Together, Always episode 1

Chapter 1

*****

“Aku menyukaimu!”

Aah..aah Mengapa?

Mengapa dunia ini begitu kejam?

Walaupun aku sudah menyerah.

Meskipun semua air mataku ini sudah mengering

Walaupun aku berusaha melupakannya.

Pikiranku terasa kosong, tidak tahu apa yang harus kukatakan.

Disaat momen mendadak itu, apa yang keluar dari mulutku ialah..

“..Eh, iya, ano…aku sudah berpacaran dengan orang lain, maafkan aku”

Penolakan.

…..

 

…..

Pertama kalinya aku melihatmu adalah saat upacara pembukaan di SMP kami.

Aku jatuh cinta pada pandangan pertama, saat melihatmu yang berada di tengah tarian daun bunga sakura yang jatuh.

‘Aku harus berteman dengannya!’

Dipenuhi dengan semangat, aku bergegas ke dalam kelas, hanya untuk mengejutkanmu.

Tanpa aku ketahui, kau yang duduk dibelakangku, tersenyum akan tingkah kekanakanku.

Dengan satu perkataan, lugas dan ceroboh, ‘Mari kita berteman’.

Serius,..hanya seberapa jauh kau memikatku sampai kau merasa puas?

 

Aku ingin selalu bersamamu. Selalu.

Tapi, aku tidak ingin menghancurkan hubungan diantara kita.

Pada akhirnya, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.

Dalam sekejap mata, masa SMP sudah berakhir.

Ketika aku memperhatikannya, kita sudah menjadi siswa SMA.

 

Aah, aah, aku hanya seperti boneka.

Sebuah boneka yang dikendalikan oleh pengendali yang tidak terampil.

Aku ingin memilikimu untuk diriku sendiri.

Namun, aku tidak ingin dibenci olehmu.

Dengan niat yang saling bertentangan, aku tidak pernah membuat kemajuan.

Demi bisa terus melihatmu, kau yang memiliki nilai bagus, aku entah bagaimana mengelola untuk memasuki SMA yang sama denganmu.

Bagaimanapun, karena Tuhan sedikit jail dan tidak seperti sekolah menengah, kami berbeda kelas.

Aku ingin melihatmu sebanyak mungkin yang kubisa, jadi jika kau sedang senggang, tolong biarkan aku melihatmu, yah?

Supaya memiliki alasan untuk kamu mengajariku dalam belajar, aku berpura-pura belajar dengan rajin.
Dan terus melanjutkan pertemanan ini.

 

Itu benar, ‘Sahabat’, lebih dekat daripada yang lain.

 

Tidak kurang dan tidak lebih.

Aku hanyalah temanmu.

“Mari selalu bersama!”

Bahkan setelah kita berdua membuat janji ini, mataku selalu terus memandangmu

Mengkhawatirkan jika kamu akan direbut oleh seseorang yang lebih baik.

Aku tidak ingin itu terjadi. tetapi, aku tidak punya keberanian untuk menembakmu.

Akan tetapi, suatu saat nanti …

 

Di saat suasana hatiku seperti itu, dia dengan lembut mengatakan.

“Aku selalu memperhatikanmu”

Katanya dengan wajah serius .

“Aku sebenarnya menyukaimu”

Garis perkataan yang selalu ingin kukatakan, sekarang malah ditujukkan kepadaku.

 

Aah, tuhan.

Apa maksudnya ini?

Aku mempunyai seseorang yang aku suka, seseorang yang sangat kusukai, seseorang yang tidak bisa kulupakan.

Aku harus menolak pengakuan yang tidak bisa aku balas, iya kan?

“Kau mempunyai seseorang yang tidak bisa dilupakan, kan?”

Walaupun perkataan yang keluar itu terdengar dengan keinginan besar, hampir seperti mengejek diri sendiri…

“Ini tidak apa-apa meskipun yang kubisa hanya melihatmu”

Tanpa kuketahui, air mata mulai mengalir turun dari pipiku.

 

Meskipun demikian, aku tidak berpacaran dengan dia karena itu.

Mari kita mulai dari ‘teman’

Sebuah perkataan yang nyaman seperti itu.

Dengan rasa sakit, aku menghabiskan waktu dengannya seolah olah mencoba melupakan semuanya.

Walaupun begitu, dia tidak pernah sekalipun mengeluh terhadap hubungan nyaman yang bernama “pertemanan” ini.

Sekitar waktu ketika aku mendapatkan rekomendasi untuk sebuah universitas, kami berada di tahap berpegangan tangan, dan pergi untuk “kencan palsu” dengan baik.

Bagaimanapun, hatiku masih merasakan sedikit sakit.

Setelah lulus, aku menembak dia!
(Tl note: menembak disini maksudnya ngajak pacaran gan)

Well, nampaknya aku sedikit antusias.

Dan kemudian, musim pun berubah.

Bunga sakura mulai bermekaran.

 

Setelah menembak dia, aku naik ke atap untuk menemui sahabatku.

Meski sudah memisahkan diri setelah penembakan, itu adalah sukses besar.

Bahkan saat aku tanpa sadar menebarkan senyum, aku masih merasakan sedikit kesedihan.

Menatap dari jendela, cuacanya tampak cerah dan tidak ada awan yang menggantung di atas.

Aku berada di bawah pohon sakura, dengan telepon genggamku, saat aku menerima pesan darimu.

 

Aku membuka pintu ke atap.

Saat pintu terbuka, Kau mulai berbicara.

“Yaa, aku benci terkena semak-semak jadi aku akan sampai ke sana.”

Kau yang duduk di pagar atap, dengan wajah serius yang belum pernah kulihat sebelumnya.

 

Dan kita sekarang kembali ke awal cerita.

 

“Aku menyukaimu!”

“… iya, iya, ano … aku sudah berpacaran dengan orang lain, maafkan aku.”

Meski aku menolakmu secara mendadak.

Ini telah mengejutkanku dalam hidupku.

Karena, aku baru saja menolak penembakanmu.

Aku tidak mengerti, aku tidak bisa memahaminya.

Satu-satunya pikiranku ialah, sejak kapan aku begitu jatuh cinta padanya?

 

Setelah mendengarnya, tanggapan darimu adalah “Aku tahu.”

Kau membuat tampilan seolah-olah itu wajar bagimu untuk ditolak.

Bahkan saat Kau tampak hampir menangis, Kau memaksakan diri untuk tersenyum.

Dengan atap ini, matahari terbenam dan burung-burung terbang dari kejauhan di belakang, Kau terlihat begitu cantik.

 

“Tetapi….tetapi… hanya Kaulah yang paling kucintai. Aku selalu melihatmu. Sampai jumpa, selamat tinggal. ”

 

Kau perlahan bersandar ke belakang di pagar.

Jika ini terus berlanjut, jalan dibawah akan menjadi senjata tanpa ampun yang mengirimmu ke neraka.

Secara tidak sadar aku bergerak.

Dengan senyuman terindah yang pernah kulihat di wajahmu sejauh ini, kau akan lenyap dengan matahari terbenam.

Tanpa berpikir, aku meraih tanganku untuk meraihmu dengan segenap kekuatanku.

Pada saat ini, waktu seakan berhenti dan dunia berubah menjadi monokrom.

 

“Kurasa itu tidak bisa ditolong.”

 

Kau yang sedang menghadapi langit

Akhirnya aku sampai di sampingmu.

Setelah terburu-buru mengeluarkan dorongan, semua yang bisa kita lakukan sekarang adalah jatuh bersama.

Senyum indah yang Kau miliki sebelumnya sekarang digantikan oleh tampilan syok seolah mengatakan “Mengapa?”

 

Apa, mengapa kamu begitu kaget?

Bahkan saat kita jatuh, kita akan bersama sebagai satu.

Meskipun aku tidak menyatakannya, aku yakin kau pasti mengerti.

[Selalu bersama]

Saat kami turun menuju Bumi, aku membalas senyumanmu.

Tentunya, ini akan menyakitkan seperti neraka.

 

Tapi, ini adalah hukumanku karena menyukai keduanya dan membiarkan semuanya menjadi seperti ini.

Sialan

 

–Xx[ END ]xX–


cerbung.net

Together, Always

Zutto Issho ni
Score 7
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2010 Native Language: Japanese
Always TogetherTl note  : Tidak ada nama karakter di cerita ini, hanya ada 3 karakter yang menyebut aku, kau dan dia. Aku = MC laki-laki  Dia  = dia disini untuk perempuan. Tambahan : Dari sumber English atau raw tidak ada ilustrasinya, tapi translator sendiri ngasih ilustrasi, sumber ilustrasi dari pixiv.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset