Pelet Cinta episode 46

Perjalanan Ke San Fransisko

Chef Prita sudah pulang ke Los Angeles bersama Jason dan Daniel yang disambut dengan hadirnya musim dingin. Chef Franco sudah menunggu di caffe Andalusia LA dan menggendong Daniel yang berlari memeluk chef Franco.

Franco       : ” Haiiii apa kabarmu Daniel sayang…..? ” ternyata Daniel kangen juga sama Franco yang memeluk erat kakinya dan Francopun mengangkatnya tinggi-tinggi serta memeluknya. Jason hanya bisa memandang saja sambil membawa masuk barang-barangnya,  meskipun  musim dingin tapi di Los Angeles cukup hangat dan masih bersuhu 17 derajad .

Chef Prita   : ” Bagaimana hasil bisnis kita…lumayankan….? ”

Chef Franco  : ” Yeah…lumayan meskipun sekarang masuk musim dingin tapi makanan kita laku keras…delivery juga oke….” Jason dan Chef Prita senang dengan hasil laporan keuangan Franco

Chef Prita   : ”  Good…wow…keripik tempe dan rendangnya habis…kenapa engkau tak menyisakan buat kami…..? ”

Chef Franco  : ” Aku cuma mempersiapkan perbelanjaan  saja …itu ada di freezer daging serta bumbu yang sudah aku siapkan semuanya dan kalian ternyata sudah sampai…”

Chef Prita mengecek semua bahan baku yang ada dan mencatat kekurangannya.

Chef Franco : ” Sudah aku siapkan semua bahan baku yang habis silahkan di chek semuanya…” Jason dan Prita mengecek semuanya sementara Daniel di pelukan Chef Franco yang lajang dan belum mau menikah. Seminggu sejak kepulangannya chef Prita , Franco menceritakan keinginannya untuk liburan bersama adik-adiknya. Prita mengijinkan dan akan berangkat dua hari lagi.

Jason yang kembali dinas di perkereta apian menelepon rekannya kalau dia sudah pulang dan bisa segera aktif lagi. Persediaan makanan di kereta ternyata sudah di kontrol Chef Franco ini yang membuat Jason senang ternyata Franco baik diajak kerja sama. Jelzclin baby sitter Daniel sudah menelepon Chef Prita kalau hari ini akan datang menengok Daniel dan bisa aktif lagi di apartemennya.

Prita  : ” Jam berapa engkau akan datang di apartemen ..?!”

Jelzclin  : ” Nanti kalau nyonya sudah sampai di apartemen dan saya segera berangkat….”

Prita   : ” Okey Jelzclin terima kasih nanti aku kabari segera ”  Jason mengajak pulang ke apartemennya yang tidak jauh dari restoran Andalusia yang berjarak 150 meter tak begitu jauh dan bisa ditempuh dengan  jalan kaki. Sanders asisten kokinya amat senang mendapat oleh-oleh dari Indonesia yang dibelikan di Borobudur sesuai pesanan Sanders berupa monumen  candi Borobudur. Chef Franco juga mendapatkannya. Sampai apartemen Prita heran karena semua tampak bersih dan rapi juga kamar Daniel, yang ternyata sehari jelang kepulangannya Jelzclin sudah membereskan  semua kamar agar chef Prita bisa beristirahat dengan nyaman.Chef Franco akan menengok ayah ibunya di San Fransisko tapi cuma satu minggu selanjutnya akan ke Toronto. kerumah sahabatnya dan ingin bermain salju yang sebentar lagi turun. Los Angeles tak bersalju dan hanya musim dingin saja tapi tak ada saljunya dan harus naik bis dulu selama dua jam baru ditemui salju . Winter amat dingin dan angin yang bertiup sepoi-sepoi basah dan harus memakai baju tebal karena saking dinginnya .

Prita       : ” Engkau berangkat ke Sanfransisko naik apa….?

Franco  : ” Aku lebih nyaman naik kereta api… dan mengajak adikku ke Toronto untuk main ski sekarang dia sudah menunggu di Sanfransisko  ”

Prita      : ” Salam buat keluargamu…maaf aku belum bisa mengucapkan selamat hari natal kepada mereka semua karena barusan pulang dari Indonesia…”

Franco  : ” Iya …tak mengapa..akan aku sampaikan kepada mereka semua….oh ya…aku akan kirimkan perjalananku ke Sanfransisko  pada Zuzanna agar dimuat di you tube cafe-cafe….dan aau minta live…kegiatan tahunan dari Andalusia Los Angeles…”

Prita      : ” Ok..bagus atu dan aku siap menyimak pengalamanmu mudik…dan pakailah vidio Andalusia Los Angeles…karena sudah aku kembalikan ketempatnya…pingin sih ikut tapi aku harus menjaga restoran ini agar bisa mencapai target dan aku ingin segera punya rumah sendiri di sini…”

Franco  : ” Ok…aku bawa …jadi aku tak usah kirim ke you tube cafe-cafe pakai milik kita sendiri…aku segera memberesi peralatanku karena sudah ditunggu adikku…”

Prita      : ” Bergegaslah jangan kecewakan mereka…..”

Franco bersalaman dengan asistennya Sanders dan berbincang sebentar lalu berpelukan dan meninggalkannya karena sudah di telepon adik-adiknya.

Franco segera  menghidupkan video untuk mengunggah kepulangannya secara live dari Los Angeles, Franco berada di stasiun dan masih menunggu kereta yang akan dinaikinya, Adam dan Zuzanna yang masih rebahan menyaksikan beberapa aktivitas berbagai cabang dan ketika melihat cabang LA dia amat terkesan karena melihat Franco naik kereta yang bertingkat dan dia duduk di lantai atas. ” Wow keretanya bertingkat…aku inginsekali ke LA bersama chef Prita…” , seru Zuzanna

Adam     : ” Kita menabung dulu..kalau mau kesana…..”

Zuzanna : ” Sebenarnya ada sih tapi ngepres…jika digunakan sekarang…tapi…tahun depan kita ke LA ya sayang….?”

Adam      : ” Boleh….dan kita melihat situasi yang ada saat ini saja…”

Terlihat kereta mulai jalan…dan Franco sedang memilih-pilih menu makanan yang akan disantapnya terlihat Andalusia cafe dalam kereta dan Franco menyalaminya penjaga warung kereta itu bernama Platini dia asli Perancis dan bekerja di warung kereta karena untuk membiayai kuliahnya. Franco membeli roti isi dan burger keju sambil memandang jendela menikmati perjalanan keluar kota Los Angeles yang meninggalkan rumah-rumah, ladang-ladang lanjut perbukitan dan pertanian kobis . Franco berjalan -jalan dari lantai dua ke lantai satu karena jenuh duduk terus sambil memperlihatkan keindahan pemandangan yang mulai memasuki pesisir pantai. Deburan ombak kadang terdengar saat sunyi dan Franco kembali ke lantai dua karena untuk menjawab beberapa komentar dari berbagai negara di antaranya Zuzanna.

Zuzanna  : ” Berapa lama kira-kira sampai San fransisko ..? ”

Franco     : ” Lumayan 12 jam dan kubuat vlog untuk kalian yang berencana ke San Fransisko , bagaimana oke ‘gak…?” sambil tangan Franco memberikan ibu jarinya ”   Franco kembali turun untuk membeli beberapa snecks untuk teman ngevlog , Franco membeli blue berry cream  sambil mengunyah dan membalas pertanyaan lagi.

Zuzanna  : ” Berapa tiket normalnya ke San Fransiscko sekarang Franco ? ”

Franco     : ” Murah kok..cuma 68 dolar saja, aku ini berada di kelas ekonomi… kalau engkau bisa coba ke kelas first class…pasti okey…aku tak bisa masuk ruangan tersebut dan tak bisa meliputnya. Franco sudah sampai Santa Barbara Kota ini letaknya di bagian barat. Tepatnya di negara bagian California. Kota Santa Barbara terkenal dengan pantainya yang indah.

Perbukitan kembali di lewatinya  dan kereta berhenti di San Luis selama setengah jam dan Fraco melihat Jason yang akan membawa kereta kembali ke Los Angeles.

Jason       : ” Engkau sedang menuju San Fransisko sedangkan aku kembali ke Los Angeles…semoga perjalananmu nyaman chef …”

Franco     : ” Okey semoga engkau demikian juga diberi kenyamanan…” .  Mereka berjabat tangan dan Jason segera memberangkatkan kereta apinya sedangkan Franco berjalan-jalan memberikan wawasan alam sekitar stasiun dan Franco segera naik kembali di keretanya . Kereta berjalan kembali dan kini memasuki daerah pertanian sayur-sayuran yan nampak beberapa orang sedang membersihkan area tanaman kobis dan sebagian ada yang masih membajak lahan pertanian  dan ada yang masih membersihkan lahan yang nampak sudah kering . Franco menikmati pemandangan sambil makan makanan yang disedikan di kereta sambil ngevlog dan membalas komentar lewat laptopnya. Sun set memancarkan sinarnya menambah keindahan . Karena mengantuk Franco menghetikan vlognya dan beristirahat dulu. Malampun merambahternyata dia sudah sampai di San Fransisko dan segera membuka map untuk mencari uber untuk  menuju rumah tinggalnya . Malam semakin dingin dan dinginnya melebihi Calivornia khususnya Los Angeles. Jam 12 PM ayahnya sudah membukakan pintu untuk anaknya Franco.


Pelet Cinta

Pelet Cinta

Status: Ongoing Tipe: Author: Dirilis: 2021 Native Language: Indonesia
Lagu Didi Kempot feat Yan Vellia berjudul  Perawan Kalimantan menemani Raisyah yang sedang belajar di kosannya. Karena merasa jenuh Raisyah mengikuti lantunan lagu itu lewat headset yang disambung ke hape. Raisyah anak ke-2 dari lima bersaudara yang asli Dieng Wonosobo demi melanjutkan sekolahnya yang sudah hampir lulus SMA tahun ini. Meskipun orang tuanya dibilang kurang mampu tapi Raisyah harus jadi orang, ia tak perduli apa gunjingan orang...Raisyah masih ingat ketika ikut Basyiah kakak perempuannya menjadi Pembantu Rumah Tangga sampai Raisyah mendapatkan sekolah SMA swasta  di Semarang dan menjual kalung pemberian ibunya untuk mendapat sekolah yang diharapkan. Meskipun majikan Basyiah tak setuju Raisyah tinggal bersama kakaknya karena membuat Basyiah tak konsisten dalam bekerja selalu keluar rumah mengantarkan adiknya ketempat yang belum pernah Ia datangi, tapi Raisyah mohon pada majikan Basyiah sampai Raisyah mendapat pekerjaan serta ikut membantu Basyiah bersih-bersih dan gak usah di gaji karena Raisyah hanya menumpang sementara Sekolahan swasta amat mahal biayanya dan Ia harus segera mendapat pekerjaan , Raisyah ditawari kakaknya Maria teman sekolahnya sebagai pelayan cafe bekerja tiap jam 16.00 sampai jam 24.00 kebetulan kerjanya bareng dengan  mbak Dewi kakaknya Maria dan Raisyahpun  setuju kerena cafe itu amat butuh tenaga . Penasaran dengan kelan jutannya? yuk segera disimak cerita dibawah ini.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset