Villainess itu Hanyalah Sebuah Boneka episode 13

Chapter 13

“Apa kau terluka di suatu tempat?”

Tanya Rezef.

“Tidak, aku baik-baik saja.”

Rezef melepas sandal tipis Cayena lalu memeriksa telapak kakinya.

“Rezef, aku baik-baik saja. Rawat lukamu terlebih dahulu.”

“Aku baik-baik saja.”

“Tapi aku tidaklah baik-baik saja dengan hal itu, aku lebih khawatir dengan luka di wajahmu”

Setelah mengatakan itu, Cayena menyuruh para pelayan untuk segera membersihkan ruangannya.

“Dan bawakan aku sesuatu untuk merawat luka di pipinya.”

Tanpa Cayena, para pelayan pasti gemetaran karena ketakutan setidaknya untuk dua hari kedepannya, tapi sekarang, mereka keheranan. Terutama melihat Cayena yang sulit dipercaya yang berhasil merubah suasana ruangan kerja Rezef menjadi begitu lembut.

“…Kami akan segera menyiapkan obatnya, Yang Mulia.”

Mereka pergi dengan cepat, takut kalau tiba-tiba suasana hati Rezef kembali berubah.

“Kalau begitu saya akan pergi juga,”

Kata Zenon. Dia menatap  Cayena dengan penuh curiga sebelum dia keluar dari ruangan.

Cayena sengaja datang menemui Rezef hari ini, karena dia tahu hari ini Rezef akan menerima berita dari mantan pendukungnya. Cayena sengaja menunggu dengan lama untuk Rezef melampiaskan amarahnya pada sekelilingnya sebelum dia menyuruh para pelayan untuk mengumumkan kehadirannya

Itu adalah tindakan yang bijak, membiarkannya marah terlebih dahulu agar dia memiliki waktu untuk mendapatkan kembali kesadarannya.

“Tidak peduli seberapa marahnya kau, jangan pernah bertindak gegabah. Engkau sangatlah berharga, kau adalah orang yang akan mewarisi Kekaisaran suatu hari nanti.”

Setelah mendengarkan perkataan Cayena, Rezef mengingat apa yang membuatnya menjadi marah, dan dia mendecakkan lidahnya.

Adapun Cayena, dia dapat mendengar dengan jelas dari luar apa yang telah membuat emosi Rezef meledak.

Dan itu sebenarnya adalah sesuatu yang dapat Cayena perbaiki.

“Di upacara kedewasaanku nanti, akan ada banyak orang yang akan menghadiri ibu kota.”

Cayena dengan lembut mengelus kepala Rezef. Aroma yang tenang, dan lembut menyentuh ujung hidung Rezef.

Setelah dipikir-pikir, parfum di istana putri telah berubah. Apakah ini aroma yang datang dari parfum itu?

Mungkin itu karena sentuhan lembutnya yang membuat Rezef merasa tenang dan seperti dipeluk oleh seseorang yang membesarkannya dengan penuh kasih sayang.

Anehnya, kakaknya bertindak seperti orang dewasa beberapa waktu ini.

Mesikpun Rezef mampu, dia masih membutuhkan bantuan orang dewasa. Tidak peduli seberapa ganas Rezef, dia hanya seorang anak kecil yang belum mencapai kedewasaannya.

Cayena lalu membuka bibirnya saat dia melihat Rezef yang terlihat haus akan kasih sayang telah menjadi penurut.

“Ayah memberiku izin untuk memilih siapa yang akan aku nikahi nanti”

Katanya.

Tersenyum, lalu dia melanjutkan,

“Kabar itu akan segera tersebar di telinga para bangsawan. Jadi, bukankah mereka pasti tertarik dengan kabar seperti ini?”

Cayena mengedipkan matanya dengan genit dan membuat suara yang dramatis sambil memimik bangsawan.

“Ah! Jika aku dapat menggoda Putri dan memenangkan hatinya, aku bisa menjadi anak dari seorang Emperor!, bahkan mungkin aku juga bisa menduduki takhta!”

Rezef tersenyum menyeringai, mengabaikan pikiran Cayena yang terdengar terlalu optimistik.

“Semua orang akan berpikir bahwa kau masih mengincar Raphael.”

“Kecuali kalau Raphael bertunangan.”

“…Bertunangan?”

Kenapa Cayena tiba-tiba membicarakan tentang Raphael yang bertunangan? Memangnya ada rumor yang seperti itu?

Lalu, Rezef tiba-tiba mengingat apa yang dikatakan anak buahnya kepadanya–bahwa Cayena membicarakan soal pernikahan sambil minum teh dan menkritik beberapa bangsawan wanita yang akan menjadi pasangan Raphael. Apakah ini ada hubungannya?

“Kau hanya perlu menyambut bangsawan yang akan datang di ibu kota dan membuatnya mereka nyaman. Sampai saat itu, kakakmu ini akan terus berpura-pura lemah karena masih sakit.”

Segera, seorang pelayan datang dengan obat yang Cayena minta.

Cayena membubarkan pelayan itu dan mulai mengoles obat di luka Rezef.

‘Lalu, apakah dia benar-benar sudah menyerah pada Raphael?’

“Aku tidak bisa memaksa Raphael Kedrey untuk menikahmu, bahkan jika aku menjadi Emperor,”

Kata Rezef.

Rezef tidak dapat menghilangkan keraguannya yang berpikir bahwa Cayena mencoba menikahi pria itu dengan dukungan seorang Emperor.

Cayena tertawa.

“Itu benar bahwa aku pernah menginginkan Lord Kedrey. Tapi hanya karena itu benar di masa lalu, tidak berarti itu benar sekarang”.

Rezef membuat wajah seolah-olah dia telah dipukul.

Dia tidak pernah mengira kalau Cayena akan berbicara tentang Raphael dengan begitu santai.

“…Bukankah kau mencintainya?”

“Siapa yang tahu? Sekarang ini, Aku bertanya-tanya jika sejak awal itu adalah sebuah cinta. Bagaimana bisa sebuah perasaan tidak berubah selamanya?”

‘Dia berkata bahwa itu mungkin bukanlah sebuah cinta.’

Cayena mengawasi Rezef yang sedang memikirkan ucapannya, pikirannya jatuh ke dalam kekacauan.

Scene 3. Peran seorang Villainess

Seperti yang Cayena katakan pada Rezef, dia tidak akan meninggalkan istana, mengklaim bahwa dia terlalu lemah untuk melakukannya. Dan ketika dia bertindak seperti burung di dalam sangkar, orang-orang menemukan sumber hiburan baru.

“Saya mendengar bahwa Lord Kedrey menerima beberapa potret calon tunangannya.”

Sebenarnya foto calon pengantin wanita itu tidak secantik atau semenarik seperti yang sesungguhnya, karena sekarang ini semuanya mempercayakan foto mereka kepada pelukis yang terkenal. Sedangkan pelukis yang terkenal jumlahnya tidak banyak, hal ini menyebabkan rumor tentang pernikahan dikalangan bangsawan sangat cepat menyebar.

Rumor tentang Raphael bahkan melebihi itu, karena dia adalah pria jomblo yang memenuhi syarat tertinggi di ibu kota.

“Apa Yang Mulia Cayena hanya akan membiarkan ini terjadi?”

Akhir-akhir ini, ada sebuah rumor aneh tentang keluarga Kekaisaran dan situasi mereka saat ini. Contohnya seperti, ‘Sang putri yang sudah tidak menginginkan Lord Raphael!’

Jika rumor ini benar, maka salah satu wanita yang telah membuat potret mereka mungkin dapat menjadi istri Raphael.

Siapa yang akan menjadi duchess berikutnya?

Para bangsawan mengalihkan perhatian mereka ke masalah baru ini di kalangan masyarakat kelas atas.

***

“Mencari pengatin pria itu sulit, bukankah itu benar, Lady Grace?”

Sebelum musim perjamuan sosial dimulai, keluarga utama ibu kota sering kali mengadakan pertemuan yang lebih kecil dan tertutup. Olivia tidak pernah berada di pertemuan seperti itu sebelumnya, tapi ketika kabar bahwa tentang potretnya yang dikirim ke Duchess Kedrey tersebar, Olivia menerima banyak undangan.

Bahkan sekarang, dia menghadiri salah satu pertemuan untuk menyenangkan orang tuanya.

“Itu butuh waktu untuk menemukan orang yang tepat,”

Jawab Olivia dengan samar.

Olivia yang tinggal di Marreth literary salon di Lawrence Street, merasa tidak percaya diri berada di tempat itu.

“Aku ingin tahu perhiasan seperti apa yang Pangeran Rezef cari.”

“Lord Zenon juga belum menikah. Keluarga Evans juga luar biasa.”

Tapi tak satu pun dari mereka dapat dibandingkan dengan Raphael.

Para wanita di pertemuan itu dengan senang hati membicarakan gosip terbaru di masyarakat.

“Aku mendengar bahwa Lady Grace mungkin menjadi pasangan yang cocok, apakah itu benar?”

Mereka berpikir bahwa Olivia sudah pasti akan senang dengan kesempatan ini.

Jika Olivia menikahi Raphael, sang putri tidak akan menyerangnya lagi. Balas dendam apa yang lebih sempurna dari ini?

Selain keluarga Olivia yang miskin. Dia memiliki banyak saudara untuk diberi makan, dan sebagai putri tertua, Olivia sangat menderita.

Jika dia menikah dengan baik, saudara-saudaranya akan hidup lebih baik.

“Apakah begitu?”

Jawab Olivia sambil tersenyum.

Para wanita itu lalu berhenti berbicara dengan Olivia, melihat bagaimana Olivia yang tidak antusias dengan percakapan itu.

‘Sepertinya mereka tidak tahu kalau aku telah diminta untuk masuk ke istana sebagai seorang pelayan pribadi’

Keluarganya telah berusaha untuk merahasiakan berita itu.

‘Lagipula tidak mungkin sang putri menginginkan aku berada di sisinya.’

Olivia paling tahu bagaimana Cayena sangat membencinya.

Jika dipikir-pikir, waktunya agak aneh.

Tepat setelah Olivia menerima permintaan dari Istana, dia diminta Duchess Kedrey untuk mengirim fotonya untuk memulai negosiasi tentang pernikahan.

‘Sangat tidak mungkin ini sebuah kebetulan.’

Olivia hanya bisa menganggap kalau Cayena memintanya untuk menjadi asisten pribadinya karena dia bisa memprediksi pembicaraan pernikahan ini.

Keluarga Grace tidak dapat memenuhi permintaannya karena mereka termasuk Kedrey dukedom.

Kedrey duchy tidak akan berpihak dengan siapapun dalam pertempuran memperebutkan takhta, maka dari itu, Keluarga Grace tidak boleh terlibat dengan politik. Mereka dipandang sebelah mata sebagai pengikut Kedrey.

Jika Olivia memasuki istana sang putri atas permintaas Rezef, orang akan mengira kalau itu adalah keinginan dari keluarga Kedrey. Itu akan terlihat seolah-olah mereka memihak kepada Rezef melalui keluarga Grace.

Sementara Olivia akan dipaksa pergi jika Pangeran Rezef memerintahkannya, saat ini, ini hanyalah sebuah permintaan.

‘Mengapa mereka menginginkanku?’

Tidak mungkin bahwa dia hanya akan membantuku menaikkan status sosialku dengan menjadikanku salah satu pelayan pribadinya.

Pelayan pribadi yang selama ini mengikuti Cayena adalah yang berperingkat paling tinggi di antara para wanita istana.

Bahkan jika Cayena hanya ingin mengawasinya, posisi yang dia tawarkan itu sangatlah tinggi.

Setelah pertemuan itu selesai, Olivia menunggu kereta kuda yang akan membawanya pulang.

“Apa anda Lady Olivia Grace?”

Sementara pelayannya memanggil kereta, seorang wanita tidak dikenal datang mencari Olivia.


Translator notes :

perhiasan = calon istri


cerbung.net

Villainess itu Hanyalah Sebuah Boneka

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2020 Native Language: Indonesia
Ceyena, seorang putri yang dikenal sebagai wanita tercantik di Kekasairannya , dia adalah seorang wanita arogan jahat yang hanya menginginkan kemewahan.Namun dia ditakdirkan untuk menjadi bidak kehancuran yang akan digunakan oleh adik laki-lakinya untuk mengamankan posisinya untuk menjadi seorang emperor dan lalu akhirnya dibunuh secara tragis oleh suaminya sendiri."Aku akan menjadikanmu seorang Emperor""....Kak , apa yang kau maksud itu aku ?""Sebagai gantinya, beri aku kebebasan untuk hidup"Dia harus merubah nasibnya sebelum dia berubah menjadi "Putri Ceyena itu" di masa depan.Judul Alternatif : The Villainess is a MarionetteDitranslate oleh : Nishikinrei @ Cerbung.net

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset