Wanita Yang Aku Telantarkan episode 4

Chapter 4

Balik ke ruang tamu, itu 2 orang cewek masih berkutat dengan majalah, aku tidak begitu memperhatikan, aku duduk di tempat semula, sruput kopi dan membakar rokok, sambil main HP. Beberapa lama kemudian aku pamit, karena aku liat sdh jam 5 sore lebih.

Aku : Ras, udah sore nih, aku pulang dulu yah, besok2 main kesini lagi
Laras : oh iya mas
Aku : Ayunda gk pulang juga?, yuk sekalian aku antar pulang ( mulai modus. wkwkwk )
Laras : gak usah mas, nanti biar aku anter, deket kok.
Aku : Husshhh, udah mau malam nih, bahaya cewek kelayapan jam segini. Ayo Ayunda aku anter aja.
Laras : ( diam sambil senyum2, dia mulai tau maksudku )
Ayunda : Iya mas, bentar aku ambil tas dulu ( sambil masuk kamar Laras )
Laras : awas kalau macam2 (melotot ke arahku sambil mengepalkan tinjunya )
Aku : ( cuman nyengir kuda sambil garuk2 kepala )

Sesa’at kemudian Ayunda keluar dari kamar dengan memakai jilbab (ternyata dia sekolah pakai jilbab, soalnya ada tulisan SMU XXXX di jilbabnya ), dan otomatis pemandangan indah di tempat solat tadi terulang kembali. Aku gk bisa berkata apa2, cuma bisa berkata “ Ayo berangkat, keburu malam “

Selama perjalanan aku lupa ngomongin apa, mungkin karena pemandangan indah tadi masih melekat dipikiranku. 10 menit perjalanan, sampailah di rumah Ayunda, ternyata ortu Ayunda ini termasuk orang yg berada untuk ukuran kampung, terlihat dari rumahnya yang lumayan besar & 2 buah mobil yang terparkir di garasi.

Ayunda : gk mampir dulu mas ? ( sambil membuka pintu mobil )
Aku : trimakasih, kapan2 aja, keburu maghrib ( sok alim)
Ayunda : oh iya deh, makasih ya mas udh nganterin.
Aku : iya, sama2. Assalamualaikum ( sok alim lagi )
Ayunda : wa’alaikumsalam.

Setelah sa’at itu, selama 5 hari, setiap sore hari aku selalu bermain ke rumah Laras Cuma untuk bertemu Ayunda, karena aku tau Ayunda pulang-pergi sekolah nebeng si Laras


cerbung.net

Wanita Yang Aku Telantarkan

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2017 Native Language: Indonesia
Ini kisahku dengan seorang wanita, seorang wanita yang selama bertahun tahun aku sia2-kan, aku telantarkan, aku buang dan tidak aku anggap. Seorang wanita yang selalu mengulurkan tangannya ketika ku terjatuh, seorang wanita yang selalu memberikan bahunya untuk ku bersandar ketika ku lelah. Seorang wanita yang telah memberiku seorang Jagoan kecil berumur 5 th. Seorang wanita yg kini di dalam rahimnya mengandung benihku yang berumur 3 bulan. Seorang wanita yang ku pilih untuk menemaniku menjalani hitam putihnya dunia.Ayunda Pramudita ...............satu2-nya wanita yg bersemayam dlm jiwaku, satu2-nya wanita yg tercipta dari tulang rusuk-ku, satu2-nya wanita yang diciptakan hanya untuk-ku.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset