The Red Dress episode 6

Chapter 6

Hari itu semua akuntan di kantor melakukan kerja lembur, banyak sekali laporan yang harus diselesaikan. Jonathan mengintip ke gedung sebelah, kamar Marissa masih gelap dan gordennya tertutup rapat. Mereka selesai pukul 10 malam, Smith mengajak mereka semua untuk minum-minum sebentar. Yang lain setuju sedangkan Jonathan langsung pamit pulang, dia mengendarai mobilnya keluar dari gedung kantor.

Saat melewati hotel, dia melihat wanita bergaun merah keluar dari pintu hotel. Mengira itu Marissa, Jonathan memberhentikan mobilnya dan parkir di pinggir jalan. Dia melihat dari spion tengah, Marissa terlihat sedang menunggu seseorang. Tidak lama seseorang itu datang membawa mobil mewah, keluar dari mobil orang itu adalah pria yang Marissa sebut dengan sebutan ‘papi’. Tidak ingin melewatkan hal ini begitu saja Jonathan mengikuti mereka dari belakang.

“Ternyata Marissa selama ini masih di hotel, kenapa kamarnya dibiarkan gelap begitu?” Jonathan dengan sabar mengikuti mereka dengan jarak yang lumayan jauh.

Sampailah mobil mewah itu memasuki perumahan elit, banyak sekali rumah-rumah mewah di sini. Mobil mewah itu masuk ke salah satu rumah, Jonathan melewati rumah yang berpagar otomatis tersebut. Lalu dia memutarbalikan mobil tuanya dan memparkirnya di seberang rumah itu. Dia memotret rumah itu sebagai bahan untuk diberikan kepada Jerry temannya yang seorang detektif. Sudah hampir satu jam tidak ada pergerakan dari rumah itu. Karena malam semakin larut Jonathan memutuskan untuk pulang.

Akhir pekan yang dia tunggu tiba, pagi sekali Jerry datang kerumahnya. Mereka berdua langsung menuju rumah orang-orang yang dinyatakan hilang.

“Ada pergerakan dari Marissa?”

“Sudah seminggu terakhir kamar hotelnya selalu gelap, dia juga tidak terlihat lagi saat jam makan siang. Hanya saja waktu itu aku melihatnya jalan bersama seorang pria, mereka pergi ke perumahan elit.”

“Pria lain lagi?” sambil fokus menyetir kendaraannya.

“Pria ini sudah tua, Marissa juga memanggilnya dengan sebutan ‘papi’,” Jerry menganggukan kepalanya.

Mereka sampai ke rumah orang pertama, yaitu seorang pria besar berkulit gelap. Ibunya yang sudah tua membukakan pintu untuk mereka. Jerry tidak membuang-buang waktu dan langsung menanyakan tentang kehidupan pria ini. Bagaimana pekerjaannya, rekan sesame model, dan lainnya. Ibu ini menceritakan bahwa anaknya tidak mempunyai masalah terhadap siapa pun, sehari sebelum hilang anaknya berpesan bahwa dia akan pulang membawa makanan kesukaan ibunya. Tidak ada petunjuk apapun dari keluarga orang pertama ini, mereka melanjutkan perjalanan lagi.

Sudah hampir semua rumah orang-orang yang dinyatakan hilang ini mereka datangi, sama sekali tidak ada petunjuk. Keluarga mereka bahkan tidak mengerti bagaimana salah satu anggota keluarganya menghilang, mereka sudah mencoba menghubunginya tapi tidak tersambung. Ketika ditanyai tentang kedekatan dengan Marissa mereka semua tidak mengetahuinya.

Tinggal satu orang yang belum mereka datangi, yaitu seorang bos pakaian dalam wanita. Mereka mengikuti alamat yang ada diberkas itu, alamat itu membawa mereka ke sebuah perumahan elit. Jonathan merasa tidak asing dengan perumahan ini.

“Nampaknya perumahan ini tidak asing,” ucapnya.

“Apa ini perumahan yang kamu bilang tadi?”

“Mungkin, aku akan coba mengingatnya lagi.”

Rumah di depan mereka tidak terlalu besar namun halamannya sangat luas, Jerry sampai harus berbicara di speaker yang tertanam dekat pagar untuk minta dibukakan pagarnya. Cctv terpasang di kedua sudut dekat pagar. Ketika orang rumah tahu Jerry seorang detektif dengan menunjukan lencananya, pagar terbuka dan mereka berdua masuk. Yang menyapa mereka pertama kali adalah seorang kepala pelayan rumah ini, Jerry mengatakan bahwa dia ingin menyelidiki kasus orang yang memiliki rumah ini. Kepala pelayan itu mempersilahkan mereka masuk. Tidak lama seorang perempuan muda mendatangi mereka berdua.

“Oh tuhan, akhirnya! Ada seorang detektif yang datang ke rumah ini, bayangkan saja saya sudah melaporkan kasus ini tetapi tidak ada seorang detektif yang datang untuk menyelesaikannya!” perempuan muda ini sangat emosional, rambutnya pirang diikat kebelakang.

“Perkenalkan saya Jerry Hart dan ini rekan saya Jonathan Richer,” melihat berkas tentang pria tua pemilik rumah ini. “langsung saja bisa anda ceritakan bagaimana kehidupan tuan…tuan Michael Gloris? Apa ada sesuatu hal yang mencurigakan sebelum beliau dinyatakan hilang, dan maaf anda siapanya?”

“Saya Heather Gloris, putri satu-satunya yang dimiliki oleh Michael Gloris. Kehidupan ayah biasa saja, bolak-balik kantor. Memang ayah sering kali melihat-melihat pemotretan model untuk pakaian dalam perusahannya. Hal yang mencurigakan? Hmm…,” memikirkan sesuatu.

Jonathan membantunya, “Mungkin kedekatan spesial dengan salah satu model?”

“Hm, ayah tipe setia. Meskipun ibu sudah meninggal dia memilih tidak untuk menikah lagi, dekat dengan model-model hanya sebatas rekan kerja saja. Tunggu…, saya mengingatnya,” berhasil mengingat apa yang dipikirkannya. “beberapa hari yang lalu ayah sangat dekat dengan seorang model, kalau tidak salah model ini kenalan dari tuan Rico. Ayah bilang model satu ini sangat berbeda, dia yakin jika pakaian dalam SD akan langsung naik jika dipakai model ini.”

Jonathan kemudian memberikan ciri-ciri dari Marissa, dia berharap ciri-cirinya sama dengan model yang akhir-akhir ini dekat dengan ayahnya Heather. Namun dia menganggap semua model memiliki ciri yang sama. Mungkin semua model menurut Heather memiliki ciri yang sama tetapi ciri khusus ini mungkin hanya dimiliki oleh Marissa.

“Apa dia menggunakan gaun merah setiap kali bertemu dengan ayahmu?” kata Jonathan.

“Gaun merah?..ya! benar! Ayah sampai antusias untuk melobinya, padahal model lain banyak yang lebih seksi darinya. Apa jangan-jangan wanita ini pelakunya? Karena setahuku ayah tidak memiliki musuh, bahkan saingan bisnisnya juga dijadikan rekan dalam berbisnis,” mengucapkan dengan menggebu-gebu.

“Tidak…sejujurnya kami belum bisa memastikan siapa pelakunya, kami di sini hanya meminta keterangan. Siapa tahu keterangan yang kami dapat bisa mengarahkan kami tuk menemukan petunjuk siapa pelakunya,” ucap Jerry.

Sebelum mereka pergi, detektif Jerry meminta alamat dari tuan Rico. Heater memberikannya, ternyata alamatnya masih berada dalam satu komplek perumahan ini. Heater sangat berharap mereka bisa menyelesaikan kasus ini secepatnya dan jika bisa menemukan keberadaan ayahnya. Jerry mengendarai mobilnya pelan karena paling tidak hanya berjarak empat blok kata Heater. Dia menghentikan mobilnya di pinggir suatu rumah. Rumah ini tidak besar namun halamannya sangat luas.

“Rumah ini! Ini rumah yang aku liat malam itu, mereka berdua masuk ke dalam rumah ini,” sahut Jonathan.

“Kamu ingin masuk?”

“Tidak…tuan Rico alias papi sudah melihat wajahku, jika aku masuk ke dalam mungkin dia akan menutupi semuanya.”

Menyuruh Jonathan membuka laci dashboard dan mengambil isi didalamnya, Jerry meminta Jonathan untuk memakainya. Yaitu berupa kumis palsu dan wig berwarna putih.

“Untuk penyamaran, pakailah,” mereka berdua keluar dari mobil dan bersiap menuju rumah tuan Rico.


cerbung.net

The Red Dress

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
The Red Dress adalah serial bertemakan horror yang merupakan lanjutan dari serial Sisters List.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset