Untukmu Kupertaruhkan Hidupku episode 27

Persiapan Berangkat ke Amerika

Antonie menelepon ibunya di Semarang kalau akan diajak ke Amerika bersama om Armando dan tante Saskia, pagi ini barusan di rapatkan dengan tugas menjaga pengawasan gerak-gerik Kimberly, Antonie sudah tak memiliki ayah karena sakit Hepatitis ketika sedang kuliah menginjak semester 4 dan penyelesaiannya dibantu Armando dan mau bekerja mengikuti tante Saskia di Jakarta. Sedang tugasnya di Jakarta di tekel Nurozi, Om Roy yang nekel Hasan Torres Hurek.

Ibu Antonie ( Winda ) : ” Terus Didit bagaimana…?”

Antonie                           : ” Didit mengawasi Garut karena merupakan Franchise baru dalam bimbingan ”

Winda                             : ” Terus kamu tak jadi ke Padang….?”

Antonie                           : ” Tidak buk , tante menginginkan Tonie menemani kemanapun tante berada”.

Winda                             : ” Hasan Torres Hurek…? Siapa itu…? ”

Antonie                          : ” Oh..itu teman sekamar Tonie…dia orang hebat pokoknya…”

Winda                              : ” Ya sudahlah nak….yang penting kamu selalu sehat dan patuh sama tante dan om Armando ya…”

Antonie                           : ” Inggih buk….” Antonie mengakhiri percakapannya . HasanTorres tersenyum-senyum namanya disebut Antonie

Hasan Tores                   : ” Kok namaku kau sebut-sebut…?”

Antonie                            : ” Iya..biar ibuk sedikit-sedikit tahu siapa saja temanku tidak hanya menyebut tante Saskia, Om Armando atau Om Roy bahkan selalu menyebut Kimberly..”.

Mereka pada tertawa dan mengucapkan: ” Selamat atas kemajuan youtube yang dibinanya sehingga membawa nama Kimberly melambung bahkan membawa hasil yang dapat dipanen dan dinikmati bersama , lagian Pak Armando dan Ibu Saskia tidak pelit kitapun kecipratan hasilnya”.

Antonie                           : ” Aamiin terima hasih, semoga dedek Kimberly selalu sehat dan semangat menjalani hari-hari di negara Paman Sam”.

Hasan Torres                 : ” Yes…Aamiin….” dan ke empat orang tersebut ( Nurozi, Didit, Hasan Torres, dan Antonie tangannya menengadah ke atas memuji dan bersyukur pada Tuhan yang Maha Kuasa yang selalu andil dan melindungi Bandung Permai).

Saskia menelepon lewat line telepon memanggil Antonie, Hasan Tores, dan Nurozi untuk berbincang-bincang, mereka menuju ruangan Armando yang luas dan di sampingnya ruangan Saskia yang bertumpuk-tumpuk kertas yang berisikan mekanisme kerja berupa bagan gambar dan coretan tulisan serta peta dunia, ketiganya duduk menghadap cahaya proyektor seperti saat meeting, Armando menjelaskan:

” Ini adalah mobil yang akan dipakai Kimberly dalam rangka turing Amerika Serikat dan mobil ini dari negara-negara bagian Amerika yang membantu terlaksananya Parenting with Kimberly dari sekolah Taman Kanak-Kanak yang berpusat di Colorado” , kata Armando sambil mengulang gambar dan menjelaskannya beberapa kali.

” Tolong kalian bertiga buatkan cctv agar Jakarta bisa mengetahui posisi mobil terkini dan aktivitas dalam mobil” , Saskia memastikan Nurozi dan Hasan Torres bisa membantu Antonie.

Antonie                  : ” Waahhh….ini mobil lengkap banget….di ruang driver ada pintu belakang untuk keluar  masuk ke ruang tamu yang ditutup kain tebal dan tak perlu keluar mobil ,

belakang ruang driver adalah ruang tamu,untuk wawancara dan terdapat sofa lengkap. Di ruang driver Melissa Allison dan suami yang akan banyak mondar mandir untuk membicarakan sesuatu”.

“Ini mobil merupakan mobil karavan yang dibuat sedemikian memenuhi keinginan pemiliknya”, kata Armando ” Coba lihat di belakang ruang tamu adalah ruang santai bahkan ada kasur untuk Kimberly tidur. Ada lima kursi santai yang amat empuk dan ada kamar mandi meskipun kecil, ada televisi dan DVD player bahkan ada dapurnya pula…”.

Saskia                  : ” Wow hebat sekali mobil karavan ini, cukup panjang dan lebar…”. Saskia minta diulang segala isi karavan tersebut agar Antonie bisa memasang cctv dan mudah berhubungan dengan Jakarta. Hasan Torres mencari stop kontak untuk colokan cctv di karavan itu dan akhirnya ketemu di belakang ruang tidurnya Kimberly. Sepertinya mobil karavan sudah okey dan Armando meminta izin akan memasang cctv untuk operasional kantornya dan Melissa Allison memperbolehkan kalau sudah sampai Amerika dan peralatan dipersiapkan sendiri.

Antonie senang dan berteriak ” Yessss…” karena kemauannya akan segera terealisasi. Meeting selesai Hasan Torres amat senang melihat kendaraan karavan sebagai sarana treveling Kimberly, Nurozi pun demikian menyukainya, ” Desain interiornya halus dan menawan…beruntung kamu Tonie bisa merasakan dan menikmati Karavan tersebut”. Antonie amat gembira dan memeluk Hasan Torres juga Nurozi.

Pesanan Permadani dari Pakistan sudah sampai di Jepang dan akan kembali ke Indonesia dengan membawa rel kereta api dan besi ulir berbagai ukuran, Hasan Torres senang karena Didit bisa mengatasi selama meeting tadi.

Saskia dan Armando amat lapar sekali, Liely dan Kimberly menjemputnya dipintu batas kantor…begitu melihat Mami Saskia Kimberly berteriak, ” Mi…mi….mi…” dan Saskia mengangkat serta menciumi putri kecilnya.

Saskia               : ” Anak mami dah lapar ya…..” Liely menunggui Armando yang masih mengunci ruangannya dan segera menemui mami Liely menuju ruang makan.

Bu Puji sudah menyiapkan makan siang sayur gulai nangka , ikan gurami goreng dan telur dadar yang tebal, orang atas turun dan om Roy makan bersama Armando sedangkan orang atas ada di meja samping.

Om Roy           : ” Kata Nurozi Karavan buat travelingnya istimewa ya…… aduuuh aku masih sibuk tadi jadi belum lihat….nanti di setel di ruang tamu ya…. sambil santai ..”

Armando        : ” Boleh..boleh….semuanya boleh menontonya…termasuk bu Puji dan pak Sarpan…”

Bu Puji dan pak Sarpan senang mendengarnya dan menata ruang tivi menjadi lebar serta memasang karpet karena om Roy biasanya sok kebablasen tidur. Ruang tivi sudah dinyalakan AC nya sementara Kimberly masih di suapin Liely yang belepotan makan sup dan daging cincang goreng, Kimberly minta tambah sayur supnya serta daging cincang.

Saskia              : ” Ternyata anak mami senang ya sama daging cincangnya…besok kalau berangkat  ke Amerika tolong buatin yang banyak ya bik Puji….”

Bu Puji           : ” Inggih non…akan bibik siapkan..” Liely menyiapkan juice pepaya untuk Kimberly dan dimasukkan gelas melamine King yang ada foto Kimberly meniup lilin dengan dua tangan Kimberly meminumnya dan berkata,” Naaak…..” sambil memberikan  jari telunjuknya karena belum bisa mengeluarkan ibu jarinya , Liely tertawa sambil mengeluarkan ibu jarunya dan Kimberly tak bisa-bisa tapi Ia tetap semangat dan meminumnya lagi Liely tertawa sambil membersihkan pipi Kimberly yang kebasahan air es nya dan mendekati Liely yang mulai menonton lagi mobil karavan tersebut. Liely memeluk sambil memangku cucunya, karena Saskia mendapat telepon dari ibu Dewi  yang mendapat kabar dari Winda ibunya Antonie kalau keluarga Armando akan ke Amerika Serikat menemani Kimberly. Saskia mengiyakan karena berkat ide Antonie nama Kimberly jadi melambung. Saskia meminta maaf karena akan menyaksikan mobil Karavan yang akan dipakai Kimberly dan mengirimkan pemberian video kado ulang tahun dari Melissa Allison. Bu Dewi memaklumi kesibukan putri pertamanya dan menyaksikan video pemberian Saskia.

Jam 23.00 ketika Saskia hendak tidur mendapat panggilan dari Melissa Allison yang mengabarkan kesiapan Keluarga Armando yang akan di jemput dengan pesawat pribadi, pada hari penjemputan diharapkan sudah siap dilandasan Soetta karena hanya diberikan waktu paling lama 3 jam sekalian isi bahan bakar, dan kesiapan paspor maupun visa benar-benar sudah clear. Pilot Kapten Henry Johnathan  Smith atau Henry JS yang berkebangsaan Amerika Serikat dan tinggal di New York akan membantu perjalanan.

Dari New York istirahat sehari dan akan dilanjut ke California dan di California mulai kita berkeliling Amerika menjumpai fans clup Kimberly step by step. Sampai jumpa di hari Rabu dan sebentar lagi Kapten Henry JS akan menghubungimu sampai jumpa dan salam sayang dari kami Kimberly Fans Clup.

Jam Dua Belas Malam waktu Indonesia Pilot Kapten Henry JS menghubungi sebagai perkenalan dan segera mempersiapkan keperluan dan sarana untuk penerbangan ke Amerika, Armando menyatakan kesiapannya untuk pengecekan di emigrasi SOETTA,  Kapten Henry  menyatakan : “We apologize for the disturbance and I hope  to see you soon, thank you”. Armando dan Saskia malah tak bisa tidur dan memandangi tubuh putrinya yang terlelap. Armando mengajak shollat istrinya agar ditenangkan hatinya.

Kimberly sudah bangun dan minta dibukakan pintu, Saskia membukakan pintu dan Kimberly langsung berlari sambil berteriak, : ” Ma….ma….” . Liely langsung memeluk cucunya dan membawa ke toilet kamarnya sekalian memandikannya.

Liely          : ” Lo..lo…lo…kok matanya masih merem…….?!”

Kimly        : ” Tuk….( ngantuk )”.

Liely          : ” Sap…di usap….usap…wajah Kimly diusap…usap. Bun disabun…sabun tubuh Kimly di sabun…sabun….”

Kimberly  : ” Ap…up…. ap… bun…Kim….ly….un….ha..ha…”. Sambil menepuk air hangat dan mengenai muka Liely dan mendadak kaget     Liely tertawa sambil masih menyabuni dan bernyanyi.

Kimberly sudah harum dan siap sarapan bubur susu yang dibuatkan Saskia.


cerbung.net

Untukmu Kupertaruhkan Hidupku

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Saskia menghapus air mata dengan saputangan merahnya yang penuh luka...ya..luka hati mendalam dalam hidupnya. Armand sudah tak menggubris lagi dengan apa yang telah Ia janjikan. Cinta Armand pada Saskia sepertinya sudah luntur, padahal mereka satu kantor hanya beda bagiannya. Semua sudah tahu kalau pasangan Armando dan Saskia Prihatini adalah pasangan serasi dan sudah menjalin cinta selama tiga tahun. Mereka bekerja di CV Titipan Kilat Bandung Permai milik pak Roy. Armando bekerja sudah hampir tujuh tahun di bagian distribusi  sedangkan  Saskia baru empat tahun di bagian penerimaan barang ....Mengapa Tega sekali Nia karyawan yang baru tiga bulan melakukan semua ini didepan mata Saskia bermesraan dengan Armando sedangkan Armando tanpa perasaan memperlakukan Saskia seperti itu tanpa kata putus dan membuat Saskia harus menentukan sikap. Saat mereka berdua sedang bermesraan di samping kantin Saskia mendekati Armando sambil bertolak pinggang," Armando..! kapan engkau memutuskan aku...?!  dengan sengaja kau bercinta dengan Nia...otakmu kau taruh dimana ..? aku sudah bosan melihat tingkah polah kalian berdua , kalau kamu tak memutuskan aku maka aku yang akan memutuskan kamu...!! "  ucap Saskia dengan tegas.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset