We Might Be Living Inside A Snow Globe episode 8

G.I. Joe Reunited

Gw mulai merencanakan persahabatan gw dengan Vonny dan beberapa hal yang akan dilakukan oleh seorang sahabat, seperti bermain bersama diatas tempat tidur, bobo bersama wkwkwkwkwk atau …….

Gw sedang berdiri tegak sementara Vonny tersimpuh diantara tiang dengan tangan terikat, gw meneteskan lilin pada punggungnya dan sesekali memecutnya dengan ikat pinggang yang terbuat dari kulit ular tangga huahuahuahuahua,

Masih dalam keadaan tegang tak terkendali, tangan gw masih erat menggenggam tangannya, dalam hati gw tertawa “kena deh si nona manis, cara terbaik mengalahkan musuhmu adalah dengan menjadi temannya malah kalau bisa jadilah juga suaminya, dengan begitu jauh lebih mudah mengetahui jati dirinya dan kelemahannya huahuahuahua”.

Quote of the Best Box Office Film : Azhab Penebar Paku Payung
“Cara mengalahkan musuhmu adalah jadikan dia temanmu, atau kalau bisa jadikan dia pasangan hidupmu, huahuahuahua”
(Tidak dianjurkan bagi musuh yang berjenis kelamin sama atau bagi musuh yang berjenis kelamin “diantara”)

Gw tersenyum licik memandang wajah Vonny yang lugu. Sanpai tiba – tiba Vonny yang giliran membolak balikkan tangan gw sambil bernyanyi.

Vonny : “Kotak pos belum diisi, mari kita isi dengan isi isian, ma o on mau minta huruf apa?, mau minta huruf K lama – lama menjadi….”.

Dia menarik tangannya dari gw disertai seringai yang menghujam alam bawah sadar (saking dahsyatnya), dia melanjutkan lagunya dengan nada yang sedikit aneh.

Vonny : “Lama – lama menjadi Kamu pikir aku sebodoh itu hah? Atau selugu itu hah? Tidak tahu isi hatimu yang menipu? Damai dari Hongkong? Tidak semudah itu menipu dengan strategi lama seperti itu”. Suaranya dimain – mainkan, senyumnya ditebar seolah mengejek rencana gw yang amatiran.

Gw : “hehehe, aduh my darling, selalu waspada pada musuhmu adalah etiket dalam peperangan, iya kan?, lagi pula untuk ukuran gadis kecil sepertimu selalu ada cara yang lebih lembut untuk mengalahkannya, lagian juga aku tulus looh minta damai”. Masih acting

Entah mengapa, disaat – saat pembicaraan antar dua negara mengenai perang nuklir yang sangat krusial seperti ini dengan banyaknya korban nyawa yang dipertaruhkan, tiba – tiba muncul sesosok Godzilla yang membanting pintu dengan keras. Semua mata tertuju kearah Rama yang senyum – senyum najong dibalik pintu dengan membawa sebuah akuarium kaca seperti pot dilengkapi seekor ikan mas di dalamnya. Dengan santainya Rama berjalan kearah gw dan Vonny.

Rama : “Helo Miki, Heloooo Vonny”.

Vonny terdiam cuek. Kriiik kriiik kriiiik.

Gw : “Loh Jenifer mana? Lu suru diem diluar? Suru aja masuk sini, kesian”. tanya gw modus

Rama : “Oh iya juga gw sampe lupa”. Rama bangkit dari kursinya dan berseru dengan keras pada seisi ruangan.

Rama : “Hi temen – temen, kenalin temen baru gw Jenifer, nama lengkapnya Jenifer Anderson, keturunan campuran Slovenia – Bulgaria”.

Rama berkata sambil mengangkat akuariumnya dan menunjuk – nunjuk ikan koi yang sedang asik berenang dengan gaya ikan mati didalamnya. Semua mata memandang aneh kearah orang aneh dan ikan aneh yang dibawanya kedalam acara yang aneh ini.

Orang – orang : “Hi Jenifer”.

Gw menggelengkan kepala sambil menutup muka gw seolah tak mengenal sang makhluk yang masih asik memamerkan ikan koinya pada seisi ruangan.

Jadi pemirsah, ternyata si Rama ini sebelum datang kemari, lagi ngajak jalan – jalan hewan kesayangannya si Jenifer ini ke mall buat liat – liat baju yang cucok !!, bayangin aja sendiri ada seorang anak muda lagi bawa – bawa akuarium keliling mall sambil sesekali bicara sama ikan koinya, dan parahnya lagi, tadi dia beli tiket nonton 2 biji, satu untuk dia dan satu untuk ikan koinya. Oke dan kalo misalnya di film itu ada adegan orang lagi makan ikan, pikir sendiri bagaimana perasaan ikan koinya !!, sungguh kejam, sungguh tak termaafkan, ini rasis, ini rasis sodara – sodara.

Rama : “Makanan kesukaan ikan koi gw ini ga sembarangan”.

Gw : “Ga peduli”.

Rama : “Ikan koi gw ini suka makan makanan ikan”.

Gw : “Waw gw kaget men, gw syock, gw terharu ternyata ikan koi special lu itu suka makan makanan ikan, sangat langka ada ikan yang makan makanan ikan wooooooow”. Gw menjawab asal – asalan karena kecewa bahwa yang bernama Jenifer hanyalah seekor ikan koi.

Selang beberapa menit kemudian tampilah ke depan sesosok makhluk aneh lainnya, berpenampilan layaknya macho padahal hati lekong wkwkwk, seorang pria dengan jaket kulit coklat dilengkapi dengan sepatu boot, rambutnya ditarik kebelakang mirip seperti Yakuza. Nama orang tengil ini adalah “Ano”, bocah hiperaktif yang tulisan – tulisan tidak ilmiahnya dari hasil penelitian yang sebenarnya bukan penelitian kerap kali menggemparkan kampus, Ano adalah tipe orang yang penuh kritikan dan doyan menertawakan sistem hukum negara kita yang yaaah memang sedikit kacau balau.

Ano tampil ke depan dengan langkah mantap.

Ano : “Ehm oke tuan dan nyonya yang sudah hadir, kita langsung saja memanggil siapa yang paling bertanggungjawab atas berkumpulnya kalian disini”.

Tangan kanan Ano dengan cekatan masuk kedalam saku celananya dan begitu ditarik keluar dari saku tiba – tiba sudah tersarung rapi sebuah boneka tangan berwarna hitam, mata boneka terdiri dari dua kancing besar berwarna merah darah, sedang mulut boneka berupa jaritan panjang menyilang tak beraturan membentuk senyuman yang mengerikan. Secara keseluruhan penampilan boneka itu seperti sesosok anak yang sedang tersenyum dan itu mengerikan.

Ano : “Taraaaaa kita sambut tuan Jason selaku pemandu acara”.

Boneka Jason (suara Ano) : “Halo semua, langsung saja saya utarakan apa tujuan kalian diundang datang kemari, silahkan maju kedepan tuan rumah bapak dosen yang saya hormati”. Ano tampak menghayati memainkan peranan sang boneka dengan apik.

Majulah seseorang yang lain kedepan podium dengan secarik kertas ditangannya, orang tua berambut putih, garis – garis tipis mewarnai lekukan wajahnya yang tegas, wibawanya masih melekat meskipun usia berusaha memakannya.

Dosen : “Terima kasih Ano atas kata sambutannya, baiklah anak – anak sebelumnya saya perkenalkan seorang anak baru diantara kita yang saya harap bisa bekerjasama dengan kalian, Vonny silahkan bangkit berdiri “.
Vonny bangkit dengan senyum manis diwajahnya, menunduk sopan dan kemudian duduk lagi dengan rapi.

Dosen : “Kebetulan nak Vonny mengikuti mata kuliah saya tadi pagi, jadi saya yang menyuruhnya datang langsung ke pertemuan ini. Baiklah langsung saja, seperti yang kalian tau bahwa setiap awal semester orang – orang terbaik dikampus ini akan melakukan penelitian khusus terkait kasus konkret dan faktual yang sedang terjadi di masyarakat, dan para dosen sudah memutuskan bahwa tema kali ini adalah Premanisme Berkedok Organisasi Masyarakat, mengenai beberapa permasalahan yang harus dipecahkan semuanya sudah dituliskan, kalian punya waktu satu jam, silahkan rundingkan dan putuskan siapa saja yang tertarik untuk bergabung dalam Team”.

Beberapa pegawai mulai membagikan kertas – kertas berisi materi dan masalah – masalah yang diangkat dalam kasus kali ini, temanya tergolong menarik dan menantang, setelah memastikan semua undangan memperoleh materi, para pegawai mulai menghidangkan berbagai camilan lezat dan minuman – minuman berwarna – warni di meja besar disamping podium.

Rama : “Biarkan saya mengambilkan makanan untuk kalian, para tamu – tamuku ini, dan Miki tolong temani Jenifer sebentar, setidaknya ajak dia bicara”. Berlagak seolah tuan rumah yang sedang menjamu tamunya dan menyuruh salah satu tamunya menemani seekor ikan untuk berbincang masalah politik. lama – lama gw suru ano nelen ni ikan.

Vonny : “Ya aku bantu ambilkan minumannya”. Jawab Vonny santai sambil melenggang kearah meja depan yang sudah penuh dengan kudapan.

Udara AC dan alunan melody membuat gw terhanyut dalam materi, banyak Ormas yang malah meresahkan masyarakat, menawarkan jasa keamanan dan melakukan pungutan liar kepada warga, duh ini bukan masalah sepele beberapa data menunjukkan ada Ormas yang mengancam warga secara nyata dan malah antar sesama Ormas kerap kali terjadi bentrok perebutan lahan parkir atau berebut wilayah kekuasaan. Duh mengenaskan !!.

Rama datang dengan setumpuk kudapan, donat, kue basah, kue kering, kue becek, dll, disusur Vonny yang datang dengan membawa tiga minuman berwarna merah dalam gelas – gelas kaca yang mewah dan kemudian membagikannya kepada gw dan Rama.

Dengas waspada gw menukar gelas gw dengan milik Vonny, curiga dia menaruh sesuatu pada minuman gw. Setelah menukarnya dengan sigap gw mengeluarkan saputangan dari saku untuk mengelap pinggiran gelas.

Rule Number Four

Apabila musuhmu menawarkan minuman kepadamu maka ada dua kemungkinan, dia akan meracunimu atau dia sudah meracunimu, jadi :
1. Waspadai racun yang mungkin dimasukan dalam minuman
2. Waspadai racun yang mungkin dioleskan pada bibir gelas

Vonny : “Kamu curiga ya aku meracunimu?, hahaha itu opsi terakhirku untuk menanganimu, jadi jangan terlalu khawatir”. Dia tertawa melihat tingkah gw.

Gw : “Dan aku ga tau kapan kamu akan gunakan opsti terakhir itu”.

Rama : “Baiklah Jenifer, bagaimana pembicaraan tadi dengan Miki? dan bagaimana juga menurutmu? Apakah kita harus turun tangan dalam kasus ini?, ooh apakah kau punya teori tentang masalah ini Jenifer?”. Rama sibuk berbicara dengan ikan sementara dia mempelajari materi dihadapannya.

Satu jam berlalu dengan perdebatan sengit di tiap meja, hingga akhirnya Ano maju dan jajak pendapat mengenai siapa yang memperoleh hak untuk memakan Jenifer pun dimulai.

Ano : “Baiklah sudah satu jam berlalu, dari hukum Pidana apakah ada yang tertarik bergabung kali ini?”.

Casmira : “Kk Ano, saya join”. Kata Casmira dengan santai. Sebenernya si Casmira ini satu angkatan dengan gw dan Ano, tapi memang dia ini doyan manggil semua orang dengan sebutan kak.

Ano : “Oke, apa hanya Casmira perwakilan dari anak – anak Pidana?, selanjutnya anak – anak Hukum Administrasi Negara apa ada yang tertarik bergabung? (mereka menolak bergabung karena kasusnya tidak menarik bagi mereka, tetapi mereka menawarkan bantuan apabila memang diperlukan), oke dari Hukum Tata Negara apa ada yang mau bergabung? Ooh tidak ada? Baiklah kalau begitu, saya yang mewakili, selanjutnya dari Hukum Bisnis, apa ada yang tertarik?”.

Gw, Rama, dan Vonny entah mengapa menyatakan sepakat untuk bergabung dalam team, kami tertarik, dan ini menegangkan.

Ano : “Ooohh kawan – kawanku yang bersemangat, baiklah Team inti sudah dibentuk, beri tepuk tangan”.

Seusai pertemuan, kami berlima tinggal sebentar untuk membahas kelanjutan permasalahan ini, yang sebenarnya kami sedang berdebat menentukan nama team, ouuu yeah !! nama keren itu wajib hukumnya bung !!.

Gw : “Nama team kita G.I. Joe”.  Gw memutuskan dengan sepihak.

Rama : “Nama teamnya perserikatan ikan mas rahasia !!”.  Semua menoleh dan menggelengkan kepala serentak.

Ano : “One vote for G.I. Joe, cool idea”.  Ano senyum lekong menyetujui

Kedua wanita tidak ada yang membantah, mereka malah sibuk membolak – balik materi, oke kita sepakat pakai nama team G.I. Joe. Jadi nanti dibagian depan makalah kami ini diberi tulisan begini

“Makalah ini dikerjakan dan diselesaikan oleh:
Team G.I. Joe”
heal yeahhh cool yeah.


cerbung.net

We Might Be Living Inside A Snow Globe

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2014 Native Language: Indonesia
Kenalin dulu nama gw Mr. Know It All, sebut saja Mr. Kia, eh biar lebih mudah panggil Miki aja, umur 20 tahun sejak ini kisah idup gw tuangkan dalam tulisan, gw sosok yang ganteng klimis imut unyu wkwkwk, sedikit narsis berpenampilan necis dengan bunga mawar selalu dibibir. (masalah wajah tergantung selera wkwkw tapi gw yakin setiap orang ganteng dan cantik) Nah gw kuliah di salah satu fakultas hukum ternama di Negeri ini, dan satu satunya universitas negeri yang ada di pulau ini. Tebak sendiri hayooo.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset