Untukmu Kupertaruhkan Hidupku episode 1

Menunggu

Saskia menghapus air mata dengan saputangan merahnya yang penuh luka…ya..luka hati mendalam dalam hidupnya. Armand sudah tak menggubris lagi dengan apa yang telah Ia janjikan. Cinta Armand pada Saskia sepertinya sudah luntur, padahal mereka satu kantor hanya beda bagiannya. Semua sudah tahu kalau pasangan Armando dan Saskia Prihatini adalah pasangan serasi dan sudah menjalin cinta selama tiga tahun. Mereka bekerja di CV Titipan Kilat Bandung Permai milik pak Roy. Armando bekerja sudah hampir tujuh tahun di bagian distribusi  sedangkan  Saskia baru empat tahun di bagian penerimaan barang ….Mengapa Tega sekali Nia karyawan yang baru tiga bulan melakukan semua ini didepan mata Saskia bermesraan dengan Armando sedangkan Armando tanpa perasaan memperlakukan Saskia seperti itu tanpa kata putus dan membuat Saskia harus menentukan sikap. Saat mereka berdua sedang bermesraan di samping kantin Saskia mendekati Armando sambil bertolak pinggang,

” Armando..! kapan engkau memutuskan aku…?!  dengan sengaja kau bercinta dengan Nia…otakmu kau taruh dimana ..? aku sudah bosan melihat tingkah polah kalian berdua , kalau kamu tak memutuskan aku maka aku yang akan memutuskan kamu…!! ”  ucap Saskia dengan tegas.

” Saskia tunggu…! mengapa kamu berkata seperti itu..?! ”

” Mengapa kamu marah…? memangnya aku ngomong apa sama kamu..?! ”

” Kamu akan memutuskan aku Sas…? tega sekali kamu…?!”

” Tega….? terus apa yang kamu lakukan sama Nia..? apakah itu tidak menyakitkan aku…? Dan Nia …kamu dengar sendiri Armando keberatan kuputus cintanya, terus kamu apa tetap menyelingkuhi Armando..? bukankah kamu tahu dia tak mau aku putusin..terus apa yang akan kamu lakukan  Nia…?! ”

Nia tenang saja menjawab dengan entengnya ” Santai saja kali..bukankah itu hal biasa dalam bercinta..ya aku nikmati saja kan kita sama-sama mau menjalaninya selagi gak ada yang mengusik…!!”

” Gila ..kalian berdua memang gilaa….Armando…mulai hari ini, jam  ini, detik ini kita putus tak ada lagi urusan aku sama kamu…titik.” Saskia semakin berang mendengar jawaban Nia yang sama -sama di bagian penerimaan barang. Jam istirahat selesai Nia melotot ke arah Saskia. Saskia yang merasa dipelototi cuek saja…ternyata Armando keder di putusin sama Saskia. Dan Nia merasa gemas dengan sikap Armando yang plin plan, Nia kena batunya merasa jadi pecundang, Ia mengira Armando akan membela Nia tapi malahan sebaliknya, Armando mengemis cintanya Saskia dan memohon -mohon jangan diputusin yang lebih menyakitkan hati Nia Armando mengatakan kalau Saskia seperti mencuekin dirinya sehingga Armando menggoda Nia siapa tahu Saskia cemburu yang lucunya Nia malah mengambil kesempatan untuk lebih dekat dengan Armando, sehingga lama-lama Saskia terbakar hatinya.

Tak mau dilecehkan dengan sikap Saskia , Nia sambil ngrumpi sama pasangan kerjanya mencoba melecehkan Saskia, untung Saskia sudah tenang hatinya sehingga tak menghiraukan semua itu ,  yang ada Nia semakin kesal hatinya. Pulang kerja Armando menunggui Saskia dan memohon maaf atas sikapnya yang salah pada Saskia, akhirnya Saskia luluh juga dan memaafkannya, Armando ingin mengantar Saskia pulang tapi karena Saskia membawa motor sendiri sehingga menolak keinginan Armando. Melihat Armando sendirian Nia keluar dan mendekati Armando. Tapi Armando meminta maaf pada Nia untuk sikapnya kemarin -kemarin, dan Armando tidak bisa mengantarnya pulang gak enak kalau ada yang lihat dan lapor sama Saskia.

” Dah Nia, selamat malam ..jalan dulu ya….bye….” Armando harus tegas  pula seperti Saskia dengan pilihannya dia tak boleh gegabah lagi dengan sikap Saskia  tapi ternyata Saskia masih mencintai Armando.

Pak Roy menelepon Armando dia agak heran tumben-tumbenan pak bos telpon aku ada apa ya..?

” Hallo selamat pagi om Roy…apa kabar ..?” Armando agak takut  mengangkat telpon pak Roy.

” Pagi Armando, maaf hari ini bisa ke kantor sebentar..? ”

” Iya om , bisa….bisa……om” bingung Armando ada apa,  Minggu  kan libur …kok ngantor…yadah berangkat kalau ada apa-apa bahaya nih…Akhirnya Armando berangkat, nyampek kantor memang benar pak Boss sudah menunggu di dalam mobil,  Armando segera memarkirkan motornya.

” Tumben mas Armando ngantor Minggu-Minggu…?! ” kata Anang juru Parkir jalan Kyai Saleh

” He..he…sibuk Nang…” jawab Armando sekenanya. Armando segera menemui pak Roy.

” Ada apa om gak biasanya om memanggil di hari libur ?” 

” Ayo naik, kita sarapan dulu di mbok berek Tlogorejo , kamu yang bawa mobilnya ya..?”

” Oke deh…” Armando menuju arah simpang lima bablas mbok berek. Sambil makan pak Roy menceritakan bahwa Maminya Armando dari Beijing akan ke Bandung bersama omma dan meminta Armando menemaninya selama di Bandung,” Makanya om memutasikan kamu ke Bandung beserta Saskia , jika Saskia keberatan tolong pilih salah satu teman kamu bagian penerimaan barang pokoknya wanita untuk membantu kamu di Bandung asal jangan Nia, om tidak suka dengan Nia  dan kamu tolong jangan dekati dia lagi.” 

” Om tahu dari mana tentang Nia..?” tanya Armando

” Itu tidak penting…yang penting adalah besok Senin surat pemutasian kamu akan terkirim dan Jum’at kamu dan Saskia sudah akan mendapatkan ticket kereta , kontrakan juga sudah siap. ”

Armando merasa takut kalau Saskia menolak, tapi Armando merasa nyaman karena om Roy berarti menyetujuinya. Merasa sudah cukup pak Roy mengantar kembali ke kantor jalan Kyai Saleh. 

” Sering-sering hubungi om ya Armando !” pesan om Roy kepada keponakannya.

” Om langsung pulang  ke  Bandung..? tanya Armando 

” Om ke Cirebon dulu baru ke Bandung..tenang saja Armando om ada drivernya kok dia sekarang lagi ketemuan sama orang tuanya di Semarang”

” Om ‘gak mampir ke kontrakan Armando..?” 

” Ngapaiiin…? sebentar lagi kan kamu mutasi bilang selamat tinggal kontrakan….!! gitu malah beres Armando…ha..ha…” Om Roy menggoda  Armando sambil tertawa. 

Siang itu Armando ke rumah Saskia di Taman Belimbing, karena masih mencuci pakaian Armando ditemani ibunya Saskia dan dibuatkan minuman dingin menyegarkan ,  tak lama Saskia keluar dan sudah rapi. 

” Tumben main siang hari..Ando (begitu panggilan sayang Saskia pada Armando) yang cukup lama tak terdengar panggilan itu. Ibu Saskia masuk ke dalam, dengan hati-hati Armando menceritakan maksud kedatangannya. ” Kelihatannya kita akan dimutasi Sas…”  ” Dimutasi…?kita….? emang kita berdua mau dimutasi…? terus siapa yang membantu ibuku sehari-hari…? adikku dua yang antar jemput mereka sih kalau aku gak ada ya tukang ojek….aduuuh gimana sih An….? Kamu ngajuin mutasi sama om Roy ya…?” Saskia sudah tahu kalau om Roy itu omnya Armando  maka kalau Armando ngomong serius itu pasti benar. Kita dikasih waktu sampai Jumat, makanya kita harus buru-buru menyelesaikan tugas kegiatan di rumah, Tapi kita tetap pura-pura gak tahu saja Sas, dan nanti tetap aku bantu tiap bulannya agar kamu gak kepikiran orang tua dan adik-adik kamu.  ” Bukan itu saja sih masalahnya..semoga ibu dan bapak tidak keberatan ” ” Aku percaya bapak ibu tidak keberatan karena kita satu kantor, jadi aku masih bisa ngawasin kamu dan akan selalu menjagamu” jelas Armando   Armando pamit dan berpesan pada Saskia yang sabar sama bapak dan ibu pasti mengizinkan.

Saskia dan Armando akhirnya berangkat ke Bandung malam itu dan Om Roy akan menjemputnya pukul tiga pagi ,  Saskia telpon ibu dan bapaknya kalau kereta sudah mulai berangkat dari stasiun Tawang , Saskia Prihatini anak sulung dan beradik dua orang yaiyu Didik dan Mita. Didik masih kelas satu SMP  dan Mita kelas tiga SD. Mita tak pernah jauh-jauh meninggalkan mereka dan selalu menemani dan mengasuh adiknya bila saat belajar dan mengantar les kalau sudah pulang kerja, sepeda motor Saskia ia berikan bapaknya dan boleh dipakai Didik kalau pas liburan di hari Minggu. Saskia meminta Lek Giyo menemani dan membantu ibunya selama Ia di Bandung dan diberikan gaji sewajarnya setiap bulannya dan Lek Giyopun setuju karena memang dia pas butuh pekerjaan. Saskia membuka bekal yang diberikan ibunya ternyata lontong opor kesukaan Saskia baunya harum sekali, Armando jadi lapar dan ingin memakannya dan saat itu pas waktunya pramugari menjajakan makanan dan Saskia membutuhkan teh hangat dan susu coklat permintaan Armando . ” Baunya sedap sekali mbak, opor ayam ya…?” ” Iya betul,,,mari makan mbak….” Saskia menawarinya .  ” Terima kasih, selamat makan…ini pesanannya mbak”. Saskia menerima minuman yang sudah dipesannya untuk Armando dan dirinya . 

Pengumuman dari pramugarisepuluh menit lagi kereta api Herina akan segera sampai di Stasiun Hall Stasiun Bandung dan memohon penumpang segera mempersiapkan diri.  Om Roy sudah menelepon Armando dan menunggu di parkiran . Saskia mengecek semua barang bersama Armando dan kelihatannya sudah tak ada yang ketinggalan. Saskia membetulkan sweaternya agar tak kedinginan  serta merapikannya . Om Roy sudah di depan dan menunggu mereka.

cerbung.net

Untukmu Kupertaruhkan Hidupku

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Saskia menghapus air mata dengan saputangan merahnya yang penuh luka...ya..luka hati mendalam dalam hidupnya. Armand sudah tak menggubris lagi dengan apa yang telah Ia janjikan. Cinta Armand pada Saskia sepertinya sudah luntur, padahal mereka satu kantor hanya beda bagiannya. Semua sudah tahu kalau pasangan Armando dan Saskia Prihatini adalah pasangan serasi dan sudah menjalin cinta selama tiga tahun. Mereka bekerja di CV Titipan Kilat Bandung Permai milik pak Roy. Armando bekerja sudah hampir tujuh tahun di bagian distribusi  sedangkan  Saskia baru empat tahun di bagian penerimaan barang ....Mengapa Tega sekali Nia karyawan yang baru tiga bulan melakukan semua ini didepan mata Saskia bermesraan dengan Armando sedangkan Armando tanpa perasaan memperlakukan Saskia seperti itu tanpa kata putus dan membuat Saskia harus menentukan sikap. Saat mereka berdua sedang bermesraan di samping kantin Saskia mendekati Armando sambil bertolak pinggang," Armando..! kapan engkau memutuskan aku...?!  dengan sengaja kau bercinta dengan Nia...otakmu kau taruh dimana ..? aku sudah bosan melihat tingkah polah kalian berdua , kalau kamu tak memutuskan aku maka aku yang akan memutuskan kamu...!! "  ucap Saskia dengan tegas.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset