Sister List episode 7

Bagian Tujuh

Detektif Judy langsung memberikan barang bukti yang ditemukan kepada polisi untuk kepentingan penyelidikan lanjutan, sementara Robbie digelandang keruangan khusus introgasi di dalam kantor polisi ini. Lalu dia menyempatkan diri ke ruang jenazah. Korban-korban yang tidak ada identitas atau tidak ada sanak keluarga yang mengambil akan disimpan di sini, bentuknya seperti laci-laci terbuat dari besi.

Detektif Judy meminta petugas untuk memperlihatkan jenazah Lisa.
“Kamu belum melihatnya?”

“Um…saya belum sempat karena beberapa hal.”

Sebuah laci dibagian tengah dibuka, jenazah gadis remaja terlihat tertutup kain berwarna putih agak keperakan. Petugas itu membuka kainnya, sekarang wajah Lisa Stamford terlihat jelas begitupun luka dilehernya yang begitu dalam.

“Saya sangat prihatin kepada gadis ini, dia masih sangat muda. Saya juga heran kenapa tidak ada keluarga atau perwakilan saudaranya yang menjemputnya, padahal kalau saya dengar-dengar kakak dari gadis ini sudah ditemukan,” detektif Judy hanya tersenyum saat mendengarnya. “baiklah, gadis ini milikmu sekarang. Jika sudah selesai kamu bisa menemuiku di luar,” petugas itu meninggalkan detektif Judy sendirian diruangan ini.

Temuan barang bukti yang berupa pisau belum bisa menjawab semua pertanyaan yang ada dalam benaknya. Sesuai laporan, ada luka bekas benda tumpul dibagian kepalanya lalu bekas luka dipergelangan tangan kemungkinan bekas ikatan tali tambang. Dia sudah semaksimal mungkin menyisir lokasi mobil Julie diambil oleh Robbie namun dia tidak menemukan apa-apa lagi selain pakaian yang penuh dengan darah dan sebuah pisau.

Detektif Judy mengambil tangan kanan remaja ini dari balik kainnya. Lalu dia pegang pergelangan tangannya. Memang ada bekas luka lecet dipergelangan tangannya yang putih ini. Jika tali tambang maka bekasnya lebih lama berbekas tetapi sekarang bekasnya menipis. Dia melihat bagian kepala dari Lisa, dia buka rambut Lisa yang berwarna pirang ini dengan lembut mencari luka yang dimaksud. Tiba-tiba lampu diruangan ini berkedap kedip.

Terus menerus hingga akhirnya muncul sosok mirip Lisa disamping jenazah Lisa. Detektif Judy reflek mundur beberapa langkah lalu mengeluarkan pistol dan menodongkan pistol itu ke arah sosok yang mirip Lisa.

“Mau apa kau?” sosok mirip Lisa itu hanya tersenyum, lalu tangannya bergerak. “hentikan atau kutembak!” tidak menghiraukannya tangan itu bergerak menuju muka jenazah Lisa yang tergeletak. Sosok itu mengelus-ngelus jenazah Lisa, anehnya raut wajah sosok itu menjadi sedih lalu perlahan menghilang.

Detektif Judy menyudahinya segera lalu keluar dari kantor polisi. Mobilnya sudah ada dipelataran kantor polisi ini, mungkin ada petugas yang mengambilnya untuknya. Dia bergerak cepat menuju rumah sewaan Julie yang menjadi tkp. Sesaat sebelum sosok itu hilang di ruang jenazah, sosok itu berkata “Rumah…,” walaupun hanya berbisik tapi terdengar oleh detektif Judy. Entah ada maksud tertentu atau tidak namun detektif Judy merasa di rumah itu masih menyimpan sesuatu.

Mobilnya diparkirkan dipinggir jalan depan rumah, dia menerobos garis polisi kemudian masuk. Dia tertuju pada lokasi di mana polisi menemukan mayat Lisa. Dia terus memperhatikannya, apa ada sesuatu yang bisa dijadikan petunjuk. Dia melihat ke tembok, furnitur, dan benda-benda lainnya. Dia berpikiran seperti itu karena tidak menemukan barang bukti lain selain pisau.

Dibagian tangga dia melihat ada sesuatu yang janggal. Penyangga tangga di rumah ini terbuat dari kayu warnanya coklat tua. Sekilas tidak ada hal aneh selain kondisi kayunya yang sudah melapuk dan beberapa ada yang sudah mengelupas catnya. Di penyangga anak tangga awal, bagian bawahnya ada retakan. Jika dipegang bagian ini seperti ingin terlepas, tapi detektif Judy tidak mau buru-buru menyimpulkan sebelum Julie menceritakan hal yang sebenarnya.

Ke bagian halaman belakang, tidak begitu besar namun bisa digunakan untuk acara memanggang daging bbq. Dia menelusurinya lagi siapa tahu ada petunjuk lainnya. Melihat-lihat bagian sudut yang dibatasi oleh pagar dari kayu. Ada beberapa tumbuhan yang berjajar rapih, tingginya tidak sampai satu meter. Dia mengamatinya, tidak ada hal aneh. Lalu berlanjut ke sisi lainnya, tamanan di sini juga berjajar rapih. Namun salah satu tumpukan tanah pada salah satu tanaman tampak tidak senatural tanaman lainnya. Tanahnya saling menumpuk tidak beraturan.

Pelan-pelan dia mencoba menggoyangkan tanaman itu, ternyata sangat rapuh. Hingga akhirnya dia cabut dengan sedikit tenaga tanaman itu sudah terangkat dari tanah. Lalu dia mulai menggali tumpukan tanahnya. Penemuannya sangat mencenangkan, ada satu buah kotak coklat lagi. Dia mengambilnya dan membuka isinya, banyak gambar-gambar buatan Lisa yang lain ada di kotak ini. Kebanyakan gambarnya adalah gambar dua orang perempuan sedang bermain bersama.

Sudah menemukan bukti baru detektif Judy langsung keluar dari rumah dengan membawa kotak coklat itu. Sebelum pergi dia menelepon detektif Ryan untuk menanyakan kondisi Julie. Namun tidak ada jawaban, dia meneleponnya lagi dan masih tidak dijawab. Detektif Judy merasa ada hal yang tidak beres, dia memutuskan untuk pergi ke rumah sakit untuk menemuinya langsung sekaligus untuk melihat kondisi Julie.

Hari sudah gelap detektif Judy tiba di rumah sakit, dia masuk ke dalam. Di lobi dia bertemu dengan orang tua Julie yaitu pasangan Bradesmith. Pasangan ini terlihat sangat sedih terutama nyonya Bradesmith. Detektif Judy menanyakan apa yang terjadi.

“Nyonya…nyonya bisa anda ceritakan apa yang terjadi?”

“Julie…julie…,” tidak sanggup menahan tangisnya. Tangisnya pecah di lobi ini hingga tuan Bradesmith yang menjelaskannya kepada detektif Judy.

“Tadi kami sedang menunggu di luar bersama salah satu orang kepolisian, dia bilang dia ini rekan anda. Lalu saat waktu menjelang sore terdengar teriakan keras dari kamar Julie. Kami bertiga masuk, Julie semakin tidak terkontrol dan menjadi agresif seperti waktu itu. Detektif itu memintaku untuk memanggil petugas medis. Mereka sudah mencoba berbagai cara namun Julie masih saja agresif dan masih teriak-teriak dengan keras. Bahkan obat penenang dan suntikan bius tidak bekerja.”

Detektif Judy penasaran dengan kondisi Julie lalu meminta diantarkan kekamarnya. Seingat detektif Judy kamar rawat Julie tidak berada di lantai paling atas. Tuan Bradesmith menjelaskan teriakannya sangat menggangu pasien lain sehingga Julie harus dipindahkan. Butuh beberapa orang untuk memindahkannya dan kondisi Julie sedang diikat. Mereka sampai di lantai paling atas, kamarnya berada di ujung lorong ini.

Mereka bertiga masuk, di dalam sudah ada detektif Ryan. Dia meminta maaf kepada detektif Judy karena tidak bisa mengangkat teleponnya tadi. Nyonya Bradesmith semakin tidak bisa membendung tangisnya melihat kondisi Julie. Dia keluar dari ruangan dan tuan Bradesmith mengejarnya. Julie seperti pasien rumah sakit jiwa, tangan dan kakinya diikat. Belum lagi mukanya yang terlihat sangat pucat serta rambut yang acak-acakan.

“Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya, dia terus meronta dan teriak. Dia bisa diikat begini juga membutuhkan usaha yang keras dari semua pihak. Bayangkan saja suntikan berisi obat bius dosis tinggi tidak mempan padanya,” detektif Ryan menjelaskan apa yang terjadi kepada detektif Judy.

Julie terus menatap tajam ke arah detektif Judy, lalu berkata “Kau…kau akan terima akibatnya!” pupil matanya membesar hingga menutupi area semua matanya, lalu keluar darah segar dari matanya.

“Wow!…wow, apa yang terjadi?” detektif Ryan baru melihatnya.

“Dia bukan lagi Julie, tapi Christy…,” detektif Ryan semakin tidak mengerti. “benarkan Christy?” mereka berdua saling bertatapan, Julie melebarkan senyumannya dan darah dari matanya sudah mengenai bajunya.


cerbung.net

Sister List

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
Detektif Judy , seorang detektif yang bertugas untuk menangani kasus pembunuhan misterius yang menimpa gadis remaja bernama Lisa. Karena minimnya bukti bekas pembunuhan hal ini membuat semua kecurigaan jatuh ke saudari korban , yang berada dirumah disaat Lisa terbunuh.Misteri apa yang akan terungkap di cerita ini? yuk dibaca kisahnya !

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset