We Might Be Living Inside A Snow Globe episode 5

You Are My Enemy, but How Damn Cute You Are !!

Dinginya udara membangunkan gw, mata gw terbuka dengan tingkat kesadaran tinggi, bak di film laga gw bangkit dari tempat tidur sambil bersalto “wuaaaaaa ciyaaaa” langsung dalam keadaan waspada dengan kuda – kuda dan variasi gaya yang mantap gw berkata dengan nada santai “Kamen Rider Ryuki Henshin !!”  dilanjutkan dengan suara sendiri sebagai audio visual “ckiit ckiit ziiing ziiing Fighter Bento” buahahahaha cuih……

Beberapa ninja berpakaian hitam mengelilingi gw, gw tendang satu persatu dengan Ultimate Kick Badak Laut Membelah Aquarium sedangkan beberapa lagi dari mereka gw hajar dengan Karate Chop yang dahsyat, “Fiyuuuuuuuh”, mereka tampak rebah tak berdaya dan tak bernyawa, bantal – bantal guling hitam itu terserak – serak ke segala penjuru wkwkwkwkwkw…….

Masih waspada, gw berguling roll back roll, melompat, menerkam, menerjang, merangkak, berguling dan menggergaji (sedang apalah itu) hingga akhirnya gw sampai tepat di depan pintu ruang rahasia pribadi tempat gw menyimpan senjata (baca : kamar mandi), jari – jari tangan kanan sudah membentuk hand gun sedang tangan kiri dengan sigap membuka pintu……

Aman terkendali, di meja kaca memanjang itu berbaris rapi AK-47, Hand Gun, M-14, Machine Gun, Rocket Launcher (pada kenyataannya *sabun, shampoo, odol, bebek mainan*)

Dimulailah serangkaian aktivitas super rahasia yang kalian semua ga boleh tau dan tolong jangan berusaha mencari tau, kalo masih ngotot nyari tau aktivitas ini, waaaah bukan kepo lagi tapi cabul itu namanya wkwkwkwkw…….

Wangi sabun gw itu sosialita banget dah pokoknya, buatan sendiri dan gw bagiin nih sama kaskuser sekalian resepnya

Ingredients Sabun Prototype :
Sabun batangan, sabun cair, sabun cuci piring, sabun tetangga, hand wash, body wash, doggy wash, hamster gunung wash, hingga body kit dicampur menjadi satu, tidak lupa tambahkan ekstrak daun lidah buaya darat asli (untuk jenis ini dapetnya gampang, cukup agan buat FB dengan menggunakan nama cewek terus pajang foto – foto wanita cantik yang entah siapa, tunggu beberapa saat, siapapun yang add agan paling pertama atau ngirim message/chat “hay leh kenaland nggaks? Diikuti emot emot”, nah ini dia nih, agan liat tempat tinggalnya terus samperin tuh rumahnya, terus peres deh lidahnya).

Quote Of The Day
Jangan jadi lelaki buaya darat, sebelum lidah anda dijadikan bahan ekstrak buat sabun mandi.

Lanjut, udah ganteng dan necis tinggal cusss kampus
Pagi ini terasa berbeda, langit kelabu pekat menyembunyikan matahari dibelakangnya, cuaca berangin namun tak berhujan menggoyangkan dahan – dahan pohon menerbangkan sebagian dedaunan.

Mungkin beberapa orang beranggapan cuaca sedang buruk, tapi bagi gw? Hahaha disini tidak ada yang namanya cuaca buruk bung !!, dengan latar belakang seperti ini sangatlah tepat apabila gw berperan selayaknya di Film The Day After Tommorow…….

Mata kuliah pertama ga ada dosen, jadi gw bisa leluasa main – main mengisi waktu luang, ya mainan sama siapa lagi kalo bukan sama Mr. Invisible (Setidaknya itulah yang diperankannya hari ini). Sesosok makhluk gw liat berdiri kaku menempel pada tiang – tiang koridor, diam mematung.

Gw : “Oi Ram lu ngapain?”

Dia masih diam mematung, entah apa yang diperbuatnya

Gw yang mulai jengkel : “woi nyet lu ngapain bengong hah !!”

Rama : “Lu bisa liat gw?”

Gw : “Bisalah !!”

Rama : “Eh Beneran?, gw dari tadi berdiri disini ga ada yang nyapa, gw kira ga ada yang bisa liat gw, huh lu kok bisa liat gw sih, payah lu ah !!”

Gw : “Yaelah ni bocah, jelaslah ga ada yang nyapa, lu liat noh lorong sepi gini, lagian ngapain lu maenan diluar cuaca berangin gini”

Seharian penuh kala itu kami habiskan di Perpustakaan, sebab nyaris semua mata kuliah ga ada dosen, Perpustakaan dikampus gw itu ga gede – gede banget tapi elegan dan sangat nyaman, ruangan besar berbentuk kubah yang sangat tinggi dan bertingkat beralaskan karpet beledu merah tua, labirin lemari – lemari buku tinggi dengan paduan pencahayaan kuning dan putih memamerkan setiap jajaran buku yang berjejer rapi, ditengah labirin yang besar dan berliku terdapat meja – meja kecil dengan dua kursi berhadap – hadapan dan meja – meja besar persegi panjang tempat 8 kursi berjejer rapi, ruangan ber AC ditemani alunan lagu mellow melengkapi nyamannya ruangan ini (kadang instrument, kadang lagu pop lama, kalo udah mau tutup nih ya lagunya berubah jadi dangdut biar bubar pada wkwkwk mengusir secara halus). Pokoknya Perpustakaan ini nyaman banget……….

Didepan pintu perpus yang besar dan penuh ukiran, gw masuk dengan langkah ringan disertai piaraan yang ngekor….

Gw : “Inget ya jangan pup sembarangan” ujar gw ke Rama wkwkwkwk

Sebelum masuk Perpus seluruh mahasiswa harus absen dulu dan nunjukin kartu pelajarnya di meja kedatangan untuk bisa dapet nomer loker (ga boleh bawa tas masuknya), wah sepi banget hari ini, gw liat absen disana tertuang nama yang ga asing bagi gw, dahi gw berkerut membacanya “dia ada di perpustakaan nah yoooo”……

Bau khas buku – buku menerpa hidung gw, alunan instrument yang indah menemani gw dalam pencarian Kitab Sutasoma di deretan buku yang buanyaaak, sedang si Rama udah asik dengan dunianya sendiri (nyantol di bagian Cyber Crime, dia mau cari Space Crime untuk analisa pengaturan tindak pidana Alien wkwkwk).

Suara Misterius : “Uh, uh, hmmmph, uh” lucu banget suaranya asli, lembut banget.

Gw clingak clinguk nyari asal suaranya, *jangan – jangan, jangan – jangan* , serangkaian praduga yang tak pantas kalian dengar terbersit di kepala ane wkwkwkwk, sampe gw menemukan sumber suaranya ternyata berasal tepat di deretan rak buku belakang gw, dengan langkah pelan dan penasaran gw berjalan kebelakang rak,

Terlihat sesosok gadis dengan rambut terurai yang manis, dress dengan lengan panjang hitam pekat berkerah tinggi menutupi tubuhnya hingga sebatas lutut dimana motif putih menghiasi kerah tingginya yang melingkar anggun di leher putih sang gadis yang jenjang, dia tampak sedang menjinjit dengan kakinya yang mungil berusaha meraih buku di jejeran atas rak yang lumayan tinggi letaknya, tangannya menggapai – gapai tak sampai

Gw menikmati pemandangan lucu ini melipat tangan dan menyenderkan bahu pada ujung rak sambil tersenyum, dia melihat gw tapi mengabaikan dengan terus berusaha menggapai. Buku yang hendak dia ambil bercover cokelat berjudul Hukum Perseroan Terbatas karangan M. Yahya Harahap, wah selera yang mewah untuk ukuran buku sesuai penampilannya.

Gw menghampirinya, berdiri tepat dibelakangnya mengulurkan tangan dan menggapai buku tebal bercover keras itu, dengan cuek gw bawa peluk buku itu dan membawanya ke ruang baca, sang gadis terlihat kesal dan mengetukkan kakinya ke karpet hingga timbul bebunyian dug dug. Gw berbalik dan tersenyum puas dengan buku bagus ditangan gw.

Vonny : “Uuuuuuh, iiiiiiih iiish”  keluhnya kesal sambil menghentakkan kakinya ketanah sebab buku yang tersisa hanya satu wkwkwkwkwkw, mamam tuh mamam !!

Gw menoleh kebelakang melihatnya sedang menahan marah dengan meremas bawahan dressnya sendiri , lucunya ekspresimu nak…..

Gw dengan satu alis terangkat dan sedikit menunduk memberi rasa hormat : “Nona” ucap gw singkat dan ramah, penuh kemenangan !!

Gw memilih duduk di deretan bangku pada meja panjang, Rama datang membawa kopi ke gw (“kopi” dan itu dibawa oleh “Rama”) yang salah bukan kopinya tapi yang bawanya. Tapi saat itu gw yakin aman sebab kopinya hangat.

“Kopi dan buku, kesenangan dan kemewahan sederhana yang siapapun bisa nikmati”

Si Vonny tampak juga sudah mendapat pilihan bukunya, dia duduk dimeja untuk dua orang diseberang gw dengan wajah yang nampak serius, dua jam berlalu gw memutuskan untuk pergi keluar, tapi sebelumnya ada niat baik dari hati nurani gw yang mulia buat ngasi ni buku buat Vonny.

Gw jalan mendekati dia yang lagi serius dan meletakkan buku Hukum Perseroan Terbatas itu di mejanya, tapi mungkin gw keterlaluan tadi sampe – sampe doi kesel banget, Vonny menutup bukunya dan bangkit meninggalkan gw seolah gw pria tak terlihat. Tapi…………….

Hapenya yang semula diletakkan diatas tasnya (mungkin) jatuh tanpa dia sadar, karena saking emosinya si doi main asal nyeret tasnya aja, jadi hapenya jatuh berooooh !!, hape brooooooo !!, suatu kesalahan yang Fatality Max Combo wkwkwk apalagi bila itu jatuh ke tangan musuh, gw ambil itu Hape merk buah pepaya digigit sambil tersenyum dan kembali duduk manis disamping Rama.

Beberapa saat gw buka hape Vonny dan melihat lihat segala sesuatu di dalamnya, berniat kepo’in atau hack Sosmed doi, tapi malah mata gw mulai panas, sesuatu yang menyengat tak tertahankan, air mata gw mengalir perlahan namun pasti membasahi pipi……..

cerbung.net

We Might Be Living Inside A Snow Globe

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2014 Native Language: Indonesia
Kenalin dulu nama gw Mr. Know It All, sebut saja Mr. Kia, eh biar lebih mudah panggil Miki aja, umur 20 tahun sejak ini kisah idup gw tuangkan dalam tulisan, gw sosok yang ganteng klimis imut unyu wkwkwk, sedikit narsis berpenampilan necis dengan bunga mawar selalu dibibir. (masalah wajah tergantung selera wkwkw tapi gw yakin setiap orang ganteng dan cantik) Nah gw kuliah di salah satu fakultas hukum ternama di Negeri ini, dan satu satunya universitas negeri yang ada di pulau ini. Tebak sendiri hayooo.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset