Cinta Monyet Bersemi Di Putih Abu-Abu episode 28

Chapter 28

***Pagi Hari***

Jam menunjukan jam 7 pagi, gue sudah selesai mandi dan sarapan langsung berkemas karena sekalian pulang karena udah cukup bisa ketemu kakek nenek dan yang penting mereka masih anggap gue saudara terkecuali kakek gue. Gue pun keluar kamar.
“Dah siap do??” sapa adik mama.
“ udah..kok” jwab gue. Dan gue pun langsung pamit.
“nek, kek pulang dulu yah.. kapan edo balik lagi.” Nenek cium pipi kanan dan kiri gue.
“hati-hati yah.. salam buat ailin..” ucap nenek.
“jangan balik lagi juga gpp..” jwab kakek gue ketus. Agak nyeri tapi ya udahlah.
Perjalan ke makam pun di mulai, di dalam mobil kami ngobrol dari hal yang sederhana sampai mengenai mama waktu kecil dll sampai ketemu papa. Walau mereka sudah pergi tapi kenangan di keluarganya begitu sangat melekat erat. Gue bangga sama papa mama gue.
2 jam pun berlalu karena macet juga, sampai di komplesk kuburan china. Sudah parkir mobil karena tidak bisa masuk dalam, gue ikutin adik mama berjalan dan sampai kuburan yang cukup luas karena sekitar masih ada tanah kosong. Dan ternyata itu makam keluarga, banyak semak berlukar tapi masih terurus baik. Kami pun masuk.
“tuh do disana…” adik mama sambil nunjuk 1 makam.
“ia.. besar ya.. ya ini makam papa atau mama?” tanya gue.
“ini papa mama kamu, kuburannya berdempetan makanya di jadiin 1 seperti kisah mereka” senyum menatap makam itu.
“ gue pun langsung ke depan makam, cabut rumput dan berishin tempat biasa taruh hio di depannya.
Sudah selesai.. terpampang nama papa gue Adrian *** dan Freya *** ( ternyata rere nama panggilannya). Dan terdapat satu nama di bawahnya yaitu anak bernama Edo Adrian yaitu nama gue. Sejenak gue menatap kenama dua tersebut.
“ nih do sembahyang dulu,” adik mama dan istrinya perisiapin keperluan sembahyang hio dll..
Gue pun langsung sembahyang diikuti adik mama dan istrinya. Sambil tunggu selesai gue duduk di depannya sedangkan adik mama dan istrinya cabutin rumput di atas makam.

“Ma… paa.. udah sekarng bisa terima semua kenyataan. Sekarang edo dah besar hhehe, edo dapat banyak belajar dari cerita tante, pasti edo bisa berjuang walau papa sama mama udah duluan hehe.. edo selalu sebut papa mama dalam doa edo.” Gue ngomong sendiri sambil bersihin nama papa mama yang masih agak kotor.
Seletah sembahyang selesai, kami pun rapih-rapih.. dan sebelum pamit gue bersujud 3 kali sebagai ucapan hormat serta terima kasih telah melahirkan anakmu ini yang belum bisa berbalas budi. Gak langsung gue meneteskan air mata sebelum pergi. Hufffff… tarikan nafas panjang sebelum melangkah keluar dari tempat pemakaman.
gue pun pamit untung pulang, dan adik mama pun antar sampai terminal. Gue pun pulang dengan perasaan sangat lega. Dan kalung peninggalan papa gue pakai terus. Sesampainya di rumah om tante gue pun langsung istirahat.


cerbung.net

Cinta Monyet Bersemi Di Putih Abu-Abu

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2015 Native Language: Indonesia
Sebuah cinta monyet yang tumbuh saat masuk Masa Orientasi Siswa (MOS) di SMA.Banyak siswa cantik yang mengikuti MOS saat itu , tapi pandangan Edo hanya tertuju pada satu gadis.....Siapakah gadis itu..? yuk dibaca cerita lengkapnya dibawah ini!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset