Villainess itu Hanyalah Sebuah Boneka episode 10

Chapter 10

“Dan yang terakhir adalah Olivia Grace.”

Cayena sengaja menempatkan Olivia, sang tokoh utama novel sebagai pilihan terakhir.

Raphael mengenali nama itu. Keluarga Grace adalah satu-satunya keluarga yang didukung oleh keluarga Duke.

“Keluarga Grace adalah keluarga yang terendah dalam tingkat sosial di antara ketiga wanita yang aku sebutkan sebelumnya, Namun, walaupun mereka tidak memiliki kekuasaan maupun kekayaan, mereka memiliki posisi yang menarik karena mereka adalah sponsor dari Kedrey duchy.”

Karena Raphael juga memiliki telinga, tentu dia juga menyadari dengan fakta bahwa Cayena sangat membenci Olivia. Tapi Cayena masih menyebutkan namanya. Apa yang sebenarnya dia rencanakan?

“Menurutku, Lord Kedrey harus bertemu dengan nona Olivia Grace.”

“Maksudmu kau menyarankan aku untuk menikahinya?”

“Itu benar, wanita itu sangat cerdas dan setia. Dia tidak hanya perhatian, tapi dia juga dapat diandalkan dan orang yang kuat.”

Cayena mengucapkan itu dengan penuh arti, seolah-olah dia sedang bernegosiasi.

Raphael memeriksa raut wajah Cayena untuk mencari niatan dia sebenarnya. Mengingat masa lalu mereka, tidak mungkin Cayena akan mengatakan ini.

Jadi Raphael bertanya ke Cayena secara terang-terangan.

“Aku tidak tahu kenapa kau mengatakan ini.”

Sesaat mata mereka saling bertemu. Tatapan mereka sangat dalam dan penuh hening, seolah-olah mereka sedang melihat dalam diri mereka satu sama lain.

“Jika itu adalah Lord Kedrey, Aku rasa anda sudah tahu alasannya,”

Kata-kata Cayena seperti sebuah teka-teki. Sikap Cayena menunjukkan bahwa dia tidak memiliki rencana untuk memberitahu jawaban yang sesungguhnya.

‘Keuntungan macam apa yang akan diperoleh oleh putri jika aku menemui wanita itu?’

Raphael bahkan tidak dapat menebak keuntungan apa yang akan Cayena peroleh dari perbuatannya.

Tapi tentu saja Raphael tidak tahu. Karena Raphael tidak tahu kalau ini adalah sebuah novel, atau apa yang akan terjadi di masa depan– dan, tentu saja, dia tidak tahu dengan tujuan Cayena yang sebenarnya.

‘Karena mereka berdua adalah tokoh utama, mereka berdua ditakdirkan untuk bersama. Jadi itu akan memberikanku keuntungan jika mereka berpikir aku membantu pertemuan mereka.”

Terlebih lagi, Olivia akan segera menjadi salah satu pelayan pribadi di istananya, lalu setelah itu takdir Cayena, Olivia, dan Raphael akan terikat bersama seperti sebuah tali.

“Pelayan pribadi lainnya akan segera datang,”

Vera berbisik ketika dia mendekati mereka berdua. Itu artinya waktu untuk mengakhiri percakapan mereka saat ini.

Cayena sekarang yakin bahwa Vera sedang menjauhi pelayan pribadi lainnya secara emosional untuk beberapa alasan.

“Kau sedikit terlambat menyiapkan teh,” Cayena menegurnya secara ringan.

Salah satu pelayannya menundukkan kepalanya.

Mereka pasti sudah bergegas menuju ke istana tempat Rezef berada untuk memberitahukan pertemuanku dengan Raphael.

Sebenarnya, itulah adalah alasan mengapa Cayena membubarkan semua pelayan pribadinya kecuali Vera, pada sebelumnya.

“Saya mohon maaf, Yang Mulia.”

“Tidak apa-apa. Segera siapkan tehnya. Kau sudah memastikan untuk mempersiapkannya dengan baik, kan?”

Cayena secara langsung memeriksa kondisi daun teh dan cangkir tehnya.

“Seduh tehnya dengan kuat lalu campur teh milik Lord Kedrey dengan susu”

“Baik, Yang Mulia.”

Para pelayan pribadinya menaruh beberapa arang di tungku kecil dan meletakkan teko teh di atasnya untuk menghangatkannya.

Cayena menjelaskan apa yang dia lakukan kepada Raphael, yang sedang menatapnya.

“Aku pikir mungkin anda melewati jam makan anda, karena anda adalah orang yang sangat sibuk dengan pekerjaan. Sebuah campuran teh hitam dan susu adalah pilihan bagus untuk situasi seperti ini.”

Apa Cayena menyukai teh kental dengan yang aroma kuat? Raphael hanya menangguk, mengingat itu tidak terlalu penting.

Cayena sering kali menyiapkan Raphael sebuah hadiah yang sesuai dengan seleranya atau melakukan sesuatu yang dia sukai. Ini hanya akan menjadi salah satu contoh dari tindakkan itu.

Akhirnya, teh susu yang telah diseduh dengan kuat ditempatkan di depan Raphael. Baunya tidak terlalu buruk.

“…!”

Setelah minum seteguk, Raphael membuka lebar matanya saat sensasi aroma teh itu yang menyebar turun ke tenggorokannya.

Itu sangat cocok dengan seleranya.

“Bagaimana rasanya?”

Cayena bertanya, dia terlihat santai, seolah-olah dia yakin kalau Raphael akan menyukainya.

“Ini enak,”

Jawab Rezef yang sedikit keheranan.

Cayena tersenyum ramah dengan penuh kehangatan.

“Aku lega mendengarnya.”

Raphael tidak sengaja menggores piring porselen dengan tangannya yang sedang memegang cangkir teh.

Cayena tidak menyadarinya, tapi ini adalah ‘preferensi’ pertama yang dimiliki Raphael.

Tiba-tiba, dia merasa harus segera berdiri sekarang. Dia merasa akan berbahaya jika tinggal terlalu lama.

“Karena ini awal dari musim semi, anginnya sedikit dingin.”

Yang berarti mereka seharusnya berada di dalam.

Para pelayan pribadinya membawakan mantel tebal dan memakaikannya pada Cayena.

“Tadi sungguh menyenangkan.”

Cayena menyapa ringan Raphael. Cayena tampaknya tidak ingin mengulur-ulur waktu agar dia dapat bersama dengan Raphael lebih lama atau mengganggunya untuk membuat rencana mereka di masa depan, tidak seperti di masa lalu.

“Benar,”

Kata Cayena, dia terlihat seperti dia telah mengingat sesuatu.

“Jika semua berjalan lancar dengan Lady Grace, Aku harap anda tidak melupakan bahwa aku adalah yang pertama mendukung pertemuan anda.”

Senyum di wajahnya terlihat sedikit nakal.

Ini akan bermanfaat di masa depan jika aku orang-orang berhutang budi padaku .

“…Mohon berhati-hati di jalan, Yang Mulia.”

Raphael tidak punya jawaban lain untuk diberikan, jadi dia hanya menjawabnya dengan salam formal.

***

Kereta kuda Raphael sedang dalam perjalanan menuju ke kediaman Kedrey. Raphael membungkam mulutnya, seolah-olah dia sedang memikirkan sesuatu.

“Itu sedikit aneh bukan?”

Kata anak buah Raphael, Jeremy, sambil berkata lagi dengan hati-hati.

Baca novel ini hanya di Cerbung.net

“Tuan Putri Kekaisaran, maksud saya. Dia sedikit berbeda dari biasanya.”

“Dia terlihat jauh lebih cantik dari biasanya”

Potong Baston, kesatria yang menemani mereka.

Lalu, Jeremy mengerutkan alisnya dan memarahinya.

“Itu bukanlah yang aku maksud!. Maksudku auranya benar-benar terlihat sangat berbeda sekarang.”

“Itulah mengapa dia terlihat jauh lebih cantik sekarang!”

“…Kau..berhenti bicara.”

Setelah Jeremy menyuruhnya untuk diam, Baston terlihat sedih dan mengira kalau itu tidak adil.

Lalu, Akhirnya Raphael perlahan membuka mulutnya.

“Itu benar.”

Masih belum jelas kepada siapa Raphael setuju, Jeremy atau Baston. Mereka hanya menatapnya dengan bingung dan hanya diam agar mereka tidak menganggu pikirannya.

Raphael mengingat kembali gambaran dari Cayena, yang telah mengambil kendali penuh di momen yang hanya sesaat itu.

Dia tidak terlihat mengintimidasi, tapi sangat jelas kalau dia yang memimpin pembicaraan itu.

Siapa Cayena yang dia lihat sebelumnya, dan siapa Cayena yang dia lihat sekarang?

Kereta kuda Raphael telah tiba di sebuah villa dan perlahan berhenti. Beberapa pelayan, termasuk para pengikut, melihat kereta itu lalu keluar.

“Selamat datang kembali, Tuan”

Raphael menganggukkan kepalanya dan membalik mantelnya, kemudian dia merasa ada yang aneh.

Ada tamu tak terduga yang telah mencarinya dan sedang menunggu di dalam villa itu.

“Kau terlambat.”

Itu adalah ibunya. Duchess Noa Kedrey.

Raphael menjawab ibunya, orang yang telah lama tidak ia jumpa, tanpa sedikitpun menyambutnya.

“Apa yang kau lakukan disini?”

Mengapa ibunya berada di ibu kota? seharusnya dia berada di rumah besar di barat.

‘Para pengikut menyembunyikan kedatangannya dariku.’

Mereka pasti sudah tahu kalau dia akan berkunjung.

“Kau masih dingin seperti biasanya, bahkan kau tidak berusaha menawarkan sebuah teh kepada ibumu sendiri?”

Tanya Ibunya.

Raphael menyuruh seorang pelayan untuk menyiapkan mereka sebuah teh. Lalu, tiba-tiba dia memanggil kembali pelayan itu.

“Pastikan kau menyeduh yang satunya dengan sangat kental dan menambahkannya susu.”

“Baik, Tuan.”

Mereka menuju ke ruang makan dengan jendela yang sampai ke langit-langit. Di meja, ada beberapa dekorasi bunga dan tempat lilin.

Duchess Noa yang melihat dekorasi ruangan itu, mendecakkan lidahnya.

“Tanpa seorang istri, pengelolaan rumah ini terlihat sangatlah buruk.”

“Aku hanya membuang sesuatu yang aku rasa tidak aku butuhkan.”

“Itu karena pelayanmu hanya membeli apa yang orang lain beli.”

Raphael tidak menjawabnya.

“Apa kau terkejut karena aku datang secara tiba-tiba?”

“Aku tidak menerima pemberitahuan sama sekali.”

“Aku yakin kau tidak akan mengetahuinya, karena aku mengatakan pada mereka untuk tidak membuat keributan.”

Apa alasan ibunya untuk datang secara diam-diam bahkan membuatnya harus membungkam mulut orang-orang?

Raphael berpikir bahwa ibunya mungkin sedang menyiapkan sesuatu yang tidak ia sukai padanya.

Tentu saja, Duchess memanggil pelayan pribadinya, yang telah berdiri di belakangnya seperti patung lilin.

“Isabel”

Pelayan pribadi yang bernama Isabel itu secara hati-hati meletakkan sebuah kotak kayu di atas meja.

Raphael melirik ke arah kotak berwarna hitam itu.

“Apa ini?”

“Ini adalah tawaran menikah untukmu.”

“…”

Waktunya benar-benar kebetulan. Raphael baru saja pulang setelah mendengarkan Cayena berbicara tentang pasangan yang cocok untuknya.

Apa Cayena merencanakan ini bersama ibu? Itu adalah sebuah pemikiran yang bodoh, tapi ibunya adalah seseorang yang mungkin akan benar-benar melakukan itu.

“Kau harus segera memilih tunanganmu.”

Saat Duchess memberi isyarat, Isabel membuka kotak itu dan mengeluarkan beberapa foto.

Raphael menangkat alisnya karena terkejut.

Foto-foto itu adalah milik Dolores Avon, Rita Brukin, dan Olivia Grace.

Mereka adalah wanita yang sama persis dengan urutan Cayena sebutkan kepadanya sebelumnya.


cerbung.net

Villainess itu Hanyalah Sebuah Boneka

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2020 Native Language: Indonesia
Ceyena, seorang putri yang dikenal sebagai wanita tercantik di Kekasairannya , dia tak tau apapun selain kejahatan dan kemewahan.Namun dia ditakdirkan untuk menjadi bidak kehancuran yang akan digunakan oleh adik laki-lakinya untuk mengamankan posisinya untuk menjadi seorang emperor dan lalu akhirnya dibunuh secara tragis oleh suaminya sendiri."Aku akan menjadikanmu seorang Emperor""....Kak , apa yang kau maksud itu aku ?""Sebagai gantinya, beri aku kebebasan untuk hidup"Dia harus merubah nasibnya sebelum dia berubah menjadi "Putri Ceyena itu" di masa depan.Ditranslate oleh : Nishikinrei @ Cerbung.net

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset