Voices Inside My Head episode 10

Chapter 10 : Model dunia & Respect

“Yah begitulah mas, tiap orang punya dunianya masing-masing” .. begitu kata-kata yang meluncur dari seorang security ketika suatu waktu gw ngobrol disuatu malam sambil menyadarkan diri dari keadaan yang sedikit tipsy di salah satu cafe di jakarta.

dan belum lama kata-kata tesebut mulai nyagkut lagi dikepala ini, dikarenakan beberapa pemicu, dan bener juga sih setelah gw coba pikir-pikir lagi .. tiap-tiap dari kita tentu punya “impian” punya gambaran model dunia seperti apa yang ingin kita hidupi

beberapa impian itu terlihat sangat manis dan kadang sangat memberatkan dan cukup membuat frustasi ketika mengejarnya. Dan berbicara mengenai model dunia yang ingin di tinggali belum lama karena kemacetan jakarta kebetulan satu waktu gw coba menepi dan mencoba cari santapan sore di sekitaran salah satu sekolah swasta yang cukup populer di jakarta selatan yang namanya Bakti Mulya, disitu sambil gw pesen batagor + somay dan dua botol fruit tea.. gw coba mengamati adegan-adegan kehidupan yang berlangsung disekitar.

Gambaran yang begitu manis yang (mungkin) menjadi banyak impian bagi orang-orang yang tinggal di jakarta, gw lihat disana ada seorang ibu muda (cukup cantik gan  ) yang sedang menunggu anaknya dan terlihat supirnya menemani dengan mobil alphard nya, dan tidak jauh juga terlihat seorang lelaki yang cukup mapan dan masih muda dengan anaknya yang sedang bercanda, seperti sedang menunggu seseorang juga..

disitu gw jadi mikir, ini lah gambaran “jakarta dream” masih muda, kerja atau pun punya penghasilan yang mapan, menyekolahkan anaknya di sekolah swasta, punya alphard dan juga rumah daerah pondok indah dan sekitarnya, liburan ke luar negri, belanja rutin ke mall dan kalau mau “ibadah” keluar negri itu juga bukan menjadi hal yang sulit.

bisa jadi gambaran tersebut buat beberapa orang biasa saja, yah itulah hidup mereka, bukan sesuatu yang istimewa dan sulit untuk dicapai, dan bisa jadi juga itu adalah harapan-harapan terindah yang ingin dikejar orang-orang yang ada dijakarta.

ketika berbicara harapan jadi teringat obrolan dengan seorang teman belum lama ini, dia bilang begini “yang bikin kita pusing itu ya pikiran kita sendiri .. dimana berbagai harapan-harapan justru malah jadinya membebani dan bikin frustasi sendiri,, coba lihat tuh anak kecil gampang banget kan bahagia, cuma ngelihat suatu hal yang simple bisa lompat-lompat bahagia kegirangan sendiri”

“anak kecil harapannya simple, gak pakai nganalisa macem-macem, bener-bener menikmati momen yang ada saat ini, dan punya syarat yang sangat simple untuk bisa bahagia”

“kita nih,yang katanya orang dewasa, kadang pikiran-pikiran kita ini nih yang sering kali malahan jadi beban dan bikin frustasi sendiri dan membuat dunia terlihat sangat suram dan sukar untuk dihidupi”

“padahal dulu ketika kita kecil, bukankah pikiran kita sangat simple dan sangat mudah buat kita menikmati hidup”

hmmm…bener juga sih apa yang diomongin gw pikir-pikir, semakin bertambah umur semakin banyak harapan, semakin banyak yang dipikirin dan ko malah jadi semakin ribet ya segala sesuatunya..

Dan buat beberapa orang yang mengejar impian-impiannya dan model dunia yang ingin ditinggali termasuk “jakarta dream” tadi. kalau memang itu impiannya ya sudahlah nikmati saja prosesnya (emang bener nih ngemeng itu gampang) tapi kalau ternyata kemudian menyadari kalau itu bukanlah model dunia yang ingin ditinggali karena ternyata setelah dijalani hal tersebut tidak memberikan kehidupan yang dia mau, tapi tetap saja terus mengejar dan mengejar hal tersebut, berharap suatu saat akan ada keajaiban yang merubah..hmmm bukannya itu aneh dan kurang logis ya..

tapi yahh bisa jadi beberapa orang memang bahagia dengan kegilaannya …

Model dunia yang ingin kita tinggali, tentu saja punya persyaratan-persyaratannya sendiri untuk dipenuhi, dan ketika syarat yang “diajukan” ternyata tidak bisa dipenuhi ya berarti harus memang diterima kan. berhentilah untuk terus memaksakan.

ini analoginya simple aja, sama seperti seorang cowok yang deketin cewek yang dia nafsu. ketika coba dideketin terus dan ternyata ceweknya nolak, eh ni cowok terus deketin sampai 5x lebih..nah bukankah itu definisi dari kegilaan ya, respect lah keputusan yang sudah dibuat..kenapa sih harus buang-buang waktu dan membodohi diri sendiri, harga dirinya dijaga dong !!!

kenapa juga kemudian strategy nya dirubah agar lebih nyaman dan tenang dalam prosesnya, deketin aja orang-orang yang memang mau sama dia, yang bisa menerima model dunia yang dimau.

gitu juga dengan pekerjaan, kalau mau pekerjaan yang sesuai, yang diinginkan yah carilahh yang sama-sama cocok..

kalau dalam prosesnya kemudian gak ada yang mau nerima nah berarti syaratnya memang gak cocok… dan kemudian ketika mundur sejenak dan ditimbang-timbang lagi ternyata model dunia yang dikejar memang worth it… yah diusahakan lah untuk investasi waktu untuk kemudian bisa terus upgrade diri sampai nantinya kemudian bisa memenuhi segala persyaratan yang diajukan … karena ketika kita mengupgrade diri kita maka, kemungkinan kita mendapatkan apa yang kita mau tentu jadi lebih besar dan tetap realistis juga..kemungkinan untuk tidak mendapatkan tentu saja masih ada ya.. jadi sikap untuk tetap realistis dan stop lebay jelas itu penting juga 


cerbung.net

Voices Inside My Head

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2013 Native Language: Indonesia
Sering muncul pikiran-pikiran yang kadang sangat bikin gelisah ,membebani dan menyesakkan bahkan sering kali bikin frustasi sendiri.. mungkin saja diluar sana ada yang bisa memahaminya ,kadang ironisnya apa yang terkadang menjadi kegelisahan, beban, dan frustasi membuat kita justru malahan sering kali menjadi anugrah buat yang lain dan membantu mereka dalam banyak cara mendapatkan banyak hal baikTrus siapakah gw, umur gw berapa dan apa aja latar belakang dan pengalaman-pengalam hidup gw.. perlahan dan pasti nanti kita akan berkenalan selama prosesnya

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset