Untukmu Kupertaruhkan Hidupku episode 29

Terkubur di Badai Pasir Dubai

Didit sedang mengedit video terbaru Kimberly , baru setengah jam dia sudah mengantuk dan dilanjut Nurozi mengeditnya, Hasan Torres mengecek cctv Bandung Permai sambil memakan nasi goreng yang dibelikan Nurozi bareng es campur barusan. Terlihat Armando membopong Dedek Kimberly yang tertidur dan diselimuti  kain tebal badannya, karena amat dingin ada keamanan yang membantunya karena akan ada badai  semua buru-buru masuk ke mobil yang sudah disiapkan fihak bandara menuju kantor emigrasi . Roy menarik Liely dan memeluknya dibantu beberapa keamanan karena anginnya amat kencang Antonie paling akhir sendiri dan pintu segera ditutup.

Setelah selesai pengecekan paspor termasuk bukti vaksin dilakukan semuanya, Kimberly terbangun karena berisik dan petugas bandara Sharjah malah meminta selfie bareng dedek Kimberly . Armando mendapat berita kalau mobil jemputan vila Daffodils sudah menunggu di bandara, driver menunjukkan papan nama untuk Kimberly Fans Clup begitu terlihat Kimberly di bopong Armando driver membantu mengangkati kopor-kopor bawaannya. Rombongan satu per satu masuk mobil.

Mobil  melaju amat kencang menghindari badai yang sudah menyelimuti bandara Sharjah. Untung jarak bandara  dengan vila Daffodils tak begitu jauh dan hanya +/- 20  menit sampai sementara banyak penggemar yang mau mendekati Kimberly  yang memberikan lambaian tangan kecilnya, rombongan segera masuk mobil jemputan karena banyak penggemar yang mengejar Kimberly tapi fihak keamanan villa selalu menghalaunya. Rombongan Kimberly Fans Clup sudah sampai villa dengan selamat, Antonie yang paling akhir masuk vila karena masih ngevlog dan gopronya kena siraman debu yang cukup tebal juga tubuh Antonie . Pelayan masih membersihkan debu pasir dan menunggu badai berhenti. Liely memberikan teh hangat pada pelayan tersebut juga roti  karena pelayan tersebut tampak kelelahan.

Nurozi               : ” Haduuuh..ini gambarnya kurang baik…mungkin gopronya terganggu…”.

Hasan Torres  : ” Coba jalankan saja semua dulu sampai menit terakhir besok pagi aku hubungi Antonie…tidurlah dulu biar aku jaga sampai pagi menunggu Didit bangun..”

Nurozi               : ” Iya kali aku ngantuk…tidur dulu brow….”.

Hasan Tarres   : ” Okey met rehat..”

Hasan Torres yang menghabiskan nasi goreng yang sudah dingin tersebut tapi karena lapar ya apaboleh buat bu Puji belum bangun.  Baru memakan separo bu Puji memberitahukan lewat intercom kalau makanan sudah siap berupa  roti bakar dan susu kental manis.

” Laaahhh..kok sarapan nasi goreng dingin…ini bibik sudah buatkan roti bakar di bawah”, seru bu Puji kepada Hasan Torres

” Alhamdulillah…. aku makan rotinya ya bik…?!”, jawab Hasan Torres dengan gembira sambil turun tangga.

Bu Puji        : ” Silahkan mas..kok gak lihat kamera…bibik dah nyiapin sarapan lo…?” Begitu terdengar sarapan Didit bangun dan menuju kamar mandi.

Bu Puji        : ” Mas Didit dan mas Nurozi jangan lupa sarapan dibawah sudah siap ”

Didit            : ” Beres buk……”. Rupanya Didit masih buang air besar( b a b ). Bu Puji  akan membuat minuman dan menceplok telur buat dirinya dan pak Sarpan suaminya. Didit sudah mandi dan sarapan roti panggang sebanyak tiga buah lalu mulai kerja lagi, Hasan Torres mendapat pesan dari Antonie dan dicatat di papan tulis  lalu membangunkan Nurozi untuk sarapan dan bekerja karena alarmnya sudah bunyi dan Nurozi masih tetap merem karena berisik maka dimatikan alarm tersebut.

Setelah sarapan Nurozi mengawasi cctv Bandung Permai , Didit setelah membaca note dari papan tulis segera meng edit vlog yang sudah diberesin Antonie .

Didit            : ” OOOO…ternyata gopronya terganggu kemarin waktu ada badai dibandara”

Nurozi         : ” Kan sudah ada keterangannya Antonie kasih vlog tersebut dan barusan baik setelah Antonie videocall yang pas ada pramugari Irenna Adems semalem waktu pamit tidur itu lo…”

Didit            : ” Iya….ya…ingat aku…”.

Pak Roy menelepon Didit agar mengecek laporan keuangan dari Amel dan mengirimkan ke Pak Roy, Didit melihat Hasan Torres masih terlelap di kamarnya , pak Roy memakluminya karena Ia sudah mengirim WA padanya tapi belum terbaca.

Pagi-pagi  kapten Henry dan co pilotnya sudah ke bandara mempersiapkan pesawatnya, Roberto dan Irenna sudah menyajikan sarapannya, Liely dan Kimberly masih ngevlog dengan Antonie mereka memiliki aktivitas sendiri-sendiri , Armando sedang berbicara dengan Mr Robbin Warrent di New York yang akan mengikuti Kimberly Fans Clup selama di New York dan akan menyambutnya dengan sukacita.

Armando  : ” Thanks Mr Warrent saya amat berterima kasih atas simpatinya  karena acara ini milik Kimberly dan sudah diatur Melissa Allison Group maka  saya hanya melaluinya saja dan saya harap Anda bisa menghubunginya”

Robbin Warrent : ” Tentu …, saya sudah konfirmasi dengan nya…”

Armando   : ” Oi Ya terima kasih sekali lagi dan kita akan bertemu di New York Mr Warrent sampai jumpa di sana…bye bye”

Robbin Warrent  : ” Yee…see You Mr Armando….bye bye..”.

You tube Menthok menthok meledak karena banyak yang menonton bahkan pada men down load tarian nya karena akan dipakai pembukaannya di Manhattan, warga Amerika Serikat sangat antusias terutama orang tua dan balita. Melissa Allison menelepon kapten pilot Henry agar segera melakukan keberangkatannya jangan ditunda-tunda, tapi karena badai kapten Henry harus waspada dengan pesawatnya dan sekarang sedang melakukan pembersihan kalau sudah clear langsung berangkat.

Kimberly yang bermasker kembar dengan keluarganya amat menyolok ketika berfoto dan dikirimkan ke Melissa Allison dengan rambut dikuncir dua, Melissa amat merespon dan menyiapkan masker anak-anak dan manula beribu-ribu pasang untuk dibagikan.

Kimberly yang jenuh karena digodain Roberto menghentakkan kakinya ” emoh..emoh..karena Roberto gak jadi membagi jajanan kue buatannya dan Antonie mengambil videonya, karena tak tega maka Irenna memberikan kue tersebut pada Kimberly tapi Kimberly gak mau dan mencari Liely, ” Ma…Ma…Ma..Maem…..” Liely langsung keluar kamar dan memeluk cucunya.

Kimberly menunjuk-nunjuk Roberto sambil berkata, ” To…to….to….emoh…”. rupanya Kimberly merajuk dan meminta tolong Liely mengambilkan kue tersebut tapi kuenya diumpetin Roberto…lagi-lagi Irenna menyodorkan kue tersebut dan Kimberly memeluk Liely…dan ngumpet di lehernya, Irenna mengejar muka Kimberly dan ketika bertatapan Liely bilang, ” Baaaaa….” Irenna akhirnya bermain ciluk ba…dan Kimberly tertawa , kesempatan ini dibuat Roberto memperbaiki kesalahannya dan memberikan kue tersebut pada Kimberly. Kimberlypun tersenyum karena disuapin Roberto dan kuenya memang enak buat balita. Rupanya Kimberly bukan sosok pendendam karena ketika diajak Roberto dan menggandeng tangannya dia tertawa melihat Irenna yang bermain ciluk..ba..sampai terpingkal-pingkal. Liely menyudahinya karena ada makanan yang mengotori pakaiannya dan mengganti yang baru.

Saskia baru  saja selesai berbincang dengan Mrs Monica Hangat dari Toronto karena dipanggil Liely untuk makan siang, Kimberly begitu melihat Saskia langsung berteriak: ” Mi….Kia….” dan Saskia mematikan hapenya lalu memeluk putri kecilnya dan memanggil Armando untuk makan siang bersama. Baru beberapa menit menikmati hidangan tiba-tiba listrik padam Liely menghidupkan lampu emergensi yang dilihatnya di ruang tamu, dan lampu menyala tapi kurang terang.

Hape Armando berbunyi panggilan dari pilot Henry yang mengabarkan jangan keluar rumah dulu karena badai amat kencang dan saat ini lagi memasukkan pesawat di hanggar. Saskia mencoba melihat keluar melalui jendela dan menarik gorden pelan-pelan.

Saskia       : ” Astaghfirullah…mengapa begini gelap di luar…?!”

Irenna      : ” Mungkin kita terkubur di badai pasir…..coba lihat masker kalian …nampak menghitam…”. Liely bergegas mengambil masker dan membaginya lalu Ia mengganti masker cucunya dahulu baru dirinya. Mereka pada memandangi maskernya masing-masing yang nampak menghitam.

Lampu mulai meredup dan udara mulai berkurang….Liely menghidupkan lampu hapenya agar ruangan terang dan nampak dari kaca diluar gelap-gulita mereka memasuki kamar masing-masing agar pernafasannya lega. Hape Armando mati karena baterainya nol. Antonie masih bisa memvideokan moment ini dan disambung dengan power bank. Pak Roy mendapat telefon dari Vivian kekasihnya di Garut tapi tak bisa mengangkatnya karena baterainya 1% pasti mati kalau diangkatnya.

Hasan Torres mencoba menghubungi Antonie tidak bisa dan baru mendapat kabar kalau vilanya terkubur badai pasir dan sementara off dulu….

Hasan Torres tercengang dan menulis di papan tulis kalau Kimberly Fans Clup terkubur di Badai Pasir, dengan berlinangan air mata Hasan Torres berdo’a supaya rombongan selalu dilindungi Alloh SubhanahuwataAlla. Nurozi pucat lidahnya kelu membaca tulisan Hasan Torres.

Didit         : ” Aku percaya dedek Kimberly dan lainnya pasti baik-baik saja dan Tuhan selaku melindunginya Aamiin.


cerbung.net

Untukmu Kupertaruhkan Hidupku

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Saskia menghapus air mata dengan saputangan merahnya yang penuh luka...ya..luka hati mendalam dalam hidupnya. Armand sudah tak menggubris lagi dengan apa yang telah Ia janjikan. Cinta Armand pada Saskia sepertinya sudah luntur, padahal mereka satu kantor hanya beda bagiannya. Semua sudah tahu kalau pasangan Armando dan Saskia Prihatini adalah pasangan serasi dan sudah menjalin cinta selama tiga tahun. Mereka bekerja di CV Titipan Kilat Bandung Permai milik pak Roy. Armando bekerja sudah hampir tujuh tahun di bagian distribusi  sedangkan  Saskia baru empat tahun di bagian penerimaan barang ....Mengapa Tega sekali Nia karyawan yang baru tiga bulan melakukan semua ini didepan mata Saskia bermesraan dengan Armando sedangkan Armando tanpa perasaan memperlakukan Saskia seperti itu tanpa kata putus dan membuat Saskia harus menentukan sikap. Saat mereka berdua sedang bermesraan di samping kantin Saskia mendekati Armando sambil bertolak pinggang," Armando..! kapan engkau memutuskan aku...?!  dengan sengaja kau bercinta dengan Nia...otakmu kau taruh dimana ..? aku sudah bosan melihat tingkah polah kalian berdua , kalau kamu tak memutuskan aku maka aku yang akan memutuskan kamu...!! "  ucap Saskia dengan tegas.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset