Untukmu Kupertaruhkan Hidupku episide 18

my granddaughter

Armando mengajak jalan-jalan istri dan anaknya ke Semarang, akan memperkenalkan buyutnya  Kimberly, Roy ikut  sekalian singgah di kantor cabang Semarang.

Antonie, Hasan Torres Hurek serta Nurozi kerja keras karena tak ada pengontrol dari keempat big boss , Antonie yang diberi tanggung jawab baik luar maupun dalam negeri harus menunjukkan kemampuannya .

Antonie mengecek keberadaan laptop Saskia dan ternyata masih online, Saskia yang melihat indikator di lini Bandung Permai menyala segera memberikan respon ternyata yang menyalakan Kimberly dan menyalakan kamera . Antonie takut ketahuan tantenya tapi Kimberly malah senang dan menyanyi yang tak dimengerti makna dan nadanya.

Antonie      : “Kimly matikan laptopnya sayang….nanti kalau mami bangun..”. Kimberly malah membangunkan Saskia , dia( Saskia ) heran siapa yang menghidupkan laptop ini…? dan terlihat Antonie sedang online dan terlihat Nurozi masih berkomunikasi dengan seseorang.

Saskia        : “Maaf Antonie, ini tadi yang nyalakan siapa….?”

Antonie     : “Antonie gak ngerti…saya kira tante yang nyalain dan memberi sinyal kamera dan memberikan kiriman video balik, terlihat Kimberly menyanyi gak karuan lalu membangunkan Saskia dan Antonie dengan lirihnya menyuruh Kimberly mematikan laptopnya. Spontan Saskia tertawa dan membangunkan Armando dan Saskia menjelaskan.

Armando  : “Baik Antonie saya off kan dulu, maaf ya Kimberly mengganggu kerja kamu ..” laptop langsung di matikan.  Saskia sekarang lebih hati-hati pada Kimberly ternyata Ia amat kritis dengan apa yang dilihatnya dan serba ingin tahu. Berawal dari memegang mouse dan meng klik karena ingin tahu apa yang Saskia lakukan Kimberly minta petunjuk padahal baru 8 bulan usianya tapi sudah mengambil kursi kecilnya dan ikut mendampingi Saskia bila bekerja. Karena gemes pada Kimberly Saskia memeluk dan menciumnya.

Saskia        : “Anak mami gak bobok-bobok….mami ngantuk sekali…ayolah sayang….pejamkan matamu….” . Kimberly malah semakin melebar matanya. Saskia melihat Armando tidur nyenyak sekali , diletakkannya Kimberly dalam pelukannya eeehhh….malah Kumberly mencium papinya . Merasa ada Kimberly di lengannya Armando memeluknya , anehnya Kimberly malah mengantuk dan tidur dalam pelukan Armando. Saskiapun melanjutkan tidurnya.

Liely melihat mang Nawang memanasi mobil dan  membersihkan , lalu Liely menuju ruang makan ada susu putih hangat dua gelas dan teh hangat dua gelas , Liely melihat Fatimah sedang membuat roti bakar baunya harum.

Liely          :”Met pagi Fatimah …kok kamu sendiri…mbok Minah mana…?:.

Fatimah    : “Pagi juga mami Liely , maaf ibu sedang ke Sekolahan ambil raport keponakan”.

Liely           : “Berangkat jam berapa nanti kamu Fat…?”

Fatimah    : “Fatimah pingin di mess dulu mau berkenalan dengan dedek Kimberly yang lucu dan menggemaskan…”.  Liely yang menunggu cucunya mau diajak muter Semarang sudah rapi eeehhh…malah ada penggemar baru, Liely tersenyum pada Fatimah karena sama-sama menunggu Kimberly. Jam 07.00 tepat Kimberly keluar kamar dan menepuk-nepuk kamar Liely

Kimberly   : ” Maa…maaa….maaa….” Kemberly yang sudah cantik  mencari-cari omanya, Liely yang mendengar suara Kimberly langsung mengangkat dan memeluknya.

Liely           : “Kimberly sayang…mami mana….?, udah cantik ya….harum lagi….so sweet..so beauty….clever…and smart…my granddaughter..” Lily menciumi cucunya dan memperkenalkan pada Fatimah yang sejak tadi menunggu Kimberly.

Fatimah     : “Hallo Kimberly…..”.

Kimberly    : “Hi….Hallo….”. Kimberly meringis dan minta turun karena sepatunya lepas, Fatimah membantu memasangnya. Fatimah ingin mencium tapi takut lalu mengambil hapenya dan berfoto selfi dengan Kimberly. Liely minta tolong Fatimah menjaganya sebentar karena mau membuat bubur dan susu untuk Kimberly. Fatimah menggendongnya dan berselfi berulang-ulang ketika hidungnya mencium aroma bubur susu Kimberly minta mendekat dan meminta Liely menyuapi.

Kimberly    : “Maem….maem….maem…”.

Liely            : “Sebentar lagi sayang…ini belum matang…ya…”. Rupanya  Kimberly lapar dan ngotot minta sarapan, Liely memberikan susu dan memberikan pada Kimberly.

Kimberly    : “Emoh…emoh….emoh..”. sambil kakinya di menjingkat-jingkat lalu menangis.

Liely            : “Iyaaa…ini sudah jadi…..sini..sini…”. Saskia mendengar Kimberly menangis langsung keluar kamar disusul Armando. Rupanya minta sarapan pagi maka semua pada sarapan pagi . Armando mengambilkan kursi makannya Kimberly dan memasangnya di ruang makan, tahu kursinya sudah terpasang Kimberly minta duduk di kursinya dan tak mau di gendong. Kebiasaan selalu makan bersama dan menempati kursi masing-masing dan Liely yang disamping Kimberly lalu membantu mengambilkan tisue atau air putih.

Saskia         : “Kita jam 10.00 ke ke kakek Armando dan sorenya ke ibu Dewi dan jam 20.00 sudah balik ke Tampomas II…bagaimana mi ..?”

Liely            : “Okey….gak papa , tapi semua sudah dihubungi belum Sas..?”.

Saskia         : “Sudah mi…nanti susu dan bubur nya Kimberly biar Saskia urusin “.  Saskia pamit pada Fatimah kalau pulang malam dan makan malam di luar”. Fatimah memegang tangan Kimberly dan minta dicium karena pipi Kimberly  di dekatkan ke Fatimah. Langsung Fatimah mencium Kimberly dan memberikan salam perpisahannya pada Fatimah.

Fatimah      : “Da ..da …dedek Kimberly sampai nanti malam ya…..byeee…byeee….”. Kimberly memberikan sun jauhnya….Fatimah merasa bahagia sekali karena bisa berselfi dicium Kimberly dan Fatimah membalas menciumnya.

Armando           : “Halo mang Nawang….piye kabarmu..sudah pinter bahasa Jawa belum..?” Mang Nawang nyengenges

Mang Nawang  : ” Aih…aih…aden ini tentulah bisa lama-lama, ini mau kemana aden…?”

Armando            : “Ke kakek Armando…ayuk jalan….”

Mang Nawang   : “Siap….Aden…”.

Kakek Armando keluar masuk rumah menanti cicitnya yang mau berkunjung ke rumahnya .

Mak Yan             : “Sudah duduk saja kek….nanti kan sampai “.

Kakek Armando  : “Aku amat rindu sama cucu mendiang Almarhum Alvian, bayinya sudah lihat fotonya cuma sekarang seperti apa dia…”

Armando,jr           : “Assalamualaikum kakek buyut…….” Armando membopong Kimberly. Kakek Armando memandang buyutnya….bahagia…haru…Kumberly mengangkat mainan rebananya yang mengagetkan lamunannya.

Kakek Armando   : “Liely mana dia Liely……waalaikumusalam …” Mak Yan memeluk Liely, Saskia dan Armando, lalu menggendong Kimberly dan meletakkan dikamar mungkin Kimberly capek

Kakek Armando memeluk Armando,jr lalu Liely dan menangis karena tak bersama omma Kim Song Tan dan kakek mengucapkan bela sungkawanya sekali lagi.

Armando,jr           : “Iya kek kami menyadarinya dan kami meminta maaf jarang berkunjung kesini dan baru sekarang kami kesini bersama Kimberly”.

Mak Yan membopong Kimberly menunjukkan pada kakek Armando, Kimberly minta turun dan memegang kakek Armando. Kimberly mulai jalan setapak-setapak, Kakek senang sekali karena wajahnya mirip Liely dan Armando. Mak Yan memanggil May Chen dan membawa beberapa emas untuk Kimberly juga memperkenalkan May Chen pada Saskia, Liely dan Armando.

Mak Yan               : “Ini cucu Mak Yan yang sekarang mengawasi Toko emas Liely karena kakek Armando sudah gak bisa lama-lama jalan dan menggunakan kursi roda yang dipakainya dari hasil toko emas Liely, lalu May Chen memperkenalkan diri sambil memberikan anting, gelang tangan dan gelang kaki serta kalung semua untuk anak-anak dan model terbaru”.

Anak cucu Mak Yan amat perhatian sama kakek Armando , anak sulung Mak Yan , Ko shin sekarang sudah bekerja mengerjakan usaha cat dan bengkel sendiri dibantu anak-anaknya yang memodali kakek Armando dan anak ke duanya  Lani buka jahitan  dan memiliki karyawan, May Chen anak dari Lani yang  mengurusi  emas karena jujur. Terakhir Yunita disekolahkan kakek Armando ke salon sehingga bisa buka salon sendiri sekarang.

“Dan keuntungan kamu ada di almari di kamar kakek Armando emas-emas Kimberly hasil keuntungan toko emas, sebaiknya kamu bawa sekalian uang-uang kamu kasihan kakek biar tenang”

Sebenarnya Armando datang kesini untuk silaturahmi, Liely meminta telepon May Chen dan Saskia akan melihat – lihat toko emas yang sekarang sudah di cat baru seperti rumah kakek Armando.  May Chen senang sekali mengenal Ibu Saskia yang amat bijaksana. May Chen membawa tas besar bertuliskan *Toko Emas Liely* untuk membawa uang milik Liely dan Armando. Koleksi toko emas Liely bagus-bagus dan modelnya baru-baru. Anak-anak Mak Yan menyiapkan makan siang karena Mak Yan hanya menjaga kakek Armando.

Ko Shin, Lani dan Yunita memperkenalkan diri pada Liely, Armando dan Saskia dan mereka mengucapkan terima kasih atas segala kemurahannya keluarga Liely Song Tan.

Liely dan Armando,jr memasukkan uang di dalam tas ditunggui kakek Armando. Ada sepuluh tas dan pajak lunas.

Liely bertanya pada kakek Armando apakah ada permintaan lain ? dan kakek Armando tak menginginkan apa-apa. Lalu Liely memberikan satu tas uang untuk Mak Yan dan kakek Armando dan untuk karyawan satu tas yang diterima May Chen dan menyisihkan satu tas untuk yang membutuhkan. Armando segera pamitan dan menuju Bu Dewi di Taman Belimbing. Ternyata Kimberly mengantuk akhirnya pak Adam sekeluarga yang mengunjungi ke Tampomas II.


cerbung.net

Untukmu Kupertaruhkan Hidupku

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Saskia menghapus air mata dengan saputangan merahnya yang penuh luka...ya..luka hati mendalam dalam hidupnya. Armand sudah tak menggubris lagi dengan apa yang telah Ia janjikan. Cinta Armand pada Saskia sepertinya sudah luntur, padahal mereka satu kantor hanya beda bagiannya. Semua sudah tahu kalau pasangan Armando dan Saskia Prihatini adalah pasangan serasi dan sudah menjalin cinta selama tiga tahun. Mereka bekerja di CV Titipan Kilat Bandung Permai milik pak Roy. Armando bekerja sudah hampir tujuh tahun di bagian distribusi  sedangkan  Saskia baru empat tahun di bagian penerimaan barang ....Mengapa Tega sekali Nia karyawan yang baru tiga bulan melakukan semua ini didepan mata Saskia bermesraan dengan Armando sedangkan Armando tanpa perasaan memperlakukan Saskia seperti itu tanpa kata putus dan membuat Saskia harus menentukan sikap. Saat mereka berdua sedang bermesraan di samping kantin Saskia mendekati Armando sambil bertolak pinggang," Armando..! kapan engkau memutuskan aku...?!  dengan sengaja kau bercinta dengan Nia...otakmu kau taruh dimana ..? aku sudah bosan melihat tingkah polah kalian berdua , kalau kamu tak memutuskan aku maka aku yang akan memutuskan kamu...!! "  ucap Saskia dengan tegas.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset