Warung Sayur Bu Sariyah episode 25

Gempa di Kabulaten Semarang

Perkuliahan belum bisa berjalan seperti yang kita harapkan, para mahasiswa tidak yakin keamanannya dan diputuskan tetap secara virtual pelaksanaannya. Dengan vaksin yang dilaksanakan serentak oleh pemerintah mendulang hasil yang memuaskan dan corona mulai menurun perkembangannya. Tapi apakah akan lenyap begitu saja…? Sepertinya tidak karena banyak para pecinta kebebasan memanfaatkan untuk memulai aktivitas berlebihan, rata-rata mereka sudah jenuh dan ingin membuang serta kembali beraktivitas yang sulit ditinggalkan, seperti ke mall, arisan dan berwisata di lingkungan kabupaten masing-masing. Kalau yang di tengah kota mereka membuang kejenuhan dengan pergi ke mall, menonton bioskop dan ke taman-taman yang asri menikmati makanan yang lezat ala youtube.

Ini akan mempersulit keadaan karena anak-anak khususnya Sekolah Dasar sampai Sekolah menengah Atas atau mereka yang rentan di usia 20 tahun ke bawah masih membahayakan posisi mereka, meskipun mereka patuh dengan protokol kesehatan tapi sekolah-sekolah tersebut belum mendapatkan pelayanan vaksin, sedangkan orang tua mereka sangat capek mengulang pendidikan masa lalunya harus memberikan ilmu pelajaran yang dimilikinya semasa sekolah, karena sudah lupa atau sulit menyampaikan karena basic merela bukan seorang guru dan sistem pembelajarannyapun berbeda dengan orang tuanya.Dan terpaksa mereka mengizinkan belajar kesekolah karena tidak ada alternative lain dan orang tua harus mengawasi kesehatan mereka bukan pendidikannya saja. Rumit memang tetapi kedisiplinan mereka harus terjaga terutama menjaga kesehatan.

Bu Sariyah memberikan paket sepatu untuk Aris yang datang dari Amerika , sepatu tersebut dibelikan pak Abdullah ketika di New York tapi pak Abdullah belum sampai di Semarang karena masih rapat di Jakarta.

Pagi ini begitu membuat gerah karena tak jadi hujan semalem tanda akan turun hujan sirna dan berubah cerah , Aris yang masih belajar segera mandi karena ke kampuspun di batalkan dan diganti virtual dan harus sudah siap jam sembilan pagi.

Bu Sariyah      : Le….ini lo paketannya sudah datang yang dari Amerika…”.  Bu Sariyah mengetuk pintu kamar ternyata tak di kunci dan Aris masih mandi lalu bu Sariyah masuk dan meletakkan paket ke meja disitu ada hape Aris yang bergetar karena  ada pesan WA dari pak Abdullah. Aris keluar kamar mandi dan melihat ibuknya duduk menanti Aris.

Aris                : ” Ibuk….bawa apa itu buk..?’

Bu Sariyah   : ” Itu pesanan kamu kemarin baru tiba , mau ngampus to Lee..?”

Aris               : ” Enggak buk…jadwal berubah, pandemi belum aman total dan tetep virtual ” Aris membuka paket disaksikan ibunya.

Bu Sariyah   : ” Sepatu kerja sama sepatu olah raga….pak Abdullah baik yo Le…?”

Aris               : ” Iya buk…Aris juga diberikan uang saku untuk beli buku dan bensin ”

Bu Sariyah   : ” Le…bapakmu cemburu kliatannya….”.

Aris         : ” Cemburu bagaimana sih bapak ini…Ibu juga cemburu…sama pak Abdullah…? dia itu tulus ingin melihat Aris jadi orang berpangkat karena Ia tak memiliki anak laki-laki dan menganggap Aris seperti anaknya sendiri…bukankah sudah izin sama bapak dan ibu….dia hanya membantu Aris meskipun ibu dan bapak mampu membiayai kuliah tapi apa salahnya memperbaiki hubungan ?” . Sariyah menangis…pagi-pagi sudah melakukan kesalahan. Melihat ibunya menangis Aris memeluknya dan meminta maaf, :” Maafkan Aris ibuk….Aris tetap anak kandung ibuk dan bapak dan itu tak dapat ditukarkan kedudukannya karena sudah kodrat..” Sariyah semakin menjadi tangisannya  dan terharu dengan tutur kata anaknya. Mendengar suara tangisan istrinya pak Bambang yang masih membersihkan mobil Sariyah Center langsung mencari sember suara tersebut.

Pak Banbang naik ke kamar Aris dan melihat istrinya memeluk Aris sambil menangis.

Pak Bambang  : ” Bune… Aris…ada apa ini kok ibumu menangis…?”

Sariyah              : ” Pak kita tak boleh cemburu sama pak Abdullah…dia itu baik….”.

Pak Bambang   : ” Bukam kamu yang cemburu tapi bapak….karena bapak tak ada penghasilan…? ! ” malahan gantian pak Bambang yang mewek dan melanjutkan pembicaraannya, ” Coba siapa yang membuat toko ini jadi besar…kamu bune.yang di tambahin Aris dari Harian IKLIM …bapak bisa apa….?” Bu Sariyah mengajak duduk di kursi kamar Aris dan berkata, : ” Sudahlaaaah… kita ini keluarga siapa yang ada ya untuk keluarga pak, bapak jangan cemburu seperti itu didepan ibu..kasihan Aris anak kita dalam belajar bisa terganggu”.

Aris                     : ” Iya pak….yang iklas…pak Abdullah kan sudah meminta izin kan sama bapak….?”

Pak Bambang  : ” Iya ..Lee…bapak cemburu dan ibumu sudah mengingatkan pada bapak…tapi hati bapak masih sakit takut kalau kamu dikuasai dan meninggalkan bapak…?!”

Aris                    : ” Sudah pak..jangan di fikir banget-banget…wong kita dibantu kok malah jadi seperti ini….”.

Pak Bambang  : ” Iya Le…bapak salah….maafkan bapak ya Le…”. Aris memeluk bapaknya dan memaafkannya  lalu Pak Bambang turun bersama Bu Sariyah sambil mengusap air matanya, pak Bambang melihat di cctv ada pak Marzuki sedang  membantu melap mobil yang belum diselesaikan, pak Bambang buru-buru menyamperinya.

Pak Bambang  : ” Looh kok malah pak Marzuki yang ngelesekan ….kelama’en saya tadi sama Aris yang mau belajar pakai zoom jadi kepencut “.

Pak Marzuki     : ” Gak papa pak Bambang  kebetulan ada pak Adnan RT mau ketemu mas Aris…”.

Bu Sarriyah       : ”  Maaf Arisnya masih belajar…nanti selesainya jam 10.00 , pak tunggu saja gih pak RT Adnan…?”

Pak Adnan         : ” Inggih bu…nyantai saja…sambil ngelap mobil bareng pak Marzuki…” Karena mobil sudah bersih pak Bambang memanasinya, Bu Sariyah menemui Aris yang sudah selesai tugasnya dan memberitahukan kalau pak RT Adnan mau bertemu Aris. Maka Aris pun turun menemuinya.

Aris                     : ” Selamat pagi bapak-bapak, waaaaah…sudah kumpul…”.

Pak Adnan        : ” Pagi mas Aris kebetulan nih mau sedikit curhat……”.

Aris                    : ” Monggo…monggo…bagaimana pak RT …?”

Pak Adnan       : ” Mas….dengar gak ada gempa di Salatiga kemarin…?”

Aris                    : ” Iya pak dan sekarang lagi santer dibicarakan dan merupakan agenda kerja baru dari partai Bunga Cengkih dan partai-partai lainnya ”

Pak Adnan       : ” Kapan kita meninjau daerah tersebut mas….kalau boleh saya ingin mengikutinya dan akan menengok saudara saya yang ada di Banyubiru saat ini juga terjadi gempa di sana..?!”

Aris                   : ” Owh injih pak… ini IKLIM akan berangkat meninjau Salatiga, Ambarawa , Banyubiru dan Rawapening sekalian Temanggyng , mungkin pak RT Adnan bisa mewakili Semarang Sejahtera ke sananya karena saya masih fokus ke Genuk,Mataram, Simpang Lima ,dan Undip yang kedapatan banjir saat ini ”

Pak Adnan      : ” Siap mas Aris kabari kalau sudah siap dan saya akan menyusulnya langsung makai mobil anak saya,  kebetulan saya membawa sembako yang akan kami sumbangkan di Banyubiru semoga barikah…”. Pak Marzuki memasukan sembako dan lain-lain sesuai arahan Aris yang akan menuju Genuk yang kedalamannya lumayanserta rawan banjir.  Aris memberitahukan kalau rombongan IKLIM siap berangkat dan kumpul di RRI. ” Waah sekalian isi BBM di sana Mat…”, kata  Pak RT Adnan bersama anak lelakinya Rohmat yang siap luncuran ke RRI .

Cuaca ekstrem sudah menjadi kebiasaan Aris dalam menyelesaikan segala permasalahan, pak Adnan foto bersama pak Marwoto dedengkot IKLIM dan mengirimkan beberapa foto ke Aris agar di muat di Semarang Sejahtera bersama keterangannya.

” Ini rumah adik saya yang di Salatiga pada retak-retak dan atap amblong…” cerita pak Adnan ” Dan masih banyak bangunan yang retak, jalan-jalan pada retak dan aspalnya morat-marit sehingga mau masuk daerah tersebut jadi kawatir…da jalannya jadi miring-miring , karena sudah malam kami tak jadi ke Temanggung dan di tunda dua hari lagi..”. Pak Adnan amat puas hari ini bisa menyaksikan sendiri kejadian tersebut dan berdoa semoga tak akan ada susulan lagi . Gempa tektonik yang terjadi di kabupaten Semarang amat mengagetkan warganya karena setahu masyarakat sekitar daerah tersebut aman-aman saja. Aris menelepon pak RT Adnan

Aris                 : ” Bagaimana pak RT Adnan besok jadi ikut ke Temanggung bersama IKLIM…?”

Pak Adnan     : ” Jadilah tak hanya keluarga yang saya sambangi tapi juga masyarakat disana yang butuh bantuan dan uluran tangan ”

Hujan mengawali cuaca saat ini dan hawa dingin pun menyelimuti kota Semarang yang sudah langganan banjir tapi tetap mensyukuri semua itu karena dibalik duka Tuhan akan memberikan kebahagiaan dengan berbagai macam cara Alloh memberikan kebahagiaan pang pasti. Semarang kotaku tempat aku dilahirkan dan dibesarkan tempat lahirnya ustadz dan ustadzah yang selalu berdoa agar Semarang tetap sentosa …aman dan damai sepanjang massa demikian doan Aris sebelum memejamkan matanya.


cerbung.net

Warung Sayur Bu Sariyah

Score 0.0
Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Sariyah hatinya meradang, anak lelakinya minta uang saku untuk sekolah belum bisa memberi sementara suaminya ngorok gak bangun-bangun , terpaksa ia harus ngutang tetangga sebelah untuk memberi bekal anaknya yang masih kelas SD kelas - 5. Sariyah sudah malas bertengkar setiap harinya.....malas pula membangunkan suami yang cuwek dan gak bisa diharap, dia lari ke bu Marzuki meminta kerjaan apa saja asal dia bisa makan, Bu Marzuki menyuruhnya ke pasar untuk berbelanja dia mencatat belanjaan dan uang pemberian bu Marzuki, ketika ia keluar bu Yusuf minta dibelikan udang satu kilo beserta uangnya,  Mbak Ratna minta dibelikan jamu dan bawang merah. Sariyah langsung ke pasar mencarikan belanjaan mereka disinilah kehebatan Sariyah yang pandai menawar dan bisa memberikan untung dirinya, dari tiga ibu yang menitipkan belanja dia dapat mengantongi keuntungan 5000 rupiah, dia membelikan nasi bungkus untuk suaminya, dan segelas teh hangat. Sariyah langsung menuju Bu Marzuki memberikan pesanannya, juga bu Yusuf dan Mbak Ratna. mereka memberikan uang karena Sariyah mendapatkan barang yang bagus dan sehat.Mereka semua menginginkan Bu Sariyah membelanjakan sayuran dan bahan makannya setiap hari

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset