Sletingnya Bapi, semuanya berawal dari Sleting episode 24.2

24.2 "Generasi Idiot

Gue senang karena Lili bisa menerima sahabat-sahabat gue yang heboh ini hehehe Lili ngomongin DBT terus di kelas, dan katanya gue itu orang yang beruntung karena punya sahabat kayak mereka. Gue nggak beruntung! Tapi persahabatan ini lebih dari keberuntungan! Karena keberuntungan tidak akan bisa mempertemukan kami sampai seperti sekarang ini hahaha… Mereka menerima gue, mereka mendukung gue, dan gue akan membalas itu sebisa mungkin.

Untungnya pelajaran terakhir tugasnya di suruh bikin kelompok jadi gue sama Lili bisa terus pacaran ~~ehh maksudnya bisa terus belajar bareng hehehe. Pelajaran terakhir ini semacam perdebatan gitu jadi ada yang bertanya, ada yang nggak setuju, dan ada yang nggak menjawab juga  hehehe. Iqbal jadi yang paling bawel pengen nanya, dan pertanyaannya itu dari Rafi pas si Iqbal di tanya balik malah bingung sendiri dia hahaha. Sekolah hari ini berjalan dengan sangat menyenangkan hahaha.

“yah Api maafin aku ya “

“Maaf kenapa Lili?”

“hari ini kita nggak bisa ke taman “

“gapapa kok Li  kamu kan udah di tunggu di rumah, dan aku bukan tukang culik tau hehehe”

“aku rela kok kalo di culik sama kamu ”

dari kesimpulan percakapan di atas sekarang gue tau satu hal “Tukang culik nggak selamanya buruk” hehehe

Pulang sekolah semakin lama semakin menyenangkan! Gue pulang nggak cuma sama Lili, tapi sama Sahabat-sabahat gue juga… Belum ada satu tahun gue menjadi anak SMA, tapi gue udah merasakan indahnya masa-masa SMA hahaha Teman, Pacar, dan Sahabat apakah ada yang lebih baik dari ini?, sepertinya tidak. DBT duluan ke rumah gue karena gue mempunyai tugas untuk mengantar anak Jendral sampai rumah dengan selamat hehehe.

“Li aku pulang dulu ya  Assalamu’alaikum”

“iya hati-hati Ap…”

“Jangan bergerak kamu Bapi! ”

Aduh-aduh ada apa lagi ini! Gue mulai cemas! Nyawa gue terancam nih kayaknya

“Ampun Om… Saya menyerah Om”

gue cuma bisa dengar suara detak jantung gue sendiri… Gue angkat tangan sambil gugup ngomongnya

“Ngomong apa kamu Pi, kamu gak sibuk kan siang ini?”

Kayaknya gue terlalu lebay deh

“nggak sibuk Om, emang ada apa Om?”

“Turunin tangan kamu itu udah kayak kriminal aja, mau ikut bantu beresin tanaman Om gak?”

“ehehehe… Bisa Om bisa banget malah”

baru pertama kali gue merasa kayak orang bego, dan gue cuma bisa jawab sambil cengengesan hehehe

Siang ini nggak ke taman, tapi siang ini gue ngurus tanaman, dan tetap bersama Lili hehehe. Gue masih pemula dalam mengurus tanaman karena pohon rambutan sama pohon singkong nggak di tanam dalam pot makanya gue jadi bingung. Jujur aja gue merasa agak aneh sama situasi ini, gue di bimbing sama Bokapnya Lili yang menggunakan perlengkapan berkebun yang lengkap, tapi gaya bicaranya tetap seperti tentara. Ehhh! Ini mah bukan aneh, ini malah bikin gue heran

Gue di ajari banyak cara merawat tanaman sama Bokapnya Lili dari level 1 sampai level 3, tapi dalam semalam gue lupa semuanya  hehehe. Lili sama Nyokapnya sibuk bersih-bersih di bagian dalam rumah jadi khayalan gue buat merawat, dan menjaga tanaman bersama Lili gagal!. Semuanya berbanding terbalik! Kini gue berduaan sama Bokapnya Lili! Kemungkinan cerita ini untuk tamat lebih cepat meningkat sampai 79%!!, dan kalo gue sampai pecahin pot kemungkinan tamatnya meningkat lagi sampai 98,89% hiiii…

“Waktu berlalu begitu cepat pi… Sekarang sudah jam 3 sore saja”

“iya Om, untung hari ini nggak panas banget”

“iya nih! Nanti kamu kalo udah lulus jadi tukang kebun di sini aja”

Enak amat kalo ngomong -_-, nyawa gue terancam nih dari tadi

“saya sih mau Om asalkan bisa sama Lili terus ehehehe”

“Bayaran kamu ya itu bisa ngeliat anak Om setiap hari”

emangnya gue cukup makan cinta aja?…Jadi tukang kebun tapi nggak di gaji -_- Makan tuh cinte

Sore ini sejuk banget, nggak panas, nggak dingin, dan anginnya sepoi-sepoi enak banget buat tidur ini, tapi kalo gue tidur bisa bangun di dunia lain nih -_-. Badan gue yang imut-imut ini pada sakit semua, tapi gue malah makin PD udah kayak orang habis fitness  haha. Gue ngobrol-ngobrol aja sama Bokapnya Lili padahal dari tadi gue nungguin Lili, tapi nggak keluar dari dalam rumah  pengorbanan gue sia-sia ini mah

“Selamat sore semuanya”

ada suara cewek dari belakang… wahh! Jangan-jangan gue mau di wawancara nih

“Akhirnya yang di tunggu datang juga”

di tunggu? Ngomong apa ini si OM?

“Hai Api ”

“wiihhh wanginya”

pas gue balik badan ternyata itu Lili sama Nyokapnya, bawa tikar, dan sesuatu di dalam keranjang yang wangi

“itu apa tante? Kok wangi banget? Bikin saya jadi lapar aja ehehehe”

salah satu sifat dari bokap gue yang nurun ke gue “Masalah perut harus jujur”

“waktunya makan Pi ”

wiihhh Lili buka kotak pandora itu, dan ternyata benar insting gue itu isinya makanan bung!

Rasanya kayak piknik di taman, makannya di tikar gitu terus makanannya di simpan dalam keranjang, dan keranjang itu wangi banget padahal mah cuma makan di depan rumah. Ini spesial banget!, gue pertama kali makan dalam suasana kayak gini… Hmmm, ini adalah bayaran karena gue udah jadi “tukang kebun” hehehe. Sore ini lelah gue hilang!, dan semua berlalu dengan tenang


cerbung.net

Sletingnya Bapi, semuanya berawal dari Sleting

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2015 Native Language: Indonesia
cerita tentang Sleting, Sletingnya si BapiGara-gara Sleting si Bapi punya sahabat!Gara-gara Sleting si Bapi jadi artis di kelas!Gara-gara Sleting si Bapi jadi ketua kelas! , dan Gara-gara Sleting si Bapi punya pacar yang ... gitu deh

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset