Villainess itu Hanyalah Sebuah Boneka episode 3

Chapter 3

Vera terkejut, seolah-olah dia telah tersambar petir, lalu menatap Cayena

Apa Cayena pernah seramah ini kepada salah satu pelayan pribadinya?

“Tanganmu kasar,” Kata Cayena sambil meraih tangan Vera lalu merabanya.

Melihat jari-jari Cayena yang lurus dan ramping. Vera rasanya ingin menyembunyikan tangannya karena malu.

“Kamu pasti benar-benar menderita sekali”

“…Itu tidak benar, Yang Mulia.”

“Pernah mendengar sebuah pepatah,’Hidup itu sekilas seperti sebuah kedipan mata’?”

Cayena menarik Vera untuk duduk di kasurnya.

“Ketika aku meminum racun itu, AKu berpikir aku akan mati. Pada saat itu, Aku memikirkan tentang orang-orang yang bersamaku sampai saat ini. Lalu, aku mengingatmu, orang yang bekerja sangat keras selama ini.”

Dalam hati Vera sangat senang sekali dengan ucapan Cayena.

Hingga saat ini, dia adalah pelayan setia Rezef, berpegang keyakinan kalau suatu saat nanti Rezef akan mengakuinya. Dia yakin jika Rezef menjadi seorang Emperor, dia pasti menyadari dan akan mengakui dirinya.

Tetapi, keinginannya sejauh ini belum terpenuhi, dan akan hanya terus tertunda.

Cayena seperti orang yang muncul secara langsung di hati Vera dan mengucapkan kata-kata yang sangat ingin ia dengarkan.

“Aku berharap aku tidak terlalu terlambat untuk mengatakan ini, tetapi, Terima Kasih, Vera.”

Mata Vera menjadi merah karena bahagia.

‘Sungguh sulit dipercaya’

Dia memikirkan semua masalah yang dia alami, Cayena memeluk Vera dengan lembut dan mengusap pundaknya, seolah-olah dia memahaminya. Vera tidak mampu menahan air matanya lebih jauh lagi.

“Jangan menangis. Kita masih memiliki banyak waktu sisa bersama, Aku ingin kita bisa akrab.”

Vera memaksa untuk tidak menelan air tangisannya dan mulai cegukan.

Cayena tidak menyuruhnya berdiri, melainkan dia terus memeluknya dan menopangnya secara emosional, lalu, dia berbiacara kepada pelayan pribadi lainnya di ruangan itu, yang juga matanya memerah karena menangis, dan lalu meminta handuk.

“Terima kasih, semuanya. Ini semua karena kerja keras kalian bahwa aku masih hidup.”

“Tidak, Yang Mulia!”

Semua pelayan pribadinya langsung membukuk di lantai penuh dengan hormat kepadanya.

Vera merasa malu karena dia tidak dapat menghentikan tangisannya. Cayena menyadari ketidaknyamanannya, dia menghela nafas sambil tersenyum kepadanya.

Dia bertanya kepada para pelayan pribadinya

“Apa seseorang disini tau cara menenangkan Vera?”

Semua orang tertawa mendengar ucapannya. Suasana di dalam kamar Cayena berubah menjadi hangat.

“Semua orang disini sangat berhati lembut.” Kata Cayena

Mereka tersenyum canggung dan malu mendengar ucapannya. Rasanya sangat menyenangkan dipuji secara lembut oleh majikannya. Mereka akhirnya menyadari, bahwa Cayena memiliki sikap yang lembut dan ramah.

Seperti yang Cayena rencanakan.

“Sekarang, aku yakin kamu pasti merasa malu-malu untuk menatapku, jadi kamu bisa mengambil istirahat sekarang, Vera. Tapi sebelum itu, aku membutuhkan sepasang pakaian baru, sepertinya pakaian lamaku sudah berubah menjadi sebuah sapu tangan.”

Semua orang tertawa lirih mendengar guyonannya sementara wajah Vera malah memerah.

“Yang, Yang Mulia!”

Cayena tertawa dan mencoba untuk menenangkan Vera, tapi tiba-tiba dia merikuk kesakitan dan batuk-batuk berulang kali.

Para pelayan pribadinya ingat bahwa Cayena masih seorang pasien, Panik, mereka mulai berteriakan.

“Yang Mulia!”

“Panggil seorang dokter, cepat!”

Sekali lagi, mereka memandang Cayena sebagai pasien lemas yang perlu dirawat. Perasaan mereka terlalu dangkal.

Cayena dengan sabar mengikuti instruksi mereka.

“Anda tidak boleh membuat diri anda tertekan,” kata dokter yang datang ke kamarnya.

Di momen yang singkat itu, tanpa disadari energi Cayena telah terkuras hingga tingkat yang mengejutkan.

“Anda akan baik-baik saja dengan istirahat,” kata dokter, seolah-olah keadaan Cayena tidaklah terlalu serius–tapi Cayena tidak terlihat lebih baik dari sebelumnya.

Ekspresi para pelayan pribadinya langsung menjadi gelap. Jika ada masalah dengan sang putri, tidak mungkin mereka dapat menghindari dari sebuah hukuman.

“Putri, Pangeran Rezef meminta izin untuk menemui anda. Haruskah kami mengizinkan masuk?”

‘Akhirnya dia disini’

Momen ketika Rezef meminta untuk menemuinya.

Baca novel ini hanya di cerbung.net

“Tidak apa-apa”

Cayena bangkit dari tempatnya berbaring. Semua orang dapat melihat bahwa itu terlalu berat untuknya. Dia tidak dapat, dan tidak seharusnya, berdiri.

Tetapi dia harus melakukan itu, karena dia akan menghadapi pelaku sebenarnya yang mencoba meracuninya.

‘Dia tidak berniat membunuhku, tapi dia bermaksud menjebak seseorang dengan kejahatan itu.’

Dia benar-benar dimanfaatkan oleh Rezef. Sebutan boneka penari benar-benar cocok dengannya.

Pintu terbuka dan seorang pria tampan muda dengan mata birunya serta rambut pirangnya masuk kekamar.

“Mengumumkan kehadiran Yang Mulia, Pangeran Rezef!”

Semua pelayan pribadinya langsung menundukkan kepalanya dan menatapnya penuh dengan kegelisahan.

Rezef Hill adalah adik laki-laki tirinya, pemeran utama pria nomer dua, dan seorang emperor Kekaisaran Eldaim di masa depan. Dia adalah orang yang secara moral bejat yang membunuh Emperor untuk mengambil alih tahta.

Meskipun penampilannya yang tampan, dia adalah orang yang paling sadis daripada yang lain.

Sang Emperor adalah orang berhati dingin bahkan kepada anak-anaknya. Sampai ke titik dimana jika dia melihat bagaimana dia beriteraksi dengan mereka, mereka bahkan seperti tidak dianggap anak-anaknya.

Dia sangat mirip dengan Rezef. Sang Emperor menolak untuk membagi kekuasaannya kepada anak laki-lakiya.

Dibesarkan dengan perilaku dingin. Rezef secara alami tumbuh menjadi seorang tirani.

Olivia membantu Rezef dengan menunjukkan kasih sayang kepadanya.

‘Dia sungguh anak yang malah, haus akan kehangatan dan orang-orang peduli dengannya’

Cayena marah kepadanya, tapi dia dapat melihat itu.

Rezef terlihat seolah-olah dia harus menemui Cayena tepat setelah jalan-jalan, mengenakan mantel dan atribut pangkat-pangkatnya.

“Bagaimana perasaanmu, Cayena?”

Cayena hampir tertawa terbahak-bahak. Sungguh sesuatu yang aneh untuk ditanyakan, datang dari orang yang membuatnya sakit.

Dia hanya tersenyum

“Aku bisa menahannya.”

Rezef, yang menduga Cayena akan protes dan mengeluh, terdiam beberapa saat mendengar reaksi yang tidak ia duga.

Dia tidak pernah meliuhat kakaknya berbicara dengan tenang dan lembut

“…begitukah? Aku lega mendengarnya.”

Dia mendekat dan duduk di tempat tidurnya tanpa seizinnya.

‘Sekarang, aku bisa melihatnya jelas bagaimana bodohya kau memperlakukan aku.’

Terdengar ramah, tetapi tidak ada rasa hormat sedikitpun.

Sungguh aneh untuk dikatakan kalau mereka berdua itu dekat satu sama lain. Sebenarnya Rezef dan Cayena tidaklah dapat bersikap ramah terhadap orang lain

Setiap tindakannya menunjukkan apa yang dia pikirkan tentang Cayena.

“Aku bertanya kepada dokter, lalu dia mengakatakan kalau proses pemulihanmu berjalan dengan lancar. Kakak akan segera sembuh.”

“Sepertinya aku telah membuatmu khawatir dengan hal yang tidak terlalu penting.”

“Jangan berkata seperti itu.”

Saat percakapan mereka terus berlanjut, Rezef menjadi kebingungan. Ini adalah pertama kalinya dia dapat berbicara dengan Cayena dengan perasaan yang tenang.

Mungkin hanya karena dia sedang sakit dan tubuhnya yang sedang lemah.

‘Sesuatu benar-benar berbeda dari biasanya’

Rezef tidak dapat berhenti memikirkan apa yang sebenarnya terjadi, pikiran Rezef terus berterbangan, terlebih lagi dengan sikap Cayena sekarang ini membuatnya seolah-olah dia berurusan dengan orang lain dibalik topengnya.

Dia tidak seperti kakakku.

“Kamu seharusnya sangat sibuk, apakah tidak apa-apa kamu datang kesini?”

Rezef menatapnya dengan mata birunya yang berkilau, Dia mencoba untuk memahami mengapa Cayena bertingkah sangat tidak normal. Dari luar, Cayena hanya terlihat seperti orang yang kelelahan karena keracunan dan jatuh sakit.

“Perasaanku tidak dapat tenang sampai aku yakin kalau kamu benar-benar sudah sehat kembali, maafkan ketidakdewasaanku ini.”

Rezef kebingungan, Cayena tidak menggerutu ataupun bersikap kekanak-kanakkan seperti biasanya.

‘Kalau Cayena biasanya, dia pasti menanyakan lebih dari 10 kali kapan aku akan menangkap orang yang telah meracuninya.’

Bibirnya yang selalu tidak dapat berhenti mengomel tiba-tiba tertutup seperti kerang, dan Rezef tidak dapat membaca isi pikiran Cayena.

‘Itu pasti hanya karena dia sedang sakit. Dia telah keracunan, tentu saja dia pasti merasa ketakutan.”

Rezef mengenal Cayena lebih dari siapapun, tentu akan terasa sulit menilainya jika dia berubah, tidak, lebih tepatnya Rezef tidak ingin menilainya dengan cara yang lain. Rezef hanya menganggap Cayena sebagai wanita yang cantik, selebihnya dia hanyalah orang yang tidak berguna, dan memang seperti itu seharusnya.

Oleh karena itu, dia akhirnya menyimpulkan bahwa dia terlalu memikirkan perubahan Cayena.

“Aku berjanji akan menemukan orang yang telah meracunimu dengan kedua tanganku dan membuatnya membayar akan kejahatannya. Jadi jangan terlalu khawatir, kak.”

Setelah mengatakan itu, Rezef menggenggam tangan Cayena untuk menyakinkannya.

‘Kau hanya melihatku tidak lebih hanya sebuah alat untuk menggapai tahtamu’

Cayena hanya tersenyum, aneh rasanya, mendengar kata-kata yang sudah pernah ia dengar.

Sekarang ini, mereka berdua terlihat seperti benar-benar seperti seorang saudara. Jika orang tidak tau kenyataan sebenarnya, mereka mungkin sudah mengira kalau mereka berdua adalah saudara yang saling menyayangi. Itu karena Rezef adalah seorang adik laki-laki yang tidak hanya tampan namun juga sangat penurut dan mau melakukan apapun untuk menyenangkan kakak perempuannya.

‘Itulah mengapa aku tidak akan pernah berpikir kalau dia akan meracuni aku.’

Tapi sekarang ini, Cayena benar-benar sadar bahwa lawannya adalah seeokor singa yang menyembunyikan cakarnya sambil berpura-pura menjadi seekor kucing.

Itu adalah Rezef, bukan orang lain, orang yang telah meracuni Cayena.

‘Lebih tepatnya, dia berusaha membuat situasi dimana aku benar-benar telah diracun.’

Jadi itu lebih licik dan jahat.

Cayena menatap kosong Rezef dan berkata.

“Berhentilah mencari pelakunya, Rezef.”

“…Apa yang kau katakan, Cayena?”

Di dalam pikiran Rezef, Cayena seharusnya berlari kepadanya sambil menyuruh untuk mencari siapa orang yang berusaha menyakitinya. Kenapa dia menyuruhku untuk berhenti mencari?
Itu benar-benar sulit dipercaya sehingga membuat isi kepalanya terdiam sesaat.


cerbung.net

Villainess itu Hanyalah Sebuah Boneka

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2020 Native Language: Indonesia
Ceyena, seorang putri yang dikenal sebagai wanita tercantik di Kekasairannya , dia adalah seorang wanita arogan jahat yang hanya menginginkan kemewahan.Namun dia ditakdirkan untuk menjadi bidak kehancuran yang akan digunakan oleh adik laki-lakinya untuk mengamankan posisinya untuk menjadi seorang emperor dan lalu akhirnya dibunuh secara tragis oleh suaminya sendiri."Aku akan menjadikanmu seorang Emperor""....Kak , apa yang kau maksud itu aku ?""Sebagai gantinya, beri aku kebebasan untuk hidup"Dia harus merubah nasibnya sebelum dia berubah menjadi "Putri Ceyena itu" di masa depan.Judul Alternatif : The Villainess is a MarionetteDitranslate oleh : Nishikinrei @ Cerbung.net

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset