Warung Sayur Bu Sariyah episode 23

Mempertanggung Jawabkan Kerusakan Alam Semesta

Kebiasaan masyarakat sudah mulai ada perbaikan dengan memakai masker setiap keluar rumah serta menjauh dari kebiasaan berkerumun dan selalu jaga jarak di setiap pertemuan kecuali itu karena masyarakat sudah banyak mendapatkan vaksin covid-19 dan merata disetiap perkampungan namun demikian warga masyarakat tetaplah selalu hati-hati dikarenakan kemungkinan-kemungkinan terjadi varian yang baru lagi, yah…itu pastilah..karena manusia itupun memiliki watak yang tak pasti.

Kita harus selalu berdampingan dengan covid dan harus menerimanya mau tidak mau , untuk bisa memenangkan kehidupan kita sendiri-sendiri kita harus tegas menjalankan prokes karena virus itu nyata ada dengan korban yang tidak sedikit bukan hanya ribuan tapi jutaan manusia telah menjadi korban dan meninggalkan kebiasaan yang lalu-lalu dalam berhubungan. Mungkin ini adalah suatu teguran dari Tuhan yang Maha Kuasa agar hidup selalu dihargai , dijaga dan ditata secara selektif tidak semaunya sendiri dan harus berkorban pula.  Dari orang kecil, dewasa, tua akan merasakan imbasnya dari yang melarat, dermawan, berpendidikan, agamis, maupun komunis telah mengakuinya keadilan Tuhan yang Maha Kuasa.

Semua akan kentara terlihat sendiri oleh masyarakat, bagi yang agamis tak bisa seenaknya melakukan ibadahnya di tempat yang umumnya dipakai sarana pertemuan dan berkomunikasi mereka harus menerima tatacara ibadahnya sendiri-sendiri di rumah mereka. Bagi yang komunis Tuhan sudah memporak porandakan alamnya dan komunitasnya dengan ujian hidup yang penuh penyesalan dan kehampaan mereka masing-masing.

Dari orang miskin, pejabat, menteri , bahkan presiden semua mendapat teguran dari Tuhan Yang Maha Kuasa sesuai kapasitasnya dan mereka mau tidak mau harus menerima kebijakan Tuhannya tak ada yang bisa menentang dan hanya bisa menundukkan mukanya. Wajah-wajah perayu…, penggoda..bahkan perusak rumah tangga menemui penyesalannya dengan sulitnya merumpi melakukan kemaksiatan sampai pencuripun harus berhenti sendiri melakukan perbuatannya karena semua merasakan aman di rumahnya masing-masing.

Duhai Tuhanku yang Maha Pengasih….hapuskan air mata ini sebagai penyesalan kami atas segala nafsu ingin memiliki serta menguasai yang bukan haknya…dan tolonglah kami agar dapat memenuhi kehidupan ini secara haknya pula…agar nafsu serta hasrat yang berlebihan dapat dibendung. Hanya Engkaulah Tuhanku yang bisa menunjukan secara halus dan mengerti keinginan kami lalu Engkau membaginya secara rata seperti yang Engkau kehendaki dari orang per orang.

Dari mereka yang berjaya Engkau renggut semuanya yang ada…mereka yang cantik molek dan tampan bukan kepalang …tak bisa mengelak dengan tubuhnya yang kendor yang tanpa daya karena perlakuan mereka sendiri untuk pamer terhadap sesama demi lembaran rupiah yang tak berarti telah meracuni kulit dan keindahan tubuhnya dengan silikon yang melebihi batas ukuran pemakaian.

Seseorang yang berilmu karena bangga akan kepandaiannya …merasa paling pintar di bidangnya masing-masing mengalami kenestapaan serta kepedihannya sesuai perlakuannya terhadap sesama. Mereka mengelabuhi dan berbuat curang dengan membodohinya. Kini mereka dibalas dengan keingkaran dan penyakit strees karena ulahnya sendiri. Aris mengulang-ulang materi yang didapatkan secara online…tak terasa air matanya membasahi pipi…Sariyah yang sedari tadi ternyata memperhatikan rekaman video tersebut ikut menangis dan mengagetkan Aris yang seraya menghapus air matanya dan  mengangkat Ibunya ke tempat tidur.

Aris         : ” Ibu….kenapa…?.”

Sariyah diam dan tetap menangis perlahan

Sariyah   : ” Apakah ibuk ada kesalahan terhadap alam ini…anakku..?”

Aris          : ” Manusia tempatnya salah meski itu disengaja ataupun tak disengaja…yang penting kita harus selalu berbuat baik dalam keadaan apapun..orang yang melakukan kebaikan saja masih dibilang salah apalagi orang jahat …” Sariyah terdiam dan mendengarkan Aris selanjutnya.

Sariyah   : ” Lee…katanya sudah mulai ngampus….kapan…?”

Aris          : ” Iya buk…mulai Senin depan…nanti kalau ada paket datang diterima ya buk…itu sepatu untuk kuliah besok yang dikirim pak Abdullah Siregar dari Amerika Serikat “.

Sariyah    : ” iya Le, nanti ibuk  kabari kalau sudah datang..”.

Marlina datang bersama Gozali memberikan laporan kepada pak Warwoto selaku direktur IKLIM dan menemui Aris serta mengecek saldo rekening Yayasan Semarang Sejahtera untuk laporan keuangan sebagai perkiraan akhir tahun.

Aris          : ” Ini masih bulan September lo Mar…kalau untuk perkiraan bolehlah…tapi setelah ini mending kalian ke alamat ini”, sambil menyodorkan kertas.

Marlina   : ” Okey Ris…”

Aris          : ” O ya Mar Senin kita kuliah tolong kegiatan kita pertama di ambil videonya karena aku juga ambil kegiatanku sendiri ”

Marlina   : ” Untuk Gozali bagaimana…aku kabari juga kan…?’

Aris          : ” Tentulah..Gozali adalah sahabat kita, senang susah kita lalui bersama…meski kita beda kuliah tapi cita-cita tetap kita tegakkan ” .

Gozali yang masih bicara dengan pak Marwoto di kantor  IKLIM , membicarakan tugas barunya untuk membuat kliping tentang penduduk Semarang yang berpenghasilan minus dan perlu bantuan versi IKLIM dan dibantu Semarang Sejahtera hal ini untuk menghindari kesalahan data yang riil dan mengakibatkan salah sasaran penerima bantuan serta mendata masyarakat yang pernah terjangkiti covid-19.

Telepon hape Aris berbunyi ternyata dari Bos Abdullah Siregar direktur Lesanpuro food and drink bosnya mas Pengky

Aris        : ” AssalamuAllaikum selamat pagi pak Abdullah apa kabar..?”

Abdullah  : ” Selamat malam mas Aris…Alhamdulillah kami sehat dan saat ini saya dan istri sedang berada di New York Amerika Serikat.. menengok putri saya yang kuliah di sini “.

Aris        : ” Bagaimana kabar New York….apa masih hujan…?”

Abdullah  : ” Waah saat ini Amerika sedang mendapat musibah…sejak badai IDA berlangsung banjir menenggelamkan kota New York ” Pak Abdullah Siregar memberikan video agar diunggah di Semarang Sejahtera dan menunjukkan dirinya tengah berada di dapur yang terjadi kebocoran pipa air karena saat itu sedang makan malam, jeleknya sinyal  membuat hape terputus.

Aris melihat berita terkini di you tube menyaksikan ganasnya badai IDA  disertai petir dan banjir meluap kemana-mana, banyak terjadi kecelakaan karena banjir yang disertai  tornado membuat mobil berputar-putar dan saling menabrak satu sama lainnya kecuali itu angin bertiup amat kencang dengan hembusan kuat yang memakan korban sebesar46 orang.

Penerbangan dari New York dan New Jersey ditangguhkan sehingga pak Abdullah Siregar pulangnya di tunda, putrinya Laila Siregar senang ditunggui orang tuanya karena bisa membantu membersihkan banjir yang diakibatkan karena perubahan iklim.

Aris menunjukkan video dari you tube tentang badai Ida yang mengganas.

Pak Bambang   : ” Woiii… itu orang keseret banjir…. Ya Alloh…”.

Aris                     : ” Iya pak….kasihan mereka….tapi ini ada petugas pemadam menolongnya…akhirnya selamat dia..”.

Pak Bambang   : ” Kok masih ada orang yang bisa menolongnya…hebat…hebat…orang Amerika jiwa menolongnya amat tinggi terhadap sesama “.

Aris                     : ” Kebudayaan dan tingkat sosialnya tinggi sehingga kehidupan berjalan lancar meskipun covid 19 sedang mengganas juga di Amerika Serikat tapi karena kedisiplinan sudah mengakar tak ada rasa capek menghadapi badai dan mereka memiliki solidaritas tinggi, kebersihannya terjaga hiduppun terasa nyaman”.

Pak Bambang   : ” Lo Le, anaknya pak Abdullah Siregar kuliah di Amerika to…hebat ya ..?! ”

Aris                     : ” Siapa yang hebat pak…?!”

Pak Bambang    : ” Hee..hee…Ya bapaknya…ya anaknya…kok kendel…belajar jauh di negeri orang…?!”

Aris                      : ” Lebih hebat bapak dan ibuku…..yang mengais rejeki dengan modal kejujuran tanpa modal…?!” sambil memeluk bapaknya Aris mencoba menenangkan kecemburuan bapaknya terhadap pak Abdullah yang membantu kuliah Aris .

Pak Bambang    : ” Kalau bukan karena keuletan dan semangat kamu Ris…bapak tak akan seperti ini …terutama ibuk kamu…yang iklas menemani bapak dengan susah payah”.

Keduanya saling berangkulan ..pak Bambang menangis…hatinya merasa khawatir jika ditinggalkan Aris anak semata wayangnya yang amat dewasa dalam berfikir, mereka dikagetkan dengan panggilan video call dari pak Abdullah bersama putrinya Nurlaila  Siregar yang mengenalkan putrinya. Aris cukup kaget dengan adanya Laila yang masih membersihkan rumah pak Abdullah akibat badai IDA yang meluluh lantakkan New York mereka bersama masyarakat membersihkan sampah dan mengumpulkannya untuk diangkut truck sampah.

Facebook Semarang Sejahtera menuai komentar banyak setelah Aris meng up load videonya pak Abdullah menghadapi badai IDA dan ditambahi video pak Abdullah Siregar bersama masyarakat membersihkan sampah atas kerusakan akibat badai. Bu Sariyah ikut berduka dan berharap banyak doa agar Tuhan selalu melindungi dunia akibat keserakahan manusia yang tak disadarinya mengubah dan merusak alam semesta.

Inilah yang membuat kita mempertanggung jawabkan atas semua perbuatan kita baik terhadap alam  maupun terhadap sesama dengan segala kesalahan baik di sadari maupun tidak disadari dan Tuhan memperbaikinya dengan cara Tuhan yang amat bijaksana meskipun banyak  korban jiwa tapi Alloh tetap cinta serta  sayang sama mahkluk ciptaannya juga memaafkannya.


cerbung.net

Warung Sayur Bu Sariyah

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Sariyah hatinya meradang, anak lelakinya minta uang saku untuk sekolah belum bisa memberi sementara suaminya ngorok gak bangun-bangun , terpaksa ia harus ngutang tetangga sebelah untuk memberi bekal anaknya yang masih kelas SD kelas - 5. Sariyah sudah malas bertengkar setiap harinya.....malas pula membangunkan suami yang cuwek dan gak bisa diharap, dia lari ke bu Marzuki meminta kerjaan apa saja asal dia bisa makan, Bu Marzuki menyuruhnya ke pasar untuk berbelanja dia mencatat belanjaan dan uang pemberian bu Marzuki, ketika ia keluar bu Yusuf minta dibelikan udang satu kilo beserta uangnya,  Mbak Ratna minta dibelikan jamu dan bawang merah. Sariyah langsung ke pasar mencarikan belanjaan mereka disinilah kehebatan Sariyah yang pandai menawar dan bisa memberikan untung dirinya, dari tiga ibu yang menitipkan belanja dia dapat mengantongi keuntungan 5000 rupiah, dia membelikan nasi bungkus untuk suaminya, dan segelas teh hangat. Sariyah langsung menuju Bu Marzuki memberikan pesanannya, juga bu Yusuf dan Mbak Ratna. mereka memberikan uang karena Sariyah mendapatkan barang yang bagus dan sehat.Mereka semua menginginkan Bu Sariyah membelanjakan sayuran dan bahan makannya setiap hari

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset