Villainess itu Hanyalah Sebuah Boneka episode 14

Chapter 14

“Siapa kamu?”

Wajah wanita itu tidak terlihat karena dia mengenakan topi dengan jaring di sekitar wajahnya.

Ketika Olivia merasa waspada, wanita itu mengeluarkan amplop dari tasnya dan menyerahkannya kepada Olivia.

Sekilas Olivia melihat bagian dalam tas wanita itu. Tidak disangka ada pola yang terlihat seperti lambang keluarga di dalamnya.

‘Sebuah mahkota…?’ Tidak banyak keluarga yang memiliki simbol seperti itu.

Amplop itu tidak memiliki sebuah segel, hanya ditutup dengan sebuah lelehan lilin yang ditekan dengan sebuah stempel. Itu adalah surat yang identitas pengirimnya tersembunyi.

“Tuanku menyuruh untuk memberikan ini kepada anda.”

“…Apa ada sebuah alasan mengapa aku harus membaca surat ini ketika aku bahkan tidak tahu siapa yang mengirimnya?”

“Tuanku bilang jika Nona Grace mengakatan itu, saya harus mengatakan anda ini.”

Wanita bercadar itu membuka mulutnya.

“Seorang wanita yang cerdas dan serba ingin tahu sepertimu, pasti bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi dengan kejadian akhir-akhir ini. Jika kau melihat isi surat ini, mungkin itu akan sedikit membantu.”

“…”

Olivia menutup rapat bibirnya.

‘Penulis itu menyapaku dengan nada informal’

Itu berarti orang yang menulis surat itu memiliki posisi serta peringkat yang lebih tinggi dari Olivia.

Siapa tuan yang dimaksud oleh wanita itu? Seolah-olah dia sangat mengenal Olivia dengan baik.

Sebuah surat tidak dikenal. Mahkota yang terukir di tas itu. Banyak sebuah petunjuk disitu.

‘Itu adalah Putri Cayena.’

Olivia menerima surat itu dengan sopan.

“Tuanku berkata bahwa anda pasti dapat mengenal identitasnya. Dan sepertinya beliau benar.”

Tak lama kemudian, sebuah kereta kuda telah tiba. Itu adalah kereta yang disewa bukan milik pribadi.

“Anda tidak harus menjawabnya.”

Setelah mengatakan itu, wanita itu masuk ke dalam kereta dan menutup pintunya.

Kereta kuda Olivia harus ditunda karena kereta wanita itu.

Olivia menyadari bahwa dia sengaja melakukan itu untuk membuat kedua kakinya terikat.

‘Aku penasaran mengapa putri mengirimku sebuah surat’

Olivia kebingungan.

“Nona?”

Pelayan membukakan pintu kereta dan memanggil Olivia. Olivia menyembunyikan surat itu dan masuk kedalam kereta.

Pelayan itu naik di samping penunggang kuda, jadi Olivia hanya satu-satunya yang berada di dalam kereta.

Olivia langsung membuka suratnya.

[Akan lebih baik bagi keluargamu untuk menunggu permintaan selanjutnya datang. Aku lebih suka kamu untuk diam menunggu dan diam sebisa mungkin tanpa menunjukkan kehadiranmu. Aku berharap untuk segera melihatmu.]

“Menunggu permintaan selanjutnya….?”

Dan dia juga berharap untuk segera bertemu Olivia, hmm

‘Mungkin yang dimaksud adalah aku tidak harus menanggapi permintaan pangeran Rezef dan hanya harus menunggu permintaan selanjutnya.’

Tapi apa itu kira-kira permintaan selanjutnya?

Terlebih lagi, dia juga menyiratkan bahwa mereka akan segera bertemu.

‘Apa putri mencoba untuk membuat perintah kerajaan?’

Itu hanya membuat menjadi kurang masuk akal.

Emperor tidak peduli dengan hal seperti ini. Dan juga, semua orang juga tahu kalau dia memiliki hubungan yang buruk dengan putri Cayena.

Olivia melihat ke arah surat itu lalu mengkerutkan keningnya.

“Apa yang sebenarnya kau pikirkan…”

Olivia mendapat firasat bahwa dia telah terperangkap di sebuah badai.

***

Vera berbicara dengan Cayena, yang sedang membaca dengan sangat nyaman sambil seorang pelayan menyisir rambutnya.

“Yang Mulia. Lord Raphael membuat permintaan untuk menemui anda lagi hari ini.”

Cayena yang telah terdiam beberapa saat, menjawabnya dengan hangat.

“…Katakan kepadanya aku sedang tidak enak badan, dan untuk kembali lagi lain waktu.”

“Saya akan menyampaikannya.”

Itu sudah kelima kalinya aku menolaknya bertemu sejak perbincangan kami tentang calon pasangan pernikahannya.

Sementara itu, rumor tentang pernikahan Raphael telah tersebar di masyarakat, dan banyak pengunjung yang keluar masuk ibu kota.

“Apa yang sedang Rezef lakukan sekarang?”

“Yang mulia sedang mengadakan pertemuan dengan Count Dominin.”

“Orang yang memiliki tambang batu sapphire itu? Sudah lama sejak istrinya meninggal, bukan?”

“Iya.”

Para bangsawan yang ingin menikah dengan keluarga kekaisaran terus berdatangan di Kota Kekaisaran, yang membuat Rezef sibuk akhir-akhir ini.

Emperor tidak dapat menerima tamu karena Emperor sedang  merasa tidak sehat, dan Cayena masih berpura-pura merasa lemas dari efek racun yang dia minum waktu itu.

Ini adalah kesempatan yang dibuat Cayena untuk Rezef.

Sementara itu, Rezef harus membangun hubungan dengan bangsawan yang kuat, yang gelarnya sudah mengakar sejak mereka lahir.

Ketika orang-orang berkekuasaan besar bicara, ketertarikan dengan politik pasti akan muncul.

Pernikahan Cayena memberikan kesempatan yang sangat bagus untuk Rezef.

Rezef, yang akhir-akhir ini sangat kecewa dengan Great Prince Heinrich, sangat senang dengan gerombolan orang-orang yang dibawa Cayena.

Rezef juga secara terbuka mengatakan bahwa Cayena adalah satu-satunya orang yang hanya peduli dengannya.

Selain memujinya, Rezef bahkan menambahkan keuangan di istana Cayena. Dengan uang itu, Cayena dapat membelikan barang-barang yang mewah untuk para pelayan pribadinya.

Seperti yang diperkirakan, sikap mereka justru menjadi lebih ceroboh.

“Aku harus membuatkan camilan untuk Rezef.”

Vera secara alami mendengarkan ucapan Cayena sebagai sebuah perintah lalu pergi menyiapkan beberapa minuman dan bertanya,

“Apa yang harus saya siapkan?”

“Aku akan membuatnya sendiri,”

“….Yang Mulia akan membuatnya sendiri?!?!”

Tak seorangpun pelayan pribadinya disini yang pernah melihat Cayena memasuki dapur.

Mereka pernah mendengar saat pengasuh Cayena masih berada di ibu kota, Putri Cayena dan pengasuhnya sering membuat camilan bersama-sama, tapi mungkin itu hanya rumor belaka?

Bahkan jika rumor itu benar , itu tidak lebih hanya sebuah kenangan bermain Cayena sewaktu dia masih kecil. Kebingungan, mereka menuju ke dapur bersama Cayena.

***

“Salam, Yang Mulia Putri!”

Pelayan dapur terkejut dengan kehadirannya.

Apa yang telah membuat putri datang kemari? Pelayan dapur saling bertukar pandangan satu sama lain.

Vera berkata kepada pelayan dapur,

“Yang Mulia akan menyiapkan camilan untuk pangeran.”

Penjelasan Vera justru membuat mereka semakin bingung.

‘Apa kami melakukan sesuatu yang salah…?’

“Lanjutkan apa yang kalian sedang lakukan.”

Kata Cayena, dia menarik lengan bajunya dan memeriksa bahan makanan yang telah dia pesan secara pribadi.

“Tolong beritahu kami apa yang anda butuhkan, Yang Mulia. Kami akan langsung membawakan apapun yang anda butuhkan!”

“Aku baik-baik saja.”

Pria itu tersipu malu ketika dia melihat Cayena bersikap sangat dewasa.

Cayena mengeluarkan tepung, mentega, gula, dan kayu manis. Dia terlihat seolah-olah sudah terbiasa berada di dalam dapur, bahkan dia tidak menanyakan resep.

‘Tidak mungkin.’

Kepala koki menggosok matanya.

Sekarang, dia sedang melihat Cayena yang memegang sebuah pisau lalu memotong apel dan mengupasnya.

“Saya akan melakukannya, Yang Mulia!”

“Baiklah, kalau kau menginginkannya.”

Cayena dengan cepat menyerahkan apel dan pisau itu kepada kepala koki.

Kepala koki hampir selesai mengupas apel tapi dia merasa ragu. Cayena adalah seseorang yang tidak pernah memegang sebuah pisau, tapi dia mengupasnya dengan sangat tipis.

‘Ini pasti hanya sebuah kebetulan.’

Ketika mengupas sebuah apel, koki itu melihat bahan-bahan yang sudah disiapkan. Dia bertanya dengan hati-hati,

“Apa anda akan membuat pie apel?”

Cayena memuji koki itu seolah-olah dia sangat mengaguminya.

“Kau bisa tahu hanya dengan melihatnya, seperti yang diharapkan dari kepala koki kekaisaraan.”

Cayena mulai membuat adonan sementara koki merebus apelnya.

Ketika koki itu memperhatikan Cayena, dia merasa sangat terkesan, mungkin putri bukan orang yang profesional di dapur, tapi dia berbakat.

“Saya tidak tahu anda sehebat ini, Yang Mulia.”

Para pelayan pribadi menjadi penasaran karena Cayena terlihat mahir dengan urusan dapur.

Tapi akan lebih aneh lagi kalau kepala koki memujinya.

“Anda sangat ahli dalam menangani bahan-bahannya. Kecepatan Anda juga hebat.”

Mendengarkan ucapannya. Wajah Cayena terlihat malu.

Pesona kecantikan yang terlihat luar biasa menjadi berlipat ganda karena wajahnya yang malu.

“Kau terlalu memujiku,”

Kata Cayena.

‘Lagipula. Aku telah hidup sendiri selama bertahun-tahun di kehidupanku sebelumnya.’

Dia dibesarkan oleh ibu tanpa suami dan hidup sendirian setelah ibunya meninggal karena sakit, jadi dia harus terbiasa dengan pekerjaan dapur.

Ibunya bahkan seorang pembuat roti.

“Lidah anda halus seperti minyak.”

Kata Cayena kepada kepala koki dengan nada yang centil. Koki itu kaget dan berusaha menyakinkan Cayena.

“B-Bukan begitu, Yang Mulia! Saya benar-benar serius!”

Itu sudah jelas kalau itu hanyalah sebuah sanjungan. sehingga para pelayan pribadi yang melihat meragukan kesungguhannya.

“Aku akan tetap memberimu bahkan jika kau tidak menyanjungku seperti itu.”

Kata Cayena sambil tersenyum, lalu dia meletakkan dua pie apel ke dalam oven yang sudah dipanaskan.

Kepala koki terlihat sangat tergerak setelah mendengar perkataan Cayena. Menerima makanan yang dibuat oleh anggota keluarga Kekaisaran adalah sebuah kehormatan, sesuatu untuk dibanggakan kepada anak, dan cucunya.

Respon gembira koki itu membuat para pelayan pribadi Cayena semakin yakin bahwa dia hanya menyanjungnya. Sudah jelas bahwa koki itu hanya terpesona oleh kecantikan Cayena.

‘Aku tidak perlu terlihat seperti orang yang berbakat’

Dia hanya perlu bertindak dengan cara yang dapat diterima oleh orang lain. Jika dia memakerkan keahliannya dalam segala hal, itu hanya akan meningkatkan ekspetasi mereka.

“Aku sudah memanggang dua pie jadi semuanya boleh mencicipinya.”

Melihat ke arah pie apel yang terpanggang dengan cantik, mereka mulai bersemangat.

“Bagaimana anda akan membawa yang satunya kepada pangeran Rezef?”

Lydia menanyakan ini dengan motif tersembunyi, berpikir kalau ini adalah kesempatannya untuk melihat wajah Rezef.

Cayena awalnya berencana mengirim Vera untuk mengirimkan camilan itu.

Tapi setelah mendengarkan Lydia, Cayena menyadari bahwa banyak di antara wanita bangsawannya yang menginginkan kehormatan itu.

‘Jika aku mengirim Vera, ini akan lebih mudah untuk menjauhkannya dari pelayan lainnya,tapi…’

Baca novel ini hanya di Cerbung.net

Dia tidak akan dapat memenangkan Kesetiaan Vera dengan menggunakan niat buruk sebagai strateginya.

Dia menilai bahwa akan lebih baik bagi para pelayan-pelayan pribadinya untuk saling bersaing.

“Siapapun dari kalian boleh pergi mengantarkannya.”

Setelah mendengar ucapannya, para pelayan mulai saling menatap dengan tajam, seolah-olah bersiap untuk sebuah perkelahian.

Setelah pie itu selesai. Cayena memindahkannya ke piring lain untuk mendinginkannya.

Sebuah tangan tiba-tiba menyerobot saat Cayena melakukannya.

“Aku akan membawa ini ke Yang Mulia Rezef!”

Lydia meraih pie yang telah dipindahkan Cayena.

“Jangan!, pie-nya masih belum…!!”

Lydia berteriak sebelum koki yang terkejut itu dapat menghentikannya.

“KYAA! Ini Panas!”

Tangan Lydia terbakar lalu melempar pie itu.

Pie itu terbang tepat ke arah tangan Cayena, yang berada tepat di depan Lydia.

“Yang Mulia!”

Pie panas itu menyentuh kulit Cayena saat lengan bajunya masih tergulung saat masih memasak.

 


cerbung.net

Villainess itu Hanyalah Sebuah Boneka

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2020 Native Language: Indonesia
Ceyena, seorang putri yang dikenal sebagai wanita tercantik di Kekasairannya , dia adalah seorang wanita arogan jahat yang hanya menginginkan kemewahan.Namun dia ditakdirkan untuk menjadi bidak kehancuran yang akan digunakan oleh adik laki-lakinya untuk mengamankan posisinya untuk menjadi seorang emperor dan lalu akhirnya dibunuh secara tragis oleh suaminya sendiri."Aku akan menjadikanmu seorang Emperor""....Kak , apa yang kau maksud itu aku ?""Sebagai gantinya, beri aku kebebasan untuk hidup"Dia harus merubah nasibnya sebelum dia berubah menjadi "Putri Ceyena itu" di masa depan.Judul Alternatif : The Villainess is a MarionetteDitranslate oleh : Nishikinrei @ Cerbung.net

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset