SANG PAMOMONG episode 59

Chapter 59

Kunti itu tertegun melihat jari2 tangan kanannya putus.
Melihat kesempatan emas itu, aku meloncat dan menyabetkan tombak Kyai Cemeng ke arah kunti itu.
Selarik sinar hitam melesat membentuk bulan sabit menuju kunti itu.
Tapi kunti itu mampu menghindari sabetan tombakku.
Lalu sebuah lengkingan dari kunti itu menggetarkan alam sekitar.
Entah dari mana munculnya, ratusan makhluk halus bermunculan dan menyerang kami.
Rupanya lengkingan tadi adalah tanda untuk memanggil teman-temannya.
Pak Kyai yang melihat serbuan itu, segera mengeluarkan taabihnya.
Tasbih itu berpendar cahaya putih yang menyilaukan.
Serbuan makhluk itu bagaikan air bah yang melanda kami.
Kami lalu disibukkan dengan serbuan itu. Senjata kami masing-masing berkelebat membabat makhluk yang mendekati kami.
Tapi…bagaimanapun saktinya kami berempat, tak mungkin melawan ratusan makhluk ghaib yang menyerbu kami.

Kami mulai kewalahan…dan beberapa pukulan sudah mengenai tubuh kami. Untunglah, energi pelindung kami masih mampu meredam pukulan itu, sehingga tidak menimbulkan cedera yang parah.

Melihat situasi yang makin tidak menguntungkan…aku memanggil Ki Sardulo Seto.
Dalam hitungan detik, raungan harimau memenuhi tempat itu.
Harimau-harimau itu langsung menyerbu makhluk-makhluk yang menyerang kami.
Aku bisa bernafas lega. Kucari dimana adanya Kunti Merah itu.
Namun aku tidak berhasil menemukannya.

“Saloka…coba lacak aura kunti itu..!”
“Baik Den…..!”

Saloka mulai merasakan aura kunti itu… Tak lama kemudian…

‘Dia ada di aebelah sana den…!”
“Bawa aku ke sana…!”.
” Baik Den….!”

Saloka dan Zulaikha memegang tanganku. Aku memegang tangan pak Kyai.
Lalu, ZLAPPP….kami berpindah ke tempat di luar lingkup pertempuran itu.

Ternyata kunti merah itu sedang bermeditasi, mungkin untuk menyembuhkan jarinya yang terpapas kutung.
Mungkin karena merasakan kehadiran kami, kunti itu membuka matanya, lalu bangkit berdiri.

Tanpa banyak cingcong…kami berempat menyerbu kunti itu. Tak peduli dikatakan mengeroyok…yang penting bisa membasminya, dan menentramkan desa.
Pertempuran tak dapat dihindarkan lagi. Masing-masing pihak ingin menghancurkan musuhnya.
Walaupun tangannya terluka, dan dikeroyok, kunti itu tetap ganas serangan-serangannya. Kami harus berhati-hati dan tetap waspada twrhadap seralgannya yang cenderung kalap.dan bermaksud mengadu jiwa.

Tapi bagaimanapun juga, di tengah keroyokan kami berempat, kunti itu akhirnya keteteran juga.
Selendang Saloka berhasil melibat tangan kiri kunti itu.
Pedang Zulaikha menebas tangan kiri kunti itu.
Lolongan kesakitan menggema….menggetarkan telinga kami.
Tasbih Pak Kyai menghajar kepala kunti dan tombakku menancap si dadanya.
Kunti itu menggelepar menjemput ajal…tubuhnya hancur menjadi debu dan tertiup angin.

Suasana menjadi hening….
Ratusan makhluk yang membantu kunti itu juga sudah habis dibantai pasukan harimau.

Aku menghampiri Ki Sardulo Seto..

“Terima kasih atas bamtuannya Ki. Aku ga tahu akibatnya kalau Ki Sardulo tidk segera datang!”
“Sama-sama Denmas. Sudah menjadi kewajibanku untuk membantumu! Sekarang kami mohon pamit Denmas…?”
“Silahkan Ki… Terima kasih…!”

Perlahan, pasukan harimau itu menghilang dari pandangan.

“Ga nyangka, nak Aji punya teman dari bangsa jin banyak sekali!” kata pak Kyai.
“Ah…bukan apa-apa kok Kyai.. Saya cuma remaja biasa saja kok Kyai!”
“Jangan merendah nak Aji. Tanpa bantuan Nak Aji dan kawan-kawan, entah bagaimana nasib desa ini. Saya mewakili desa ini mengucapkan banyak terima kaaih Nak Aji!”
“Sudah menjadi kewajiban saya Kyai… Mari kita pulang kyai…sudah hampir subuh nampaknya!”
“Mari nak Aji…!”

Kamipun berjalan bersama untuk pulang ke rumah. Ketika sampai di depan rumah, aku minta pak Kyai buat mampir sekedar ngopi, tapi beliau menolak.
Sudah hampir subuh, katanya.
Dan beliau melanjutkan peeralanan menuju rumahnya.
Fyuh…lega rasanya… Walaupun keroyokan, tapi kami dapat membebaskan desa kami dari cengkraman makhluk ghaib yang kurang ajar…


cerbung.net

SANG PAMOMONG

Score 0.0
Status: Completed Tipe: Author: Dirilis: 2021 Native Language: Indonesia
Dalam kepercayaan Jawa, bayi yang baru lahir, didampingi oleh sosok PAMOMONG. MOMONG dalam khasanah bahasa Jawa, artinya Mengasuh. Nah..sosok Pamomong itu bisa juga disebut sebagai PENGASUH. Sosok Pamomong adalah sosok.ghaib yang hanya bisa dilihat oleh sang jabang bayi. Kadang kita melihat bayi yang ketawa-ketawa sendiri, sambil matanya melihat ke atas. Dipercaya, bahwa saat itu, sang bayi sedang diajak bercanda atau bermain oleh Pengasuhnya. Dari kepercayaan tersebut, cerita ini terlahir. Sebuah kisah fiksi yang akan menceritakan tentang seseorang yang sampai masa dewasa bisa melihat dan berkomunikasi dengan Sang Pamomong. Semoga bisa menghibur para reader semua.

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Opsi

tidak bekerja di mode gelap
Reset