The Magical episode 10

Chapter 10

“Layaknya sebuah bianglala, saat takdir membawamu diputaran terbawah yakinlah bahwa takdir juga yang akan membawamu ke ketinggian.”

“Semuanya kacau Jade,”Nayya memijit pelipisnya dengan sebelah tangannya yang bebas.

“Bukankah itu bagus. Itu tandanya mereka sangat menyayangimu Nay,”disebrang sana Jade mencoba berusaha menenangkan sahabatnya. Baginya kebahagiaan Nayya juga bagian dari bahagianya. Dia tidak suka melihat Nayya yang berubah menjadi wanita hiburan untuk Abigail.

“Tapi bukan seperti ini caranya. Aku bingung harus bagaimana menolak lamaran Ibrahim. Laki-laki itu ternyata memang mantap untuk menikahiku. Rencananya dua hari lagi dia akan datang bersama keluarganya untuk membicarakan tanggal pernikahan.”

Nayya menggigiti kukunya dan mondar-mandir di dalam kamarnya yang remang-remang hanya diterangi satu lampu tidur. Sore itu setelah Ibrahim menemukannya dipinggir pematang sawah dan mengunggkapkan satu fakta yang tidak pernah disangkanya, dia kembali ke rumah dengan linangan air mata dan mengamuk pada abah dan juga Helena.

Nayya memang mengetahui dari puluhan penumpang yang menjadi korban dalam tragedi kecelakaan itu hanya ada satu orang yang selamat. Bagi Nayya, Tuhan sungguh tidak adil hanya menyelamatkan satu dari sekian banyak manusia yang ada disana. Kalau Tuhan mau, semua yang ada dalam pesawat itu bisa diselamatkan termasuk keluargnya.

Satu manusia beruntung itu bernama Ibrahim Zayn, calon suaminya sendiri. Takdir macam apa ini sebenarnya, Nayya tanpa sadar tertawa miris sambil menggelengkan kepalanya.

“Kamu kenapa Nay ? Tertawa sendiri ?”

Nayya duduk dipinggir tempat tidurnya,”Aku hanya merasa sekarang segalanya menjadi sangat lucu. Aku akan menikah dengan laki-laki beruntung yang selamat dari maut itu. Apa nasib sangat ingin mempermainkanku,Jade ?”Nayya menahan mati-matian emosinya.

Jade menghembuskan nafasnya,”Tidak ada yang bilang bahwa nasib akan selalu bersikap baik. Semua orang merasakannya Nay contohnya aku. Kamu tahu bagaimana nasibku dulu saat kita pertama kali bertemu. Tapi lihat aku sekarang Nay, hidupku sudah lebih baik.”

Nayya hanya diam saja mendengarkan dengan air mata yang menetes deras.

“Seharusnya kamu juga begitu Nay. Hidup dengan baik dan mulai mengikhlaskan semuanya. Jangan terus terbelenggu dengan masa lalu apalagi meratapi takdir yang memang seharusnya terjadi. Kamu akan terus terpuruk.”

“Seandainya bisa semudah itu Jade. Kamu tidak tahu apa yang aku rasakan.”

“Justru itulah kenapa Ibrahim bersedia untuk menolongmu Nay.”

“Karena merasa kasihan denganku. Begitukan ?”

“Bukan. Tidakkah kamu berfikir Nay kenapa laki-laki itu menjadi mualaf dan seperti yang pernah kamu katakan-serorang laki-laki yang religius. Aku yakin semuanya karena tragedi itu. Dia merasakannya sendiri dan menjadi satu-satunya yang selamat bukan hanya sebuah keberuntungan tapi bisa saja disertai dengan kepedihan yang mendalam.”

“Kenapa kamu berfikir begitu ?”Nayya mengeryitkan dahi dan menghapus air matanya. Bingung dengan penjelasan Jade.

“Aku tidakyakin bahwa kamu akan mengerti Nay. Hatimu sudah tertutup rapat. Mungkin nanti kamu akan menyadari semuanya. Turuti saja kemauan abah dan Helena.”

AKu mendengus,”Tidak. Tidak akan semudah itu. Aku harus menghindar dari semua ini Jade.”

“Nay, jangan bertindak…..tuutt..tuttt.”

Nayya mematikan sambungan teleponnya secara sepihak kemudian melempar ponselnya ke atas tempat tidur mengabaikan deringannya yang dia tahu pasti dari Jade. Nayya mendekati lemari pakaiannya, menarik koper kecil yang ada di bawah baju-bajunya kemudian mengemasi apa yang diperlukannya.

Nayya mondar-mandir di dalam kamarnya mengambil apa yang sekiranya bisa dia bawa kemudian mengganti bajunya dengan sweater tebal, celana jeans dan rambut yang dia gelung keatas ditutup rapi oleh sebuah topi milik Helena.

setelah semuanya selesai, Nayya menghembuskan nafasnya sesaat dan memandnag nanar sekitarnya. Baginya dia terasa seperti dibelenggu dan nasib sedang mempermainkannya namun dia tidak akan semudah itu menyerah dan diam saja menerima semua yang tidak diinginkannya ini.

DIa hanya menikah sekali dan kalaupun dia menjadi janda seumur hidup, dia tidak akan peduli. laki-laki yang dicintainya hanya suaminya dan juga anaknya.

Nayya menganggukkan kepalanya kemudian menjinjing tas kecil itu dan meninggalkan ponselnya begitu saja diatas tempat tidur berjalan ke arah pintu lalu membukanya dan keluar tanpa bersuara.

Nayya ingin tahu apa yang akan dilakukan Tuhan dengan tindakannya kali ini. Apakah dia akan tetap kembali ke sini atau dia akan menjauh selama-lamanya tapi Nayya berusaha untuk memastikan bahwa menjauh adalah jalan keluar baginya.

—— The Magical ——

“Kamu serius Zay ?”Renaya menatap anak sulungnya dengan seulas senyum.

Ibrahim mendekati Maminya dan menggenggem tangannya,”Mam, Zayn tidak pernah seyakin ini. Zayn sudah mantap lahir dan batin untuk meminangnya. Zayn mohon Mami bersedia untuk menerimanya.”

Renaya merasakan air matanya mengalir dan tangannya terangakat untuk mengelus pipi anaknya dan juga rambutnya. Tiga tahun lalu dia nyaris kehilangan cahaya hidupnya, Abizair Zayn dalam kecelakaan naas itu. Hidupnya seketika hancur saat anak yang dibanggakannya karena berhasil menggapai cita-citanya menjadi seorang pilot mengalami kecelakaan saat sedang bertugas. Itu pukulan telak baginya.

Tapi beruntungnya , Tuhan masih mau mendengarkan doanya setiap malam ketika Abizair belum ditemukan. Setelah lima hari, anak laki-lakinya itu ditemukan dengan kondisi mengenaskan. Terombang-ambing dilautan luas berpegangan erat pada serpihan pesawat dan mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuhnya.

Renaya tidak bisa berhenti menangis karena merasa bersyukur Abizair kembali walaupun setelah dia sadar, Zayn membuatnya terkejut dengan keputusannya menjadi mualaf.

“Mam, Ab mau minta izin untuk memeluk islam.”

“Kenapa tiba-tiba sekali sayang ?” Renaya tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.

Abizair tersenyum lemah,”Ab hanya ingin mencari ketenangan dan obat untuk keresahan hati Ab selama ini Mam.”

“Kamu yakin sayang ?”

Abizair mengangguk,”Ab tidak akan menyiayiakan kesempatan kedua ini dengan menjadi Abizair yang dulu. Ab mantap memilih islam agar bisa berubah menjadi lebih baik. Tapi mam…?”

“Apa sayang ?”

Zayn menatap Renaya dengan senyuman sendu,”Jangan benci Abizair.”

Bagaimana dia bisa membenci anaknya yang dicintainya ini zetelah dia kembali lagi dari maut itu. Renaya tidak pernah mempermasalahkan hal itu karena dia tahu anaknya sudah dewasa dan bisa nengambil keputusan untuk masa depannya. Dia tidak akan pernah bisa membenci Abizair yang namanya telah berganti menjadi Ibrahim. Baginya yang terpenting anaknya hidup dan sehat.

Anaknya, Ibrahim, Allens dan Arians adalah cahayanya didalam kegelapan tentang segala hal yang membutakan perihal suaminya. Hanya karena mereka lah Renaya bertahan.

Renaya tersenyum,”Mami pasti akan menerimanya Nak asalkan kamu bahagia dan mami akan memastikan bahwa papimu juga begitu.”

Ibrahim tersenyum kemudian memeluk maminya penuh sayang. Selama ini hal membahagiakan yang dimilikinya adalah memiliki seorang ibu seperti ibunya. Penuh kasih, lemah lembut, penyabar dan akan melakukan segalanya untuk anaknya walaupun agama dan prinsip mereka sudah berbeda.

“Siapa dia ?”

Ibrahim tersenyum dan melepaskan pelukannya. Dia bersandar pada sofa ruang keluarga dan mulai menceritakan tentang Medina. Semuanya tanpa terkecuali karena dia tidak pernah bisa berbohong kepada maminya sendiri. Renaya terlihat meneteskan air mata mendengar semua ceritanya.

“Kasihan sekali wanita itu Zay tapi mami tidak suka kalau kamu masih menyalahkan dirimu sendiri tentang kejadian itu.”

“Zayn masih merasa seperti itu Mam.”

“Kamu tidak apa-apa menikah dengan pertimbangan seperti itu ?”

Zayn menggeleng,”Hanya ini yang ingin Zayn lakukan Mam. Mengembalikan segala hal indah yang dulu melekat di diri Medina.”

Renaya menganggukkan kepalanya tahu dengan pasti kalau keputusan Zayn tidak akan tergoyahkan sedikitpun. Yang bisa dilakukannya sekarang hanya merestui dan mendoakan bahwa pernikahan mereka nantinya akan berakhir dengan kebahagiaan yang sejati bukan pernikahan seperti yang dijalaninya beberapa tahun ini.

“Kapan kami akan bertemu dengannya ?”

Zayn menegakkan punggungnya,”Lusa kita akan ke Kediri untuk memebicarakan segala hal tentang pernikahan bersama abah Sulaiman.”

Renaya menganggukkan kepalanya dengan senyuman. Akhirnya dia akan memiliki seorang menantu walaupun dia juga khawatir seperti apa yang diceritakan Ibrahim. Setelah Zayn menikah dia akan menetap permanen di Vancouver bersama suaminya.

“Terimakasih banyak Mam.”

“Iya sayang.”

Ibrahim tidak bisa menyembunyikan senyum bahagianya ketika satu-satunya wanita yang dia hormati dan kasihi mendukung keputusannya. Ibrahim memeluk Renaya kemudian mencium kening Maminya penuh sayang.

Tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatan doa seorang ibu untuk anaknya karena surga berada di telapak kaki ibu.

Setelah itu Ibrahim menghabiskan waktu dengan bercerita banyak hal dengan Maminya. Kemudian satu panggilan masuk dari ponsel yang dia letakkan di atas meja dihadapannya berbunyi mengintrupsi obrolan mereka. Ibrahim mengambilnya dan mengerutkan kening ketika melihat nama Aisyah tertera disana. Perasaanya menjadi tidak enak. Tanpa pikir panjang , Ibrahim langsung menjawab panggilan itu.

“Assalamualaikum Aisyah.”

“Walaikumsallam. Mas Medina pergi dari rumah membawa barang-barangnya. Bantu kami mencarinya mas,”Aisyah terdengar panil disebrang sana.

Ibrahim sontak berdiri dari duduknya dan mencengkram erat ponsel di tangannya. Renaya melihatnya dengan ekspresi bingung.

“Oke Aisyah. Terimakasih informasinya. Assalamualaikum.”

“Walaikumsallam.”

Ibrahim terdiam sesaat mencoba mencerna informasi bahwa Medina perdi dari rumah. APa mungkin semua ini karena pernikahan itu. Ibrahim lalu berbalik ke arah Maminya dan mencium pipinya sekilas.

“Mam, Zayn pergi dulu ya.”

Renaya berdiri dan menganggukkan kepalanya dalam diam melihat Ibrahim melesat secepat kilat keluar rumah.

Semoganya semua baik-baik saja,batin Ibrahim.


cerbung.net

The Magical

Score 0.0
Status: Hiatus Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
Dua manusia berbeda yang tidak pernah bersilangan jalan berada dalam titik 0 hidupnya karena sebuah tragedi mengenaskan. Keduanya memilih menyikapinya dengan cara yang saling bertolak belakang. Hingga mereka disatukan dalam sebuah ikatan pernikahan yang tidak pernah disangka akan terjadi. Bagaimana mereka bisa bertahan satu sama lain bahkan setelah benang merah masa lalu menyeruak dan merusak segalanya ?

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset