Untukmu Kupertaruhkan Hidupku episode 19

Siklon Tropis Seroja

Habis maghrib pak Adam Prihatin dan keluarga ke mess di Tampomas II karena Saskia ingin makan martabak telur maka Bu Dewi  dari Taman Blimbing manpir ke ke Java Mall untuk membeli martabak dan donat , bu Dewi bilang gak usah cari makanan karena akan dibawakan martabak dan nanti ibu mau membuat sambal bawang. Om Roy telpon Armando yang masih bergurau sama Kimberly.

Armando     : ” Halo Om kapan nyampai nya ?”

Om Roy        : “Nanti jam sebelasan , ini ada masukan dari Satria di Cirebon, katanya ada yang mendaftar di kota Bogor…wis nanti saja beritanya om mau ke kamar kecil dulu”. Armando tertawa mendengarkan Om Roy yang tak dapat menahan kencing. Sementara Liely menunggu Bu Dewi sekeluarga mengenang omma Kim Song Tan sedang menyiram bunga mawar ditaman yang dibantu mang Nawang. Tak berapa lama bu Dewi sampai , Liely menyambutya dan memanggil Saskia.

Liely              : “Mari silahkan masuk….Kimberly masih di dalam”. Mendengar suara ramai Armando keluar diikuti Saskia yang sedang melatih Kimberly berjalan . Mbok Minah dan Fatimah langsung membuka pintu belakang dan membantu membuatkan minuman dan menata makanan yang dibawa Bu Dewi. Mbok Minah mengecek persediaan makanan untuk esok hari . Mereka pada makan malam bersama tapi tak ada pak Roy maka mbok Minah menyisihkan satu bungkus martabak untuk pak Roy

Bu Dewi        : “Mbok Minah , mbak Fatimah ayo makan”.

Mbok Minah : “Inggih bu matur nuwun”. Selesai makan Fatimah mencuci piring dan mbok Minah pulang sedangkan Fatimah tidur di ruang pembantu.

Didit menanyakan kesempatannya bekerja di Bandung Permai.

Didit               : “Kak aku dah lulus nih…, jadi dibutuhkan gak..?”

Saskia             : “Kamu training dulu sama kak Antonie lalu baru penempatan….”.

Didit               : “Oke sip…aku dah bawa pakaian juga nih…”.

Saskia             : “Wah mantap….Mita bagaimana kelulusanmu…?”

Mita                : “Beres….Mita rencana nglanjutin di UNNES pingin jadi guru saja kak biar njagain ibu ma bapak”.

Saskia             : “Gak jadi di akuntansi…?”

Mita                : “Enggak…kasihan bapak dan ibuk…tak ada yang menemani “.

Saskia             : “Alhamdulillah….semoga tercapai cita-citamu adikku “.

Liely memangku Kimberly yang mulai mengantuk mungkin karena masih kecapaian tapi ketika mau di pindah di kasur malah bangun dan minta tidurandi dekat Saskia . Bu Dewi akhirnya tidur di mess bareng sama Saskia kerena Didit masih harus bertemu dengan Om Roy.

Jam 00.30 Roy sampai mess dan langsung mandi, Didit membantu mengangkati tas berkas dimasukkan dalam kamar, Armando mengambil air putih tiga gelas dan ditaruh di samping kanan dan kiri tempat tidur.Bu Dewi tidur sama Mita , Liely sama Kimberly di kamar Saskia dan Armando, bapak dan Didit tidur dikamar om Roy, mang Nawang tidur di kursi.

Saskia bangun untuk melakukan shollat takajud, kemudian menghidupkan laptop dan kamera terlihat Antonie sedang komunikasi dengan seseorang. Hasan Torres Hurek menyapa Saskia dan memberikan laporan sambil menangis atas kejadian longsor, banjir bandang dan angin kencang yang melanda Pulau Adonara Kupang Flores Timur dan banyak korban  dimana air laut naik sampai dua meter seperti yang dilaporkan berita di televisi dan paling jelas lewat video amatir.

Saskia ikut prihatin atas kejadian ini, sampai saat ini sinyal internet belum stabil di Kupang rumah pak Tanginepun terkena badai angin yang kencang diikuti hujan deras juga Banjir, ternyata penyebabnya adalah Siklon Tropis Seroja.

Hasan menangis dan Antonie mendampinginya ….telepon putus nyambung…pak Tangine kesulitan komunikasi .

Pak Tangine     : “Hasan Torres kau tak perlu pulang saat ini…. mamak tertimpa pohon dan kakinya agak pincang kalau jalan”.

Hasan Tirres    : “Mamaaaakkkk….yang sabar…mamak berdoa terus”, terlihat ibu Hasan Torres masih berjalan tertatih-tatih lalu hape mati… yang membuat Hasan menangis, Antonie menghandel laporan  Hasan karena mendapat telepon dari orang tuanya dan selalu putus nyambung . Listrik mati, ATM juga ngantri, pasokan BBM juga mengalami kesendatan.

Saskia meminta Hasan Torres tenang dulu karena pemerintah pasti sudah bergerak dan menyikapi tragedi ini.

Hasan Torres    : “Iya buk makasih dukungannya “.

Saskia                 : ” Jika pemerintah sudah menyatakan aman kamu boleh cuti dan meninjau Bandung Permai di Kupang karena asuransi akan ibu tarik buat perbaikan”.

Hasan Torres    : “Iya makasih buk akan saya lakukan apa saja agar Kupang kembali seperti sedia kala”.

Antonie              : ” Padang minta segera diisi personilnya apakah jadi saya yang di tempatkan di Padang buk..?”.

Saskia                 : “Jangan…, kamu posisi tetap di Jakarta Antonie. Kamu perlu mentraining Didit yang sudah lulus dari UNAKI selama tiga bulan lalu kau ajak Didit menyelesaikan masalah Kupang agar lekas selesai dan segra keluar asuransinya. Karena Bandung Permai yang di Toronto asuransinya sudah di cairkan tiga bulan setelah  dedek Kimberly lahir waktu lalu”.

Antonie              : “OOhh…pas kerampokan dan pengrusakan dulu itu buk..”.

Saskia                 : “Yubs benar sekali…..”.

Hasan Tores      : “Data kelengkapannya dari mana saja buk…?” Lalu Saskia menjelaskan secara rinci kronologinya dan disertai data juga foto lokasi bangunan yang rusak, Monica Hangat dan suaminya Doltan yang menberikan kelengkapan datanya . Merasa ada titik terang  Hasan menelepon bapaknya tapi hape tak ada sinyal….ini yang membuat Hasan frustasi…

Saskia                  : “Bersabar dan tawakallah Hasan…. pasti Allah memberi jalan yang terbaik”.

Kimberly menangis karena tak bisa turun dan ingin menemani Saskia, digendongnya Kimberly dan dinina bobokkan lalu dikelonin Armando dan Kimberly bobok lagi lalu Saskia melanjutkan bekerja. Antonie memberikan data yang di print tentang vaksinasi seluruh anggota Bandung Permai yang mulai aktif lagi. Bu Dewi membantu Fatimah menyiapkan sarapan disusul mbok Minah yang membawa belanja. Armando sudah mandi dan rapi lalu menggantikan posisi Saskia.

Armando mengucapkan selamat pagi pada Hasan Torres dan salamnya dibalas Hasan juga, lalu membaca ringkasan catatan Saskia pagi ini.

Armando            : “Bagaimana Antonie tentang Bogor ?”

Antonie               : “Ada pelanggan mau daftar menjadi mitra haruskah izin ke pak Iskandar pak….?”

Armando            : “Kan ada buku petunjuknya…..?”

Antonie               : “Buku panduan katut di tas Bu Saskia pak…”

Armando            : “Nanti jam 10.00 Bu Saskia online lagi, sekarang masih sama Kimberly”. Antonie memberikan print calon anggota baru antara lain : Riau, Lampung, Palembang, Bogor dan Kopang NTB. Ternyata Hasan Torres Hurek menemukan buku panduan yang berada di deretan buku Nurozi.

Antonie               : “Maaf bukunya katut di Nurozi, yang ini milik kami sebagai audit, maaf pak Armando”.

Armando            : “Besok jangan lagi teledor, ok data print sudah saya terima dan akan saya berikan ke pak Roy biar ditindak lanjuti”. Armando turun karena akan sarapan dan Kimberly sudah panggil-panggil minta makan bareng.

Bu Dewi akan pulang tapi karena masih kangen sama Kimberly akhirnya Liely sama Kimberly mengantar sampai rumah di Taman Blimbing bersama mang Nawang.

Hasan Torres Hurek berfikir kenapa internet sulit sekali masuk di Kupang, akhirnya Hasan coba mentransfer pulsa ke bapaknya dan berhasil, selang lima menit bapaknya telepon dan Hasan bersyukur sekali atas kiriman pilsanya.

Hasan Torres Hurek : “Bapak janganlah telepon kalau tak penting sekali dan hanya miscall saja nanti akan Hasan telepon balik “, dan telepon dimatikan lalu Hasan telepon balik

Pak Tangine                : “Terima kasih pulsanya…mamak sudah diantar ke rumah sakit dan diobati”. Lalu Hasan menjelas tentang klaim asuransi agar mendapat penggantian.

Hasan Torres              : “Pokoknya difoto kerusakannya dan sebelum kena tsunami bangunannya seperti apa, nanti kalau transportasi sudah lancar Hasan akan pulang dan Bu Saskia sudah memberi izin sambil bantu kemajuan Bandung Permai di Kupang”.

Pak Tangine minta bantuan Hasan Torres karena pulsa amat sulit didapat sedangkan masyarakat perlu komunikasi, pasokan BBM sulit, kalau listrik sebentar – sebentar mati karena masih perbaikan yang belum merata dan Hasan mengisi pulsa 500.000 agar bapaknya bisa membantu masyarakat yang membutuhkan.

Hasan Torres Hurek menyaksihan You Tube tentang Banjir Bandang, tsunami , longsor, angin berkekuatan kencang disertai hujan yang merusakkan jalan  dan rumah disana khususmya di Adonara. Hasan shollat dhuhur dan berdoa semoga keselamatan dan kesejahteraan selalu dilindungi oleh Alloh SWT. Setiap berita di media yang menyebutkan NTT selalu didengarnya .


cerbung.net

Untukmu Kupertaruhkan Hidupku

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Saskia menghapus air mata dengan saputangan merahnya yang penuh luka...ya..luka hati mendalam dalam hidupnya. Armand sudah tak menggubris lagi dengan apa yang telah Ia janjikan. Cinta Armand pada Saskia sepertinya sudah luntur, padahal mereka satu kantor hanya beda bagiannya. Semua sudah tahu kalau pasangan Armando dan Saskia Prihatini adalah pasangan serasi dan sudah menjalin cinta selama tiga tahun. Mereka bekerja di CV Titipan Kilat Bandung Permai milik pak Roy. Armando bekerja sudah hampir tujuh tahun di bagian distribusi  sedangkan  Saskia baru empat tahun di bagian penerimaan barang ....Mengapa Tega sekali Nia karyawan yang baru tiga bulan melakukan semua ini didepan mata Saskia bermesraan dengan Armando sedangkan Armando tanpa perasaan memperlakukan Saskia seperti itu tanpa kata putus dan membuat Saskia harus menentukan sikap. Saat mereka berdua sedang bermesraan di samping kantin Saskia mendekati Armando sambil bertolak pinggang," Armando..! kapan engkau memutuskan aku...?!  dengan sengaja kau bercinta dengan Nia...otakmu kau taruh dimana ..? aku sudah bosan melihat tingkah polah kalian berdua , kalau kamu tak memutuskan aku maka aku yang akan memutuskan kamu...!! "  ucap Saskia dengan tegas.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset