Untukmu Kupertaruhkan Hidupku episode 20

Bandung Permai Cabang Padang

Sebelum pulang Jakarta  Saskia mengecek Bandung Permai Cabang Semarang, Armando tak menemui kejanggalan, Liely tak ikut lebih memilih menjaga Kimberly  sambil mempersiapkan kepulangannya . Roy mengadakan meeting dengan Junaedi selaku kepala kantor lalu Saskia dan Armando mengikuti jalannya rapat. Om Roy menjelaskan kerugian  sepanjang covid-19 dan setelah karyawan sudah melakukan vaksin dimana keterangan vaksinasi tersebut ditempel di papan pengumuman.

Protokol Kesehatan tetap dijalankan dan menyemprot desinfektan untuk melindungi konsumen juga mewajibkan cuci tangan memakai sabun yang sudah disediakan baik pada saat masuk maupun pulang selalu diawasi security. Saskia memperhatikan aktivitas karyawannya yang sudah mulai terbiasa mendisiplinkan kesehatan. Pak Junaedi sebagai kepala kantor mendapat perhatian Saskia atas perlindungan karyawan yang baik. dan memvideokan kinerja Bandung Permai cabang Semarang sebagai percontohan

Pak Junaedi      : “Itu semua berkat pantauan Pak Roy yang mantan kepala kantor cabang Semarang dan selalu menasehati kami”. Sambil membungkuk serta menghormati pak Roy .

Pak Roy              : “Saya lebih banyak di Jakarta dan hanya mampir saja kesini, kerja sama kalian semua disini yang membuat masyarakat kembali percaya diri atas keamanan dan kenyamanan pada PT Bandung Permai sehingga mulai minggu kemarin transaksi sudah mulai berjalan seperti semula dengan tetap disiplin menjaga kesehatan dan tunduk pada protokol kesehatan. Semua bertepuk tangan karena begitu tanggap kesehatan.

Liely menelepon Saskia karena May Chen menelepon kalau baru datang koleksi emas dan Saskia sudah memesan untuk model terbarunya maka selesai meeting Saskia ke Gang Pinggir  bersama Armando dan Om Roy .

Pagi ini Didit berangkat ke Jakarta bersama-sama naik pesawat, tak lupa pamit pada bu Dewi  dan pak Adam, Pengalaman Didit yang pertama naik pesawat pada situasi covid – 19 sunguh amat njlimet prokesnya  tapi karena sudah aturan yaahh..diikuti saja, sempat selfi juga pokoknya. Karena dilarang menyalakan hape akhirnya dimatikan hapenya.

Hasan Torres Hurek sudah menunggu di parkiran bersama Antonie, begitu mendengar kedatangan pesawat dari Semarang lansung menuju pintu kedatangan. Armando yang membopong Kimberly dan Kimberly berteriak ” Noni….Noni….Noni……” tatkala melihat Antonie mencari  Kimberly. Ternyata teriakan Kimberly terdengar Antonie dan melihat tantenya membawa kopor lalu membantunya bersama Hasan Torres Hurek dan  Antonie langsung mememuk Didit  yang merupakan adik sepupunya

Mami Liely bersama Om Roy sedang memperhatikan keramaian bandara yang kelihatan tertata dan amat rapi.

Om Roy              : ” Wow Jakarta begitu nyaman hari ini…!!”

Liely                    : ” Mungkin karena kesiagaan bangsa kita selalu dipantau pemerintah membuat mudah dan lancar mengendalikan situasi juga menjadi ramah lingkungan”.

Hasan Torres Hurek merangkul Didit dan mengucapkan selamat bergabung di PT Bandung Permai yang merupakan Biro Transportasi jasa antar terkemuka di dunia. Didit berseri-seri dan memasuki mobil yang dikemudikan Om Roy. Kimberly tak mau dipangku dan minta duduk sendiri.

Antonie               : ” Piye sudah kamu copy transkip dan ijazahnya….yang asli di rumahkan ?”

Didit                    : ” Beres ….sudah semua tinggal scan saja, yang asli dirumah dong kan milik ibu dan bapak”.

Antonie               : ” Gitu dong…menghargai orang tua yang menyekolahkan kita”.

Liely memandang Roy disampingnya dan menanyakan beberapa hal

Liely                    : ” Kau tak rindu ayah…? Yang ditanya malah tertawa

Roy                      : ” Kau sendiri apa merindukan mertuamu…?” Kini gantian Liely yang tertawa.

Liely                    : ” Kadang aku merindukannya… tapi karena ada Armando maka rinduku aku pupuskan lewat dia dan malahan aku lebih merindukan ayah Armando…..” menetes air mata Liely.

Roy                      : ” Akupun demikian…kakakku Alvian itu…segalanya untukku, meski ia tak melihatku diwisuda…dia yang telah membuatku menjadi seorang sarjana maka aku akan selalu menjaga kakak iparku Liely Song Tan karena Liely Song Tan adalah istri mendiang kakakku Alvian itu janjiku….”

Liely                   : ” Roy terima kasih…kau begitu tulus padaku…”.

Situasi begitu sepi Liely menengok ke belakang , Armando tidur dan Saskia  tidur di pangkuan Armando sementara Kimberly tidur dipelukan Saskia , yang dibelakang menggunakan headset sambil merem. Ketika sampai pasar Senin Liely menbunyikan mainan Kimberly bebek-bebek an yang kalau dipejet berbunyi.

Kimberly menggeliat dan bangun mencari bebek tersebut , Roy yang melihat Kimberly bangun menyetel lagu anak-anak lirih karena Armando masih tidur. Kimberly yang menciumi papinya dan melihat Didit Kimberly langsung bilang ” Emoh…emoh..” dan membangunkan Saskia yang langsung  merapikan diri karena hampir sampai rumah.

Akhirnya semuanya bangun dan turun menuju rumah. Bu Puji dan pak Sarpan menurunkan barang di bantu Hasan Torres, Antonie dan Didit.

Saskia, Armando dan Kimberly mandi karena merasakan kegerahan ….mereka semuanya makan siang Bu Puji yang memasakkan sup segar dan ayam goreng kalasan  laris manis , Kimberly minta di gendong Bu Puji .

Didit di bimbing om Roy dan dilanjut Hasan Torres Hurek serta Antonie , Nurozi pemegang data perusahaan dan melakukan pengawasan jiga transaksi  yang selalu mengawasi camera baik luar maupun dalam negeri tak ikut memberikan  materi , dan menempa seorang yang baru lulus kuliah amat menyenangkan karena cepat mengerti .

Hasan Torres Hurek sebagai manajer Bandung Permai  pusat Jakarta mengajak ke kantor  memperkenalkan Didit kepada seluruh karyawannya dan akan melihat-lihat kinerjanya. Karena hari sudah sore dan jam menunjukkan pukul 17.oo karyawan persiapan pulang dan ditinggal dua orang untuk menyelesaikan pekerjaan sampai pukul 21.00. Jadi penerimaan barang masih diterima  paling lambat pukul 20.00.

Saskia mengajak Didit mengecek penerimaan barang dan  pengiriman yang dilakukan antar propinsi baik yang memakai jasa franchise ataupun milik pribadi, dan mengecek barang yang akan dikirim esok hari lewat pesawat cargo sudah disiapkan. Didit tidur bersama Antonie, Nurozi bersama Hasan Torres Hurek.

Didit            : ” Mas Nurozi mulai jam berapa didepan camera”. Nurozi tertawa

Nurozi         : ” Sama dong jam kerja seperti karyawan lainnya cuma pada waktu istirahat kita record dan kalau sudah kita cek semuanya kita netralkan dan di refresh”.

Fatimah menghubungi Liely dan menanyakan ,” Kalau adiknya Adella akan masuk dikantor cabang Padang bagaimana caranya..?

Liely            : ” Tahan dulu Fatimah….., biar Saskia yang menjelaskan, karena  kamu dan Adella adalah adik aku juga dari uda Alvian dan merupakan tantenya Armando  dan adiknya  Roy juga mungkin ada kebijakan sendiri untuk itu”.

Fatimah      : ” Baiklah akan aku tunggu kabarnya”.

Liely             : ” Okey Fatimah , Secepatnya aku kabari…”.

Fatimah       : ” Terima kasih Uni Liely “.

Liely memanggil Saskia dan menceritakan keinginan Adella masuk PT Bandung Permai. Armando yang sedang online di Bandung Permai segera menanggapi bersama Om Roy kebetulan Adella online di facebook dan saling mengirim inbox. Saskia segera merencanakan Ke Padang dan bersilaturahmi ke kakek Rustam Nasrun.  Kali ini Liely, Armando,Roy , Saskia dan Kimberly akan berangkat ke Padang . Adella yang berumur 45 tahun berpendidikan akhir  Sarjana Pendidikan dan saat ini mengajar di Sekolah SMPN3  Batang Anai .

Adella tinggal bersama ayah dan ibu Rustam Nasrun di Perumahan ABI Singgalang dimana dua rumah dijadikan satu, untuk Pak Rustam disebelah kiri no 17 dan Adella disebelah kanan ko 19 , rumah lama Pak Rustam sudah menjadi kampus Universitas Negeri Padang dan diganti di Perumahan ABI singgalang dan Perumahan Mega Permai I dan ditempati Fatimah yang suaminya seorang anggota dewan.

Armando menelepon kakeknya kalau akan ke Padang esok hari bersama mami Liely, Om Roy, Saskia dan cicit Kimberly, Kakek Rustam amat senang sekali karena akan bertemu cicit pertamanya. Armando menanyakan nenek dan ternyata masih berkunjung ke rumah Fatimah karena putrinya diterima di UNP (Universitas Negeri Padang ) dan sedang syukuran nanti sore juga pulang.

Rustam Nasrun     : ” Kabari kalau berangkat biar dijemput Ibrahim suaminya Adella”.

Armando                 : ” Iya kek tentu, besok pagi kita berangkat jam 09.15 pesawat dari Jakarta kakek minta oleh-oleh apa..?”

Rustam Nasrun      : ” Tanyakan Liely saja apa kesukaan mertuanya, dia pasti tahu..”

Armando                  : ” Siap kek…assalamuallaikum..”.

Rustam Nasrun       : ” WaAllaikumsalam….” Rustam langsung memanggil Adella yang sedang makan bersama suaminya,untung sudah selesai sehingga Adella langsung menuju Rustam Nasrun

Adella                        : ” Iya ada apa ayah…?”

Rustam                      : ” Liely kakak ipar kamu besok akan berkunjung ke rumah ayah , tolong siapkan jemputan untuk Liely ”

Ibrahim                     : ” Biar Ibrahim saja yang jemput mumpung ada kesempatan bersama Uni Liely ..okey…” Ibrahim amat bahagia nampaknya karena kemarin baru saja chatting dengan Armando lewat akun istrinya Adella.


cerbung.net

Untukmu Kupertaruhkan Hidupku

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Saskia menghapus air mata dengan saputangan merahnya yang penuh luka...ya..luka hati mendalam dalam hidupnya. Armand sudah tak menggubris lagi dengan apa yang telah Ia janjikan. Cinta Armand pada Saskia sepertinya sudah luntur, padahal mereka satu kantor hanya beda bagiannya. Semua sudah tahu kalau pasangan Armando dan Saskia Prihatini adalah pasangan serasi dan sudah menjalin cinta selama tiga tahun. Mereka bekerja di CV Titipan Kilat Bandung Permai milik pak Roy. Armando bekerja sudah hampir tujuh tahun di bagian distribusi  sedangkan  Saskia baru empat tahun di bagian penerimaan barang ....Mengapa Tega sekali Nia karyawan yang baru tiga bulan melakukan semua ini didepan mata Saskia bermesraan dengan Armando sedangkan Armando tanpa perasaan memperlakukan Saskia seperti itu tanpa kata putus dan membuat Saskia harus menentukan sikap. Saat mereka berdua sedang bermesraan di samping kantin Saskia mendekati Armando sambil bertolak pinggang," Armando..! kapan engkau memutuskan aku...?!  dengan sengaja kau bercinta dengan Nia...otakmu kau taruh dimana ..? aku sudah bosan melihat tingkah polah kalian berdua , kalau kamu tak memutuskan aku maka aku yang akan memutuskan kamu...!! "  ucap Saskia dengan tegas.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset