Yogyakarta episode 5

Part 5
hening: “Mas saya selasa kejakarta”

Bima: “Loh ko mendadak, ada apa ?”.

Bima meletakkan nesting yang sedang di cucinya dan menatap hening.

“Kamu jadi berangkat juga?”.

Hening: “Iya mas, ga papa kan, ai janji menyelesaikan secepatnya”.

Bima: “Oh iya ndak apa-apa”.

Bima kembali melanjutkan cuciannya, kali ini wajahnya berubah murung. Hening memperhatikan pria itu sambil mengelap nesting yang sudah bersih.

“Nawang calling..”

Ringing ponsel bima memecah kesunyian antara mereka berdua. Nampak jelas sebuah nama, panggilan itu tidak di gubris bima.

Hening: “mas nawang call loh itu ko ga di angkat”.

Bima: “ah itu ga penting, kamu angkat aja ai”.

Hening: “Hallo. . . .hallo “.

Ponsel itu dimatikan.

“Ih ko mati”

Ujar hening sambil meletakkan ponsel bima. Lalu bima duduk di samping hening.

Bima: “Ai…”

Hening: “Iya. ..”

Bima: “maafin aku ai”.

Hening: “Heii ada apa mas?.

Bima: “dijalan nanti hati-hati yo”.

Bima tersenyum sangat manis hari itu.

“Ibuk sebentar lagi pulang pengajian kamu masak yo”

Hening: “Hah! !!!! Aku masak ?, please mas kita beli saja”.

Bima: “yo kamu masak itu ibu pagi sudah belanja, udah sana masak”.

Entah hari itu hening mimpi apa tiba-tiba dia harus masak. ……

(kala itu hening belum bisa mengenali dapur dengan baik)

¤¤¤

Ibuk: “le iki sing masak sopo?”

Suara ibu dari dapur memanggil mas bima. Hening dan bima segera masuk ke dapur.

Ibuk: “ini siapa yang masak?”.

Ibuk menunjukan gorengan tempe dan tahu yang menghitam. Bima yang melihat itu langsung tertawa sambil melihat kearah hening.

Hening: “ada yang salah, masakan saya tidak enak ya bu?”.

Hening yang tidak mengerti dengan wajah khawatir. Ibu dan mas bima menahan ke tawa melihat hening.

Ibuk: “Ga apa-apa, biar pas ada ibu saja masaknya ya”.

“Hmmm… iki loh enak le, sini ayo makan sama-sama”.

Ibu, bapak, mas bima dan adik nya,  sambil Makan tak hentinya tersenyum, melihat hasil masakan hening yang hari itu ah….. awfully
Meski begitu mereka tidak sama sekali ptotes. …

…………

Bima: ” ai hati-hati jaga kesehatan ya”.

Bima menasehati hening yang akan segera berlalu menuju pesawatnya.

Hening: “Ih saya loh masih kejakarta belum pergi jauh”.

“Iya udah saya boarding skarang mas”.

Hari itu hening dan bima berpisah…

JAKARTA.. (3 minggu kemudia)

“Hallo?” ini mbak airine… Hallo? .”

Lalu sambungan telepon terputus.

Hening masih memandangi layar ponselnya yang menggelap, beberapa detik ia mengingat-ingat, mencoba menarik kembali rekaman suara dalam jeda waktu satu setengah detik barusan. Suara siapakah? Seorang wanita sudah pasti. Tapi siapa?

Setelah lama mengingat-ingat, ia menyerah, merasa gagal mengingatnya. Dan memilih melupakannya saja, mungkin hanya teman-teman  wanita kurang kerjaan atau seseorang yang salah sambung. Ah, kasihan sekali kalau wanita itu tadi salah sambung.

Sambil menikmati kopi setelah mereview materinya hening membuka Facebooknya, hening mendapatkan banyak notification seorang wanita melike foto – fotonya bersama bima, dan hening melihat permintaan pertemanan dari seorang wanita ” Nawang”… nampaknya nama ini dan wajah ini begitu familiar untuk hening tapi dimana.

“……no name calling..”

Hening: “Hallo …?

“…….”: ini mbak airine?”.

Hening: “Iya, maaf ini siapa ya?”

“………”: ini nawang mbak”

Hening: “Nawang, nawang siapa ya?”

Hening mulai merasa tak enak hati.

Nawang: “Aku teman mas bima mbak”

Hening: “oh ada apa ya mbak Nawang,  ada yang bisa saya bantu ?”

Nawang: “Tidak saya hanya ingin memastikan ini no mbak airine aja, mbak ada pin bbm, boleh saya minta,”

Hening: “oh ada nanti sy sms kan ya”.

Nawang: “Oke terimakasih mbak, “.

Setelah menutup teleponnya tiba-tiba ada yang berdesir di dada hening. Setelah mengirimkan sms pinnya, tak berapa lama bbm invitation muncul di notif hening. Betapa terkejutnya hening ketika melihat display bbm nawang….. ❤BMS❤….. dengan foto bima dan tentu saja wanita itu. Hanya saja hening tidak mau berasumsi terlalu jauh. Heningpun tidak bertanya. Hening mencoba menghubungi bima….

Hening: “hallo mas, besok saya ke Yogya”.

Bima: “urusanmu wes rampung po ai?”

Hening: “Iya sudah mas”.

Bima: “Iya sudah jam brapa besok tak jemput yo”.

Hening:”malam  jam 8an mas”.

Bima: “Iya udah, istirahat sana”.

Setelah menutup teleponnya hening merapihkan file-filenya dan bergegas pulang….

cerbung.net

Yogyakarta

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2016 Native Language: Indonesia
Perkenalkan nama dia hening, Hening adalah wanita indonesia yang menetap di negara tetangga. Dan beberapa waktu lalu dia pulang untuk berlibur di negara tercintanya. Temu kangen dengan sahabat - sahabatnya termasuk mantan calon mertuanya. Selamat datang di kisah klasik tentang cinta di atas kata "Perbedaan".

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset