Villainess itu Hanyalah Sebuah Boneka episode 11

Chapter 11

Di chapter kali ini menjelaskan bahwa ada tingkatan posisi diantara para pelayan, Mulai sekarang, anggap saja para pelayan yang telah mengikuti Cayena selama ini sebagai “pelayan pribadi” yang berasal dari keluarga bangsawan, dan orang yang bekerja di bawah mereka (orang yang akan kalian temui di chapter ini) sebagai pelayan biasa.

‘….Putri Cayena tidak benar-benar mendiskusikan ini dengan ibuku, bukan?’

Dia mengkerutkan keningnya ketika memikirkan kejadian hari ini sebagai hipotesisnya.

Tidak menyadari dengan isi pikiran Raphael, ibunya menjujung tinggi para wanita di foto itu.

“Mereka semua adalah wanita yang bijak dan terhormat.”

Kata ibunya.

Raphael menyeruput teh kentalnya untuk membasahi mulutnya.

“Wanita yang bijak dan terhormat…”

Raphael mengingat perbedaan sifat calon pasangannya yang disebutkan Cayena pada sebelumnya.

Dolores Avon, orang yang berbakat dalam menyulam dan bermain piano tapi akan pingsan ketika melihat sebuah darah.

Rita Brukin, orang yang kasar tapi telah dilatih sebagai prajurit.

Dan Olivia Grace, orang yang disponsori oleh ibunya dan disarankan oleh putri Cayena.

‘….Aku rasa aku telah diberi sebuah petunjuk’

Putri telah mengatakan kepada Raphael informasi yang sangat akurat. Dan jika semua perkataannya benar…

‘Tidak seorangpun di antara mereka cocok menjadi seorang duchess.’ Aku yakin dengan itu.

Ibunya menunjuk ke sebuah foto.

“Bagaimana pendapatmu tentang Lady Grace? Dia tidak memiliki kekurangan, ditambah lagi dia sangat cerdas.”

“Aku tidak memiliki keinginan untuk menikah, Ibu.”

Jawab Raphael

Secara kasar, walaupun ibunya benar. Bagian terpenting bagi keluarganya adalah untuk memperkuat posisi Raphael.

Namun, Raphael merasa jijik harus bersentuhan dan memikirkan seseorang yang tertarik dengannya.

Bagaimana bisa dia memilih calon istri jika dia seperti ini?

Jika itu hanya seseorang yang akan duduk bersama saat makan, dia pasti sudah memilih seseorang. Tapi Raphael tidak memiliki ketertarikan kepada siapapun kecuali dirinya sendiri. Dia bahkan tidak pernah merasakan cinta kepada ibunya sendiri.

Kehadiran ibunya yang mendadak di wilayah kekuasaannya membuatnya sangat stress.

“Kau tidak bisa serius dengan hal itu,”

Kata ibunya.

“Jangan lupa bahwa menikah dengan cepat itu adalah untuk kebaikan keluargamu, Raphy.”

Menyebutnya dengan nada yang dingin, terdengar sangat tidak cocok dengan panggilan yang dia berikan kepada Raphael.

Ibunya langsung berdiri begitu dia selesai mengatakan sesuatu yang harus dia sampaikan. Lalu dia keluar, pintu tertutup rapat dibaliknya.

Raphael memperhatikan lagi foto-foto itu yang masih tertata rapi di atas meja. Tatapan matanya terhentu di foto Olivia.

Kecantikannya benar-benar mengesankan, dengan rambut berwarna coklat gandum dan mata yang hijau.

Bagaimana Cayena bisa tahu? Bagaimana bisa dia mendiskusikan calon istrinya dengan dirinya pada waktu yang tepat?

Raphael berbicara kepada Butler yang masuk ke ruangan makan.

“Katakan pada Jeremy untuk membuat permintaan bertemu dengan Yang Mulia, Cayena”

“Baik, Tuan.”

Dia penasaran dengan sang putri.

***

Begitu Cayena tiba di istananya, dia menyadari bahwa ruang tidurnya masih belum dirapikan.

“Aku lihat kau masih belum membersihkan ruangan ini.”

“Saya mohon maaf, Yang Mulia!”

Pelayan pribadi yang bertugas untuk membersihkan ruangan itu terkejut, lalu membungkuk ke arahnya.

“Pastikan kau tidak mengulangi kesalahan ini lagi.”

“Baik, Yang Mulia!”

Para pelayan pribadi secara diam-diam bertukar pandangan, melihat bagaimana Cayena dengan murah hati mengabaikan masalah itu.

Putri benar-benar sudah berubah. Dia sudah jauh lebih dewasa sekarang.

Dan karena mereka adalah orang-orang yang paling dekat dengan Cayena, merekalah yang melihat betapa banyaknya dia telah berubah.

“Aku ingin beristirahat sekarang, kau boleh keluar.”

“Kalau begitu, kami permisi.”

Para pelayan pribadinya keluar dari kamarnya dan pergi ke ruang tunggu.[1]

Beberapa pelayan membawakan teh dan berbagai minuman lainnya untuk para pelayan pribadi yang sedang beristirahat.

Minuman yang mereka bawa memiliki kualitas yang lebih tinggi dari sebelumnya.

“Lydia”

Vera memanggil Lydia, seorang pelayan pribadi yang bertanggung jawab membersihkan tempat tidur Cayena.

“Kenapa kau tidak melakukan pekerjaanmu dengan benar? Kau bukanlah pelayan pribadi yang tidak becus sampai bisa membuat sebuah kesalahan seperti itu.”

Lydia membuat wajah yang terlihat tidak puas setelah mendengar omelan Vera.

“Yang Mulia memaafkanku, jadi mengapa kau membesar-besarkan masalah ini”?

Vera langsung memahari Lydia kembali.

“Itu hanya sebuah kamar tidur. Hanya karena aku bolos hari ini–”

“Apa?!”

Vera tercengang saat mendengar ucapannya.

Lydia awalnya berperilaku dengan baik karena Cayena memiliki temperamen yang kuat, tapi kenyataannya. Lydia adalah seseorang yang arogan karena dia berasal dari keluarga yang berpengaruh. Dan sekarang karena Cayena menjadi lebih baik hati dan toleran. Lydia dengan cepat menunjukkan watak aslinya.

“Orang yang memperkerjakan aku adalah Pangeran Rezef, bukan Putri Cayena.”

Di antara orang-orang yang berkumpul disini, memangnya siapa yang bukan?

Mereka semua dikirim oleh Rezef untuk menjadi pelayan pribadi Cayena.

“Bagaimanapun, pasti Yang Mulia Rezef akan melingdungiku, lagi pula dia membutuhkan kekuatan keluargaku.”

Para pelayan yang berada di sekitar Lydia mulai setuju satu persatu dengannya.

“Seharusnya, kaulah Vera yang seharusnya tidak melupakan tujuan kita. Kita adalah orang orang Pangeran Rezef.”

“Apa kau tidak tahu bahwa kita tidak boleh membiarkan pengaruh Putri Cayena menjadi terlalu kuat?”

“…”

Vera tidak dapat berbicara begitu dia mendengar pembicaraan bodoh ini.

‘Mereka sangat menyadari itu, tapi mereka tidak mengerti mengapa kami ditempatkan disini sebagai pelayan pribadinya.’

Alasannya sangat jelas, hanya dengan melihat Lydia Benzeman, yang berasal dari keluarga yang paling kuat di antara mereka.

Mereka hanya terlihat seperti iga ayam, dengan kata lain, mereka tidak terlalu berharga, tapi lebih baik untuk memilikinya daripada harus membuang mereka.

Vera kehilangan kata-kata untuk memcela mereka. Mereka semua terlalu bodoh.

“Mengapa kau malah ikut campur dan membuat keributan?”

Mereka mencela saat melewati Vera.

“…”

Vera merasa sedih. Dan sekarang setelah dia melihat wujud asli orang-orang yang pernah ia yakini sebagai rekan kerjanya, dia merasa kelelahan.

‘Bagaimana bisa aku sempat berpikir kalau aku bisa diakui di tempat ini?’

Sebenarnya, sebagian besar pelayan yang berkumpul disini hanya mendukung Rezef.

Dia adalah satu-satunya pangeran Kekaisaran, dan penampilannya yang terlihat lembut dan baik telah mengguncang hati mereka.

Mereka berasumsi bahwa mereka dapat menyelamatkan Rezef dari hatinya yang beku dan sifatnya yang kejam.

‘Seolah-olah itu bakal dapat terjadi’

Vera tahu bagaimana kelanjutannya. Tak seorangpun dari mereka cocok untuk Rezef.

Bagi Vera, dia hanya ingin Rezef mengakui kemampuannya. Jika dia dapat diakui olehnya. Itu mungkin sudah cukup untuk menerima gelar sebagai bangsawan atau membangun pengaruh keluarganya.

‘Aku yakin bahwa Tuan Putri menyuruhku tinggal bersamanya dengan sebuah alasan.’

Pikiran Vera dipenuhi kekacauan.

***

Setelah membubarkan pelayan pribadinya, Cayena bersandar dengan nyaman di sebuah sofa.

‘Berkat sifat Vera, dia tidak akan meninggalkan pekerjaannya.’

Pembagian jam kerja antara Vera dan pelayan pribadi lainnya berjalan sesuai jadwal. Itu juga sama seperti ini di kehidupan Cayena yang pertama.

Di cerita aslinya, Vera meningkatkan pengaruhnya dengan menuduh pelayan pribadi lainnya tidak kompeten dan lalai dengan pekerjaan mereka. Tapi sekarang, situasinya sedikit berbeda.

‘Dia akan mulai menyadari bahwa Rezef sama sekali tidak perduli dengannya.’

Namun, Rezef sudah pasti akan menjadi seorang Emperor selanjutnya. Itulah alasan terbesar yang membuat Vera menjadi bimbang.

Jadi Cayena perlu menenangkan keresahan yang ada di dalam pikiran Vera.

“Cara apa yang terbaik untuk melakukannya?”

Mendengar gumamanya, para pelayan mengangkat kepalanya sesaat sebelum melanjutkan kembali membersihkan ruangannya.

Tidak seperti pelayan pribadinya, pelayan biasa datang dari keluarga sederhana. Kebanyakan dari mereka tidak berada di bawah kendali Rezef karena beberapa dari mereka tidak dapat membaca maupun menulis.

Jadi Cayena saat ini hanya memiliki pelayan biasa di ruangannya.

“Jangan membersihkan barangnya terlalu teliti. Buat seolah-olah kau enggan melakukannya.”

“Baik, Yang Mulia.”

Rezef mempercayakan urusan pelayan kepada pelayan pribadi Cayena.

“Keputusanmu telah menyelamatkanmu.”

Kedua pelayan itu, Donna dan Annie, tersenyum.

Ketika Lydia memerintahkan mereka untuk tidak membersihkan ruangan Cayena hari ini, mereka diam-diam melaporkan itu kepada Cayena.

Cayena menyadari bahwa Lydia lumayan dibenci di antara para pelayan.

“Kau bisa gunakan namaku untuk mendapatkan obat yang kau butuhkan.”

Kemudian, Donna bersujud kepadanya di lantai,

“Terima kasih, Yang Mulia!”

Kedua orang tua Donna sedang sakit keras, tapi penghasilan seorang pelayan tidak cukup untuk menutupi biaya obat-obatan.

Donna berpikir bahwa itu adalah sebuah keputusan yang tepat untuk berada di pihak Cayena.

Dia mengepalkan tangannya. Itu adalah sesuatu yang seharusnya diurus oleh Lydia , atasan langsungnya.

Namun, Lydia benci untuk meminta sesuatu dari Cayena.

Itu akan menghancurkan harga dirinya jika dia membuat permintaan yang sepele kepadanya, karena dia berpikir bahwa dia mungkin akan menjadi permaisuri selanjutnya.

‘Lydia akan menjadi lebih semena-mena dan bodoh.’

Di kehidupan pertama Cayena, Lydia pada akhirnya menjadi sama sekali tidak takut dengan kemarahan Cayena dan menolak untuk tunduk padanya, keras dengan pendiriannya hingga sampai akhir.

Melaporkan setiap gerak-gerik Cayena juga salah satu tugas Lydia.

‘Akan lebih baik baginya untuk segera keluar dari tempat ini secepat mungkin’

Karena pada akhirnya Lydia akan dieksekusi oleh Rezef, dan Cayena berencana untuk memotong ekornya[2], setidaknya agar dia tetap hidup kali ini.

‘Sekarang aku lebih kuat dan memiliki kekuasaan yang lebih besar, Aku harus menggunakan kekuatan itu.’

Novel aslinya dimulai dengan lamaran pernikahan Raphael kepada Olivia.

Cayena harus mempersiapkan diri untuk momen itu. Dia perlu memperhitungkan waktu masuknya Olivia di istananya.

Cayena memberi tahu Rezef bahwa dia menginginkan Olivia sebagai salah satu pelayan pribadinya. Namun, itu akan menjadi pekerjaan yang sulit untuk Rezef membawanya masuk karena dia sponsori oleh Kedrey duchy.

‘Jika dia menjadi pelayan pribadi atas permintaan Rezef dan bukan atas permintaan Emperor, itu akan menimbulkan kekacauan di keluarga Kedrey.’

Maka, itu akan menjadi masalah politik bagi Raphael dan Olivia untuk menikah.

Cayena mencoba membuat mereka bersama. Dia tidak memiliki niat untuk menghalanginya.

“Annie, bawakkan aku beberapa alat tulis.”

“Baik, Yang Mulia.”

Cayena menulis surat yang sangat singkat, tanpa menselipkan perkenalan yang berbunga-bunga.

‘Olivia tidak akan tergerak karena perintah Rezef. Aku harus menjadikannya salah satu orangku yang terlepas dari kendali Rezef.’

Keluarga Grace adalah keluarga yang rendah hati tapi juga setia. Mereka tidak akan mungkin mengkhianati sponsor mereka, Kedreys.

Saat ini, mereka berpura-pura bahwa mereka tidak tahu kalau Rezef menginginkan putrinya, tetapi Rezef akhirnya akan memberi mereka tekanan.

Itu karena Rezef benci jika dia ditantang maupun diabaikan yang membuatnya merasa terhina. Dia pasti akan marah karena keluarga rendahan seperti itu berani mengabaikan permintaannya.

Cayena membiarkan lilin menetes dari kandil merah, lalu menekannya dengan sebuah stempel yang belum diukir untuk menyegel suratnya.

Surat rahasianya telah selesai dibuat.

“Annie.”

“Saya disini, Yang Mulia.”

Annie, walaupun dia mengenakan seragam yang sama dengan pelayan yang lain, dia terlihat sangat modis.

Jika dia mengenakan gaun yang cukup baik, dia pasti akan terlihat seperti seorang bangsawan.

“Aku punya sebuah tugas untukmu.”

Cayena memberikan kepada Annie sebuah surat yang tersegel.

“Berikan ini kepada Marreth Salon di Lawrence Street.”

Sementara itu, Cayena harus mengalihkan perhatian Rezef. Cayena lalu berdiri dan berkata,

“Aku akan pergi ke istana pangeran.”

Baca novel ini hanya di Cerbung.net


Translator notes :

-.Butler = Kepala pelayan(laki-laki)

[1] Mungkin yang dimaksud seperti sebuah ruang tunggu staff, dimana biasanya seseorang beristirahat saat jam istirahat mereka.

[2] Itu adalah metafora, yang mengatakan kalau Cayena setidaknya ingin membiarkan dia hidup, tidak jelas kalau dia ingin menyelamatkannya atau tidak.

 


cerbung.net

Villainess itu Hanyalah Sebuah Boneka

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2020 Native Language: Indonesia
Ceyena, seorang putri yang dikenal sebagai wanita tercantik di Kekasairannya , dia tak tau apapun selain kejahatan dan kemewahan.Namun dia ditakdirkan untuk menjadi bidak kehancuran yang akan digunakan oleh adik laki-lakinya untuk mengamankan posisinya untuk menjadi seorang emperor dan lalu akhirnya dibunuh secara tragis oleh suaminya sendiri."Aku akan menjadikanmu seorang Emperor""....Kak , apa yang kau maksud itu aku ?""Sebagai gantinya, beri aku kebebasan untuk hidup"Dia harus merubah nasibnya sebelum dia berubah menjadi "Putri Ceyena itu" di masa depan.Ditranslate oleh : Nishikinrei @ Cerbung.net

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset