She Don’t Love You, She Just Lonely. .episode 2

Chapter 2

Setelah insiden itu dia sering berwara-wiri di sekitaran kantor dan gue jadi suka memperhatikan keberadaan nya, tapi segan untuk mencoba mendekat apalagi mengenal tentang doi.
Usut punya usut, ternyata doi itu bukan pegawai di kantor tempat gue, melainkan dari cabang lain perusahaan gue. Dia sering datang kesini karena ada keperluan pekerjaan nya.

Entah kenapa.. gue masih aja terbayang wajah indah nya, teringat senyum manis nya saat di lift. Tapi gue gak ingin mendekati nya, karena gue cukup sadar diri kalau gue ini bukan tipe cowok yg ganteng, keren, apalagi tajirr ?! uhh, jauh banget..!!
lagi pula, gue juga lagi deket sama cewek lain dan mau fokus ke cewek ini aja. Meskipun pada akhir nya ternyata gue cuma berakhir di Friendzone. Ahahahaha *garuk-garuk tembok
Singkat cerita, secara perlahan gue malah mulai dekat dengan dia. mungkin karena pekerjaan gue sebagai Technical Support IT alias Teknisi Komputer, gue jadi sering ketemu doi kalau ada butuh perbaikan Komputer atau Komputer doi & teman-teman satu bagian nya Error. Kita tukeran PIN BBM & Nomor Telepon, lalu mulai saling chatting-chattingan, telepon-teleponan, cari tau satu sama lain, alias PDKT.

Setelah beberapa bulan berlalu, gue ngerasa perasaan ini semakin kuat & semakin membangkitkan keegoisan gue untuk memiliki cinta doi secara seutuhnya. (sok puitis banget kata-kata gue.. wkwkwk :v)

Mulai tau banyak tentang dia yg ternyata dua bersaudara dengan kakak perempuan nya yg sudah menikah, dia suka banget warna biru, dia juga jago matematika, dan beberapa kesempatan dia menceritakan sendiri tentang dirinya. Sikap dia ke gue juga menunjukan seakan-akan dia punya perasaan yg sama.
Tapi gue gak mau Over Confident lagi, gue masih terhantui pengalaman masa lalu yg terjebak di Zona Friendzone karena gue terlalu Over Confident.
Mulai saat itu gue ada di titik keraguan dan coba minta pendapat kawan-kawan dan forum-forum di internet.
Mereka semua menyarankan untuk segera menyatakan secara langsung, supaya gak berlarut-larut dan berakhir di Zona yg sama atau bahkan lebih buruk. Oke, gue putuskan untuk ajak dia jalan, karena sejauh ini gue gak pernah jalan sama doi.
Selalu aja ada alasan doi buat menolak ajakan gue, ya gue sih positive thinking aja karena gue coba mengerti doi juga Kuliah sambil kerja sama hal seperti gue.
Gue coba ajak doi makan siang bareng, tapi ternyata kali ini pun gagal, dia masih saja punya jutaan alasan buat menolak ajakan gue.
Disini gue mulai Hopeless, gue ngerasa emang dari awal doi gak pernah mau. Rencana gue buat mengungkapkan persaan ini pun Gatot alias Gagal Total.

Gue mulai males untuk mengungkapkan persaan gue dan berniat untuk membuang jauh angan gue tentang dia, tapi semakin hari gue juga semakin tersiksa dengan persaan yg terpendam. Mungkin satu-satu nya cara adalah gue ungkapkan di kantor, karena rumah kita juga saling berjauhan. Ibarat gue di utara, doi di selatan. Tapi kalau gue ungkapin di kantor, pasti bakal ribet & bisa rame tuh seisi kantor. Males deh, ogahh. .
Dan akhirnya persaan ini pun hanya terus terpendam tanpa pernah ada ungkapan & kejelasan mau kemana arah hubungan ini.


cerbung.net

She Don’t Love You, She Just Lonely. .

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2015 Native Language: Indonesia
Gue chan-chan, gue bekerja di sebuah perusahaan logistik milik swasta sebagai IT Technical Support atau bahasa tenar nya Teknisi Komputer. Selain kerja, gue juga nyambil Kuliah di jam malam sepulang dari Kantor. Pokoknya jadwal gue padet banget deh! Nah.. di kesibukan gue ini, banyak cerita-cerita unik, aneh, lucu, sedih, dan sebagainya yang terkadang terselip. Terutama asmara

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset