Warung Sayur Bu Sariyah episode 56

Penyelamatan Guru Dan Nakes Dari Serangan KKB

Dokter Herley mengabari kalau mereka sudah berada di pesawat menuju ke Jawa, Dokter Herley bersama istri dan bayi mungilnya dimutasi ke Balikpapan karena menghabiskan masa dinas yang kurang satu tahun atas permohonan yang diajukan dokter Herley karena demi keamanannya Putri kecilnya kepindahan tugas itu disetujui pemerintah.

” Selamat tinggal Papua…disini aku telah melayani seluruh hidupku demi kamu….tapi kamu tak konsisten dengan janjimu…sampi kami harus balik dan berganti tugas di Balikpapan ataupun Samarinda…pokoknya sekitaran Kalimantan Timur ” begitu ucap dr. Herley di youtube nya sambil memusatkan sorotannya pada daerah yang penuh hutan hijau yang rimbun tempat KKB bersembunyi. Lasmini istri dokter Herley memeluk putri kecilnya karena pesawat tiba-tiba oleng ke kanan dan kekiri menghindari pegunungan yang mengganggu pandangan pilot. Semua penumpang selalu memasang sabuk pengaman kursinya dan tak berani melepaskannya agar mereka nyaman duduk. Herley mematikan hapenya karena Lasmini ngomel-ngomel suaminya agar fokus dan berdoa agar perjalanannya aman.

Lasmini  : ” Sudahilah…nanti di lanjut lagi…” kata Lasmini dengan sewotnya

Herley     : ” Iya….cuma pamit pada Papua ..kalau kami masih sayang pada mereka…”

Lasmini  : ” Aaah…ni bantu dedek muntah….. ” Herley membantu bayinya yang muntah.

Herley     : ” Ikatan perutnya masih kencang kan…? ” sebenarnya Lasmini mengikat tak terlalu kencang dan di bedongnya saja agar badannya nyaman.

Lasmini   : ” Iya ini aku kendorkan sebentar bedongannya dan mengikatnya lagi nanti kalau sudah sampai Makasar aku buka…mungkin ini terlalu kencang sehingga dia tak bisa gerak….”

Herley      : ” Engkau susuin lah…agar dedek nyaman….”

Lasmini   : ” Dia sudah kenyang….sepertinya perlu di taruh di bahuku….” Dan dedek muntah lagi kini agak banyak.

Lasmini   : ” Kini dia sudah nyaman.. tapi bajuku kotor tolong bantuin membersihkannya…..” Herley membersihkan baju Lasmini karena ketumpahan dedek di bagian belakang.

Herley     : ” Nanti dilanjut setelah keluar Papua….” Pesawatpun mulai mengangkasa dan tinggi sekali meninggalkan pulau Irian Jaya. Hati Herley sudah tidak resah lagi mengingat dia adalah tiem medis yang berada di Papua Tengah saat terjadi kericuhan tepatnya di Paniai ketika sedang memberikan penyuluhan tiba-tiba saja terjadi pembakaran sekolah untung saja TNI langsung menyelamatkan Guru dan tenaga medis. Lasmini badannya gemetaran dan segera diantar pulang ke Timika menunggu Herley suaminya yang masih mengumpulkan alat-alat kesehatan untuk  penyuluhan. TNI langsung menjemput dan mengamankannya sampai Timika dengan menaiki mobil dinas ambulan  yang dikemudikan  TNI. Untung saja Herley sudah mengajukan permohonan keselamatan dan mencatan semua inventaris yang dipakainya untuk selanjutnya rumah dinasnya sudah di tempati TNI sebagai penggantinya adalah dokter dari TNI yang masih muda dan belum menikah. Dia bernama dokter Purnomo yang berpangkat sersan ketika berkenalan dengan dokter Herley yang saat itu Lasmini sedang menata baju dedek bayinya dan segera diperintahkan menuju Bandara Timika . Bandara Udara Internasional Mozes Kilangin Timika sudah menunggu mereka, pesawat untuk membawa dokter Herley sekeluarga dan beberapa pejabat yang berasal dari Jawa segera mengudara .

KKB berusaha mengejarnya tetapi TNI menghalanginya sehingga terjadi kontak senjata..untung saja pesawat segera terbang meskipun was-was semua penumpangnya tetapi Herley sangat baik kepada seluruh masyarakat di Paniai dan mau membaur saat bersama mereka semua. Dia sering memberikan penyuluhan kepada guru-guru tentang kesehatan dan keselamatan kerja dan baru diberi tahu penjemputannya saat itu juga karena terjadi keonaran dengan membakar gedung sekolah juga pasar di sekitarnya. Lasmini hanya membawa beberapa baju dedek dan segera berangkat karena khawatir KKB menguntitnya. TNI sudah mengamankan kejadian tersebut dan dokter Herley sudah berangkat dan cuma membawa steteskop serta beberapa peralatan pribadinya karena peralatan yang lainnya akan di gunakan dokter Purnomo dari TNI yang menggantikannya.

Dokter Hernawan memberitahukan kepada istrinya kalau putranya dokter Herley akan kembali tapi kini sedang berada di Makasar dulu untuk beristirahat.  Ratna sudah menjemputnya di Bandara Hasannudin Ujungpandang . Dia memeluk kakaknya Herley dan kakak iparnya Lasmini  serta mencium keponakannya yang basih bayi dan sudah disediakan hotel tempatnya menginap di Ujungpandang karena adiknya masih kangen dan belum bisa bertemu saat menikahnya dokter Rina Pancawati karena situasi yang tak bisa di tinggalkannya.

Ratna  : ” Ya ini hotelnya kak…yang aku resmikan waktu Rina menikah, aku harus mengontrol kesiapannya karena sudah ada yang booking tempat kamarnya menginap dengan harga discon biar tambah menarik dan terjaga keamanannya juga keindahannya ..”  Herley manggut-manggut menyaksikan adik permpuannya si Ratna yang belum mau menikah dan masih ingin mengelola bisnis hotelnya.

Herley  : ” Ayoolah segera menikah…perawan tua hlo jadinya….ha..ha..ha… ” .

Ratna    : ” Tenang kak…sudah ada kok calonnya …cuma dia masih berada di Amerika di Kanada untuk mengambil S2nya ”

Herley   : ” Baguslah kalau begitu …dia ambiljurusan apa….sama sepertimu ya…? ”

Ratna     : ” Iya kak… dia ambil bisnis….kok kakak tahu…..? ”

Herley    : ” Aku ini kan kakakmu..pasti tahu dong selera adiknya sejak dulu…” mereka tertawa bersama dan pelayan hotel memberikan minuman serta memberikan kue untuk tamu tamunya.

Lasmini menyelimuti dedek bayinya yang kegerahan dan memakaikan baju, melihat Lasmini membopong bayinya Ratna ikut menemuinya juga Herley kakaknya. Ratna ikut membantu memakaikan baju yang di persiapkan Ratna karena kakaknya cuma bawa baju seadanya.

Lasmini  : ” Terima kasih Ratna…untuk bajunya dan ini bagus-bagus warna pemberian baju untuk dedek Timka Ramadhan atau panggilannya Kaka…”

Ratna      : ” Dek Kaka…sehat selalu ya sayang…ini tantemu…cepat besar ya sayang…..” Ratna mencoba mengangkat dedek Kaka tapi dia masih takut-takut karena masih bayi

Lasmini  : ” Iya tante….cepat nikah yaaaa…. ” Ratna tertawa saja sambil mencoba menyisiri rambut Kaka yang lebat dan subur. Di televisi di tayangkan situasi yang mencekam di Paniai tempat dinas dokter Herley disana nongol wajah Lasmini yang gemetaran sambil membantu membawa peralatan dan obat-obatan karena akan melaksanakan pemeriksaan kesehatan.

Lasmini : ” Hloh…itu kan aku….waaah kena sorot kamera siapa…sepertinya tak ada kamera…?” celetuk Lasmini yang sedang menonton aksi penyelamatan Guru dan petugas medis yang hanya berjalan satu jam saja.

Herley   : ” Nah itu aku di gandeng TNI untuk naik ambulan..dan TNI dilindungi oleh anak buahnya….ngeri aku mengingat lagi, kok bisa secepat itu kejadiannya…petugas TNI begitu gesitnya membawa kita tanpa memberi tahukan alasannya langsung angkat dan membawa kita ke bandara sambil mengambil dedek Timka Ramadhan ”

Lasmini : ” Iya kita gerak cepat waktu itu….dan hanya mengambil pakaian seadanya…”

Herley     : ” Yang lucunya…kontak mobil ambulan kan aku yang bawa…kok bisa TNI yang mengemudikannya….”

Lasmini   : ” Aa..hh kamu yang nyerahkan kontaknya karena ngewel membawa kunci mobil ya langsung di terima TNI ”

Tampak dalam tayangan gencatan senjata berdesingan dan salah seorang KKB terkena tembakan TNI dan mereka diamankan oleh yang lainnya. Dokter Herley tangannya dingin sekali karena dia mengalaminya hal seperti ini tidak hanya sekali , waktu dinas di Manokwari juga terjadi keonaran juga di Sorong serta Jayapura, dokter Herley meskipun selalu selamat tetapi dia masih saja gemetaran yaaah …memang karena dia adalah seorang dokter lain dengan tentara yang penuh cekatan dan tangkas.

TPNPB ( Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat ) adalah organisasi pro- kemerdekaan Papua dan punya bermacam label yang disematkan pemerintah Indonesia .

GPL   ( Gerakan Pengacau Liar  ) , GPK ( Gerakan Pengacau Keamanan ) , KST  ( Kelompok Bersenjata Separatis Teroris ) , KKB ( Kelompok  Kriminal Bersenjata ), dan  cukup populer  OPM ( Organisasi Papua Merdeka ). TPNPB percaya kalau Papua punya hak untuk merdeka dari Indonesia . Demi mewujudkan itu, mereka tak ragu mengambil langkah . Pilot Susi Air kewarganegaraan Selandia Baru,bernama Philip Mehrtens diculik pada Februari 2023 dan belum dibebaskan sampai kini , dia di sandera KODAP III Ndugama , cabang komando TPNPB yang dipanglimai pemuda bernama Egianus Kogoya anak Daniel Yudas Kogoya , prajurit TPNPB yang pernah menculik 26 peneliti Tim Ekspedisi Lorentz pada tahun 1996 .Aksi TPNPB bukan hanya itu dan masih banyak lagi keonaran TPNPB yang ditayangkan lewat televisi karena secara umum mereka bisa dipelajari para generasi Indonesia secara berkelanjutan. Data Aliansi Demokrasi untuk Papua ( AIDP ) mencatat setidaknya 69 aksi kekerasan dan konflik bersenjata terjadi pada 2023 mayoritas merupakan bentrok antara TNI-Polri dan TPNPB . Gugus Tugas Papua Universitas Gajah Mada menyebut lebih dari 2000 orang jadi korban kekerasan  di Papua dalam rentang Januari 2020 – Maret 2022 . Herley membenarkan semua berita di televisi tersebut karena sampai saat ini Papua masih rawan.


Warung Sayur Bu Sariyah

Warung Sayur Bu Sariyah

Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Sariyah hatinya meradang, anak lelakinya minta uang saku untuk sekolah belum bisa memberi sementara suaminya ngorok gak bangun-bangun , terpaksa ia harus ngutang tetangga sebelah untuk memberi bekal anaknya yang masih kelas SD kelas - 5. Sariyah sudah malas bertengkar setiap harinya.....malas pula membangunkan suami yang cuwek dan gak bisa diharap, dia lari ke bu Marzuki meminta kerjaan apa saja asal dia bisa makan, Bu Marzuki menyuruhnya ke pasar untuk berbelanja dia mencatat belanjaan dan uang pemberian bu Marzuki, ketika ia keluar bu Yusuf minta dibelikan udang satu kilo beserta uangnya,  Mbak Ratna minta dibelikan jamu dan bawang merah. Sariyah langsung ke pasar mencarikan belanjaan mereka disinilah kehebatan Sariyah yang pandai menawar dan bisa memberikan untung dirinya, dari tiga ibu yang menitipkan belanja dia dapat mengantongi keuntungan 5000 rupiah, dia membelikan nasi bungkus untuk suaminya, dan segelas teh hangat. Sariyah langsung menuju Bu Marzuki memberikan pesanannya, juga bu Yusuf dan Mbak Ratna. mereka memberikan uang karena Sariyah mendapatkan barang yang bagus dan sehat.Mereka semua menginginkan Bu Sariyah membelanjakan sayuran dan bahan makannya setiap hari

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset