Warung Sayur Bu Sariyah episode 57

Tak Ada Hewan Kurban Di GazaTahun Ini.

Herley sudah sampai Semarang dan untuk sementara menunggu SK Mutasi dari depkes ,saat ini Herley masih melihat-lihat youtubenya dan mengingat keseharian di Papua.Herley tersenyum sendiri karena melihat Urbanus menangis untuk menukarkan pisang dengan beras…Herley menangis melihatnya dan melihat lagi Yudas membawa ikan yang didapatnya dari menjaring ikan di sungai untuk di tukarkan beras dan yang lainnya ataupun jajanan untuk anak,mereka juga memberikan secara gratis bila berobat di klinik dokter Herley atau membayarnya dengan ubi ataupun daun singkong,Lasmini menerimanya dengan penuh keiklasan.

Herley  : ” Papua….youtubeku berkembang karena engkau…kini aku akan menuju daerah Kalimantan Timur….selamat tinggal semuanya kalian semua berada di youtubeku dan bisa kalian lihat juga jika rindu pada kami sekeluarga…bagaimana kabarmu sekarang …tentunya dokter Purnomo akan melakukan hal yang sama dan membuat youtube sepertiku sebagai kenangan selama bertugas disana ”

Lasmini : ” Yang…..itu papa mamamemanggilmu….” Lasmini mengambil Timka dalam pelukannya dan menidurkan di box bayi.

Aris yang berada di rumahnya bersama istrinya sedang menikmati bubur kacang hijau….buatan ibuknya Sariyah.

Sariyah  : “Bagaimana kabar kakakmu Herley…..saat kamu balik ke sini….”

Aris        : ” Dia baik dan sehat….sebenarnya dia masih kepingin ngobrol dengan kami…tapi Rina merasa tak enak dan lebih fokus di sini….”

Rina       :” Iya buk…kak Lasmini orangnya serba tak enakan… dan karena Kaka masih sering rewel dia pingin balik ke Purwokerto lagi…dia merasa kasihan pada mama karena kebrisikan….padahal mama baik-baik saja….maka Rina kembali kesini buk….”

Sariyah  :” Ya …gak apa…disini malah kembali ramai kalau kalian ngumpul bersama ”

Rina        : ” Bapak masih asik main tiktoknya……? ”

Sariyah   : ” Ya…biasalah kalau habis magriban selalu memberikan tap-tap ke Palestina….karena hanya itulah saat ini yang bapakmu kerjakan…membantu seadanya para pengungsi di Gaza ataupun Rafah yang membutuhkan bantuan kemanusiaan…”

Rina        : ” Kok sama seperti papa…..selalu habis magrib…”

Aris         : ” Ya …paling afdol habis maghrib karena mereka selisih lima jam sama kita, kalau di sini maghrib di Gaza siang hari…pas mereka makan siang dan membantu hostnya mendapatkan bantuan dari kita lalu dibawa kesuatu tempat penukaran koin dan ditukarkan dengan kebutuhan makanan ataupun yang lainnya….”

Rina        : ” Kasihan ya mereka…kapan kira-kira berakhir penderitaannya….aku betul-betul tak tega melihat anak-anakyang kelaparan dan berpakaian kumuh karena kesulitan air…”

Sariyah  : ” Yaaah berdoalah terus berikan kemudahan pada mereka untuk mendapatkan makanan ataupun pakaian….”

Aris          :”Ibuk malah memberikan bantuan kepada pengurus bantuan langsung di Palestina yang berpusat di Gaza Utara tempat mereka membagikan bantuan namanya siapa gitu..orang asli penduduk Gaza yang rumahnya di bom sama Israel laknatullah ..mana buk orangnya…..?”Bu Sariyah menunjukkan orang tersebut yang berbahasa Arab untung saja ada mbak Ayuk orang Indonesia relawan yang membantu menerjemahkannya…..”

Rina        : “Iya..papa juga menyisihkan sedikit pendapatannya dan bergabung dengan IDI memberikan stiker paus..ataupun topi juga boneka panda sesuai yang mereka butuhkan, sulitnya hanya karena internet yang sulit sinyalnya….mang mereka dapat sinyaldari mana ya sayang…..?”

Aris         : ” Mereka membuat panel surya….agar bisa menghasilkan listrik…karena disana benar-benar tak ada listrik …tiap hari drone-drone Israel berpatroli di Gaza Utara mungkin juga daerah lainnya yang terjangkau drone tersebut..suaranya yang khas membuat pengungsi kelabakan dan harus menghindarinya….bantuan yang diberikan dari luar negeri tak bisa masuk karena disabotase Israel…dan merusak bantuan tersebut juga membakar truk pengangkut bantuannya sekalian….kasian sekali mereka…dan hanya bisa dikirim lewat udara bantuannya karena perbatasan Mesir dan Rafah sangat rawan serta masih diawasi Israel…itu yang membuat paling kacau…..”

Sariyah  : “Tuh lihat bapakmu…dia ngantuk kalau habis makan malam dan sholat Isak….panggilan dari pak Marzuki belum di jawabnya….”Aris dan Rina pulang lewat belakang yang dibuat taman sehingga nampak asri dan enak melaluinya.

Sariyah  : “Oh ya hostnya namanya ….. Abu Salem…ibu lupa…tak tahu tempatnya secara pasti..namanya di internet ya cuma terlihat puing-puing bangunan yang pada rubuh dan berkesan kotor serta berdebu…..”

Rina        : ” Kak Herley juga memiliki youtube yang mengutarakan betapa sulitnya menjaga kesehatan di Papua juga istrinya Lasmini membantu membagikan bahan baku serta makanan dari kota yang dikirimkan para sahabatnya yang nunut ambulan bahan makanan itu sampai di kak Herley juga kak Lasmini….”

Pak Bambang bangun karena terdengar pembicaraan mereka,

Pak Bambang : “Ahhh..aku tertidur….mana sudah janjian sama pak Marzuki ketemuan di sini…”

Sariyah     :” Laitu mereka barusan datang…..ayo pak temuin….”.Pak Bambang yang mengucek matanya langsung menuju pintu depan,terdengar mereka sedang berbicara.

PakBambang :” Kakakmu Herley jadi dimutasi ke Kalimantan Timur…..”

Rina      :” Sepertinya iya pak…cuma sekarang izin menjaga kesehatan putrinya Kaka sambil menunggu penempatan barunya”.Aris mencari lokasi di Kalimantan dan menemukan youtube sepasang suami istri yang tinggal di perahunya sambil mencari ikan di sungai.

BuSariyah mendapatkan notifikasi dari Tiktok dari Saher yang membutuhkan bantuannya untuk memberikan sekedar tap-tap ataupun masukan gift kepadanya. Sariyah merasa sedih sekali karena di hari Idul Adha 2024 Saher tak merayakannya dan hanya melakukan solat diantara reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan zionis Israel .Perayaan Idul Adha kali ini berbeda dari biasanya.Tahun lalu warga di Gaza masih merayakan sebagaimana seharusnya, dengan pesta keluarga besar daging yang diberikan kepada mereka yang kurang beruntung dan pakaian serta hadiah baru untuk anak-anak .

Namun tahun ini setelah delapan bulan perang antara Israel dan Hamas mereka harus merayakan Idul Adha dengan keprihatinan .Banyak keluarga yang harus makan makanan kaleng di tenda-tenda yang pengap . Abu Mosaab salah seorang pengungsi mengaku Idul Adha kali ini datang ditengah situasi yang sangat sulit, Ia menceritakan bagaimana rakyat Gaza dibuat tak berdaya dengan serangan siang dan malam , kondisi ekonomi yang sulit dalam perang terhadap rakyat tentu saja, ada perambahan penjajah Israel terhadap orang-orang Palestina di jalur Gaza.Hewan ternak sudah tak ada…buah -buahan apalagi.

Tampak anak Saher meminta coklat sebagaimana tiap hari raya selalu tersedia tapi kali ini tak ada coklat di Gaza, makanan hanya gandum saja yang ada juga makanan kaleng yang tidak segar lagi. Sariyah memerikan gift kereta dan ikan paus Saher amat berterima kasih sekali kepada Sariyah dan semua rakyat Indonesia,Malaysia,Singapura serta Brunai yang mereka sebut Nusantara dimana Nusantara sangat care terhadap pengungsi. Saher juga membantu semua pengungsi dan memberikan roti serta yang lainnya.

Sariyah       : ” Ya Allah megitu jahatnya zionis….mereka tak bisa makan daging……air minumpun amat mahal…tak ada air bersih..mereka pada mati kekurangan makan….dan sakit karena gizi buruk….”Sariyah menangis dan bersandar dibahu suaminya pak Bambang yang mengelus-elus kepala dan punggung Sariyah untuk menenangkannya. Pak Bambang melanjutkan tiktok Sariyah dimana Saher dan rekan-rekannya meminta bantuan untuk memenuhi tarjetnya untuk membeli obat-obatan dan susu untuk anak-anak mereka. Korban sudah mencapai 37.000 orang diGaza dan sekarang mereka merayakan IdulAdha tanpa ada daging sedangkan pasokan yang diizinkan zionis adalah tepung gandum dan makanan kaleng saja sehingga banyak anak-anak mereka yang mati.

Perang telah menghancurkan sebagian pertanian dan produksi pangan di Gaza membuat penduduknya bergantung pada bantuan kemanusiaan dan terhambat oleh pembatasan tentara zionis pertempuran yang masih berlangsung .Yang lebih menyedihkan lagi Rafah Timur sudah dikuasai Zionis membuat Gaza menangis sedih karena hilangnya Rafah Timur dan merupakan kabar terburuk saat IdulAdha tahun 2024 ini.


Warung Sayur Bu Sariyah

Warung Sayur Bu Sariyah

Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2018 Native Language: Indonesia
Sariyah hatinya meradang, anak lelakinya minta uang saku untuk sekolah belum bisa memberi sementara suaminya ngorok gak bangun-bangun , terpaksa ia harus ngutang tetangga sebelah untuk memberi bekal anaknya yang masih kelas SD kelas - 5. Sariyah sudah malas bertengkar setiap harinya.....malas pula membangunkan suami yang cuwek dan gak bisa diharap, dia lari ke bu Marzuki meminta kerjaan apa saja asal dia bisa makan, Bu Marzuki menyuruhnya ke pasar untuk berbelanja dia mencatat belanjaan dan uang pemberian bu Marzuki, ketika ia keluar bu Yusuf minta dibelikan udang satu kilo beserta uangnya,  Mbak Ratna minta dibelikan jamu dan bawang merah. Sariyah langsung ke pasar mencarikan belanjaan mereka disinilah kehebatan Sariyah yang pandai menawar dan bisa memberikan untung dirinya, dari tiga ibu yang menitipkan belanja dia dapat mengantongi keuntungan 5000 rupiah, dia membelikan nasi bungkus untuk suaminya, dan segelas teh hangat. Sariyah langsung menuju Bu Marzuki memberikan pesanannya, juga bu Yusuf dan Mbak Ratna. mereka memberikan uang karena Sariyah mendapatkan barang yang bagus dan sehat.Mereka semua menginginkan Bu Sariyah membelanjakan sayuran dan bahan makannya setiap hari

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset