Studio Horor episode 1

Chapter 1

Malam dan selamat malam jum’at.. kenalin nama gua Devan, gua mau share cerita yang udah lama melekat di buku catatan gua, dari pada di anggurin gua nyoba berbagi di forum yang penuh dengan orang2 hebat ini.. ngga perlu panjang lebar deh ya..

Malam ini hujan turun dengan derasnya, jam menunjukkan Pukul 20:30 WIB. Dimana setengah jam lagi adalah waktu untuk bandku latihan. Beruntung tadi gua berangkat lebih awal, jadi sebelum hujan turun gua sudah berada di studio. Sebuah pesan masuk ke hpku, ternyata pesan dari teman-teman bandku, mereka mengabari kalau mereka akan datang terlambat ke studio, karna hujan turun semakin deras malam ini.

Suasana studio entah mengapa malam ini benar-benar sepi, tidak seperti biasanya yang selalu ramai dengan band-band yang akan latihan. Mungkin karena cuaca yang tidak mendukung, jadi mereka memilih stay di rumahnya masing-masing. Sambil menunggu teman-temanku datang, gua memutuskan untuk masuk ke studio terlebih dahulu. Lumayan ada waktu setengah jam untuk memperlancar permainan drumku sebelum mereka datang, pikirku. Setelah studio selesai di persiapkan, perempuan manis yang menjaga studio mempersilahkanku masuk.

“Di studio 4 ya.. Studio yang lain tidak bisa..”

Ucap dia singkat dengan senyum yang sedikit aneh, wajahnya juga terlihat pucat malam ini, entahlah mungkin itu karena efek cuaca yang amat sangat dingin malam ini. Sebelum masuk aku berdiri di depan pintu studio nomer 4, entah kenapa ada perasaan ragu muncul dari diriku.

“Sejak kapan ada studio lagi di sini, bukanya sebelumnya hanya ada tiga studio, dan gua pikir juga dulu di balik pintu ini hanya gudang yang tidak pernah dibuka..” gumamku dalam hati

Sudahlah mungkin saja ini studio baru yang hari ini baru dibuka. Akupun masuk kedalam tanpa rasa curiga, lampu remang-remang dengan dingin ac yang menusuk ke tulang menemaniku di dalam studio. Laptop gua keluarkan dari tas dan di sambungkan ke sound system untuk memutar lagu-lagu yang bakal aku iringi dengan drum.

“Duugg… duugg…”

Sebuah suara bas drum mengagetkanku, saat mataku melihat kearah drum tidak ada seorang pun disana. Entah mengapa bulu kudukku tiba-tiba berdiri. Gua pun berusaha cuek, dan tetap fokus mengatur laptopku. Mungkin saja itu hanya tikus yang nyasar masuk ke dalam studio, jujur saja gua tidak percaya dengan hal-hal mistis seperti itu. Setelah semua siap gua duduk di balik drum dengan sepasang stik di tangan, lagu pertama pun mulai dengan di iringi drum yang kumainkan, kunikmati setiap ketukan dan hentakan yang terdengar indah di telinga.

“Daaaakkkk….” Suara yang keras sekali terdengar dari depanku dibarengi dengan matinya sound system dan laptopku, lampu pun meredup hingga keadaan menjadi gelap gulita, dinginnya ac yang tadi menyelimuti studio kini berubah menjadi panas dan lembab.

“Ayolah, gua tidak percaya dengan adanya kalian, gua disini hanya latihan.. Bukan mau minta nomer togel.. sudahi semua lelucon ini..” ucapku lantang

Tiba-tiba piano di depanku berbunyi dengan sendirinya. (Seperti di film2 horor, rasanya ingin ku mainkan drum dan mengiringi permainan piano makhluk astral itu)

“Faakk.. Permainan apa lagi ini..” gerutuku dalam hati

Keringat membasahi baju dan keningku, gua yang sadar ada yang tidak beres langsung beranjak dari balik drum dan merapihkan laptop kedalam tas. Tiba-tiba bau melati tercium di hidungku, bau yang amat sangat menyengat itu kini berubah menjadi bau anyir darah, hidungku benar-benar tidak kuat mencium baunya. Keberanianku yang dari tadi tidak tergoyahkan kali ini berubah drastis, gua berlari ke arah pintu. Saat tanganku mencoba membuka pintu entah kenapa pintu tiba-tiba susah untuk dibuka, gua coba menarik berulang kali pintu tetap saja tidak terbuka, perasaanku kini benar-benar tidak karuan. Piano di belakangku kini kembali berbunyi dengan sendirinya, drum juga berbunyi keras seakan ada orang yang memainkan. (Ternyata makhluk astral pintar duet juga, boleh juga nih kalo gua jadiin projekan)

“Gua tidak menggangku kalian wahai makhluk astral, enyahlah dari sini..” teriaku dengan mata mengarah ke seluruh bagian studio

Suara tawa dari pojokan terdengar jelas ditelingaku, seakan-akan itu jawaban darinya. Ini benar-benar tidak masuk akal, lampu studio berubah menjadi merah pekat, bau anyir kembali tercium kali ini sangat kuat menusuk hidungku. Tangan kananku yang gemetar masih berusaha membuka pintu yang belum terbuka juga.

“tolong…. tolong… tolong… ”

Suara meminta tolong terdengar serak dan lirih seperti orang kesakitan itu aku dengar dari balik drum, samar-samar gua melihat rambut terurai menutupi drum itu, perlahan darah menetes dan melumuri seluruh bagian drum. Tawa itu semakin keras terdengar dengan dibarengi munculnya sesosok wanita dengan wajah yang menyeramkan dari balik drum itu, jelas sekali wajah hancur dengan darah menetes terlihat di hadapanku, jelek sekali bentuknya, pantas saja kau keluarnya malam hari wahai mahkluk menggelikan.

Ingin rasanya gua berteriak keras tapi itu benar-benar sulit kulakukan, keringat sudah mebasahi sekujur tubuhku, sesosok wanita itu merangka menuju kearahku dengan tangan yang berkuku panjang penuh darah, mata merah yang melotot itu kini terjatuh ke lantai, bau busuk benar-benar membuatku perutku mual. Ini lebih busuk dari bau badan teman satu kostku.

“lepaskan.. tolong lepaskan.. tolong…” rintihnya sambil merangkak ke arahku

cerbung.net

Gua teringat dengan pesan kakekku dimana dulu dia mengajariku doa yang menurutnya bisa mengusir makhluk halus. Akupun membaca doa itu dengan terbata-bata berharap setan di hadapanku itu lenyap, berulang kali gua membacanya tapi tidak berpengaruh kepadanya juga, entah gua salah baca doa atau memang setannya punya ilmu kebal doa, sehingga hal itu tidak mempan baginya. Gua sekarang benar-benar percaya adanya makhluk halus yang super jelek dan menjijikan seperti dia. Kini gua hanya pasrah dengan apa yang bakal terjadi kepadaku.

“Duaaaaar…..”

Suara ledakan yang membuat jantungku hampir copot kembali terjadi, kali ini di iringi rintihan dari sesosok wanita menyeramkan itu, bau amis dan busuk kini perlahan menghilang di barengi dengan menghilangya wanita menyeramkan itu dari hadapanku, begitupun darah yang tadi melumuri drum kini telah menghilang semua. Lampu studio yang merah kini sudah mati seluruhnya, studio benar-benar gelap. Cahaya terang terlihat dari luar, pintu yang tadi tertutup kini sudah terbuka lebar secara tiba-tiba. Gua pun langsung berlari keluar dari studio ini.

“Bruuukkkk….”

Karna lari dengan penuh ketakutan tanpa melihat lorong yang gua lewati, gua menabarak seseorang.

“Kau kenapa lay? Baju basah dan badan penuh debu seperti ini?” tanya Eza teman satu bandku, yang tadi bertabrakan denganku

“Lu tau tentang studio nomer 4?” ucapku dengan nafas tidak beraturan

“Lu gila bertanya hal itu disini.. Jangan bilang kau sudah…??” tanya Eza dengan wajah ketakutan

“Ceritanya panjang, udah jangan di bahas disini..” potongku

“Oke oke gua maksud.. kita langsung ke studio 1, yang lain udah menunggu disana..” jawab Eza dengan wajah yang sedikit pucat

Kami berdua pun langsung menuju ke studio 1 dan yang membuatku heran adalah perempuan yang tadi menyuruhku masuk studio 4 bilang kalau studio yang lain tidak bisa di pakai, tapi kenyataanya bisa. Dan gua baru ingat semua penjaga studio ini adalah laki-laki, tidak ada yang perempuan. Oh tuhan betapa bodohnya diriku, tidak curiga dengan kejanggalan yang terjadi di awal tadi. Dasar mahkluk astral malam ini kau menang dengan membuatku membasahi celana.

***

Selesai latihan teman-temanku langsung pulang, kecuali Eza. Gua menceritakan kejadian yang tadi gua alami kepadanya, dan ternyata Eza juga pernah mengalami kejadian horor sepertiku tadi di tempat yg sama juga. Karna hal itulah kami berdua memutuskan untuk mencari tau ada apa sebenarnya di balik pintu studio nomer 4. Karna tadi saat kamu berdua melihat kesana, pintunya terkunci rapat dan tidak bisa di buka, rasanya mustahil jika tadi diriku masuk kesana. Suatu kejadian yang benar-benar tidak masuk di akal sehatku.

Setelah kami bertanya kepada salah satu pegawai studio ini, kami hanya mendapatkan jawaban yang mengecewakan.

“Kalian kesini tujuannya latihan bukan, jadi jangan pernah sekali-kali mendekati itu lagi (studio 4) apalagi ingin tahu lebih jauh, karna itu bukan urusan kalian…!!!”

Jawab pegawai itu setelah kami bertanya atas kejadian janggal yang kami alami. Akhirnya kami memilih mengurungkan niat itu dan mencoba melupakan atas apa yang sudah terjadi.

Eza sudah duluan keluar, sebelum meninggalkan studio, gua mengikuti kata hati dengan melihat kebelakang, samar-samar gua melihat sesosok wanita di lorong sedang menatap ke arahku, sambil mengulurkan tanganya seperti ingin meminta tolong, dan saat ingin kuperjelas dia sudah menghilang dari pandangku. Seribu pertanyaan pun kini muncul dari pikiranku..

“Haaaaa….” desahan lirih terdengar di kuping kiriku..


cerbung.net

Studio Horor

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
Apa yang terjadi jika niat awalmu untuk pergi berlatih ke suatu tempat berubah menjadi tempat untuk menguji nyalimu ? Mungkin itu hanya suara yang dibuat oleh hewan-hewan kecil....tapi bagaimana jika "mereka" membuat suara seperti manusia ?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset