Villainess itu Hanyalah Sebuah Boneka episode 12

Chapter 12

***

Setelah Rezef menerima laporan anak buahnya, dia yang sedang menulis sebuah surat tiba-tiba terhenti.

“Yang Mulia Emperor berbicara pada putri bahwa putri diizinkan untuk untuk memilih suaminya sendiri.”

“Ayahku mengizinkannya?”

Tanya Rezef.

“Apakah nama Raphael muncul saat percakapan tersebut.”

Anak buah itu menggelengkan kepalanya dan berkata,

“Putri berkata bahwa dia tidak ingin menikahi Lord Raphael.”

“Benarkah?”

Cayena benar-benar sudah serius dengan keinginannya menikah dengan seseorang pilihannya sendiri.

Akan lebih mudah bagi Rezef jika Emperor menekan Raphael menggunakan Cayena sebagai alasannya. Rezef sedikit sedih karena kesempatan ini telah hilang.

“Tapi mereka juga mengatakan bahwa Tuan Putri bertemu dan minum teh bersama Lord Raphael setelah pertemuannya dengan Emperor.”

“…Mereka berdua?”

“Benar, Nona Lydia datang dan menginformasikan kami ketika dia sedang mempersiapkan tehnya.”

“Kau mengatakan kalau Raphael mengikuti begitu saja permintaan Cayena?”

“Benar. Yang Mulia Cayena menawarkan bantuan kepada Raphael untuk menyelesaikan masalahnya jika dia setuju untuk ikut minum bersamanya.”

Rezef menajamkan alisnya.

Baca novel ini hanya di Cerbung.net

Lalu, gambaran Cayena yang menatap langsung ke arah Rezef muncul di pikirannya.

“Apa yang mereka berdua bicarakan.?”

“Pelayan pribadi bernama Vera mengatakan bahwa mereka berbicara tentang pasangan pernikahan. Dan Yang Mulia Cayena mengkritik putri dari beberapa keluarga. Namun, dia memuji Lady Olivia Grace.”

‘Dia memuji Olivia Grace…apa karena dia akan menjadi salah satu pelayan pribadinya? apa dia melakukan ini untuk kebaikkanku?

Rezef tidak dapat memahami tindakannya sama sekali.

Akhir-akhir ini, Cayena terlihat seperti dan tidak seperti kakak perempuannya di saat yang sama.

“…Baiklah. Kau boleh keluar sekarang.”

Dia tidak boleh terlalu memikirkan masalah ini karena dia masih memiliki banyak hal yang harus di tangani saat ini.

Ada banyak hal yang harus diselesaikan untuk membalikkan situasi percobaan pembunuhan ini.

Tok tok.

Suara ketukan bergema di seluruh ruangan, seorang pelayan masuk.

“Yang Mulia, Zenon Evans membuat permintaan untuk menemui anda.”

“Biarkan dia masuk.”

Zenon Evans memasuki ruang kerja Rezef dan mulai menunduk. Rezef mengangkat tangannya.

“Tidak perlu melakukan itu. Apa yang telah terjadi?”

Pria berambut abu-abu itu mendekat ke Rezef, memegang sebuah nampan yang dipenuhi dengan surat di tangannya.

“Sejak percakapan terakhir dengan Heinrich, beberapa bangsawan telah mengubah pandangan mereka,”

Kata Zenon.

Rezef mengerutkan keningnya saat mendengar nama Heinrich.

Orang gila itu terus bangkit tidak peduli berapa kali Rezef menginjaknya, dan ini menyakitkan baginya.

“Omong kosong apa yang serangga itu katakan pada mereka sekarang?”

Lihat saja kejadian dengan Cayena ini.

Orang bodoh sembrono yang bahkan bukan seorang keturunan darah Kekaisaran mencoba untuk mengambil tahta.

Rezef ingin memukulnya dan para pendukungnya dengan sebuah gada lalu menjatuhkan mereka.

Dia meletakkan penanya dan membuka amplop untuk memeriksa isi dari surat itu.

“Bodoh!, dasar makhluk-makhluk bajingan!”

Dia berdiri dari tempat duduknya dengan geram.

Zenon secara diam-diam mundur menjauhinya, dia sudah mengira kalau ini akan terjadi.

“Orang-orang idiot ini memutuskan untuk berpihak pada Heinrich?!”

Itu adalah surat-surat dari mantan pendukungnya, yang menyatakan bahwa mereka telah memutuskan berkoalisi dengan Heinrich.

Mereka beranggapan bahwa Arduke Heinrich telah secara pribadi diakui oleh Emperor untuk memilih hak atas tahta bahwa dia adalah pewaris Kekaisaraan yang sah.

Itu juga salah satu yang membuat kemarahan Rezef meledak-ledak.

Rezef bukanlah anak dari seorang permaisuri melainkan kekasih Emperor.

Dia akan tetap selalu menjadi seorang anak haram, kecuali ibu yang melahirkannya menjadi seorang Permaisuri.

Itu sudah cukup untuk diakui oleh gereja.

Tapi Emperor tidak melakukan apapun.

Orang-orang Archduke mengklaim bahwa anak yang diadopsi oleh keluarga Emperor juga akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk mewarisi tahta seperti Rezef.

“Berapa banyak yang telah aku lakukan untuk mereka–dan mereka masih mengkhianatiku hanya karena godaan kecil seperti ini? Aku adalah pewaris tahta sebenarnya!, bukan si palsu dan kotor Heinrich itu!”

Crash!

Rezef membanting mejanya terbalik.

“Setelah aku menjadi Emperor, mereka semua akan aku bunuh! Mereka bahkan tidak tahu dimana mereka harus berada!”

Rezef secara kasar menyapu poni rambutnya dari wajahnya, lalu menoleh ke Zenon.

“Apa masih belum ada jawaban dari keluar Grace?”

“Viscount Grace masih belum memberikan jawaban.”

Rezef melempar vas bunga ke arah Zenon.

Untung saja itu meleset dan mengenai dinding.

“Bagaimana bisa kau masih belum menerima jawaban dari mereka?! Ini salahmu bahwa orang-orang tidak penting itu mengabaikan aku!”

Itu adalah sesuatu yang seharusnya sudah dia tebak sejak awal. Keluarga Grace didukung oleh Kedrey dukedom, jadi mereka tidak akan dapat menjawab suratnya dengan mudah.

Tapi sudah sangat jelas jika Zenon mengatakan itu pada Rezef, kepalanya pasti sudah melayang.

Zenon menundukkan kepalanya, menelan nafasnya.

“…Saya mohon maaf, Yang Mulia.”

“Tidak ada seorangpun yang berguna di sekitarku! Itulah mengapa Heinrich menjadi sangat liar!”

Di dalam pikirannya, Zenon berpikir, sulit untuk mengatakan siapa di antara Archduke Heinrich dan Rezef yang lebih buruk.

Saat itulah seolah pelayan yang tampak ketakutan masuk ke ruangan dan memanggil Rezef.

“Ya–Yang Mulia.”

“Apa lagi kali ini?”

Rezef menatap pelayan itu dengan mata birunya.

Click.

“Ini aku, Rezef.”

Cayena membuka pintu dan masuk ke dalam.

Zenon menahan diri untuk tidak mendecakkan ludahnya.

Zenon melirik ke arah Rezef yang sedang mengepalkan tangannya dan kesulitan untuk mengendalikan kemurkaannya, lalu mendekati Cayena.

“Putri, Saya mohon maaf, tapi akan lebih baik untuk berkunjung lagi nanti.”

Mendengar ucapannya, Cayena membalas Zenon dengan tatapan yang dingin.

“Apa yang akan kau lakukan jika Rezef melukai dirinya sendiri?”

Mendengar ucapan Cayena, ketegangan di ruangan itu pecah.

Seolah-seolah semua kekacauan yang besar ini disebabkan oleh amukan anak kecil.

‘Sejak kapan putri memiliki keinginan yang kuat?’

Zenon mundur karena melihat keberanian putri Cayena.

Cayena tersenyun dan berjalan melewatinya dengan anggun.

Dia melihat sekeliling ruangan yang telah Rezef rusak lalu perlahan mendekatinya.

Lantainya penuh dengan serpihan kaca dan keramik vas yang pecah.

Ditambah lagi Cayena yang hanya mengenakan sandal kulit yang tipis, salah menginjak dapat menyebabkan luka yang serius.

“Jangan mendekatiku, Cayena,”

Kata Rezef dengan dingin, dan mata yang kaku.

Tapi Cayena tetap mendekatinya seperti seolah-olah tidak ada yang salah.

Cayena bahkan tidak melihat ke arah lantai. Tidak akan aneh jika dia terluka.

Kesal, Rezef memperingatkannya lagi.

“Aku bilang jangan mendekat!”

“Tapi jika aku tidak mendekatimu, kau akan kesepian.”

“Apa…?”

Wajahnya berubah saat mendengar ucapan tidak masuk akalnya.

Lalu, Cayena menginjak sesuatu dan tersandung, kehilangan keseimbangan.

“Aah!”

Jika dia terjatuh tepat disitu, dia pasti akan terluka parah.

Rezef menelan ludahnya dan dengan cepat meraih Cayena.

“Inilah mengapa aku menyuruhmu untuk tidak–!”

Tapi sebelum Rezef dapat melepaskan amarahnya, Cayena mengusap luka di pipi Rezef dengan lembut.

Sensasi yang geli membuat Rezef mengerutkan keningnya.

“Kau terluka, Rezef.”

Saat Rezef melempar barang-barang, dia menerima goresan kecil dari serpihan yang memantul ke arahnya.

“Apa yang kau telah lakukan dengan wajah tampanmu?”

Cayena mengusap darah di wajah Rezef dengan lengan bajunya.

Rezef hanya melihat ini dengan kesal. Tetapi, amarah yang bergejolak di dalam dirinya seperti lava mulai mereda.

Itu adalah pertama kalinya dia melihat kakak perempuannya membantunya untuk meredakam amarahnya.

Rezef menggendong Cayena dengan kedua tangannya dan membawanya ke tempat yang lebih aman.

Sofa panjang yang ada di samping tempat tidur adalah satu-satunya barang yang masih utuh.

“Kau sangat kuat!”

seru Cayena, yang takjub dengan tenaganya.

Tak peduli seberapa ringan Cayena, dia bukanlah selembar kertas, Razef masih menggendong Cayena seolah-olah dia sama sekali tidak merasa terganggu.

Entah mengapa Rezef merasa tenaganya telah terkuras karena sikap Cayena.

Tiba-tiba, Rezef merasa seperti orang bodoh, melampiaskan kemarahannya seperti orang gila sampai sekarang.

 


cerbung.net

Villainess itu Hanyalah Sebuah Boneka

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2020 Native Language: Indonesia
Ceyena, seorang putri yang dikenal sebagai wanita tercantik di Kekasairannya , dia tak tau apapun selain kejahatan dan kemewahan.Namun dia ditakdirkan untuk menjadi bidak kehancuran yang akan digunakan oleh adik laki-lakinya untuk mengamankan posisinya untuk menjadi seorang emperor dan lalu akhirnya dibunuh secara tragis oleh suaminya sendiri."Aku akan menjadikanmu seorang Emperor""....Kak , apa yang kau maksud itu aku ?""Sebagai gantinya, beri aku kebebasan untuk hidup"Dia harus merubah nasibnya sebelum dia berubah menjadi "Putri Ceyena itu" di masa depan.Ditranslate oleh : Nishikinrei @ Cerbung.net

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset