tempat minum banyak sekali, Yuni senang karena orang yang punya hajat menyuruh membersihkan semua botol tempat minum dan dos-dos snecknya sekalian, setelah penuh ia mau pulang tapi diminta kembali sama pemilik rumah untuk datang kembali nanti , Yuni siap akan ketempat itu lagi dan dibawakan makanan dalam dos besar oleh ibu tersebut. Sampai rumah suaminya heran cepat sekali Yuni bekerja dan setelah dibuka memang berisi botol kosong dan dos sneck banyak banget. ” Mas aku akan kesana lagi disuruh ibuknya membantu membersihkan yang lainnya. ” Yuni amat semangat mengais rezeki dari Ibu Darmono yang punya hajatan mantu anak lelakinya. Yuni disuruh mencuci piring. dan membuang sampah yang sudah tak berguna. Suaminya melihat dos besar dan membukanya ternyata jajanan macem-macem ” Alhamdulillah…” Mudhakir membangunkan anaknya yang akan berangkat sekolah dan memandikannya. ” Ini Lee…makan jajanan dulu ibuk masih keluar nanti bapak antar ya…” Hanafi mengangguk setelah mandi dia diberesi Mudhakir dan memakaikan baju seragam sekolahnya. ” Pak ..ini ada lemper…Hanafi boleh makan pak…?” Mudhakir mengangguk ..Hanafi memakan lahap lemper dan tahu bakso, Mudhakir mengambilkan teh hangat yang sudah disiapkan Yuni. ” Hem enaknya tahu baksonya…Hanafi nanti minta lagi ya pak…?” Mudhakir tersenyum dan menjawab ” Iya semuanya untuk Hanafi…” ” La …ibuk sama bapak makan apa…? kok Hanafi semua…?” ” Iya …gak apa-apa nanti akan dapat lagi…ayuk kita berangkat sudah siang ini…” Mudhakir mengantar naik sepeda ke sekolahan Hanafi. dan melewati rumah bu Darmono dimana Yuni sedang memberesi ember plastik dan gelas-gelas yang sudah tak terpakai. Yuni melihat suaminya dan memanggilnya, Mudhakir berhenti dan Yuni menyuruh kalau nanti sepulang antar Hanafi datang ke bu Darmono membantunya membawa barang yang sudah tak terpakai. ” Iya nanti aku jemput kamu…dik aku brangkat dulu ya…” Mudhakir mengayuh sepedanya dengan senang hati. Yuni melihat suaminya dengan penuh do’a.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset